
Noted: Baca episodenya dulu, baru klik tanda jempolnya jika berkenan ya.
Thank You
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia....
“Mungkin ini terlambat aku tanyakan---“ ucap Kafeel. “Dan aku mohon maaf sebelumnya ....” sambung Kafeel Dengan wajah yang nampak serius, sambil memandang satu persatu The Daddies yang kini memperhatikannya, termasuk Nathan, Sony dan Uncle Rico. “Tapi rasanya aku tetap harus membicarakan ini dengan kalian ----“
Kafeel lanjut berbicara.
Dengan Kafeel yang telah menegakkan tubuhnya.
“About (Tentang)? ....” Papi John bersuara seraya bertanya pada Kafeel.
“About me. About my attitude in the past (Tentangku. Tentang kelakuanku dimasa lalu) .... tentang perilaku pergaulan bebasku .... serta segala hal yang berkenaan dengan itu.Apa kalian sudah tahu dengan pasti? Segala perilaku burukku itu, termasuk ---”
“Termasuk kau pernah menjadi penjahat kelamin?-----“
Ah Daddy R, memang selalu to the point mulutnya.
“Hem?”
“Iya -----“
Kafeel mengiyakan, seraya ia mengangguk dan menatap fokus pada Daddy R.
Seburuk-buruk dirinya, meski walau dimasa lalu, Kafeel tidak akan menutupinya sedikitpun.
Karena meski jauh rentang usianya dan Val, tapi Kafeel begitu serius mencintai kekasih kecilnya itu dan ingin memulai hubungan mereka dengan kejujuran.
Seperti slogan yang sering didengar kalau isi bensin di SPBU sebuah brand yang merupakan BUMN,
“Dimulai dari nol ya? ...”
__ADS_1
*
Kafeel masih menatap fokus pada Daddy Rselepas ia menjawab tudingan tanpa tedeng aling-aling dari Daddy R untuknya, yang mana sebenarnya tudingan itu memanglah sebuah kenyataan .
“Bukan hal yang patut aku banggakan, namun aku ingin memastikan jika kalian tahu betul bagaimana aku, terutama perilakuku dimasa lalu, sebelum aku membawa Val melangkah lebih jauh ... aku mungkin bukan laki-laki yang baik ... tapi aku akan sekuat tenaga berusaha menjadi yang terbaik untuk Val, terlepas kalian semua sudah mengetahui bagaimana kelakuanku dulu baik hanya sedikit saja ataupun sepenuhnya.”
Setelahnya Kafeel bicara dengan menampakkan keseriusannya.
“Tapi bila ---“
“Kami sudah tahu semua tentangmu, Boy ...” Daddy R menyambar. “Hari dimana kami menyadari Val memiliki ketertarikan padamu, kami sudah mencari tahu tentangmu dari hal yang terkecil---“
Lalu Daddy R melanjutkan kalimatnya.
“Meski Val baru berusia lima belas tahun kala itu, tapi belajar dari kisah Varen dan Drea. Anything can be happen (Apapun bisa terjadi)”
“Yap. Kami tidak bisa mengesampingkan ketertarikan Val padamu yang kami sadari sebagai angin lalu, meski Val masih sangat belia kala itu ----“
Daddy Jeff menimpali.
“Bahkan Varen dan Drea sudah saling mencintai sejak mereka kecil ... Yang pernah kami anggap remeh, hingga sampai Drea remaja dan Varen kuliah, kami menyadari rasa cinta diantara keduanya satu sama lain-tidak pernah berubah, bahkan kian bertambah dan lekat.”
Lalu Daddy R kembali berbicara.
“Sorry, Boy ...” sambar Daddy Jeff. “Bukan apa ...” sambungnya. “Sebagai ayah, kami ingin yang terbaik bagi anak-anak kami ----“
Lalu Daddy Jeff berdiri disisi Kafeel yang satunya, berlawanan dengan posisi Papa Lucca.
“Kau memang anak Arya, sahabat kami ... Tapi tetap kami perlu untuk tahu lebih detail tentang pria yang begitu diminati oleh salah satu putri kami ... Dad things (Kekhawatiran seorang ayah), kau tahulah ---”
Sambil Daddy Jeff merangkul pundak Kafeel.
“Kami harus yakin, jika para princess tercinta kami tidak jatuh ke pria yang salah. Jadi untuk itu kami bergerak untuk mencari tahu segala hal tentangmu ...”
“Meskipun itu kau, putranya Arya, sahabat kami ... Tetap kami harus lebih mencari tahu detail tentangmu ---“
Daddy R kembali berbicara.
“Karena jika kau adalah pria brengsek-meskipun kau anak salah seorang sahabat kami, akan kami jauhkan Val darimu bagaimanapun caranya. Tak akan kami biarkan pria brengsek dan tak punya rasa tanggung jawab untuk memiliki salah seorang princess dalam keluarga ini ...”
__ADS_1
Daddy R berbicara lagi dengan lugas.
“Dan yah, kami sudah mencari tahu secara keseluruhan tentangmu. Bagaimana pergaulanmu, sampai di titik mana kenakalanmu---“
Masih Daddy R berbicara.
“Termasuk ada berapa orang kekasihmu, siapa saja mereka, dimana mereka tinggal, sejauh mana kau berhubungan dengan mereka, termasuk apa kau telah berhubungan intim dengan mereka. Kami tahu mana-mana mantan pacarmu yang pernah ‘berbagi peluh’ denganmu .... Well, belajar dari kisah Jeff, Jihan dan Nathan. Kami tidak mau suatu hari ada wanita yang datang dengan membawa darah dagingmu, saat kau telah berhubungan jauh dengan Val ...”
‘Oh Wow, amazing!-----' Kafeel membatin terpana dalam hatinya. ‘Gila bener, naga ... naga ... sampe sedetail itu mereka menyelidiki gue? .... jangan-jangan jam mandi gue mereka tau juga??? ...’ hati Kafeel yang tak habis pikir berbisik lagi.
Daddy R kemudian lebih menegakkan dirinya di hadapan Kafeel, lalu memegang kedua pundak Kafeel. “Nobody is perfect (Tidak ada manusia yang sempurna) ...”
Daddy R berkata sambil tersenyum pada Kafeel.
“Walau aku bukan seorang petualang wanita, tapi aku tidak merasa jauh lebih baik darimu---“
“.......”
“Setiap orang punya masa lalu, tapi kami mempertimbangkan masa sekarang. Kau, terutama, yang dipilih oleh salah satu putri kami. Bagaimanapun masa lalumu, kami melihat kau sudah jauh lebih baik sekarang. Dan yah, kami para Dadnya Val tidak mempermasalahkan bagaimana masa lalumu, Ka ... Bahkan The Two J lebih parah kelakuannya darimu kalau soal ‘berbagi peluh’ dengan wanita ...”
Dimana mereka yang berada di dekat Daddy R dan Kafeel pun mendengus geli, dan dua tersangka utama yang merasa, terkekeh pada Daddy R yang melirik mereka.
“Terima kasih, Uncle ...” ucap Kafeel dengan tulus. “Padamu Uncle R, dan kalian semua, dengan mempercayakan Val padaku.”
“Satu saja pesan kami Ka, bahagiakan dia ... Bahkan jika kau mampu, berikan dia kebahagiaan yang lebih dari kebahagiaan yang kami berikan padanya sampai detik ini ...”
Kafeel pun mengangguk pasti.
“Iya, Uncle ...” jawab Kafeel, dimana Daddy R kemudian mengacak pelan rambutnya.
“Tapi kami tidak menceritakan apapun pada Val tentang masa lalumu itu ---“
“Aku akan memberitahunya Uncle ...”
“Jika Val tidak bisa menerimanya, bagaimana? ...”
Papi John yang bertanya.
“Aku akan menerima apapun keputusan Val, Uncle ... Walaupun hidupku yang sudah penuh warna sejak kehadiran Val didekatku akan berubah menjadi hitam, andai Val tidak bisa menerima masa laluku, keputusannya akan aku terima dengan lapang dada ... Well, jika aku tidak salah, cinta itu bukan hanya soal kepemilikan, melainkan tentang keikhlasan ...”
__ADS_1
*
To be continue ...