
( Jiwa Yang Hilang )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Italy,
“Semua tes tentang kelayakan Nona Muda Valera untuk dihapus memorinya tentang Tuan Kafeel, menunjukkan jika tidak ada resiko terancam nyawa untuk melakukannya ... Namun yang ingin saya sampaikan adalah, tindakan penghapusan memori Nona Muda Valera ini hanya dapat dilakukan satu kali saja, mengingat kita tidak dapat melihat hasilnya dengan segera---“
“Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya, jika kondisi Val yang koma membuat keterbatasan untuk mengetahui hasilnya. Meski jika pada orang normal, biasanya akan ada lebih dari satu sesi upaya ... Untuk membuat mereka benar – benar lupa pada pengalaman mengerikan mereka.”
Varen yang berucap ini.
Sedikit menginterupsi perkataan Celine sebelumnya.
“Silahkan kau lanjutkan, Cel.”
Celine langsung mengangguk menanggapi ucapan Varen barusan.
“Dan atas keterbatasan itu, maka saya tidak berani melakukan lebih dari satu kali upaya. Karena hasilnya kan masih abu – abu bahkan gelap ... Jadi kalau mengikuti upaya yang dilakukan pada orang dalam kondisi sadar, saya takut akan ada gangguan fungsi otak pada Nona Muda Valera ... Meski sebenarnya saya agak sedikit ragu untuk melakukan tindakan ini pada Nona Muda Valera saat ia masih dalam keadaan koma ...”
Kemudian Celine melanjutkan mengatakan apa yang ia ingin sampaikan pada keluarga Val selain Varen. Terutama pada Dad R yang lansung menanggapi ucapan Celine tersebut.
“Takut ada gangguan fungsi otak seperti yang kau katakan tadi?”
“Tidak Tuan Moreno. Bukan itu ...” jawab Celine. “Jika hanya sekali, tidak ada resiko akan itu ...”
“Lalu, apa yang membuat kamu ragu, Cel?---“
“Saya hanya takut, jika efek dari upaya penghapusan yang bertujuan untuk menghapus ingatannya tentang Tuan Kafeel, malah akan berujung pada Nona Muda Valera yang akan mengalami amnesia disosiatif, dimana beliau akan benar – benar lupa pada semua hal---yakni anda semua, termasuk siapa dirinya ... Selain ada kemungkinan, upaya penghapusan memori Nona Muda Valera tentang Tuan Kafeel ini tidak berhasil mengingat beliau yang sedang koma. Itu saja, Tuan, Nyonya.”
Lalu Setelah Celine bicara panjang lebar, keluarga Val yang sedang berada di hadapan Celine itu kemudian terdiam sejenak. Tak lama saling tatap, kemudian bicara dengan sorot mata yang disusul dengan anggukkan kepala.
Dimana tak lama dari itu, Dad R angkat suara.
“Tak apa. Lakukan saja. Jika Val melupakan kami dan dirinya, kami akan membantunya mengingat. Jika gagal pun tak apa. Kami akan berserah pada takdir saja. Jika saat sadar nanti Val masih mengingat Kaka dan luka yang ia berikan padanya, kami akan lebih waspada menjaga Val ke depannya. Selebihnya, sekali lagi. Biar takdir yang selanjutnya terjadi.”
🌷
Hingga takdir yang kemudian terjadi, adalah hal yang paling menggembirakan untuk mereka yang menyayangi Val.
Gadis yang sejak jatuh cinta pada pria yang jauh di atas usianya itu mendapat julukan ‘ulat bulu’, telah tersadar dari koma yang terjadi padanya karena kenekatan Val yang berusaha bunuh diri, karena pria yang digilai Val hingga sampai akhirnya Val mendapatkan juga cinta sang pujaan hati---kemudian memberikan sembilu yang membebat hati Val kuat dengan jutaan sakit yang membuat luka di hati Val begitu parahnya.
Hingga Val nekat menenggak habis cairan hasil penelitian Ann yang belum rampung hingga menjadi racun yang menjalar di tubuhnya, serta juga Val menenggelamkan dirinya di dalam bathtub besar di dalam kamar mandi pribadinya. Lalu sempat dinyatakan meninggal, tapi beberapa jam kemudian Celine membantu nafas Val yang sempat menghilang itu kembali---hanya saja Val harus terjatuh koma hingga hampir enam bulan lamanya.
Duka dan kekhawatiran atas kondisi Val yang koma dan dianggap telah terlalu lama, menggelayuti hati mereka semua yang menyayangi gadis ulat bulu itu.
Dengan ketakutan, jika ujung dari koma Val yang cukup lama itu adalah kematian, tanpa Val sempat membuka matanya.
Namun belum genap enam bulan Val terjatuh koma, duka-kekhawatiran serta ketakutan yang menggelayuti hati semua orang yang menyayangi Val kemudian menguap ke angkasa, ketika gadis itu membuka matany---Val terbangun dari tidur panjangnya, lalu syukur dan bahagia menyelimuti hati orang-orang yang menyayangi Val.
🌷
“Sudah keluar hasilnya, Cel?...”
Adalah Varen yang bertanya pada Celine, pasca Val terbangun dari komanya.
Lalu kondisi Val diobservasi secara seksama selama 1x24 jam, sebelum akhirnya diputuskan jika kondisi Val cukup dirasa mampu untuk menjalani beberapa pemeriksaan.
Dimana pemeriksaan utama adalah pada otak Val. Setelah sebelumnya darah Val juga diperiksa dan dinyatakan telah bersih dari racun yang menjadi penyebab utama Val bisa sampai koma selama kurang lebih enam bulan lamanya.
“Sudah, Tuan ... Ini saya mau memberikannya pada anda, karena para tuan besar tidak ada satupun yang ada di ruang rawat Nona Muda Valera.” Celine yang datang ke hadapan Varen yang sedang bersama beberapa pria matang seperti dirinya itu, langsung menjawab pertanyaan Varen.
🌷
__ADS_1
“Apa hasilnya baik?...”
Varen lalu berujar seraya bertanya pada Celine sambil menerima beberapa lembar kertas yang Celine sodorkan padanya.
“Terfokus pada otak dan tulang belakang Nona Muda Valera, semua hasilnya baik, Tuan. Semua organ dalam lainnya juga dalam kondisi yang baik. Secara medis, Nona Muda Valera dinyatakan sehat.”
Varen dan beberapa pria yang kurang lebih sebaya dengannya itu kemudian tersenyum setelah mendengar jawaban Celine.
🌷
Setelahnya, pertanyaan tercetus dari mulut Nathan terkait kondisi Val yang memang sering sekali terlihat linglung.
“Lalu masalah Val yang masih ga fokus serta sering terlihat bingung itu, apa efek dari komanya?...”
Celine mengangguk sebelum menjawab pertanyaan Nathan dengan cukup mendetail.
“Nona Muda Valera termasuk memiliki imun yang cukup bagus meskipun dia masih agak limbung untuk berjalan. Tapi untuk ukuran orang yang baru saja sadar dari koma, dalam masa dua hari ini beliau sudah cukup terlihat segar, itu luar biasa, Tuan ... Karena biasanya, orang yang baru sadar dari koma setidaknya paling cepat itu butuh waktu satu minggu untuk memulihkan diri. Tapi Nona Valera sudah bisa duduk dan makan sendiri bahkan membersihkan diri meski masih agak sedikit terbatas geraknya. Diluar itu, masalah psikis yakni dirinya yang masih sering kurang fokus dan terlihat bingung, itu karena Nona Muda Valera masih menyesuaikan diri dengan keadaaan di sekelilingnya sekarang ... Hal itu normal, kok, Tuan. Baru dua hari, dan memori dalam otaknya pasti masih mengurutkan kejadian yang menimpanya sebelum ia koma—“
🌷
Tenang dan lega, perasaan semua orang yang menyayangi Val.
Terutama yang kurang lebih enam bulan terakhir berada di sebuah kastil yang terletak di pulau pribadi milik The Adjieran Smith yang mulanya adalah Varen yang membeli pulau tersebut dari pemilik sebelumnya, yang memang ingin menjual pulau miliknya yang kini Varen beri nama dengan ‘Little Star Island’ itu, karena masalah finansial yang pemilik pulau sebelumnya hadapi saat ia menawarkan pulau miliknya tersebut pada Varen.
Setelah Varen menyampaikan kepada seluruh anggota keluarganya, dengan mengulang penjelasan Celine terkait kondisi Val yang sudah dinyatakan sehat secara medis.
Dan apa yang sedang Val alami, yakni kelinglungannya dan seringnya terlihat tidak fokus. Hanyalah efek dari koma yang memang biasa dialami oleh orang-orang yang pernah mengalami kondisi seperti yang Val alami, yakni koma selama berbulan-bulan.
Jadi untuk hal itu, kiranya menunggu waktu saja untuk Val menjadi kembali benar-benar normal. Yang penting tubuh Val sehat dan bugar dulu secara keseluruhan.
🌷
Telah berlangsung selama kurang lebih tiga hari, Val yang sudah sadar dari komanya selama hampir enam bulan kurang lebih lamanya gadis yang pernah diberi julukan sebagai ‘gadis ulat bulu’ itu, betah dalam tidur panjangnya selama kurun waktu tersebut.
Dan seperti yang disampaikan Celine berdasarkan hasil pemeriksaannya pada kondisi tubuh Val, jika gadis itu tidak mengalami hal-hal mengkhawatirkan yang terkadang dialami oleh orang-orang yang sudah lama terbaring koma. Val, sehat secara fisik.
Meski dirinya belum kuat berdiri lama-lama, dan sering sekali hilang fokus serta nampak linglung.
🌷
Satu kekhawatiran pun pupus, atas sebuah tindakan yang berkaitan dengan penghapusan memori Val yang difokuskan pada satu hal.
Efek dari tindakan tersebut yang dikhawatirkan oleh Celine jika Val akan menjadi amnesia dengan tidak mengenali diri serta keluarganya, tidak terjadi.
Saat telah membuka matanya dengan sempurna, Val mengenali seluruh anggota keluarganya tanpa terkecuali. Dan hal itu, membuat seluruh anggota keluarga Val tersebut melupakan alasan utama tindakan penghapusan memori Val.
Bahkan alasan utama tersebut telah terlupakan---tertutupi oleh rasa bahagia yang membuncah karena Val telah bangun dari tidur panjangnya. Telah lewat masa kritisnya. Dan Val yang saat bangun sampai di esok harinya masih sedikit terbata bicara---di hari ketiga, Val sudah mulai bisa berbicara dengan lancar dan tak terlihat lemas lagi---serta juga sudah mulai terlihat ceria.
Hingga Varen memutuskan untuk mengajak Val berjalan-jalan di luar kastil setelah Val menjalani suatu proses pemeriksaan dirinya yang intens dilakukan dari sejak 1x24 jam terlewati pasca Val terbangun dari koma, sampai hari ketiga.
Selain keputusan Varen untuk mengajak Val berjalan-jalan, adalah karena Val mengeluh jika dirinya merasa bosan dengan wajah putus asanya karena belum dapat berdiri lama-lama.
Dan juga penasaran dengan bagaimana bentuk Little Star Island yang dulunya Val tidak pernah Varen ajak ke sana.
Jadi atas dasar itu, Varen yang tak melupakan janjinya untuk lebih memperhatikan Val setelah sebuah kenekatan yang dilakukan adiknya tersebut, akan selalu berusaha untuk menyenangkan hati Val.
Toh Val baik kondisi tubuhnya, selain memang Varen rasa Val butuh udara segar. Dimana di tempat di mana Val dapat menghirup udara segar, ada seseorang yang sudah menanti untuk bisa bertatap muka dengan Val.
Kafeel.
Yang Varen putuskan, jika saat mengajak Val keluar kastil, Varen akan memberikan momen itu pada Kafeel.
Membuat pria yang mencintai adik kandungnya itu setengah mati, sampai pernah mencoba mati juga karena ingin menyusul Val yang kala itu Kafeel dengar telah tiada---terwujud mimpinya setelah beberapa bulan belakangan tertunda, yakni bertatap muka dengan Val. Yang mana selanjutnya, terserah Val.
Pikir Varen dan tiga pria lain selain Kafeel yang sedang bersama Varen setelah si Abang membawa Val ke hadapan mereka.
Mungkin---Varen berpikir juga, jika Val dipertemukan dengan Kafeel---kemudian Kafeel sendiri yang menceritakan kenapa dia sampai tega menyakiti Val, kondisi Val akan menjadi jauh lebih baik lagi. Lalu roda kehidupan mereka akan normal seperti semula. Diisi dengan banyak bahagia.
__ADS_1
Walau setengah hati, masih ada rasa kesal pada Kafeel yang menjadi penyebab Val berbuat super nekat.
Namun apapun nanti yang terjadi, dalam hal ini jika memang Val ingin bersama dengan Kafeel lagi menjalin kembali jalinan cinta mereka yang sempat terputus sebagaimana Mika dan Arya---Varen berikut keluarganya takkan memberi penolakan.
Apapun, demi sebuah kebahagiaan. Dan saat ini, kebahagiaannya Val. Jadi Varen bawa Val untuk bertemu dengan jantung hatinya itu. Yang Val juga sama artinya bagi Kafeel, jantung hati Kafeel---belahan jiwanya. Dan atas nama Val adalah jantung hati dan belahan jiwa Kafeel, bahagia menjalar di darah Kafeel saat tiba waktu ia di buat bertatap muka dengan Val.
Senyuman di bibir Kafeel tercipta, dari tipis hingga merekah, walau mata Kafeel berkaca-kaca. Pasalnya, yang ia takutkan jika saat Val melihatnya dan Val akan langsung menyuruh Kafeel pergi dari hadapannya---tidak terjadi.
Val bahkan melempar senyum pada Kafeel, meski tipis saja senyum itu---dan nampak seperti senyum formal dengan anggukkan kepala sebagai sapaan. Namun Kafeel tak peduli seperti apa makna dari senyum Val itu.
Karena judulnya Val mau melempar senyum padanya alih-alih mengusir, Kafeel rasanya ingin tersenyum dengan lebarnya---jijingkrakan kalau perlu. Judulnya lagi, Kafeel bahagia lah. Bisa bertatap muka dengan Val tanpa terdengar protes dari mulut Val, apalagi tatapan kebencian.
Namun bahagia dalam hati Kafeel berubah suram.
Karena senyum dan sikap Val yang nampak terlihat canggung macam menyapa seseorang dengan formal itu, kemudian diketahui alasannya.
“Memangnya, dia siapa?...”
Satu kalimat yang tercetus dari mulut Val itu mengejutkan Kafeel dengan sangat, termasuk beberapa orang lain yang sedang bersama Kafeel.
“Kenapa Val harus diberi ruang dengannya, Daddy?...”
Yang mana ucapan Val itu tadinya dianggap sebuah akting saja, karena masih marah pada Kafeel.
Namun kalimat-kalimat yang Val katakan berikutnya dengan raut wajah yang polos dimana raut wajah itu telah ditelisik dengan cermat oleh beberapa pria yang sedang berada di dekat Val itu, membuat mereka yakin jika Val tidak sedang berakting.
“Apa... Val, menyetir sendiri lalu kecelakaan hingga Val koma, lalu dia yang menolong Val? Tapi seingat Val, kita sedang liburan besar dan Val sedang duduk bersama May di kapal pesiar kita, mengobrol sambil memakan camilan. Lalu kapan Val kecelakaannya, ya?—“
“Iya, seingat Val terakhir kali, kita sedang berada di kapal pesiar bersama seluruh kerabat kita semua. Tapi tahu-tahu Val sudah terbangun di ruangan yang mirip kamar rawat rumah sakit itu ...“
🌷
Val masih dirasa sedang berakting, walau gurat di wajahnya menampakkan kepolosan.
Dan selepas Val mengoceh---lalu ocehannya itu menggambarkan jika ingatannya terjebak pada satu masa, Varen dan empat pria lainnya yang bersama Val, langsung membawa Val lagi ke dalam kastil.
Kemudian Varen menemui Celine bersama empat pria yang bersamanya tadi di halaman depan kastil. Dimana setelah beberapa saat, Celine melakukan observasi dan sesi tanya jawab dengan Val berdasarkan apa yang Val cetuskan di hadapan lima pria yang bersama Val di waktu sebelumnya.
“Nona Muda Valera, apa Nona mengingat saya? –“
“Ingat dong. Kak Celine kan? Orang kepercayaannya Abang seperti Kak Ammar? ...”
“Apa Nona Muda Valera ingat hal terakhir sebelum Nona hilang kesadaran? –“
“Tadi setelah pemeriksaan, Val ingat kalau Val itu sedang bersama May di kapal pesiar. Lalu hitam setelah Val dengar Papi memanggil. Makanya Val bingung, kenapa Val tahu – tahu mendapati diri Val ada di ruangan yang seperti rumah sakit itu. Koma lagi katanya. Apa saat Papi memanggil itu Val tercebur ke laut lalu kepala Val bertabrakan dengan mulut lumba – lumba ya? ...”
“......”
“Makanya Val koma.”
***
“Apa Nona Muda Valera ingat jika Nona sudah bertunangan? –“
“Hah?! What?!”
“Bahkan Nona sudah hampir menikah, loh –“
“Kak Celine, selain unik---lucu juga. Masa Val yang masih berusia 14 tahun ini sudah bertunangan dan mau menikah?”
“Nona –“
“Oh My! Apakah Val dijodohkan oleh The Dads?? ...”
“Ti –“
“Ah masa sih The Dads tega menjodohkan Val yang masih berusia 14 tahun ini??? Itu kan melanggar hukum? ... Memang Val melakukan kesalahan apa sampai The Dads tega menjodohkan Val di usia Val yang masih remaja imut –imut ini? –“
__ADS_1
***
To be continue ...