HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
WAHAI KAU CINTA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Jakarta, Indonesia,


“Terima kasih, ya, Kak?..“ Val yang berterima kasih pada Kafeel, setelah mendengar ucapan Kafeel yang membalas permintaannya agar Kafeel tidak membenci Dad R ataupun keluarga intinya Val yang lain—atas keputusan mereka yang menghapus ingatan Val tentang Kafeel. Dan kemudian, tindakan itu menuai efek dari tujuannya ketika Val sadar dari komanya yang berlangsung selama kurang lebih enam bulan.


“Engga, Sayang. Aku yang harusnya ngucapin itu--Makasih, buat cinta kamu.. hingga ga sampe selamanya kamu lupain aku—“


“I love you, Kak..” tukas Val yang langsung menerjang Kafeel untuk ia peluk dengan Kafeel yang balas langsung memeluk Val juga. “And be mine once again,” bisik Val kemudian, yang tak ayal membuat Kafeel tersenyum lebar selain bahagia dan tersanjung karena Val meminta dirinya untuk menjadi milik Val sekali lagi.


“Harusnya aku yang bilang begitu, Tuan Putri.. I love you more than much.. dan please jadi milik aku sekali lagi.. dan sekali lagi itu untuk seterusnya kali ini.. dan kalau selamanya itu mungkin.. kali ini juga—kalau memang kamu berkenan,  aku ingin kamu jadi milik aku lebih dari selamanya.” Lalu balasan manis terdengar dari mulut Kafeel atas permintaan Val yang membuat dirinya tersanjung itu.


♥♥


“Mau?..”


Kafeel yang telah mengurai pelukannya dan Val itu, kemudian bertanya tentang kesediaan Val atas ucapannya dengan Kafeel yang menangkup lagi wajah Val.


“Tentu Val mau..” jawab Val tanpa lama. Yang mana kemudian Val langsung lagi melingkarkan tangannya untuk memeluk Kafeel. “Karena itu mimpi Val..”


Val menambahkan, lalu ia mengubur wajahnya ke lekuk leher Kafeel. “Makasih, Tuan Putri..” ucap Kafeel yang sudah membalas pelukan Val sambil ia mengeratkan pelukannya itu.


Kemudian Kafeel mengecup kepala Val beberapa kali, dan ia serta Val kian mengeratkan pelukan mereka. Tenggelam lagi dalam pelukan yang menyalurkan dalamnya perasaan mereka kepada masing-masingnya.


“Kalau begitu, Kak Kafeel kembali istirahat, ya?”


Val berujar, setelah ia mengurai pelukannya pada Kafeel.


“Kak Kafeel kan masih demam?”


“Sebentar lagi juga hilang.” Kafeel menyahut cepat.


“Kak Kafeel nih..” seketika Val sedikit merungut. “Jangan meremehkan demam Kakak.”


Kafeel langsung tersenyum.


“Beneran, aku udah merasa lebih baik sekarang. Ini, obat terampuh buat segala penyakit aku udah ada?..” ucap Kafeel kemudian, sambil ia menjepit gemas dagu Val yang langsung mengulum senyumnya.


♥♥


“Kak Kafeel bisa saja—“


“Ya karena kamu obat untuk semua sakit aku, Tuan Putri.”


Kafeel menukas ucapan Val yang tersipu. Membuat Val jadi mengulum senyum malu-malunya sekali lagi dan Kafeel pun langsung tersenyum melihatnya.


Val begitu menggemaskan sekarang. Yah memang bagi Kafeel bahkan dari sejak sebelum ia menyadari perasaan spesialnya pada Val adalah cinta, Val memang seringnya terlihat menggemaskan di mata Kafeel.


Yaah, walau juga tingkah menggemaskan Val tipis-tipis dengan tingkahnya yang membuat keluarganya geregetan. Terutama Dad R, yang saking sering dibuat geregetan oleh Val—sampai terkadang Dad R ingin mengirim Val ke kutub utara, biar Val bikin geregetan beruang kutub disana yang kemungkinan bisa terkena gejala darah tinggi.


Namun itu dulu, sebelum Val bertindak super nekat--lalu mati suri dan koma.


Yang membuat Dad R dan keluarga Val berjanji pada diri mereka—andai Val bisa sadar dan pulih seperti sedia kala, mereka akan menahankan diri dengan Val andai salah satu anggota mereka itu kembali membuat mereka geregetan dalam gejala kesal.


Val yang pernah mencoba bunuh diri, telah menjadi catatan penting dalam keluarganya—bahwasanya mereka harus bersikap dan berkata hati-hati di depan Val yang karena tindakannya itu, dianggap sangat sensitif perasaannya—selain rapuh.


♥♥


“Sudah ah, Kak Kafeel jangan menggoda Val terus,” ucap Val setelah Kafeel mengatakan hal yang terdengar macam gombalan, namun tetap saja mampu membuat Val tersipu.


Kafeel tersenyum geli.


“Ya bukan menggoda, tapi emang gitu kenyataannya.”


Lalu berujar menanggapi ucapan Val sebelumnya.


“Kehadiran kamu, udah buat aku merasa jauh lebih baik sekarang,” tambah Kafeel.


“Mana ada lebih baik? Tubuh Kak Kafeel masih terasa panas seperti ini?” ucap Val dengan punggung tangannya yang ia tempelkan ke dahi dan leher Kafeel bergantian.


“Ini justru udah mendingan. Sebelum kamu dateng panasnya kayak api kompor.“


Val lalu terkikik kecil mendengar selorohan Kafeel. “Kak Kafeel ini..” ucap Val kemudian dengan sedikit mencebik imut.


Membuat Kafeel jadi tersenyum lagi.


Dan sekali lagi juga, Kafeel membawa Val dalam dekapan.


“Aku beneran udah merasa lebih baik sekarang,” ucap Kafeel dalam dirinya yang sedang mendekap Val. “Lagian udah ga ngantuk juga.”


♥♥


“Selain aku takut kalau ini hanya mimpi, lalu kalau aku kembali tidur nanti kamu malah ga ada di sini, Tuan Putri.”


Kafeel lanjut bicara. Terdengar agak lirih suaranya. Membuat Val langsung melipat bibirnya. “Ini kenyataan kok, Kaak,” ucap Val setelah ia mengurai pelukan Kafeel padanya.


Lalu Val menangkup wajah Kafeel.


“Tadi juga Lena kan sudah melihat Val?” lanjut Val.


♥♥


“Lalu tadi juga ada Kak Achiel yang masuk kesini, kemudian Val bicara dengan Dad R dan Kak Kafeel juga bicara dengan Dad R.. dan lihat ini..”


Val beranjak dari tempatnya, kemudian berdiri dengan tangannya yang memegang bahu Kafeel yang juga langsung Val geser agar memperhatikannya.


“Kaki Val berpijak di lantai..”


Val menyambung ucapannya, didetik dimana Kafeel jadi tertawa.


“Tuan Putri.. yang aku takutkan itu kalau kamu yang sekarang ada di hadapanku ini adalah khayalanku. Bukan takut kalau kamu ini hantu..”


“Oh iya ya?..” sahut Val polos dan Kafeel masih mengganti tawanya menjadi kekehan kemudian karena tingkah Val yang masih membuatnya merasa lucu.

__ADS_1


Kafeel pun kemudian berdiri dari posisinya dan langsung kembali merengkuh tubuh Val.


Meraup wajah Val dengan kedua tangannya, sambil Kafeel bilang, “Always bikin aku gemes. Selain tergila-gila..”


♥♥


Atas ucapan Kafeel tadi, Val lalu mengangkat satu tangannya yang telapaknya ia arahkan ke Kafeel. “High five ( Tos )” ucap Val bersamaan dengan satu tangannya yang ia angkat itu. “Val juga sama. Val tergila-gila pada Kak Kafeel.. bahkan Val ingat kalau Val begitu memuja Kak Kafeel, seperti Val memuja semua pria hebat dan keren dalam keluarga Val.”


“Oke!” Kafeel merespons cepat ucapan Val kemudian. “Tos..” Kafeel pun menempelkan telapak tangannya ke telapak tangan Val. “Ada apa, Tuan Putri?”


Kafeel lalu bertanya. Karena didetik berikutnya Val nampak melamun dengan matanya yang memandang ke arah tangan Kafeel. Yang orangnya kini agak mengernyit.


“Hei, Sweetie..” tegur Kafeel karena tak mendapatkan jawaban dari Val. Dengan satu tangan Kafeel yang memegangi dagu Val, hingga Val langsung terkesiap. Lalu Val tersenyum kemudian.


“Gelang yang Kakak pakai—“


“Gelang couple kita—“


“Kakak masih pakai?”


“Ga pernah aku lepas—“


“Milik Val—“


“Ada sama aku. Kamu kembalikan ke aku lewat Achiel waktu itu.”


“Iya kah?..“


Kafeel mengangguk menanggapi pertanyaan Val yang nampak ragu-ragu. “Iya,” jawab Kafeel kemudian. “Sebentar—“


♥♥


Kafeel menjauhkan dirinya dari Val, lalu membalikkan badannya dan merunduk kemudian sambil membuka salah satu laci nakas di samping tempat tidurnya. Kafeel pun kembali mendekati Val, saat ia sudah mengambil sesuatu dari dalamnya.


Mata Val mengikuti gerakan Kafeel.


Dan ketika ia melihat sebuah figura foto di atas nakas yang salah satu lacinya sedang Kafeel buka itu, Val langsung nampak kosong pandangannya.


Namun sejenak kemudian, Val mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Dan kembali Val nampak seperti kosong pandangannya.


♥♥


“Tadinya—Val!..”


Kafeel berujar, namun kemudian dia memekik agak panik melihat Val yang nampak terpaku memandang kosong, dengan bulir air mata yang menetes di pipinya.


“Val?..” Kafeel menegur Val dengan kepanikan. Dimana Val kemudian terkesiap lagi, saat Kafeel menangkup serta menatap khawatir pada Val. “Ada sakit yang kamu rasain?—“


♥♥


“Tidak kok, Kak—“


“Terus kenapa nangis?”


“Kenapa? Ada apa dengan foto kamu di dalam sana yang sampai bikin kamu nangis begini?” tanya Kafeel.


Dimana gurat kekhawatiran masih tersirat di wajah Kafeel. Dengan tangan Kafeel yang masih menangkup wajah Val.


“Val pernah melihat foto itu berlumur darah—“


“Heu?—“


“Dan saat hal itu terjadi, ada Kakak yang memeluk foto itu namun terlepas kemudian.. karna.. kakak menyayat nadi.. dan tergolek di sini—“


“Kamu—“


“Val ingat hal itu.. seperti mimpi.. tapi terasa nyata.. Val.. sepertinya ingat berteriak.. agar Kakak tidak sampai menyayat nadi Kakak dengan pisau di tangan Kakak.. tapi Kak Kafeel mengabaikan Val.. lalu saat Val mendekat.. Kakak tidak bisa Val sentuh.. lalu setelahnya Val seperti tertarik dan Val tidak bisa melihat Kak Kafeel lagi—“


♥♥


Kafeel langsung membawa Val dalam pelukan. Yang kemudian pucuk kepala Val ia kecupi berkali-kali. Dan Val juga mendekap Kafeel balik.


‘Ternyata apa yang dibilang Mama Fabi waktu itu soal Val yang kejang-kejang di hari yang sama saat gue coba bunuh diri itu benar..’


Kafeel membatin dalam dirinya yang mendekap Val.


‘Ya Tuhaan, gue begitu bersalah pada Val. Tapi dalam ia koma, dia masih sempat mendatangi gue.. bahkan begitu mengkhawatirkan gue..’


Hati Kafeel rasa sesak sekarang.


“Mimpi itu begitu menyeramkan bagi Val—“


“Maafkan aku ya, Sayang?.. udah pernah terlalu nyakitin kamu..”


Kafeel mengurai dekapannya, dengan matanya yang kini nampak berembun.


“Dalam kenyataan aku udah pernah membuat kamu menangis hebat, dan di bawah alam sadar kamu pun aku masih tetep aja bikin kamu nangis..”


“Maksud Kakak, apa?..” Val tak paham maksud ucapan Kafeel.


“Waktu itu..”


Kafeel memulai ceritanya.


Tentang apa yang pernah disampaikan oleh salah seorang The Moms of Adjieran Smith, setelah Kafeel diajak Varen ke Little Star Island dan menunjukkan padanya kalau Val masih hidup—namun memang keberadaan Val—katakanlah disembunyikan.


♥♥


“Jadi maksud Kakak, yang Val lihat Kakak menyayat nadi Kakak itu.. adalah sebuah kenyataan?..”


“Iya, Baby—“


“Ya Tuhan Kaak..”

__ADS_1


Val melirih lalu terisak.


“Kenapa Kak Kafeel sebodoh itu sih??!!..”


Val sedikit histeris, sambil memukul-mukul dada bidang Val dengan kepalannya—namun tidak seberapa kencang.


‘Yah??? Val bilang gue bodoh karena coba bunuh diri.. nah apa katanya dia?.. ‘


Kafeel membatin.


Batinnya agak protes dibilang bodoh karena mencoba bunuh diri pada Val.


Tapi tentu saja tidak Kafeel utarakan kalimat protes kecil dalam kalbunya itu.


'Heh Kafeel Adiwangsa! Val begitu juga karena elo! Jadi elo yang paling bego disini!'


Di detik berikutnya, hati Kafeel merutuki dirinya.


“Kalau Kak Kafeel tidak selamat bagaimana?!”


Val masih setengah histeris dan sedikit mengomel memandangi Kafeel yang kini sudah fokus padanya lagi.


“Disaat Val selamat dan tersadar dari koma, lalu kemudian Val tidak terkena amnesia lalu Val mendapat kabar kalau Kak Kafeel sudah tidak ada.. Val akan hancur untuk yang kedua kalinya—“


“Maaf, Sayang.. maaf—“


“Kak Kafeel kenapa sampai melakukan ituu??..”


“Karena aku hancur untuk yang kedua kalinya juga, Baby.. saat aku mendengar selentingan kabar kalau kamu udah ga ada di dunia.. terus aku coba pastikan sendiri.. ke KUJ.. tapi ga satupun keluarga kamu di sana yang bisa aku tanya kepastian tentang kabar yang rasanya bikin nafas aku berhenti. Mereka ga ada.. hanya ada beberapa art dan bodyguard tapi mereka bungkam saat aku tanya soal kamu dan keberadaan keluarga kamu—“


♥♥


“Aku lalu ke GMOAS bahkan mengecek sampai safe house.. pun sunyi sama seperti KUJ.. Pekerja kalian di sana pun sama bungkam. Jadi aku coba mencoba menemukan informasi sendiri dengan langsung masuk ke kamar kamu.. dan aku temukan surat pamitan kamu ke keluarga kamu.. aku hancur Val.. saat membaca itu.. rasanya jantung aku dicabut dengan kuat..“


Kafeel lanjut bicara dengan gurat kesedihan di wajahnya.


“Dan yang terpikir oleh aku saat itu.. adalah mengikuti jejak kamu—“


“Kaak..”


Val melirih dan terisak lagi.


“Kamu jantung aku Val.. bagaimana aku hidup kalau jantungku ga ada?—“


♥♥


“Maafkan Val, Kak..” ucap Val kala dirinya dan Kafeel telah sama-sama tenang—tak lagi terisak.


“Engga Tuan Putri.. seperti yang aku bilang kalo kamu ga ada salahnya,” jawab Kafeel sambil menghapusi jejak air mata di pipi Val dengan lembut.


“Tapi Kak Kafeeel menjalani hari yang berat karena Val—“


“Ga ada bedanya dengan kamu, kan?.. dan aku yakin, aku terlalu menyakiti kamu sampai kamu bertindak nekat kayak gitu..”


“Iya.. dan Val menyesal.. karena alih-alih Val membebaskan diri dari rasa sakit dan hancur hati Val karena Kakak.. Val malah jadi menyakiti dan membuat menderita keluarga Val—“


“Kalo gitu, kita sama-sama janji?.. untuk engga melakukan hal bodoh lagi ke depannya andai ada masalah yang menerpa diantara kita dikemudian hari..”


Val mengangguk kemudian selepas mendengar permintaan Kafeel.


“Janji.” Lalu Val menyahut pasti.


Kafeel pun menerbitkan senyuman. Kembali memeluk Val dengan penuh perasaan.


Bahkan begitu posesif Kafeel memeluk Val, seolah Val adalah harta yang paling berharga di dunia ini—tak ternilai bagi Kafeel. Saking Val begitu istimewa baginya.


“Dan kita berjanji juga untuk sama-sama saling mendengarkan saran satu sama lain?..” Val kemudian berujar meminta persetujuan ketika ia dan Kafeel telah mengurai pelukan mereka.


“Janji.”


Kafeel menyahut pasti.


“Kalau begitu Kak Kafeel lanjut istirahat sekarang,” ucap Val setelahnya.


“Tapi—“


“Heits, Kak Kafeel sudah berjanjii.”


Val menukas cepat, saat Kafeel hendak menyergah.


“Val akan menemani Kak Kafeel kok. Kan Val sudah bilang tadi?—“


“Ya masa aku enak-enakan tidur tapi kamunya malah terjaga semaleman, Tuan Putri?”


“Ya sudah begini saja..” Val kembali angkat suara, dengan tangannya yang sedikit menarik Kafeel agar mengikutinya. “Kita tidur sama-sama—“


“Heu??..” Kafeel sedikit tercengang, sekaligus jadi tertegun.


“Kak..”


Suara Val membuat Kafeel langsung menoleh ke arah gadis belia tercintanya itu.


“Kemari.. tidur di samping Val?---“


“Ta-tapi..” Kafeel tergugu bingung.


“Jangan takut, Kaak.. Val tidak akan macam-macam pada Kakak—“


“Heu??..”


Kafeel tercengang lagi.


“Kalaupun Val berani macam-macam pada Kak Kafeel, Val pasti akan bertanggung jawab—“


♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2