HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 126


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Episode sebelumnya :


SIN ..


“Kalau memang niat membaikkan aku harusnya Kak Kafeel itu mendobrak pintu agar bisa masuk kesini. Macam di film yang pernah aku lihat kan seperti itu ---“


Tok .... Tok ....


“Val ....”


“Demi wanita yang dicintainya, para pecinta pria akan melakukan segala hal kan?!”


--


“Seingatku, saat ketiduran, aku sedang berada di sofa tadi?... Kenapa sekarang aku sudah berada di atas ranjang?”


--


“Tadi kan Kak Kafeel ada di depan kamar ya .. Dia masih ada disana atau tidak ya?---“


“Udah ga ada di depan kamar ini orangnya ....”


--


“Okay. Sekarang kembali ke kamar kalian masing-masing.”


“Nitey nite Daads, Mooms, aaall...”



“Kenapa?! ...”


Seorang gadis judes sontak berucap dengan ketus seraya bertanya, ketika langkahnya dijegal seseorang-Mika.


“Mau minta bagian-“ jawab si pelaku penjegalan-Arya.


“Bagian apa sih, Sadboy ga jelas banget!” Mika tetap dengan keketusannya pada Arya.


“Pelukan selamat malam.” Tukas Arya sambil mesam-mesem.


Dimana Mika sontak saja mendelik tajam pada Arya.


“Pacar bukan minta pelukan!” ketus Mika lagi.


“Ya udah ayo pacaran!” sahut Arya santai sambil cengengesan.


“Idih!”


Mika memasang tampang ogah pada Arya.


Sementara mereka yang melihat interaksi dua orang yang selalunya macam Tom and Jerry versi manusia itu hanya mendengus geli saja melihat keduanya-termasuk para orang tua Mika yang sudah tahu kalau Arya sudah bertemu Mika, pasti si Arya hobi banget gangguin Mika asal ada kesempatan. Jadi mereka woles saja melihatnya, termasuk empat Dads yang overprotektif pada setiap anak perempuan dalam keluarga mereka.


Para orang tua melenggang begitu saja dari hadapan Arya dan Mika.


Kecuali mamanya Arya yang berhenti sejenak untuk mengepret lengan anak bontotnya itu.


“Seneng banget gangguin Mika sih kamu?!” ucap Aunt Shireen. Dan Arya terkekeh.


“Pukul aja aunty tuh anaknya! Iseng banget jadi orang!” celetuk Mika. “Sok ganteng!”


“Haesh, emang gue ganteng!”


Sergahan Arya terdengar, lalu ia tersenyum lebar.


“Makanya ayo pacaran!” ucap Arya dengan entengnya. “Yakin banyak yang ngiri sama lo nanti kalo pacaran sama gue!” Pede Arya. “Paket komplit ini, ganteng sama pinter.”


Membuat Mika jengah mendengar makhluk yang pede gila itu. “Tingkat kepedean anak aunty yang satu ini memang patut diacungi jempol...”


“Emang ---“


Aunt Shireen menimpali.


“Kepedean!”


Mika dan Arya sama-sama terkekeh mendengar celetukan Aunt Shireen itu.

__ADS_1


“Tuh, mama lo sendiri aja bilang lo kepedean....”


Mika kemudian menjulurkan lidahnya pada Arya dan hendak pergi dari tempatnya.


Tapi langkahnya kembali tertahan. “Heits mau kemana? Lo kan belom kasih gue pelukan selamat malam?---“


“Mau dicium sama sendal?”


“Dicium sama lo aja gimana?”


“Naudzubillah deh gue cium lo!” sahut Mika cepat.


“Belom rasain aja lo ciuman gue----“


“Apa sih kamu?!”


Dan dengan cepat toyoran Aunt Shireen sampai ke kepala anak bungsunya itu.


“Kalo ngomong asal jeblak aja!” tambah Aunt Shireen.


“Nah iya tuh betul!. Kalo ngomong emang suka asal tuh anak aunty satu ini!”


Mika menimpali.


Arya terkekeh. “Kuylah kita pacaran Dek Mika!”


Arya kembali menggoda Mika dengan slengean, dimana Mika langsung berdecih sinis.


Tapi didetik berikutnya Mika kembali terkekeh, karena Arya mendapat satu toyoran lagi dari mamanya.


“Ngajak orang pacaran kayak ngajak orang ke pasar! ---“ celetuk Aunt Shireen lalu berdecak sambil geleng – geleng pada Arya. “Dah sana balik ke kamar masing – masing. Tuh kasihan para om – om terminator udah kelaperan!” kata Aunt Shireen yang menunjuk Achiel dan kawan – kawan.


Yang mana memang giliran mereka menggunakan Private Lounge tersebut setelah para Tuan dan Nyonya selesai disana, karena biar bagaimanapun Achiel dan rekan – rekan bodyguardnya adalah manusia yang butuh asupan empat sehat lima sempurna.


Namun bukan berarti Achiel dan rekan – rekannya mendapat sisaan para Tuan dan Nyonya ya. Karena setiap orang dalam Dinasti The Adjieran Smith amat sangat menghargai para pekerjanya yang sudah bekerja dengan keras untuk mereka. Jadi tidak ada pembedaan perlakuan atas dasar sesama manusia.


Mereka yang bekerja pada Dinasti The Adjieran Smith akan mendapat perlakuan sebagaimana mestinya.


Mereka yang bekerja di Kediaman Utama yang berada di Jakarta ataupun di The Great Mansion yang berada di London, akan memakan makanan yang sama dengan para Tuan dan Nyonya mereka, hanya berbeda tempat makannya saja.


Dan jika sedang bepergian seperti ini, para pekerja pun akan dijamu sama sebagaimana jamuan yang diterima oleh para Tuan dan Nyonya mereka. Merasa beruntung?. Tentu saja!. Achiel dan para pekerja lainnya, para bodyguard terutama, merasa sangat beruntung bekerja pada keluarga The Adjieran Smith.


Rata – rata memang nyinyir mulutnya. Tapi setimpal dengan kebesaran hati dan kebaikan mereka. Bahkan gaji pun jauh diatas rata – rata gaji para pengawal pribadi pada umumnya. Jangan lupakan tunjangan dan fasilitas yang mereka dapatkan dari Dinasti The Adjieran Smith untuk setiap pekerja setia mereka yang dedikasinya telah diakui oleh para petinggi keluarga tersebut.


Kenapa?.


Karena Achiel bertanggung jawab pada The Krucils alias The Bangor Kids, yang ada aja tingkahnya untuk membuat Achiel dan beberapa rekan khusus para remaja – remaji terlanjur kaya dari sejak mereka masih berupa seonggok embrio itu – pusing dan repot bukan main.



“Nih marahin nih anak aunty yang halang – halangi aku dari tadi. Wasting my time as always. Nyebelin!”


Mika kemudian bercerocos ria mengeluarkan unek –uneknya pada Aunt Shireen yang tersenyum geli, sementara Arya cengengesan.


“Cieee ngadu sama camer nih ye?—“


Arya menggoda Mika lagi dengan ledekannya yang membuat Mika kembali memberikan delikan tajam pada Arya, sementara Aunt Shireen sudah berjalan mendahului dua makhluk yang jarang akur kalo ketemu itu.


“Awas ah!---“


Mika mendorong tubuh Arya yang sedikit menghalangi jalannya itu, dengan mengabaikan ledekan Arya sebelumnya.


“Peyuk duyu peyuk.” Arya masih betah menggoda Mika. “AA Arya belom dapet peyukan good night dari Dek Mika kan?..”


Dan lagi – lagi Mika mendelik tajam pada Arya. “Jijik gue sumpah!”


Membuat Arya terkekeh geli karena melihat wajah sebal Mika. “Jangan diganggu terus dedek Mikanya, Arya.” celetuk Aunt Shireen yang berjalan di depan Arya dan Mika, dimana Arya terus saja mengganggu Mika yang sudah berjalan mengekori Aunt Shireen, yang tinggal sendirian, karena Uncle Rico sedang menerima panggilan telepon di ujung lorong.


“Tuh dengerin!-“


Mika menimpali ucapan Aunt Shireen.


Namun kemudian Mika dibuat melotot oleh Aunt Shireen karena ucapan ibu kandung Arya yang bilang,


“Kalo serius nembaknya yang bener.”


“Siap 86!” sahut Arya cepat lalu terkekeh.


Lalu Mika dibuat makin melotot dan melongo, kala Aunt Shireen berucap lagi.

__ADS_1


“Kalo lebih serius lagi, nanti sampai Jakarta langsung temuin Uncle Dewa sama Aunt Ichel ---“


“Apa??----“


“Nah Dek Mika, siap – siap gue lamar!”



Mika tak henti – hentinya merutuki Arya saat ia hendak kembali ke kamarnya. Dan beruntung dia bisa kabur dari Arya yang membuatnya kesal tak berkesudahan.


Namun kemudian Mika mengernyit kala ia sudah hampir mencapai kamar hotel yang ia tempati bersama Val. “Eh?” gumam Mika, saat melihat ada seseorang yang berada di depan kamar hotel yang ia tempati bersama Val itu.


Mika pun mempercepat langkahnya untuk menghampiri orang yang berdiri di depan pintu kamar hotel yang ditempatinya bersama Val tersebut.


“Kak Kafeel?... Kenapa Kak?” tanya Mika pada orang yang berdiri di depan pintu kamar hotelnya dan Val itu, yang mana adalah Kafeel yang nampak kebingungan.


“Ah Mika! Kebetulan.”


“Kak Kafeel di depan sini.... Val ada di dalam?—“


Pertanyaan Mika dijawab Kafeel dengan anggukan.


“Kakak dikunciin gitu?”


“Begitulah..”


Kafeel menjawab dengan wajah sedikit memelas.


“Duh kasihan—“


Mika berucap sambil tersenyum geli.


“Tega sekali itu si ulat bulu sama calon suaminya.”


“Emang.” Sahut Kafeel. Lalu ia dan Mika terkekeh bersaman.


Mika kemudian mengeluarkan kartu akses masuk kamar dari saku celananya, setelah seorang bodyguard yang bertugas di lantai hotel tempat kamar – kamar yang ditempati Mika dan para saudara – saudarinya, memberikan kartu akses tersebut pada Mika.


“Minta tolong bilangin Val aku disini ya Mi?”


“Nih Kak Kafeel masuk aja!” Mika memberikan kartu akses kamarnya pada Kafeel.


“Ya udah sama kamu masuknya.” Ucap Kafeel yang rasanya sungkan menyambangi Val kalau hanya berduaan, karena syaitonirojim akan mendekat kalo udah di kamar berduaan ama yayang.


Mika tersenyum pada Kafeel. “Ga apa, Kak Kafeel masuk aja, aku biar ke kamar Isha dulu.” Ucap Mika kemudian. “Si ulat bulu kalo ngambek lama loh, kalo dibaik – baikinnya lama ..” tambah Mika.


Kafeel mengangguk sambil ia menerima kartu akses yang disodorkan Mika padanya. “Makasih ya Mi ..” ucap Kafeel.


“Sama – sama Kak ..”



“Tadi kan Kak Kafeel ada di depan kamar ya .. Dia masih ada disana atau tidak ya?---“


“Udah ga ada di depan kamar ini orangnya ....”


Sebuah suara bariton menanggapi ucapan Val.


“Soalnya udah masuk –“


“Kak, Kak Kafeel?? -“ sambar Val, saat sosok pemilik suara bariton itu telah mendekat padanya.


Lalu ia yang Val sebut namanya kemudian duduk di pinggir ranjang, kemudian menatap pada Val.


“Kok bisa masuk?...”


“Dikasih kartu aksesnya sama Mika –“


“Lalu Mikanya, mana?-“


Val sedikit tergugu.


“Di kamar Isha.” Jawab Kafeel tenang dan tangannya terulur ke wajah Val.


“Jadi, disini hanya kita berdua?..” tanya Val ragu –ragu.


Kafeel mengangguk dan mendekatkan wajahnya pada Val.


‘Oh ya Tuhan, apakah aku akan jadi di iya – iya oleh Kak Kafeel??...’

__ADS_1


♥♥♥


To be continue...


__ADS_2