
Masih Intermezzo sedikit dengan kawula tua dulu yeh.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jakarta, Indonesia...
Ramai orang berpakaian sangat fomal dan elegan di dalam sebuah ballroom hotel bintang lima yang interior di dalamnya dibuat seindah mungkin selayaknya sebuah jamuan besar. Dimana ada satu panggung cukup besar yang ditata dengan demikian apik berhiaskan lampu-lampu yang menyoroti para penampil di atas panggung tersebut, serta didukung dengan audio yang diatur dengan demikian apik juga, hingga suara yang keluar dari pengeras suara audio begitu jernih terdengar.
Juru foto dan jurnalis dari beberapa media pilihan juga sibuk mengambil gambar dari keseluruhan acara, serta mewawancarai pihak-pihak yang dirasa memiliki peran penting dalam sebuah acara yang merupakan acara tahunan yang diselenggarakan secara rutin sejak lima tahun yang lalu – dimana keluarga The Adjieran Smith adalah pengagas termasuk donatur utama acara festival tahunan tersebut yang tidak hanya menggelar pameran seni dari para seniman yang ikut andil dalam acara, namun juga penggalangan dana serta pertunjukan seni dan budaya beragam model penampilnya.
Dimana beberapa penampil seni dan budaya yang sedang memberikan pertunjukan terbaik dari mereka, beberapa berasal dari sanggar seni yang ada di negeri tempat festival tahunan tersebut berlangsung.
Dan sisanya adalah para penampil yang berasal dari beberapa negara lain, baik Asia maupun Eropa.
Mempertunjukkan ragam seni dan budaya yang menjadi masing-masing negaranya, selain mempromosikan sanggar-sanggar seni yang mempersembahkan penampil-penampil terbaik mereka dimana tentunya sebagai tujuan komersil.
Dari sejak pagi menjelang siang hari tadi, sebuah hotel bintang lima yang menjadi tempat festival tahunan tersebut sudah begitu ramai, sampai dengan acara inti berlangsung di malam harinya.
Namun untuk acara inti sendiri tidak dibuka untuk umum seperti pameran seni yang dibuka dari sejak pagi menjelang siang hingga sore hari.
Hanya para undangan saja yang dapat masuk ke dalam ballroom hotel tempat acara inti dari festival tahunan besar-besaran tersebut berlangsung.
Dan ballroom tersebut kini sudah dipenuhi oleh orang-orang yang terlihat dari ragam kalangan itu – selain para pelayan yang wara-wiri dalam ballroom untuk melayani para tamu, baik para tamu yang berdiri santai ataupun yang duduk di beberapa set meja jamuan.
Banyak kalangan dari ragam profesi yang diundang dalam acara puncak festival tahunan yang diadakan oleh keluarga The Adjieran Smith berikut para kolega dan kerabat dekat mereka yang ikut menjadi donatur acara tersebut. Namun yang menyamakan para tamu dari ragam kalangan yang sedang berada di dalam ballroom tempat festival itu berlangsung adalah penampilan mereka yang sama-sama anggun, elegan, bahkan glamor.
Acara inti festival tahunan tersebut memang nampak sebuah pesta yang glamor dilihat dari penampilan mereka yang ada di dalamnya, berikut tatanan interior ballroom hotel bintang lima yang menjadi tempat acara puncak festival berlangsung. Glamor namun terkesan santai.
Karena meski beberapa set meja dan kursi yang tertata, ada juga bagian yang diperuntukkan untuk mereka yang ingin mengobrol sambil berdiri saja.
Dimana senyum dan tawa menghiasi suasana ballroom yang terpisah tanpa sekat dari bagian set kursi dan meja yang menghadap ke panggung acara.
Sementara pada bagian set meja dan kursi juga sama banyak yang mengobrol santai. Namun sesekali, karena fokus mereka yang duduk di meja jamuan tertuju pada para penampil di panggung dan memberikan apresiasi dengan tepukan riuh setelahnya.
Banyak keanggunan dari para wanita yang berbalut pakaian indah di tubuh mereka yang beragam modelnya.
Ada yang memakai gaun modern yang menggambarkan kaum sosialita dan hedonis, ada juga yang berbalut gaun malam yang bersifat formal biasa saja, ada juga yang memakai pakaian kebanggaan dari beberapa budaya negara mereka.
Seperti keseluruhan para wanita anggota keluarga The Adjieran Smith berikut beberapa kolega dan kerabat terdekat mereka yang lain, yang sepakat menggunakan set kebaya.
Yang merupakan pakaian tradisional wanita di Asia Tenggara, Indonesia khususnya. Memiliki karakteristik model terbuka di bagian depan, dan dibuat dengan menggunakan kain ringan seperti brokat, katun, kasa, renda atau voile.
Meski banyak digunakan oleh wanita-wanita di Asia Tenggara, namun Kebaya telah diakui secara resmi sebagai pakaian nasional dan juga ikon busana Indonesia.
__ADS_1
Dan dengan kebanggaan itu, para wanita The Adjieran Smith menggunakan jenis pakaian yang menjadi ikonnya negara Indonesia – dimana sebagian besar dari mereka memang memiliki darah Indonesia dalam diri mereka.
Jadi berhubung acara yang mereka hadiri saat ini mengarah pada pengenalan seni dan budaya, maka para wanita The Adjieran Smith memilih pakaian tersebut untuk mereka kenakan – namun tentunya bukan kebaya biasa apalagi sembarangan.
♥♥♥
Selain para wanita yang terlihat anggun dan glamor, para pria yang menghadiri acara puncak festival tahunan seni dan budaya yang digagas dan disponsori oleh keluarga The Adjieran Smith juga tak kalah elegannya dengan para wanita yang hadir dalam festival tersebut.
Berbalut setelan jas elegan dan mungkin mahal diantaranya, para pria tersebut terlihat gagah dalam balutan pakaian mereka masing-masing.
Ada yang menggunakan tuxedo, double breasted, mandarin suit, sampai three-piece suit dimana jenis jas terakhir itulah yang digunakan oleh para pria The Adjieran Smith berikut para pria kerabat dekat mereka.
Setelan jas yang memiliki model teknik layering yang klasik, namun sangat elegan – selain disesuaikan dengan sentuhan modern. Dimana para pria The Adjieran Smith mendominasi refleksi sebuah gambaran soal pria idaman dengan penampilan mereka tersebut.
Meski refleksi soal pria idaman juga akan tetap melekat pada para pria The Adjieran Smith tersebut, walau mereka tidak sedang menggunakan setelan jas formal seperti saat ini dan meski juga sebagian dari mereka telah menyentuh titik usia paruh baya,namun penampilan seolah tak banyak berubah dari pria matang di usia pertengahan.
♥♥♥
“I always love this outfit ( Aku selalu suka dengan pakaian ini )---“ ucap salah seorang gadis yang merupakan anak dari orang kepercayaan Poppa di London sejak beberapa puluh tahun yang lalu.
Dimana ia sedang berkumpul di satu sudut dengan beberapa anak muda yang merupakan anak-anak dari kerabat sangat dekat orang tuanya.
“Yes, me too ( Iya, aku juga )---“
Lalu anak dari orang kepercayaan Daddy R dari sejak bertahun-tahun lalu juga, menimpali perkataan gadis yang tadi berkomentar dengan wajah sumringah.
“I love it too. Because you all look amazing ( Aku juga sangat menyukainya. Karena kalian terlihat menjadi mengagumkan )” tukas salah seorang remaja pria yang juga anak dari orang kepercayaan Poppa di London, kakak dari gadis muda yang mencetuskan komentar pertama kali tadi.
“Indeed!”
Mereka yang sedang bersama Arya pun berseru mengiyakan dengan sumringah pujian yang Arya cetuskan untuk The Moms—baik para Moms The Adjieran, ataupun para Mom yang merupakan kerabat keluarga mereka yang sudah berusia paruh baya, namun masih nampak awet muda.
Dimana para wanita cantik paruh baya yang awet muda itu kini tidak sedang berkumpul bersama membuat kelompok, melainkan mereka berpencar untuk mengobrol sembari bersenda gurau dengan beberapa tamu yang lain. Sambil juga bersemangat menyaksikan berbagai macam pertunjukan seni dan budaya yang sedang di tampilkan di panggung acara.
♥♥♥
“Para penari sanggar kamu kapan tampilnya Prita?”
Ada Mama Jihan yang sedang berdiri bersama Mami Prita dan beberapa wanita lainnya kenalan mereka.
“Lupa aku diurutan keberapa anak-anak bakal tampil---“ Mami Prita menjawab pertanyaan Mama Jihan.
Mama Jihan berdehem samar kemudian, lalu kembali mengobrol ragam hal dengan Mami Prita dan beberapa orang yang sedang bersamanya saat ini.
“Madam.”
Seorang wanita datang menghampiri ke tempat Mama Jihan dan Mami Prita berada.
__ADS_1
Wanita tersebut lebih mendekat kepada Mami Prita, yang langsung menoleh ketika mendengar suaranya bersamaan dengan kedatangan sosok wanita yang mendekatinya itu-termasuk Mama Jihan dan beberapa orang yang sedang bersama keduanya.
“Ya Niq? ..” Mami Prita menyahut.
“Habis ini anak-anak tampil, Madam mau kasih brieffing dulu ga? ..”
“Oh iya boleh,” angguk Mami Prita. “Kak Jihan, semua, aku tinggal dulu ya?”
“Pri---“ Mama Jihan menyergah pelan Mami Prita yang hendak melangkah. “Ga ajak John?---“
Mami Prita langsung melirik ke tempat Papi John berada setelah mendengar ucapan Mama Jihan.
Dimana orang yang sedang Mami Prita lirik itu nampak sedang asik mengobrol bersama beberapa wanita yang Mami Prita ketahui sebagai wanita-wanita dari ajang kontes kecantikan yang mana acaranya waktu itu menghancurkan acara Mami Prita.
“Ga lah---“ respons Mami Prita. “Lagi asik tuh dia ..” sambung Mami Prita.
Yang berucap datar sembari memandang sinis ke arah Papi John berada, dimana suaminya itu kebetulan sedang melirik padanya dan nampak memberikan tatapan penuh arti.
Sambil si Papi terlihat menanggapi dengan sangat ramah beberapa wanita cantik dan muda yang ada di dekatnya itu.
‘Dipikir gue cemburu kali ngeliat dia ngobrol sama para semut rang-rang kaki jenjang itu??? Terus gue samperin dan narik dia gitu buat menjauh dari para pemburu sugar daddy yang berlabel ratu-ratuan itu??? ..’
Mami Prita membatin sinis.
‘Idih Sor – Ry! Males amat gue malu-maluin diri sendiri nyamperin dia kesana trus bersaing sama itu para semut rang-rang kaki jenjang yang pada sok imut kegatelan!’
Merutuk tajam dalam hatinya si Mami kemudian.
‘Ga level!---‘ seru Mami Prita dengan ketus dalam hatinya. ‘Cuih!’
♥♥♥
“Kalian memang laki-laki beruntung di dunia, memiliki istri-istri yang luar biasa macam istrimu itu John ..” ucap salah seorang pria yang merupakan salah satu kolega dari The Dads of Adjieran Smith, saat melihat Mami Prita berdiri di panggung untuk memberikan hormatnya kepada para tamu yang hadir ketika pembawa acara memperkenalkan salah satu Mom of The Adjieran Smith itu sebagai pemilik dari sebuah sanggar seni yang ia kelola bersama kakak kandung berikut satu pewaris muda urutan ketiga.
Seperti para pemilik atau penanggung jawab sebuah sanggar seni yang lain saat para anak asuhan mereka akan tampil, begitu juga pada akhirnya Mami Prita tampil di atas panggung untuk diperkenalkan—walaupun sebagian besar mereka yang datang sudah mengetahui identitas Mami Prita sebagai pemilik salah satu sanggar seni besar di Jakarta, selain sebagai istri dari seorang pria pengusaha yang sudah cukup tersohor namanya di Indonesia saat ini.
Dimana sang suami tersenyum saja mendengar pujian yang dilayangkan pria salah satu koleganya itu pada sang istri.
Namun setelahnya ia menanggapi lagi beberapa orang wanita cantik dan muda yang kini berdiri di dekatnya.
Dimana beberapa saat sebelumnya, dia gerangan yang adalah Papi John – melayangkan pandangannya ke satu arah, dimana sang istri berdiri di sana.
Nampak sedang melirik ke arahnya.
Papi John menyunggingkan senyum tipis, sambil memandang pada Mami Prita.
Senyuman yang seperti berarti sedang meledek untuk memanasi sang istri, yang tak lama melengoskan pandangan darinya dan berjalan menuju ke arah bagian panggung festival berada.
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥
To be continue ...