HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 182


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


London, Inggris....


“Jangan ketawa!”


Ada Kafeel yang memberengut sejak beberapa saat lalu, ketika Val kemudian menyadari jika kekasih setengah om-omnya itu cemburu pada pilot pribadi keluarga mereka yang baru.


“Habis, Kak Kafeel lucu jika sedang cemburu-“ kekeh Val.


“Lucu... Lucu-“


Kafeel masih memberengut.


Val pun masih terkekeh.


“Ada cowoknya yang itungannya udah jadi calon suami, sempet-sempetnya muji cowok lain didepan aku?”


Lalu Kafeel menggerutu, dan Val masih terkekeh kecil. “Val kan hanya berbicara secara subjektif saja, Kak-“


“Subjektif sih subjektif...” tukas Kafeel. “Tapi ga sampe muji-muji sebegitunya juga,” tambahnya dengan masih memberengut.


“Uuhh senangnya Val dicemburui Kak Kafeel...” kekeh Val lagi, yang senang dicemburui oleh Kak Kafeelnya itu.


“Jangan diulangi lagi!” sinis Kafeel, dan Val manggut-manggut sambil mengulum senyuman.


Cup!


Val yang gemas itu mengecup dengan cepat dan singkat pipi Kafeel.


Membuat wajah Kafeel yang tadinya memberengut itu, kini menatap Val sambil mengulum senyuman.


“Disini, engga?” ucap Kafeel sambil menunjuk bibirnya.


Pakk!


Satu tepakan pelan sampai ke kepala bagian Kafeel setelah pria itu menunjukkan gestur agar Val memberikan ciuman di bibir untuknya.


“Kesempatan dalam kesempitan, heh?”


Satu kalimat terlontar kemudian dari dia yang menepak pelan kepala Kafeel barusan itu.


Adalah Daddy R. Yang sedang memandang setengah sinis pada Kafeel.


“Lagakmu sok cemburu padahal modus...”


Lalu cibiran keluar dari Daddy R.


Kafeel cengengesan.


“Namanya usaha, Dad?”


“Usaha kepalamu!” ketus Dad R.



Meninggalkan satu pasangan yang sebelumnya, kini kita menghampiri pasangan lain yang tergolong pasangan ‘fresh from the oven’.


Pasangan yang baru beberapa hari jadian. Yakni Mika dan Arya.


“Jadi, lo cemburu?” Ini Mika yang bersuara. Bertanya pada Arya yang sama memberengutnya dengan Kafeel tadi.


“Pake nanya lagi,” sungut Arya.


Mika mengulum senyumnya. “Masa gitu aja cemburu?”


Berucap iseng sambil melirik pada Arya yang melempar tatapan sinis padanya setelah Mika berucap barusan.


“Eh, Neng Mikaela Finn Adjieran Smith. Dimana-mana cowok, yang pacarnya muji-muji cowok lain sampe segala mau kenalan segala, udah pasti cemburu lah!”


Arya agak-agak ngegas, tapi Mika tetap mesam-mesem aja. Rasanya agak aneh dicemburui, tapi juga Mika merasa lucu juga dengan sikap Arya berikut ekspresi kesal pacarnya itu.


Pasalnya kan baru ini ya Mika pacaran, jadi dicemburui adalah pengalaman baru baginya, yang tidak pernah merasakan kecemburuan selama hidupnya, meski dengan para saudara-saudarinya.


Yang mana kan biasanya ya, yang namanya sodara itu suka sirik-sirikan karena satu dua alasan. Entah karena perhatian orang tua atau soal mainan kalau waktu kecil.


Tapi Mika, berikut para saudara-saudarinya tidak pernah melewati fase itu.


Para pewaris darinya hingga Ares, tidak pernah merasakan cemburu dalam hati, karena mereka diperlakukan sama rata oleh para orang tua.


Bahkan tiga kakak pun rasanya sama, tidak mengalami fase sirik-sirikan antar sodara, terlebih dijejeran para kakak, Kak Drea perempuan satu-satunya yang pasti apapun keinginannya dipenuhi oleh Abang dan Kak Tan-Tan.


Boro-boro kali Abang Varen dan Kak Tan-Tan sirik sama Kak Drea. Yang ada mereka berdua sekuat tenaga jagain Kak Drea, ikutin apa maunya Incess pertama di golongan para dara pewaris The Adjieran Smith.



Jadi ya itu, dicemburui adalah sesuatu hal yang baru bagi Mika.


Apalagi dicemburui oleh makhluk bernama Arya, yang notabene adalah pacar.


Yang merupakan hal yang baru juga dalam hidup Mika selama delapan belas tahun ia ada di dunia.


Diwaktu teman-teman sebayanya banyak yang sudah memiliki pacar bahkan dari sejak SMP, Mika anteng saja dengan kesendiriannya, bahkan sampai lulus SMA.


Ga mikirin juga yang namanya pacaran, tertarik pada seorang pria pun rasanya ga pernah yang gimana-gimana.

__ADS_1


Kalau ada teman perempuannya, atau bahkan saudarinya yang menanyakan pendapat pada Mika, seperti, “Itu cowok cakep ya Mi?” atau “May, anaknya keluarga Mone yang di London itu naksir kamu tau May, menurut kamu dia tampan ga?”


Dan jawaban Mika hanya, “Iya, cakep.” Atau “Iya, lumayan manis.”


Itu saja komentar Mika. Meski banyak sekali yang berlomba ingin menjadi pacarnya, seperti serapahnya pada Arya itu.


“Gue kaya, cantik pula. Tinggal jentikkan jari, cowok ngantri...”


Yang benar memang itu adanya, sesuai serapahnya Mika pada Arya.


Tapi walau begitu, Mika sama sekali tidak tertarik untuk pacaran. Dekat dengan seorang cowok pun tidak, hingga sebutan ‘Ice Girl’ melekat pada Mika di sekolah dan sekelilingnya.


“Gue kaya, cantik pula. Tinggal jentikkan jari, cowok ngantri...”


Kalimat itu juga,  kiranya yang sering Mika katakan untuk membalas ejekan Arya.


Dimana Arya sering bilang, “Jadi cewek kelewat judes plus mulut lo kek cabe setan, bisa ga pacaran lo sampe tua!”


Lalu sahutan dari Mika, “Bomat gue ga pacaran sampe tua, asal ga pacaran sama lo! Lo tuh yang hati-hati aja naksir gue nanti!”


Dan timpalan tak mau kalah pun keluar dari Arya yang sahutannya itu bilang, “Yeu, Pede!”


Iya seperti itu Mika dan Arya.


Dulu.


Tapi ya itu lagi, masa depan ga ada yang tau ya, Bund?


Plus ga ada yang tahu mungkin saat dua insan yang macam musuh bebuyutan sedang saling ejek dan timpal-timpalan, malaikat tukang nyatet ada yang lewat.


Yang kemudian mencatat tiap ucapan dua insan itu, lalu lapor pada Tuhan-yang mana kemudian tangan Tuhan bekerja, dua insan yang selalu adu ejek saat bertemu itu dibuat terbalik perasaannya beberapa tahun kemudian.


Dulunya ..


“Najis banget gue punya pacar kayak lo!”


“Yeu siapa juga yang mau sama lo? .. kek ga ada cewek laen aja!”


Tapi sekarang, malah terjebak dalam perasaan yang melibatkan ke-uwu-an.


Makanya kan ada ungkapan, ‘mulutmu harimaumu’-jangan suka bicara sembarangan.


Atau kalau ucapan yang beredar dimana itu berupa kalimat mengingatkan dalam keluarga The Adjieran Smith adalah, ‘never say never’.


Jangan pernah bilang ga mungkin.


Karena yang ga mungkin itu bisa jadi sangat mungkin, kalau tangan Tuhan sudah bekerja.


Dan ini salah satunya, bukti jangan suka bicara sembarangan sama never say never. Karena setelah Tuhan bergerak dengan kuasanya, dua orang yang saling menola tegas dulu bahkan saling ejek-kini jadi pasangan.


Tom dan Jerry versi manusia.


Yang selalu rusuh dan ribut aja mulutnya kalo ketemu, saling sibuk ejek mengejek, kini malah jadi pasangan.


Yang terlalu sebel satu sama lain, tapi malah jadi mulai sering keingetan.


Dulu ejek-ejekan, sekarang sayang-sayangan, trus ada acara cemburu-cemburuan walau baru datang dari satu pihak.


Tapi tetap saja, pacarannya Mika dan Arya memang sungguh diluar dugaan orang-orang terdekat mereka. Yang beberapa memang punya prediksi, namun tetap saja kaget saat prediksi mereka jadi nyata ketika tahu kalau Mika dan Arya bener jadian.


Mana instan pula itu proses jadian antara si Judesgirl dan si Sadboy yang udah jadi Happyboy. Ga ada acara pedekate lama-lama. Arya Narendra langsung gaspol nyatakan cinta, bukan sekedar cinta semu semata, tapi janji untuk sebuah keseriusan untuk masa depannya dan Mika dikemudian hari.


Belum seserius Val dan Kafeel sih, tapi rencana untuk itu sudah Arya usung sebagai niatnya. Seriusin Mika, bener-bener serius sampai nanti Arya rasa Mika telah bulat yakin padanya, selain sayang dan cintanya Mika bertambah pada dirinya. Baru deh Arya lamar, saat Arya merasa Mika sudah siap buat dilamar.


Selain Arya menyiapkan dirinya juga agar kian pantas bersanding dengan anak perawan orang, dimana keluarganya melebihi sultan itu. Walau sulit nyaingin, asal ga malu-maluin. Kalo kata Arya dalam hatinya sih gini, “Pokoknya Neng Mika rasain, keseriusan Mas Arya yang akan cepet-cepet dibuktiin. Neng Mika tungguin, sampe saat tiba Mas Arya ‘gituin’ ..”


‘Gituin’ yang bagaimana tuch????


Biarlah itu jadi Rahasia Ilahi untulk sementara waktu.


Yang jelas Arya sudah menekatkan itu terjadi, Mika kelak akan ia persunting sebagai istri.


Tapi untuk sekarang, Arya mau kasih tau dulu, kalau dia adalah pacar yang cemburuan.


“Eh, Neng Mikaela Finn Adjieran Smith. Dimana-mana cowok, yang pacarnya muji-muji cowok lain sampe segala mau kenalan segala, udah pasti cemburu lah!” begitu kata Arya yang sewot setelah dengan entengnya Mika bertanya,


“Jadi, lo cemburu?”


Kalimat pertanyaan yang tercetus dari mulut Mika pada Arya setelah ia dan Val menyadari jika pasangan mereka masing-masing itu sedang didera kecemburuan, setelah Mika dan Val memuji Pilot baru keluarga mereka.


Langkah yang dijegal, ucapan yang agak nyinyir sekaligus pandangan yang agak sinis dari Arya dan Kafeel pada Pilot pribadi baru keluarga Mika dan Val itulah yang pada akhirnya membuat Mika dan Val saling tanya, “Itu maksudnya mereka cemburu gitu?”


Yang mana Mika dan Val memisahkan diri kemudian, lalu saling dekat dengan pasangan masing-masing.


“Pake nanya lagi,”


Adalah tanggapan yang langsung keluar dari mulutnya setelah tanpa dosa Mika menanyakan apa pria muda itu sedang cemburu, sebelum Arya kemudian agak merepet.


Lalu, “Peka dikit kenapa jadi pacar? ..”


Arya mencibir setelah repetannya.


“Coba kalo seandainya gue yang begitu? Muji ..“


Arya seketika bungkam, kala ia mau lanjut merepet.


“Sorry ..”

__ADS_1


Ketika Mika menelusupkan kedua tangannya, lalu mengurung dada Arya dengan pelukan.


Membuat hilang kalimat repetan yang tadi terangkai di kepala Arya yang ingin ia cetuskan pada Mika sebagai ungkapan sebalnya.


Pelukan Mika bikin ambyar konsentrasi repetan Arya.


Yang akhirnya senyuman bak semar mesem tercipta di bibir Arya.


Seneng, Mika-nya udah mulai agak-agak agrecip.


“Jangan ngomel terus ah ..”


Mika berucap sambil berdiri menghadap Arya, tapi tangannya terpaut di pinggang belakang Arya.


Keduanya sejenak menjeda langkah, yang membiarkan rombongan lainnya jalan duluan yang mana udah sampai ke bagian luar lounge.


“Gue juga cuma memuji secara subjektif, bukan memuji karena tertarik .. Jadi lo ga perlu cemburu .. Soalnya gue udah sayang sama lo, tau?” Ucapan Mika yang begitu terdengar manis di telinga Arya.


Ugh Mika, kembang kempis hidung Arya jadinya.


“Lagian, gue udah naksirnya sama lo .. Jadi gimana juga gue memuji cowok lain, tetep aja di mata gue elo lah yang paling ganteng,” tambah Mika dengan manisnya.


Apalagi ucapan Mika kemudian dibubuhi dengan senyuman yang tak kalah manis dengan ucapan Mika. Ugh, Arya diabetes rasanya.


Ditambah ..


Cup.


“Gue sayang lo, Arya Narendra.”


Satu kecupan singkat di garis rahang Arya, berikut kalimat mesra yang keluar dari bibir judes Mika itu membuat Arya ga ku-ku rasanya.


Terlalu manis Mika-nya macam ditambahin gula sekilo. “Ulangi Mi ..” Hingga Arya meminta, sudah melupakan kesal dan cemburunya. “Yang lo bilang barusan ---“


“Gue sayang lo, Arya Narendra.”


Didetik dimana Arya tak peduli semua.


Dimana dia, dan ada siapa disekelilingnya.


Fokusnya hanya pada Mika, yang sudah membuat hatinya berbunga walau hanya sedikit sikap manis dan ucapan saja.


Yang Arya raih wajahnya, menyentuh dagu Mika hingga Mika kian mendongak.


Cuup.


Arya menempelkan bibirnya di bibir Mika, membuat terpaku orangnya-pemilik bibir yang disambar Arya dengan lembutnya.


Oh, jantung!


Jantung Mika jadi gila rasanya, saat bibir Arya menempel lalu m*magutnya perlahan.


Mika mendapatkan ciuman pertamanya.


Begini ya rasanya? ..


Eh, bibir Arya sih plain-plain aja rasanya. Tapi kok Mika begitu menikmatinya? ..


Bibir Arya tuh tawar aja rasanya, tapi kok Mika betah?


Begitu pikir Mika.


Ah tak tahulah.


Yang jelas wajah Mika bersemu dengan jelasnya.


Tak sanggup menatap Arya, saking malu ketika Arya melepaskan tautan bibirnya.


Semakin bersemu ketika Arya meraih lagi dagunya dan memaksa lembut untuk Mika mendongak dan bertatapan dengannya.


“Sorry, kelepasan, abisnya ga tahan ..” Arya berucap, sambil mengelus lembut sebelah pipi Mika. “Kalo ga terima dan mau tampar silahkan.”


Arya berkata lagi, sadar kesalahan yang sembarangan mengambil ciuman pertama Mika yang Arya tahu itu dengan pasti.


Arya memang lembut memberikan ciuman, tapi Arya juga tahu Mika bukan gadis sembarangan yang ga pernah pacaran, apalagi ciuman.


Jadi kalau Mika kaget dan ga terima-meski udah jadi pacar, Arya siap ditampar, karena gegas bibir Mika main Arya sambar.


“Gue siap kok terima tamparan .. Tapi yang jelas satu ..”


Arya menjeda ucapan.


“Gue sayang banget sama lo. Sayang yang seriusan.” Seiring bibir Arya menempel di dahi Mika, mengecupnya dengan penuh kelembutan. Dalam, disertai perasaan Arya pada Mika yang memang sudah dalam.


Ugh, Arya Narendra.


Bikin hati Mika jumpalitan.


Siapa juga yang mau nampar? ..


Yang ada Mika mau minta ciumannya diulang.


Eeeehhh?.


♥♥♥


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2