HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
THE UNIQUE VAL


__ADS_3

Val Yang Unik


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


(KUJ)


“Have a seat( Silahkan duduk ), Simon....”


“Thank you, Sweety-----How are you?—“


“Ehemm! Uhuk! Hoek!”


“........”


“I’m good, Simon—“


“Thank you.”


*****


“Kami permisi ke ruang santai ga apa-apa, kan ya?”


“Ya sudah sana....”


“........”


“Aku juga permisi—“


“Kak Kafeel mau kemana?”


“Mau ke toilet....”


♥♥


“Gappa dan Gamma, kenapa bisa datang bersama Simon?....”


Val yang bertanya ini kepada sepasang nenek dan kakeknya yang datang dengan tiba-tiba dari London itu.


“Dan kenapa tidak ada pemberitahuan sebelumnya?....” sambung Val. “Seperti ada yang kalian sembunyikan dari Val?....”


“Jangan berpikir yang tidak-tidak....”


Gamma yang lalu menjawab.


“Kami ke sini secara mendadak, karena Gamma dan Gappa ingat kalau kami harus memenuhi undangan sebuah acara di sini lusa—“


“Tapi kenapa Simon bisa datang bersama kalian?—“


“Simon ada kepentingan denganmu, Dear—“


“Kepentingan apa Gappa?” tukas Val bertanya pada satu kakeknya itu.


“Ya tanya aja langsung sama orangnya.” Namun Gamma yang menyambar untuk menjawab Val. “Ada disebelah kamu kan tuh Simonnya—“


♥♥


Val kemudian menoleh pada Simon selepas Gamma berkata, dan langsung saja bertanya pada pria yang masih berstatus pacar resminya itu.


“Don’t  feel offended ( Jangan tersinggung ), ya Simon.... but why you came here very suddenly like this and didn’t tell me ( tapi kenapa kamu datang kesini dengan tiba-tiba dan tanpa memberitahukan aku sebelumnya )?”


“There is something I want to tell you ( Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu ), Valera.... in front of all your family’s here also ( di depan keluargamu di sini juga )—“


“And what is that? My family’s are all here now ( Dan apa itu? Keluargaku sudah ada di sini semua )” tukas Val.


Simon lalu tersenyum. Dimana setelahnya ia bicara.


“I don’t  see Mister Moreno? Is he not here? ( Aku tidak melihat Tuan Moreno? Apa dia tidak ada di sini? )”


“He’s here....”


Mommy Ara lalu bersuara.


Dimana setelahnya seorang art yang berdiri siaga seperti selalunya jika sedang ada tamu, kemudian diminta Mommy Ara untuk memanggil Dad R yang memang saat Gappa dan Gamma datang bersama Simon, suaminya itu tidak kelihatan batang hidungnya.


“Panggilkan juga mereka yang sedang berada di ruang santai—“


‘Aih, kenapa Simon meminta semua keluarga berkumpul?....’ Sementara itu Val membatin. ‘Apakah kedatangannya yang mendadak ini untuk melamarku??’


Val agak merasa was-was dalam hatinya.


‘Aduuhh bisa-bisa ada keributan antara Simon dan Kak Kafeel jika memang kedatangan Simon ini adalah untuk melamarku....’


Lalu Val menjadi agak gelisah kemudian.


“Was it something about us ( Apakah itu sesuatu tentang kita )?”


Val kembali mencetuskan pertanyaan pada Simon. “Let’s wait Mister Moreno first, okay ( Mari tunggu Tuan Moreno dulu, ya )?—“


“Okay.... and have a drink, please, Simon....”


♥♥


“Are you in time off now ( Apa kamu sedang cuti sekarang ), Simon?”


Pertanyaan keluar dari mulut Nathan pada Simon disela menunggu kehadiran Dad R.

__ADS_1


Kemudian percakapan diantara keduanya bersambung dengan beberapa lainnya.


Sementara sisanya mengobrol ringan dengan orang disamping mereka terkecuali Val yang sedang merasakan was-was dalam hatinya.


‘Kak Kafeel ke toilet lama sekali? Atau jangan-jangan dia sudah mulai merajuk?????’


Val kemudian sedikit celingukan ke arah dimana ruang kosong pada ruang tamu KUJ itu adalah area tempat berjalan yang menuju ruangan lainnya yang lebih privacy dalam KUJ.


‘Apa sebaiknya aku menyusul Kak Kafeel saja untuk memberitahukan tentang Simon yang ingin mengatakan satu hal dan aku takutkan kalau kedatangan Simon saat ini untuk melamarku, sebelum nanti Kak Kafeel tak senang dan menyergah dengan emosi lalu keributan terjadi antara Kak Kafeel dan Simon....’


Val lalu menimbang-nimbang, masih dalam hatinya.


‘Tapi masa sih Simon mau melamarku dengan kedatangannya yang tiba-tiba ini????....’


Kemudian bertanya sendiri, masih di dalam hatinya itu dengan kegelisahan yang sedang menyelimuti Val.


‘Karena jika aku tidak salah mengingat, Simon pernah mengatakan kalau dirinya belum sama sekali berpikir untuk menikah dalam waktu dekat?’


Lagi, Val bermonolog dalam hatinya.


‘Tapi bisa saja kalau Simon ternyata menyadari betapa cantik dan mempesonanya aku, lalu dia berubah pikiran dan telah mencintaiku macam Kak Kafeel yang mencintai dan takut kehilangan diriku yang menggemaskan ini.... jadinya Simon ingin cepat-cepat menikahiku.’


Dimana ucapan Val dalam hatinya itu mengandung unsur kepedean tingkat tinggi.


‘Ah, susah memang menjadi gadis yang begitu menggemaskan seperti diriku ini. Mana cantik sekali kan aku ini.... Jadinya Simon yang tadinya tidak berpikir menikah dalam waktu yang cepat, jadi berubah pikiran karena pesonaku yang berlebihan ini....’


♥♥


‘Aiih, aku malah melantur.’


Val yang tersadar, lalu kembali melirik Simon.


‘Lebih baik aku susul Kak Kafeel yang belum kembali juga dari toilet.’


Lalu melirik ke arah yang Kafeel lalui tadi, saat Val melihat jika Simon masih nampak asyik mengobrol ringan dengan keluarganya yang lain.


‘Jangan-jangan benar kalau Kak Kafeel sudah merajuk sekarang—‘


“Mister Moreno....“


Baru saja Val hendak berpamitan sebentar dari ruang tamu KUJ, suara Simon sudah terdengar—menyebut nama depan Dad R.


Dimana Dad R memang sudah nampak sosoknya dengan diekori Kafeel di belakangnya, membuat Val seketika lega saat melihat keberadaan Kafeel yang nampaknya akan kembali bergabung di ruang tamu.


Namun begitu, mata Val memperhatikan wajah Kafeel yang ia takutkan merajuk terkait kedatangan Simon ke KUJ yang secara tiba-tiba itu.


‘Hahhh.... syukurlah....’


Val lalu berkesah lega dalam hatinya ketika melihat Kafeel yang juga memandang ke arahnya dengan tersenyum, saat hendak kembali ke tempat Kafeel sebelumnya di samping Papi John yang memang tetap kosong.


‘Senyum Kak Kafeel nampak tulus seperti biasa, maknanya Kak Kafeel sedang tidak merajuk padaku—‘


♥♥


( Sekarang kamu bisa bicara, Simon.... Karena aku sangat penasaran tentang kamu yang ingin mengatakan sesuatu kepadaku dengan kehadiran seluruh anggota keluargaku juga )


Adalah Val yang angkat bicara, setelah Dad R dan Kafeel berikut para saudara dan saudarinya yang dalam kisaran usia tak jauh dari Val dan sedang berada di KUJ, telah kesemuanya berada di ruang tamu.


Dimana Simon kemudian menerbitkan senyumannya sambil memandangi Val yang kemudian kembali bersuara, dan menyuarakan dugaannya perihal kedatangan Simon yang mendadak ke KUJ itu pada orangnya langsung.


Yang mana pertanyaan Val tidak sempat dijawab Simon, karena Kafeel langsung menyergah walau tak langsung—serta teralih saat Dad R mengomentari sergahan Kafeel tentang Val yang menanyakan apakah kedatangan Simon itu untuk melamarnya.


♥♥


Lalu sesaat kasak-kusuk terjadi atas sepenggal ucapan Dad R yang selanjutnya di potong oleh salah satu naga utama itu, dimana Dad R mempersilahkan Simon untuk lanjut bicara.


“First of all, I would like to convey my apology ( Pertama-tama, aku ingin menyampaikan permintaan maafku )....” Simon yang hendak mengatakan kepentingannya yang sampai datang ke Jakarta dengan terkesan tiba-tiba itu, menyampaikan permintaan maafnya sebelum ia bicara panjang lebar kemudian di hadapan Val dan keluarganya.


Termasuk juga Kafeel.


“I’m not really sincere when I accept your invitation to have a special relationship ( Aku tidak benar-benar tulus saat aku menerima ajakan kamu untuk menjalin hubungan yang spesial ), Valera.”


Lalu disaat kalimat yang Simon katakan ini sambil ia memegangi tangan Val, gadis itu mengernyit dan bertanya heran. Begitu juga mereka yang ada disekeliling Simon dan Val juga mengernyit heran.


Terkecuali Dad R, Mommy Ara, Gappa, Gamma serta Kafeel.


“I mean that I have a spesific purpose by becoming your boyfriend ( Maksudku adalah jika sebenarnya aku memiliki tujuan tertentu dengan menjadi pacar kamu )”


“What’s that ( Apa itu )?....”


Val lalu lagi bertanya dengan masih berekspresi heran serta juga penasaran menatap Simon.


Dan kemudian, penjelasan demi penjelasan--setelahnya Simon tuturkan pada Val.


Juga sesekali Simon melemparkan pandangan kepada mereka selain Val.


“So after I heard about your condition ( Lalu setelah aku mendengar tentang kondisi kamu ).... bla.... bla....”


Simon hampir diujung penjelasannya dengan nampak tenang bertutur. Dimana kejujuran nampak betul di gurat wajah Simon saat mengatakan sekaligus menjelaskan hal yang kemudian membuat Val jadi terlihat terkejut.


“That’s why I accept you to become my girlfriend, in hope that I can get some valuable information about what kind of treatment or medicine you do and consume, so you can—I might say that you can do a lot of things in normal life even you are in a spesific amnesia just like my sister. Since I know how is this family, so I’m using you, Valera. Because I expecting your family helps to my sister.”


( Makanya aku kemudian menerima kamu menjadi pacarku, berharap jika aku bisa mendapatkan beberapa informasi berharga tentang perawatan dan obat-obatan apa yang kamu lakukan dan konsumsi, sehingga kamu—katakanlah kamu dapat melakukan banyak hal normal meski mengalami amnesia langka seperti adikku. Dan karena aku tahu bagaimana keluarga ini, jadinya aku memperalat kamu, Valera. Karena aku berharap bantuan dari keluarga kamu untuk adikku )


Simon menampakkan senyum penyesalan kemudian, sambil kembali ia memandangi Val.


“And I’m so sorry for that. Using you for my loaves and fishes. While I actually don’t have interest to woman ( Dan aku sungguh mohon maaf untuk itu. Memperalat kamu demi kepentingan pribadiku. Padahal sebenarnya aku tidak memiliki minat pada wanita )—“


“I won’t ( Aku tidak )—wait,” Val langsung hendak menjawab ucapan Simon itu, namun terpotong kemudian setelah rasanya Val menangkap sesuatu yang janggal pada ucapan Simon barusan. “What did you just said ( Apa yang tadi kamu bilang? )....”


“I’m sorry—“

__ADS_1


“No. Your last sentence ( Bukan. Kalimat kamu yang terakhir )....”


Val memotong Simon yang hendak menjawabnya, lalu mengulang kembali sepenggal kalimat Simon.


“Don’t have interest to woman ( Tidak memiliki minat pada wanita )?....” sambung Val, lalu Simon langsung tersenyum kikuk.


“Ah, that ....” ucap Simon kemudian.


“Is that mean.... you are—“


“A gay,” sambar Simon dengan tenangnya.


♥♥


Jangan tanya bagaimana seterusnya mereka selain Dad R, Mommy Ara, Gappa dan Gamma serta Kafeel bereaksi--yang mana ke limanya sebelumnya sudah masing-masing lebih dulu begitu terkejut mendengar fakta tentang Simon yang merupakan penyuka sesama jenis, dan keterkejutan mereka berempat itu kini terjadi pada orang-orang selain mereka yang berada di ruang tamu KUJ.


Termasuk juga Val, yang melongo takjub sambil mengerjap-ngerjapkan matanya memandangi Simon dengan intens.


Val tak percaya dengan yang didengarnya, sampai-sampai ia meminta Simon mengulang kembali pernyataan yang bersangkutan tentang jalur seksualitasnya itu.


“OH MY—“


“Tenangkan dirimu—“


“Aku Berpacaran Dengan Seorang Gay?????—“


“Val, Sweety.... tarik nafas dan hembuskan dengan tenang, karena kamu tidak boleh panik berlebihan....”


Para anggota keluarga Val, kini fokus pada Val yang nampak syok berat itu, dan mengingat kondisi Val meskipun amnesianya sedang berangsur sembuh—makanya mereka pun langsung berinisiatif menenangkan Val yang ditakutkan karena terlalu terkejut lalu syok, mengingat juga jika adik kandung Abang Varen itu labil emosi.


Lalu atas kelabilan emosinya itu, Val bisa histeris jika tidak puas. Atau merasakan nyeri di kepalanya jika ada hal yang begitu mengganggu pikirannya, yang mana tentang dirinya berpacaran dengan seorang pria yang ternyata penyuka sesama jenis—pastilah akan membuat syok wanita manapun yang berada di posisi Val saat ini.


Begitu kiranya pikir keluarga Val, serta juga Kafeel—meskipun Val sebenarnya tidak mencintai Simon sebagaimana ia mencintai Kak Kafeelnya.


Tapi mohon maaf, jika seorang wanita normal mengetahui jika ia menjalin hubungan dengan pria yang ternyata penyuka sesama jenis dari gendernya—rasanya dan bagi kebanyakan wanita, hal itu bisa dianggap sebagai aib.


♥♥


“I’m so sorry, Valera....”


Suara Simon terdengar.


“Tuan Putri—“


“Tenangkan diri kamu, Dear....“


Lalu suara-suara dari lainnya menyusul hendak menenangkan Val yang sudah berdiri dengan cepat dan mengagetkan juga.


“Ya Tuhaaaan.”


Val terdengar melirih.


“Pantas saja dia tidak pernah mencoba untuk mencium bibirku—“


“Heu?—“


“Aku sungguh tidak percaya dengan nasibku.”


Val kembali berbicara, disela orang-orang yang mendengar kalimat Val sebelumnya dalam bahasa Indonesia nampak tertegun sambil memandanginya dengan heran.


Lalu setelah Val terlihat lagi memandangi Simon sambil Val menutup mulutnya itu, lalu setelahnya meletakkan tangan di kepala dan nampak memijat kepalanya juga—kembali Val coba dibujuk untuk duduk.


“Val—“


“Kalian dengar kan pengakuan Simon tadi??!!”


Namun saat baru hendak dibujuk, Val yang nampak asyik dengan keterkejutannya itu bersuara lagi dengan nada yang antusias.


“Iya, kami dengar—“


“Luar biasa!—“


“Heu????”


Kembali yang sedang memperhatikan Val dibuat tertegun.


“Sungguh! Val benar-benar luar biasa bukan???? Sudahlah Val adalah wanita satu-satunya dalam keluarga ini yang pastinya akan menikah dengan seorang duda, Val juga satu-satunya wanita dalam keluarga ini....”


Val lalu memiringkan sedikit tubuhnya ke arah Simon, dengan tangannya yang terbuka dan terarah menunjuk pada Simon yang nampak agak kebingungan sendiri melihat gelagat Val dan bicara dengan bahasa yang tidak ia mengerti.


“Yang pernah berpacaran dengan homo sapiens—“


“Homoseksual, Vaaal—“


“Ah iya, lidah Val terjungkal. Maaf. Homoseksual maksud Val. Luar biasa bukan aku ini??!! Karena Val membuat rekor yang pasti tidak ada satupun dari keluarga ini yang bisa mengalaminya—“


‘Ah ya luar biasa....’


Monolog keluarga Val dalam hatinya selepas mendengar ucapan Val yang sangat antusias itu.


“Bahkan rasanya rekor Val ini dapat dimasukkan ke MURI atau bahkan World Record, jika mengingat apa yang sudah Val alami selama setahun terakhir. ‘Kisah Hidup Yang Unique’ itu bisa menjadi judul rekor Val. Bisa juga dijadikan dokumenter, iya kan??? Begitu luar biasanya—“


‘Iya, luar biasa....’


Lagi, para keluarganya Val bermonolog.


‘Luar biasa gesrek otaknya.’


‘Perlu diterapi setrum nih kayaknya otak si Val....’


♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue...


__ADS_2