
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
London, Inggris,
“May!”
Adalah Val yang berseru, ketika Mika sedang berjalan di lorong kampus.
“Loh, Val? aku pikir kamu sudah pulang?...”
Mika berujar setelah ia dan Val sama saling mendekat lalu kini berhadapan.
“Bukankah kuliahmu sudah selesai dari tadi ya?—“
“Iya, May,” tukas Val. “Tapi aku ingat jika kita kan sudah membuat janji untuk berkumpul bersama Rery, Ann, Elen, Melly dan Felix hari ini?”
“Oh iya, ya?” tanggap Mika.
“Hemm ... Jadi daripada aku pulang dulu ke mansion, lebih baik aku menunggu kalian saja dan berangkat bersama ke B & W...”
“Lalu mana Elen dan Felix?”
“Aku belum melihat mereka... Melly sendiri mana?...”
“Dia masih mencatat. Sebentar lagi juga keluar—“
“Kalau begitu, temani aku ke restroom dulu ya, May?”
“Okay,” jawab Mika.
Yang kemudian bicara pada Achiel agar kiranya meminta tiga anak kerabat yang paling dekat dengan mereka berdua itu langsung saja ke mobil.
Dimana Achiel kemudian bicara melalui alat telekomunikasi portable yang kiranya selalu terpasang di salah satu telinganya dan para bodyguard lain apabila mereka sedang bertugas.
♥♥
“Wow!”
Adalah suara decakan kagum Rery, disaat adik kandungnya Drea itu sudah berada di sebuah restoran yang konon adalah salah satu dari tempat makan favoritnya Putri Diana---bersama Ann, Mika, Val, Melly, Elena dan Felix.
Dimana decakan kagum Rery itu tentunya mengundang rasa penasaran dari enam anak muda lain yang sedang bersamanya itu.
Yang selanjutnya bertanya, dan Rery mengatakan penyebab ia merasa kagum tadi dengan bersemangat sambil menunjukkan sebuah video.
Sebuah video yang menampilkan Kafeel sedang bernyanyi sambil memetik gitar dengan begitu syahdu. Menyampaikan rindunya pada seseorang lewat sebuah lagu.
Dan orang yang Kafeel salam dengan lagu untuk menyampaikan rindu, sedang tertegun menonton video Kafeel yang sedang bernyanyi sambil memetik gitar itu.
Val, yang tanpa dia tahu, bahwa lagu itu Kafeel tujukan untuknya.
Namun begitu, hati Val rasa terenyuh mendengar lantunan suara Kafeel yang bernyanyi syahdu, tanpa Val sadari.
Membuat Val jadi membatin, ‘Dalam sekali Kak Kafeel ini menyanyikan lagu itu..’ Lalu memperhatikan betul video Kafeel tersebut, hingga sampai akhir.
Kemudian sampai saat akhir video lalu Kafeel mengatakan sebaris kalimat, Val kembali membatin, karena ia teringat pada sesuatu.
‘Eh?.. suara Kak Kafeel.. Kok.. mirip seperti suara yang aku dengar?.. saat aku sedang sarapan dengan Simon?..’
Val sedikit kepikiran.
‘Aku jadi teringat perkataan Simon soal aku yang memiliki kekasih sebelum dirinya .. Tapi tidak mungkin pria bernama Kafeel Adiwangsa ini kan? ..’
♥♥
‘Aku harus menemukan buku diaryku!’
Val berseru dalam hatinya kemudian. Lalu tercenung lagi.
‘Aku ingin membuktikan apa benar dugaan Simon itu. Tetapi, jika benar .. mengapa keluargaku menyembunyikan hal tentang aku yang memiliki kekasih dariku? ..’
Val melirik ke arah Mika, Rery dan Ann. Serta juga memandang bergantian pada Melly, Elena dan Felix. Dimana hal itu, tertangkap oleh mata Felix.
“What’s wrong, Val? ..”
Yang orangnya langsung saja melontarkan pertanyaan pada Val yang langsung terkesiap, saat Felix melihat Val seolah sedang menelisik dirinya dan lima orang lainnya---namun dengan tatapan nanar.
♥♥
“Nothing, Fel. Just a little bit tired, because I did activity from this morning ( Tidak apa – apa, Fel. Hanya sedikit lelah, karena aku beraktifitas sejak pagi )—“
“Aku kan udah bilang, kalau baiknya kamu langsung pulang aja setelah dari universitas tadi, Val—“
“Aku butuh hiburan, dan aku ingin menjadi ‘normal’. Kalian tahu sendiri, jika sindromku datang, maka aku akan kehilangan sebagian waktuku, lalu aku menjadi orang bodoh yang linglung selama beberapa waktu ..”
“Kamu tidak menjadi orang bodoh, Val—“
“I do, Rery. Yang aku ingat saat aku terbangun dari sindromku, adalah aku sedang berada di kapal pesiar. Lalu membutuhkan waktu satu hari lagi, untuk mengingat kembali keadaan yang sebenarnya. Dan untuk itu aku merasa bodoh!”
Val berujar setengah kesal. Rery dan lima lainnya pun maklum dengan sikap Val sekarang.
‘Belum lagi aku bingung, kenapa Kafeel Adiwangsa sudah beberapa hari belakangan aku seringkali memikirkannya yang tiba-tiba datang begitu saja dalam pikiranku. Dan wajahnya dari sejak di Little Star Island sampai terakhir aku bertemu dengannya, aku lihat terus dalam mimpiku. Aku kan bingung? .. Masa hatiku terbagi dua antara Simon dan Kafeel Adiwangsa gara-gara pertemuanku di mansion kala itu saat aku pertama kali mengenalkan Simon??? ..’
Val berkeluh kesah di dalam hatinya kemudian.
‘Lalu sekarang, perihal dugaan Simon yang mengatakan mungkin saja aku memiliki kekasih yang tidak aku ingat. Yang menambah kebingunganku, jika iya aku memiliki kekasih, kenapa dia tidak pernah muncul dari sejak aku membuka mata dari koma dan keluargakupun tak ada yang pernah mengatakan jika aku memiliki kekasih?’
♥♥
‘Dan kenapa aku merasa, jika ada sesuatu yang disembunyikan dariku oleh keluargaku? .. tapi apa alasannya jika memang ada sesuatu yang disembunyikan oleh keluargaku dariku itu? .. haish! Membuat kepalaku pening saja!’
Val memijat pelan pelipisnya.
“Are you okay, Val?”
“I’m okay, don’t worry.”
“Selesai disini kita langsung pulang ya?”
Mika berujar, karena melihat Val yang beberapa detik lalu memijat pelipisnya.
__ADS_1
“Iya, May. Aku juga sudah sedikit mengantuk.”
♥♥
“Tidurlah Val, nanti saat sampai di mansion jika kamu masih tertidur, ada aku yang akan menggendong kamu ke kamar kamu ..“ ucap Rery saat ia, Val, Ann dan Mika sudah berada di dalam mobil yang akan mengantar mereka kembali ke mansion setelah sebentar berkongkow ria pada sebuah restoran yang cukup tersohor di Inggris.
Karena Rery menduga, Val yang nampak lesu dengan mata yang agak sayu itu sudah keletihan dan mengantuk. Termasuk dugaan jika sindrom putri tidur Val akan datang. Makanya Rery berujar seperti tadi pada salah satu saudari angkatnya, yang juga merangkap status sebagai sesama ipar dengannya.
“Aku hanya sedikit mengantuk saja Rery,” tanggap Val atas ucapan Rery.
“Ya sudah—“
“Pokoknya nanti saat sampai di mansion, kamu langsung pergi ke kamarmu dan beristirahat ya, Val?”
“Iya, Ann ..”
Val mengiyakan ucapan Ann.
Dimana kemudian Val mengambil tempat dalam mobil yang sama ia tumpangi dengan Ann, Rery dan Mika untuk pulang ke mansion.
Dan selama perjalanan, baik Val, Ann, Rery dan Mika sama terdiam.
Namun Mika dan Ann saling berkirim chat di ponsel mereka.
Ann: Nanti saat sampai mansion, kita langsung tunjukkan pada Val album foto yang tadi aku temukan tidak May?
Mika: Lihat saja nanti. Gelagat Val seperti akan mendapatkan sindromnya. Dan apapun yang kita katakan dan beritahukan tidak akan Val perhatikan.
Ann: Iya juga ya?
Ann: Ya sudah tunggu Val terbangun dari sindromnya saja, dan tunggu sampai kelinglungan yang akan ia alami setelah terbangun hilang baru kita tunjukkan padanya album itu.
Ann: Perlu dipindahkan tidak May album foto itu ke tempat semula?
Mika : Biar saja di situ. Di tempat kamu meletakkannnya tadi.
Ann : Okay.
♥♥
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,
“Kami pikir kalian akan pulang setelah makan malam.”
Adalah Poppa yang bicara, ketika Val, Ann, Rery dan Mika telah memasuki mansion utama mereka yang bertempat di London itu.
Dimana sebelumnya, ke empat pewaris muda yang belum lama tiba itu bertanya pada maid yang menyambut mereka di pintu masuk utama, tentang keberadaan para orang tua dan para tetua yang biasanya tinggal di mansion utama mereka itu berada saat mereka memasuki mansion.
Dan kini, Val – Ann – Rery dan Mika, sudah menyambangi ke tempat para orang tua dan tetua tersebut yang sedang bersantai di ruang santai keluarga. Dimana beberapa orang tua dan tetua itu, sedang menunggu makan malam siap.
“Val nampak lelah, Pop—“
“Jadi kami memutuskan untuk langsung pulang setelah selesai di B & W,” timpal Ann atas Rery yang lebih dulu menjawab pertanyaan Poppa sebelumnya.
“Sepertinya sindromnya akan kambuh ..”
Mika berbisik di dekat Poppa dan orang tua serta tetua saat ia selesai menyalimi semuanya.
♥♥
Adalah Mommy Ara yang bertanya pada Val, saat ia mengantar Val ke kamar pribadinya bersama Momma dan Mama Fabi.
“Nanti saja, Mom Peri. Aku ingin meluruskan kakiku dulu,” jawab Val yang sudah selonjoran di atas tempat tidur dalam kamar pribadinya itu.
“Ya udah, nanti kalau Val mau mandi bilang ya? Nanti Momma siapkan air hangat kalau Val ingin berendam.”
Momma yang sudah berdiri di dekat Val itu berujar.
“Iya, Momma. Terima kasih,” jawab Val yang nampak sayu itu. “Tetapi Val rasanya malas untuk mandi. Val sudah kian mengantuk. Jangankan mandi, untuk membersihkan wajah dan berganti pakaian saja Val malas.”
Mommy Ara, Momma dan Mama Fabi tersenyum penuh arti dan maklum pada Val.
“Well, take a rest then ( Kalau begitu, beristirahatlah ) ..” tutur Mama Fabi. Dan Val mengangguk.
♥♥
“Momma, Mom Peri dan Mama Fabi, silahkan saja pergi makan malam. Val okay. Hanya sedikit lelah dan mengantuk saja. Nanti juga pasti May, Ann dan Rery akan menyambangi Val ke sini setelah mereka selesai membersihkan diri. Toh kami sudah makan di B & W tadi.”
Val berujar pada tiga ibunya itu, yang kemudian mengiyakan ucapan Val. Lalu Mommy Ara dan Mama Fabi undur diri dari kamar Val karena ingin mengecek makan malam untuk mereka yang sedang menunggunya, sementara Momma yang sudah mengajukan diri untuk menemani Val menyiapkan baju ganti Val yang jika sindrom Val kambuh, maka dia yang akan menggantikan pakaian Val.
Hal yang Momma dan para wanita lainnya telah sering lakukan selama Val koma, dan beberapa hari pasca Val terbangun dari komanya itu. Lalu menyiapkan juga, cairan pembersih wajah yang akan Momma aplikasikan di wajah Val, jika salah satu anak angkatnya itu jatuh tertidur. Baik tertidur biasa, atau tertidur karena sindromnya.
Momma juga merapihkan meja rias Val yang agak berantakan, jadi tidak terlalu memperhatikan Val yang Momma yakini tidak lama lagi akan jatuh terlelap. Dan karena Val sudah berada di atas ranjangnya dan tidak mengeluh ada rasa sakit yang ia rasakan, Momma kiranya tenang membiarkan Val luput sejenak dari pandangan matanya.
Dan dikala para Mommynya sudah tak lagi berada di dekat Val seperti beberapa detik lalu, Val merebahkan dirinya di atas ranjang pribadinya. Dimana sebelumnya, ia mengeluarkan ponselnya dari kantung jumpsuitnya, lalu membuka salah satu kolom chat pada sebuah aplikasi, untuk mengklik sebuah link video yang Rery kirimkan padanya---atas permintaan Val.
“Lagu ini spesial buat kamu, si Cantik kesayangan--”
‘Suara yang tadi aku dengar saat sarapan dengan Simon, juga menyertakan kata cantik di dalamnya. ‘Val Cantik’. Begitu suara itu memanggilku.’
Val membatin saat menonton cuplikan video yang sudah ia klik linknya itu.
‘Ah tapi kan kata ‘Cantik’ itu standar digunakan untuk memanggil.’
Val membatin lagi, lalu lanjut mengklik satu link lain yang ada di kolom chat pribadinya dengan Rery itu.
♥♥
Sedetikpun aku tak pernah lupakanmu .. Karena aku terlalu sayang kamu
Lihatlah hatiku terluka dan semakin rapuh .. Karena kamu kini jauh dariku
Apakah kau di sana merindukanku .. Tuhan tolong diriku aku tersiksa rindu
Biarku bertemu walau dalam mimpi .. Karena ku tak sanggup lagi aku tersiksa rindu
Aku merindukanmu ..
‘Apa ini? ..’
Val membatin setelah melihat video satunya dari link yang ia dapatkan dari Rery.
__ADS_1
‘Kenapa aku merasa .. jika lagu ini ditujukan untukku?’ batin Val lagi, setelah link yang ia klik terbuka, dimana di dalamnya ada video lain dari Kafeel yang sedang bernyanyi.
Val mengelus dada kirinya.
‘Dan hatiku, kenapa sedih begini?’
Melirih, dengan matanya yang berkaca – kaca.
Lalu Val jatuh terlelap tak lama kemudian.
♥♥
“Oh My Goodness!! My Prince, May! Pangeran masa depan aku! Dia sudah datang!”
.....
“Kalau yang ini, Valera, ya?”
.....
“Ga mau high five, aku maunya cium tangan!”
“Selalu saja sukanya maksa .. dan menggemaskan.”
.....
“Tidak boleh!”
“Tidak boleh apa, Kak?”
“Melepaskanku .. Aku tidak mengijinkan.”
.....
“Aku menyayangi kamu, Val ..”
“Yang Kakak rasa ke kamu, bukan seperti rasa sayang seorang kakak lelaki pada adik perempuannya.”
.....
“Hey, Val cantik .. Maaf ya? .. Maafkan Kakak yang sudah mengambil ciuman pertama Val tanpa permisi.”
“Karena Kakak sudah bingung harus dengan cara apa lagi membuat Val percaya ..”
“Kakak .. Menyayangi kamu terlalu dalam .. Sangat dalam. Dan rasa sayang itu, kini Kakak yakini karena suatu hal .. Cinta.”
“Kakak mencintai kamu, Val.”
.....
“VALERA MADELAINE ADITAMA ADJIERAN SMITH, KAN? NAMA LENGKAPNYA?”
Apapun rintangannya, kuingin bersama dia.
“JADI, TUAN PUTRI VAL. WOULD YOU MARRY, OM – OM INI? ..”
.....
“Jadi, Valera Madelaine Aditama Adjieran Smith, apa kamu mau menerima lamaran aku untuk menjadikan kamu sebagai istri aku? ..”
“ I love you, Tuan Putri. Sangat ..”
“Val love you too, my future husband.”
.....
“Maaf .. Val .. Maaf .. Aku .. Kita .. Tidak bisa menikah ..”
“Cukup .. Kak, cukup ..”
.....
“Jangan menangisiku, aku tak pantas .. A – ku .. pergi ..”
“TIDAK!”
.....
♥♥
“Hosh .. Hosh ..”
Suara nafas yang terengah terdengar.
Dari seorang gadis yang kaget terbangun di atas sebuah peraduan.
Keringatnya bercucuran di dahi, dengan satu tangan yang memegangi dadanya.
Sebongkah ingatan terputar di kepalanya.
‘Pria itu, yang selama ini hanya suaranya saja aku dengar dalam mimpiku..’
“Selamat tinggal. V – al ..”
‘Dia ..’
Val yang membatin ini.
‘Yang suaranya aku dengar dalam potongan – potongan kejadian yang tidak aku pahami .. dia ..’
Val membatin lagi.
“No, tolong jangan ..”
Terbayang lagi satu potongan kejadian di kepala Val.
“KAK KAFEEEEL!! ..”
‘Dia .. Kafeel Adiwangsa ..’
♥♥♥♥
__ADS_1
To be continue ..