HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 209


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


“Maaf kalau Val belum bisa mengimbangi ciuman Kak Kafeel –“


Ada Val yang berkata dengan polosnya setelah ia dan Kafeel melakukan sesi ciuman yang membuat diri jantung Val selalu berdebar kencang kala melakukannya, walau baru dua kali saja.


Kafeel cukup punya pertahanan yang kuat sepertinya, untuk tidak memancing dirinya sampai berbuat lebih jauh pada kekasih kecilnya itu, termasuk sesi ciuman yang lumayan sarat gairah.


Kafeel langsung terkekeh kecil, selepas mendengar ucapan polos Val sebelumnya.


“Kamu membuat aku gila, Tuan Putri,” ucap Kafeel kemudian.


♥♥♥


“Jadi daripada aku gila dan jadi ga bisa menahan diri, lebih baik kita turun ke bawah yuk? ....“


Ada Kafeel yang mengajak Val untuk segera keluar dari kamar pribadi kekasih kecilnya itu, karena Kafeel rasanya takut ga ku-ku imannya kalo lebih lama lagi berduaan di dalam kamar Val yang tertutup pintunya itu.


Val langsung terkekeh kecil mendengar ajakan Kafeel yang juga disertai dengan guyonan itu.


“Iya, ayo,” sahut Val seraya mengangguk. “Eh tapi sebentar ya? Val masih ingin seperti ini dulu –“


“Eennggg ...”


Kafeel menjadi sedikit salah tingkah.


Karena selepas Val berkata tadi, Val langsung saja melingkarkan lagi tangannya di leher Kafeel seraya memeluk Kafeel dengan erat.


Namun bukan itu penyebab utama Kafeel menjadi salah tingkah. Karena kalau sekedar dipeluk erat oleh Val itu sudah rasanya terbilang biasa.


Yang ga biasa adalah posisi Val sekarang, yang malah kian berada di atas pangkuan Kafeel lebih kian rapat pada ‘tongkat sakti’ milik Kafeel yang tak bertulang, namun bisa mengeras bak beton seketika.


Dimana, yaah, ‘tongkat sakti’ Kafeel itu bereaksi pada pergerakan dan posisi Val sekarang. ‘Ssshhhhh. Pengen khilaf banget ini ya ampun!’


Hingga ringisan dan harapan nakal pun tercetus di hati Kafeel.


♥♥♥


“Udah yuk, kita ke bawah sekarang?”


Kafeel tak membiarkan Val lama-lama di posisinya, meski Kafeel sebenarnya menikmati sekali berada dalam pelukan Val dengan dirinya yang juga balik memeluk Val.


‘Ujung-ujungnya gue akan tetep serba salah. Pengen nikmatin pelukan lama-lama, tapi otak gue pun bisa ngeres seketika kalo begini caranya,’ rutuk Kafeel pada dirinya dalam hati.


“Ya udah, yuk?! ..... Kak Kafeel juga pasti lapar yah, karena sudah menghabiskan banyak tenaga tadi?” tutur Val.


Dan Kafeel segera mengangguk. “Sedikit sih,” sahut Kafeel.


♥♥♥


Val sudah bangkit dari posisinya dengan diikuti oleh Kafeel yang juga bangkit dari tempatnya dan berdiri berhadapan dengan Val.


“Ya udah yuk, kita turun. Nanti Kak Kafeel sakit perut karena menunda makan gara-gara Val,” tutur Val yang sudah bangkit sepenuhnya dari pangkuan Kafeel.


Seutas senyuman tampak di wajah Kafeel, selepas Val bicara. “Memangnya aku, kamu? ...”


Kafeel merespons ucapan Val sambil memencet gemas hidung Val, yang terkekeh kecil setelah mendengar ucapan Kafeel barusan.


“Yang katanya mau diet, tapi ngemilnya banyak,” ledek Kafeel.


“Ih, enak saja..... Hoax itu..... Mana ada Val ngemilnya banyak?”


“Ngeles nih ye?.....”


“Memang iya. Val hanya ngemil secukupnya.....”


“Salah. Bukan secukupnya..... Tapi sehabisnya makanan.”


“Ih tidak ya! –“


“Iya ih –“


“Tidak okay?! Val itu hanya makan secukupnya –“

__ADS_1


“Iya, tapi secukupnya kamu itu, walaupun kamu makan dengan elegan, tapi yang dihabisin banyak. Ayam aja bisa dua potong sekali makan. Habis itu semua kudapan kamu cobain. Waktu itu aja, coba, pas aku temani kamu ke London?.. kamu habis makan sepotong steak ukuran besar terus makan lagi tiramisu, pie, belum lagi es krim, terus ---- hmmphhh.”


“Iih Kak Kafeeell.....”


Val merungut sambil tangannya membekap mulut Kafeel yang membeberkan aibnya jika berhubungan dengan yang namanya makanan. Kafeel pun terkekeh geli.


“Tapi ga apa kok, aku tetap cinta.....” ucap Kafeel setelah ia melepaskan perlahan bekapan tangan Val di mulutnya. “Kan ada tuh lagunya?.....”


Kafeel berucap lagi sambil tersenyum jahil. Dan setelahnya ia berdendang,


“Kucinta kamu adanya, biar gendut tidak masalah,” goda Kafeel, dimana dengan cepat Val melotot padanya.


“Val tidak gendut ya?!”


Lalu Val berucap tak terima.


“Coba buka matanya ya? Mana ada Val gendut?!”


Val kembali berucap dengan nampak sewot, dan Kafeel masih terkekeh.


“Lihat..... semua pas pada porsinya ya?!”


‘Alamak!’


Hati Kafeel yang spontan berseru dimana ia seketika berhenti terkekeh.


Berganti dengan Kafeel yang kini dibuat tak karuan oleh tingkah Val, karena saat menegaskan jika apa yang ada di tubuh Val-----entah perempuan belia itu sadar atau tidak, Val membusungkan dadanya dengan angkuh tepat di pandangan Kafeel.


Yang mana, tentu saja membuat kekasih setengah om-omnya Val itu langsung merasakan sebuah desiran di dalam tubuhnya karena tingkah sang kekasih kecilnya itu yang membuat pose alamakjan.


Hingga dengan spontan juga Kafeel meneguk salivanya dengan cepat.


Ledekannya pada Val menjadi bumerang untuk Kafeel karena kini ia dibuat kikuk dan geregetan yang harus ia tahan karena tingkah kekasih kecilnya itu.


“Ayo coba Kak Kafeel perhatikan baik-baik tubuh Val!”


Suara Val kembali terdengar dengan dia yang masih pada posisinya yang membusungkan dada di hadapan Kafeel.


“Pas bukan??.....”


‘He-----uh, pas.....’ jawab Kafeel dalam hatinya. ‘Pas kayaknya di telapak tangan gue itu dua bola kenyel yang bikin otak gue berantakan!’


“Heem.....”


Kafeel berdehem, ketika dengan cepat ia tersadar untuk jangan lama-lama memperhatikan dua 'bola' milik Val yang dapat membuat pikirannya ambyar.


“Ayo ah, kita turun-“


♥♥♥


Tak mau berlama-lama menyaksikan pemandangan yang membuat jiwa kelakianya geregetan meski sang kekasih kecil masih lengkap berpakaian, Kafeel yang setelah berdehem tadi langsung mengalihkan pandangannya dari dua bola meresahkan milik Val yang seolah disodorkan oleh si empunya untuk Kafeel pegang dan permainkan-----Kafeel lekas menyambar tangan Val dengan cepat, meski tidak kasar.


“Eh iya.....”


Kafeel yang telah membawa Val melangkah untuk keluar dari kamar pribadi Val itu kemudian menjeda langkahnya.


“Ngomong-ngomong kamu mau melanjutkan tidur kamu ya?-“


“Tidak kok.”


Val lekas menukas.


“Kamu ga ngantuk lagi emangnya?”


“Tidak.....” jujur Val.


“Jangan karena ada aku, kamu jadi menahan diri untuk ga ngelanjutin tidur padahal mungkin kamu lelah dan masih ngantuk. Karena kalau iya, aku bisa turun sendiri dan nanti kembali lagi kesini setelah aku mengobrol sebentar dengan mereka yang ada di bawah.....” tukas Kafeel yang kalimatnya agak panjang.


“Val tidak mau ditinggal sendiri.....”


Val dengan cepat menyergah.


“Lagipula Val memang tidak mengantuk lagi,” sambung Val.


“Ya udah kalo gitu.....”


Kafeel menukas seraya tersenyum.

__ADS_1


“Yuk?” ajak Kafeel dan Val langsung mengangguk, seraya menggandeng Kafeel dengan mesra.


♥♥♥


"Ka, jika sudah selesai makan, datanglah ke ruang kerja utama."


Papi John bersuara, seraya bicara pada Kafeel.


Disaat mereka yang tadi baru saja tiba dari misi mereka yang membereskan sekelompok besar satu geng motor kriminal termasuk juga Kafeel-----sedang menikmati hidangan yang memang telah disiapkan untuk para ksatria muda itu.


Yang para orang tua tebak, mereka semua pasti sedikit banyak merasa lapar setelah mengeluarkan cukup tenaga dalam misi mereka. Jadi para orang tua dan tetua yang ada di kediaman, para Mom khususnya-----sudah mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan sendiri makanan untuk sekelompok pria muda yang beberapa saat lalu kembali ke kediaman.


Namun begitu, meski tidak membangunkan para pelayan kediaman yang sudah memang memiliki waktu kerja dengan ditentukan sendiri oleh para majikan yang baik hati itu dengan tidak menyuruh mereka bekerja tanpa jeda atau seenaknya memberi perintah-----nyatanya para pelayan kediaman The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu tidak bisa melihat para majikan yang baik hati dan teramat sangat royal pada mereka itu kerepotan.


Jadi ya itu, meski sudah beristirahat di sebuah tempat yang dinamakan maid paviliun itu-----para pelayan kediaman yang tadinya sudah beristirahat di pembaringan nyaman mereka dalam kamar masing-masing, seolah memiliki insting kuat jika para majikannya akan merepotkan diri.


Serta juga seolah memiliki sensor telinga yang sensitif dengan suara, terlebih mereka tahu jika para tuan muda sedang berada di luar sana-----dimana para pelayan kediaman itu tahunya, para tuan muda mereka sedang menghadapi orang-orang jahat nan berbahaya.


Selain sudah tahu kebiasaan para majikan senior yang rata-rata akan tetap terjaga jika ada suatu hal penting yang terjadi, selain menunggu beberapa anak lelaki mereka pulang ke rumah dalam keadaan selamat.


Jadi rasa tanggung jawab selain rasa terima kasih, karena sejak bekerja di satu keluarga langka bernama The Adjieran Smith----hidup mereka amat sangat jauh lebih baik.


♥♥♥


"Iya, Pih."


Kafeel dengan cepat menyahut menanggapi ucapan Papi John yang memintanya untuk datang ke ruang kerja utama dalam kediaman utama keluarga Val yang berada di Jakarta tersebut.


Dan tanpa membuang waktu, Kafeel yang katakanlah selalu menomorsatukan permintaan para Dadnya Val yang Kafeel anggap sangat berjasa padanya dan keluarganya itu-----termasuk juga pada Varen, langsung bangkit dari posisinya selepas ia selesai makan untuk menyusul para Dadnya Val yang sudah lebih dulu pergi ke ruang kerja utama dalam kediaman tersebut.


“Aku tinggal dulu sebentar, ya?” pamit Kafeel pada Val.


“Iya-“


“Kalau aku kiranya lama dan kamu mengantuk, langsung aja pergi ke kamar dan istirahat,” ucap Kafeel.


“Okay, Kak.”


Val menyahut patuh.


“Tapi janji ya, kalau Val sudah kembali ke kamar duluan, Kak Kafeel akan menyambangi Val?-“


“Oke, Tuan Putri.....” tukas Kafeel seraya tersenyum lebar.


♥♥♥


"Val, besok mungkin Kakak tidak bisa menemui Val seharian."


Setengah jam kemudian, Kafeel telah keluar dari ruang kerja utama dalam kediaman keluarga Val, bersama The Dads, Varen, Nathan, bahkan juga Arya dan Ammar.


"Kenapa, Kak? Apa Kak Kafeel diberi peringatan karena apa yang kita lakukan tadi di kamar Val, ketahuan oleh The Dads makanya Kak Kafeel tidak diperbolehkan kesini?...."


Val yang seketika merasa resah atas ucapan Kafeel yang mengajaknya melipir ke halaman belakang itu, langsung saja melontarkan dugaan yang spontan ada di otaknya.


Kafeel mendengus geli.


"Bukan, aku hanya akan mengurus sesuatu yang penting."


Lalu Kafeel berucap kemudian.


“Apa itu?.....”


Val sontak bertanya.


Kafeel mengulas senyuman. “Ada lah-“


“Kak Kafeel kok rahasia-rahasian begitu pada Val??.....”


“Karena memang hal ini sangat penting,” tukas Kafeel.


“Bahkan lebih penting dari Val??”


“Tunggu lusa, ya?”


♥♥♥♥♥♥


To be continue......

__ADS_1


Terima kasih masih setia.


__ADS_2