HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 156


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Rumah Keluarga Cemara, Bekasi, Jawa-Barat, Indonesia,


“GOAALL!!! ..”


Suara pekikan riuh terdengar dari ruang santai rumahnya Ake Herman dan Ene Bela, dimana ada beberapa makhluk yang matanya fokus pada televisi, disaat mereka yang tadi pergi nongki-nongki dimalam hari telah kembali ke rumah sepasang kakek-nenek mereka tersebut.


“Assalamu’alaikum!”


Sapaan keluar hampir secara bersamaan dari Mika CS berikut Arya dan Kafeel saat mereka telah masuk ke dalam bagian rumah sumber teriakan tadi.


“Wa’alaikumsalam!”


Dan balasan salam yang juga terucap hampir bersamaan pun terdengar dari dalam ruangan dimana ada beberapa makhluk yang matanya nampak fokus ke televisi, sebelum kedatangan Mika dan rombongan.


“Selamat malaamm! ..” sapaan kedua pun datang dari para ciwi-ciwi belia yang langsung berhambur pada dua daddy, dua abang dan satu adik lelaki mereka yang sedang menonton pertandingan bola di televisi itu.


Sementara Aro dan Rery menguseli Aina yang nampak pulas tertidur diantara daddies dan saudara lelakinya, yang sedang menonton pertandingan bola tersebut.


“Makasih!” ucap Ares yang merampas bungkusan dari tangan Isha dan langsung membukanya. Dimana kemudian dua abangnya menyuruh Ares mendekat pada mereka, sambil membuka bungkusan yang barusan Ares rampas dari tangan Isha tersebut. Yang kemudian langsung dicomot dan dilahap isinya oleh Ares, Varen, Nathan, serta Poppa dan Papi John.


“Momma sama Mami, Kak Drea sama Kak Via udah tidur? –“


Rery yang menanyakan empat orang tersebut pada mereka yang sedang menonton siaran pertandingan bola tersebut.


“Momma sama Mami sudah tidur.” Papi John yang menjawab. “Kalau Kak Drea sama Kak Via ada di kamar Kak Tan – Tan sama Kak Via, menemani Putra dan Gadis yang tertidur disana.”


Rery manggut – manggut mendengar jawaban Papi John.


“Nah Ain kenapa malah disini, bukannya gabung sama Kak Drea en Kak Via?-“


“Aku mau ikut nonton bola-“


“Nonton bola apaan tidur gitu?!”


Aro menyergah ucapan Aina.


♥♥


“Bebeb Abang ...“


Terdengar suara manjah dari seseorang yang baru saja sampai ke ruangan tempat banyak makhluk yang sedang berkumpul ria.


“Iya, Little Star?” Bebeb Abang dengan cepat segera mengalihkan pandangannya pada dia yang memanggil si Bebeb Abang barusan dengan suaranya yang manjah.


“Itu Putra mau dipindahin ga? ---“


Adalah Drea, yang memanggil Varen barusan lalu bicara sambil mendekat pada suaminya.


Yang kemudian Drea rangkul mesra, dan disambut dengan mesra juga oleh Varen seperti selalunya.


Pasangan terbucin nomor dua, setelah Poppa dan Momma.


“Drea mau pindahin takut Putra malah jadi bangun nanti.”


“Kamu udah ngantuk memangnya?” tanya Varen mesra, seperti kelewat seringnya-pada Drea yang kemudian bergelayut manja sambil memeluk suaminya itu.


Jika orang lain diluar keluarga dan kerabat dekat yang melihat sepasang suami istri yang bucin satu sama lain ini-ditambah pula jika orang lain yang melihat interaksi mesra yang suka kelewat batas antara Varen dan Drea, yakinlah orang lain itu akan menggigit jempol kaki mereka saking iri melihat itu interaksi uwunya Varen dan Drea.


Tapi karena yang melihat adalah sebagian besar dari keluarga Varen dan Drea sendiri, jadilah pemandangan itu memang sudah biasa mata mereka lihat. Jadi tidak perlu dikomentari. Lagipula, para adik terkecuali Nathan dan Drea memang sungkan selain hormat sekali pada Varen. Dah gitu Abang Varen mukanya kelewat dingin kalo diem.


Jadi kalau para adik selain Nathan dan Drea mau iseng nyeletuk, mereka menelaah dulu suasana hati si Abang. Meskipun Varen sendiri menyayangi semua adiknya. Dan woles-woles aja kalau adiknya itu punya celetukan-celetukan ledekan untuk ditujukan padanya.


Tapi ya gitu, selain Varen adalah kakak tertua, para adik merasa sedikit sungkan padanya kalau untuk bercanda, seperti bagaimana mereka bersikap pada para Daddy, yang mesti ditelaah dulu moodnya kalau mau diledekin.


Kecuali kalau para Daddy dan Abang Varen yang mulai duluan buat ledek-ledekan, baru deh itu jajaran para adik wani menimpali. Kalo engga, ya telaah dulu atau lebih baik diam.

__ADS_1


Karena kalau mereka masuk disaat yang salah-istilahnya.


Yakni ngeledekin si Abang ketika Abang Varen lagi ga mood buat bercanda, bisa hilang jatah uang jajan dari Abang yang jumlahnya bisa nraktir satu sekolahan tiap bulan.


“Engga sih, Drea ga ngantuk malah ---“


“Vianya mana, Cute Girl? ---“


“Ya itu makanya gue tanya Abang Putra mau dipindahin apa engga, soalnya Via udah bobo, Tan ---“


“Ohh ---“ tukas Nathan. “Ya udah si Putra ngapain dipindahin kalo gitu?” imbuhnya. “Biarin aja dia tidur di kamar gue sama Via. Toh gue juga mau begadang disini sama mereka ini nih.”


Drea manggut-manggut selepas mendengar cerocosan Nathan. Lalu Drea beralih pada Varen untuk meminta pendapat si Abang.


“Ya udah biarkan aja Putra tidur di kamarnya Tan-Tan dan Via,” ucap Varen dan Drea langsung mengangguk.


♥♥


“Ganti pakaian kalian dulu sana!” titah Poppa, ketika rombongan yang baru datang itu hendak duduk bergabung bersama mereka.


“Iya Pop!”


“Nanti ah Pop!”


Ada yang patuh, ada yang engga. Dan Poppa melirik sinis saja pada yang engga.


“Orang baru juga ganti baju sebelum pergi, Pop.”


“Iya, lagipula kami juga hanya pergi duduk-duduk di kafe.”


“Whatever-“


Poppa menanggapi dengan malas Aro dan Rery yang memilih duduk bergabung menonton siaran bola.


Dan dua remaja itu mendengus geli saja kepada Poppa.


Sementara anak perempuan yang patuh, langsung beranjak untuk pergi ke kamar mereka untuk mengikuti kata Poppa-mengganti pakaian mereka.


Ckiiitt ...


Yang tadinya hendak bergegas ke kamar untuk berganti pakaian, langsung mengerem mendadak langkah mereka.


“Oh my gat Kak Drea! Ada Hot News, you know?!”


Dan langsung mengerubung di dekat kakak ketiga mereka dengan antusiasme yang tinggi, membuat dua Daddy yang sedang ada itu terkikik saja dengan kelakuan anak-anak perempuan mereka, yang semangatnya begitu membara, kalau sudah menyangkut rencana menggibah. Varen dan Nathan juga ikut terkikik, begitu juga Kafeel yang melihat kelakuan para dara belia itu.


Heboh.


Satu kata itu cukup untuk menggambarkan antusiasme tiga dara belia yang tadinya hendak pergi ke kamar mereka untuk berganti pakaian.


Hingga membuat satu dara bontot dan satu dara yang ‘kedaraan’ nya udah sobek dari kapan tau ikut-ikutan jadi antusias gara-gara tiga dara belia tersebut.


♥♥


Drea yang sudah refleks melepaskan gelayutan manjanya dari Varen itu, kini sudah fokus pada tiga adiknya yang sepertinya punya informasi yang se hot berita infotainment para seleb yang lagi viral.


“Eh Aro, tadi bukannya kamu live igeh?-“ celetuk Isha, sebelum informasi dibaginya. “Kok ga ada di story sama feed igeh kamu?” tanya Isha lagi.


“Siapa juga yang live sih?” sahut Aro.


“Nah tadi kamu bukannya mem-video-kan saat Mika dan Kak Arya bernyanyi bersama?”


“Video biasa lah!” tukas Aro.


♥♥


“Gila kali kalo penampilan gue tadi terpublikasi di medsos gue?!” kata Aro. “Ngejatohin harga diri gue sendiri itu namanya ... Masa most wanted boy yang cool ini, mempublikasikan pekerjaan sampingan gue sebagai reporter channel cep-mek?! ...” tambahnya, lalu ngekeh.


Yang mana kekehan Aro itu menular pada yang lain. Paham, kalo si Aro ini pencitraan alias jaim banget kalo diluar lingkungan keluarganya. Aro terkenal suka mengerjai murid-murid lain di sekolahnya.

__ADS_1


Namun begitu, dia dikenal sebagai sosok cowok terpopuler di sekolah dengan gaya cool dan wajah datar serta dinginnya. Bukan yang petakilan, jika sudah berada di zona nyamannya Aro, yakni di tengah keluarga dan kerabat sangat dekat mereka.


“Mika sama Arya nyanyi bareng?” Kakak Tan-Tan bertanya.


“Kamu nanyea?? ...” tukas Aro.


“Jijik ih Aro!” kekeh Drea.


“Gue gampar lo ya?”


Kakak Tan – Tan yang jijay melihat gaya Aro yang menirukan gaya Dilan KW yang lagi viral.


“Jawab dulu!. Si Mika sama si Arya duet maut sing a song gitu?” tanya Kakak Tan-Tan lagi.


“Yes!”


“Ho oh!”


“Widih, bisa numbuh rambut di kepala Poppa itu anak dua bisa akur sejauh itu-“


Yang mana didetik berikutnya, tangan Poppa sudah menoyor tajam kepala Nathan yang cekikikan, bersama lainnya.


“Mana coba lihat videonya?”


Abang Varen jadi ikut penasaran.


“Wait aku kirim ke grup.”


“And you guys know what????”


(Dan kalian tahu tidak????)


Ann mencondongkan tubuhnya sambil memandang bergantian pada mereka yang tadi tidak ikut nongki-nongki bersamanya, dan tujuh orang lainnya.


“What? (Apa?)”


Mereka yang dipandangi Ann balik bertanya.


“May dan Kak Arya, sudah menjadi sepasang kekasih!”


“Haaa?? ...”


“Cius itu?? ...”


Ann, Val dan Isha mengangguk bersamaan, menanggapi komentar ketidakpercayaan atas berita yang disampaikan oleh Ann barusan.


“Super cius!”


“Thousand percent confirm (Seribu persen terkonfirmasi)”


“Isha punya video keuwuan mereka waktu Kak Arya menghampiri Mika setelah nembak Mika di panggung.”


Kembaran Aro itu mengutak-atik ponselnya sebentar, lalu ia kirimkan juga di grup keluarga mereka. Yang sedetik saja langsung dilihat oleh mereka yang membawa serta ponsel mereka.


“Plus waktu Mika terima itu tembakannya Kak Arya,” sambung Isha.


Dan yang ponselnya ditinggal di kamar, melongo ke ponsel yang tersedia.


“Ya ampun gue merinding liatnya!”


Komentar Abang Varen, membuat lainnya cekikikan.


Makin cekikikan, setelah Kakak Tan-Tan yang mulutnya sering ilang saringannya, bilang,


“Mantep peletnya si Sadboy!”


♥♥♥♥


To be continue ...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2