HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 220


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Inggris ....


'Oh Tuhan, aku tidak mau nikah muda, tidak juga mau dilamar dan bertunangan dulu. Aku sungguh belum siap Tuhan, tapi aku juga tidak tega kalau sampai menolak Arya nanti ...'


Itu suara hati Mika ketika ia melihat Arya keluar dari sebuah ruangan khusus pada sebuah toko perhiasan yang ada di dalam sebuah Mal tersohor di Inggris. Sebuah ruangan yang dikhususkan bagi mereka yang ingin memesan perhiasan dengan desain khusus.


Yang mana membuat Mika berpikir jika Arya keluar dari ruangan khusus tersebut, Arya sedang memesan sebuah perhiasan yang Mika duga adalah sebuah cincin untuk melamarnya----jika mengingat apa yang pagi tadi Val katakan padanya mengenai seandainya Arya melakukan apa yang sudah Kafeel lakukan.


Memberikan lamaran kejutan.


“Iya, sayang? ...”


“Dimana? ...” tanya Mika yang tak lama setelah melihat Arya keluar dari ruang khusus di dalam toko perhiasan yang sudah Mika masuki itu, kemudian langsung lagi menghubungi Arya via panggilan telepon.


“Kantor---“


“Jangan bohong.”


Mika segera menukas jawaban Arya yang belum menyadari keberadaan Mika yang ada di dalam toko perhiasan yang sama dengannya itu.


“Gue tau lo dimana, Ar---“


“Hah?---“


“Arah jam sembilan lo.”


♥♥♥♥


“Heei Mi---“


“Udah mulai ngebohongin gue? ...”


Mika langsung menuding Arya yang nampak sedikit kikuk itu tanpa basa-basi.


Arya lalu meringis kecil.


♥♥♥♥


“Gue ga ada maksud bohongin lo, Mi ...”


“Tapi kenyataannya lo udah bohongin gue ...”


“........”


“Bilang masih di kantor. Tapi ini buktinya?---“


“Itu ...” tukas Arya. Namun ia tergugu.


“Jadi ngapain lo di sini?---“


“Eeuum---“


“Beli sesuatu buat cem-ceman lo---“


“Heits! Jangan sembarangan anda ya, Neng pacar! ...”


“Terus di sini ngapain?---“


“Gue ...”


Arya nampak kikuk.


Sementara Mika masih menelisik Arya dengan seksama.


Terlepas dari kekhawatirannya soal Arya yang hendak melamarnya secara tiba-tiba sebagaimana apa yang telah dilakukan Kafeel, sekelebat pemikiran juga sampai di otak Mika soal siapa tahu si Arya balik lagi jadi fucekboy yang punya banyak cewe cadangan di belakang Mika.


♥♥♥♥

__ADS_1


“Gue sendirian, sayangku Mikaaa ... ga percaya amat---“


“Awas---“


“Astogee---“


“I’m Mikaela Finn Adjieran Smith. Let me in ( Saya Mikaela Finn Adjieran Smith. Biarkan saya masuk )---“


“Sure we know who you are, Miss Mikhaela ( Tentu kami tahu siapa anda, Nona Mikaela )”


Orang yang tadi dilihat Mika berbicara dan berjabat dengan Arya itu menyahut dengan ramah dan tersenyum pada Mika.


“Please ...” orang itu mempersilahkan Mika dengan santun untuk masuk ke dalam ruangan yang di sisi kirinya tertulis ‘Exclusive Room’.


♥♥♥♥


“Mau sekalian tuh, lo cek tuh kolong meja di ruangan ini? ...” ucap Arya yang mengekori Mika masuk ke dalam ruangan tempat Arya berada sebelumnya.


“Ck---“


“Lagian curigaan amat.”


Arya berujar sembari ia geleng-geleng pelan, karena tingkah Mika nampak seperti sedang mencurigainya selingkuh.


“Forgive my girlfriend ( Maafkan pacar saya ) ...”


Arya lalu beralih pada orang yang membukakan pintu untuk Mika, dimana orang tersebut adalah seorang staf khusus dalam ruangan yang Mika masuki dengan sedikit memaksa.


“She’s too love me, so she’s worried if I’m here with another girl ( Dia terlalu mencintai saya, jadi dia khawatir jika saya di sini bersama gadis lain )---“


“Pede!”


Mika menukas ucapan Arya sebelum orang yang diajak Arya bicara itu sempat menyahut pada Arya.


“Thank you---“


“And very sorry ( Dan juga mohon maaf )”


Si staf khusus itupun merespons dengan santun, baik ucapan Mika maupun Arya. “You don’t have to, Sir ( Tidak perlu meminta maaf, Tuan )---“


“Now please excuse us ( Kami permisi kalau begitu )” tukas Arya kepada staf khusus toko perhiasan yang bersikap profesional itu. Kemudian Arya langsung menyusul Mika yang sudah mendahuluinya untuk berjalan ke arah pintu toko untuk keluar dari dalamnya.


♥♥♥♥


“Mi.”


Panggil Arya pada Mika saat ia sudah keluar juga dari dalam toko perhiasan di belakang mereka.


Tanpa dipanggil Arya pun Mika memang sudah memposisikan dirinya untuk menghentikan langkah.


“Kalo lo curiga gue selingkuh, gue rasa lo udah dapet jawabannya kan?---“


“Heem---“


“Jadi lo jangan marah karena gue terbukti setia.”


“Tetap gue mau marah sama lo.”


Mika merespons ucapan Arya barusan.


“Karena lo udah bohong sama gue,” ucap Mika setengah ketus.


♥♥♥♥


Arya membasahi bibirnya setelah Mika menyenggol tentang kebohongan yang Arya buat ketika pacar judesnya itu menanyakan keberadaannya.


Sementara Mika memasang wajah datar sambil bersedekap.


“Gue ga maksud bohong sama lo, Mi---“


“Tapi lo udah bohong---“

__ADS_1


“Iya, tau,” tukas Arya.


♥♥♥♥


Walaupun kecurigaan Mika pada Arya yang mungkin saja sindrom fucekboynya itu muncul lagi setelah mereka berpacaran tidak terbukti untuk menjadi alasan mengapa Arya bohong pada Mika tentang keberadaannya, namun Mika tetap memiliki kecurigaan lain pada Arya yang berbohong perihal dimana dirinya saat Mika menanyakan hal tersebut pada pacarnya itu.


Kecurigaan tentang kenapa Arya bohong dengan mengatakan jika ia masih di kantor, sementara kenyataannya Arya sedang berada di sebuah toko perhiasan dalam Mal----dimana kecurigaan Mika itu timbul atas ucapan Val mengenai perandaian apabila Arya ternyata mengikuti jejak Kafeel untuk memberikannya lamaran kejutan, yang sungguh belum Mika inginkan. Baik sekarang, hingga sampai waktu yang sulit untuk Mika tentukan.


Makanya Mika sampai bela-belain menyambangi toko perhiasan dalam Mal tempatnya berkumpul bersama beberapa orang saudara dan saudarinya serta tiga anak kerabat sangat dekat keluarganya, ketika Rery dan Ann mengatakan jika mereka berdua melihat Arya masuk ke dalam sebuah toko perhiasan.


Karena jika Arya memang berniat membeli cincin untuk melamarnya, Mika ingin menghentikannya.


Selain ingin mengingatkan kembali pada Arya, jika Mika bukanlah Val yang bersedia nikah muda.


Dan rasanya akan Mika bahas lagi dengan serius pada Arya, jika memang niatan memberikan Mika lamaran kejutan itu memang ada dari Arya----mengingat keberadaan Arya di sebuah toko perhiasan.


Terlebih, yang Mika lihat tadi Arya keluar dari sebuah ruangan khusus untuk memesan perhiasan dengan desain spesial. Semakin kuat rasanya perkiraan Mika tentang niatan Arya yang mau mengikuti jejak Kak Kafeel.


Mika masih bersedekap saat menunggu Arya bicara, untuk menjelaskan kebohongan yang dilakukan oleh pacarnya itu tentang keberadaannya pada Mika. “Soalnya gue ...“ Arya kembali lagi berbicara.


“Itu apa?---“


“Heu?”


Tak menunggu Arya yang nampak gugup itu memberikannya penjelasan, Mika menyambar untuk bertanya sambil matanya tertuju ke satu paper bag kecil dengan tulisan dan simbol dari toko perhiasan yang tadi Mika dan Arya ada di dalamnya----yang berada di genggaman satu tangan pacarnya itu.


“Itu, apa?---“


“Ini...” gugu Arya.


Arya mengusap tengkuknya gelisah.


Mika masih berdiri bersedekap menatap Arya.


Sementara Arya sedang berusaha mencari alasan untuk satu hal.


“Um ini, pesenan mama---“


“Aunt Shireen di Indo kok pesan perhiasannya jauh amat???...” kata Mika. “Lagipula Aunt Shireen dan semua Aunt juga selalu membeli perhiasan di AE yang sudah pasti akan mendapat harga spesial dari kami, mau perhiasan model apapun itu termasuk jika ingin mendesain. Sejak keluarga kami melirik bisnis perhiasan dan membeli saham HW dan mengganti namanya dengan AE, kita jarang sekali membeli di brand perhiasan lainnya. Termasuk para kerabat, ya termasuk Aunt Shireen juga ...”


Lalu Mika berbicara panjang lebar, sementara Arya meringis pelan mendengarkannya.


“Yaa... itu... itu, apa... eum... karena mama kebetulan kenalan sama itu, eum... apa, langganan ini toko! Terus dapet rekom harga miring... jadi ya mama ambil aja itu kesempatan dapet diskon. Kan, lumayan?...“


“Lihat---“


“Heu?” Arya terkesiap.


Mika menunjuk paper bag toko perhiasan yang ada dalam genggaman Arya dengan matanya, tanpa mempedulikan penjelasan Arya yang berbicara dengan tergugu nampak salah tingkah itu.


“Gue mau lihat.”


Mika melepaskan tangannya yang tadi bersedekap, lalu satu tangannya terulur untuk meraih paper bag toko perhiasan yang sedang Arya pegang itu.


“Eh jangan!” sergah Arya dengan cepat. Dengan sedikit menarik tangannya yang sedang menggenggam paper bag toko perhiasan itu yang kemudian Arya spontan sembunyikan di belakang tubuhnya.


Mata Mika menyipit menatap Arya.


“Lo menyembunyikan apa dari gue, Ar?---“


“Gue ga nyembunyiin apa-apa dari lo kok Mi.”


Arya yang nampak sudah memperbaiki sikapnya itu, kini sudah tidak terlihat lumayan gugup seperti sebelumnya.


“Bohong...” cetus Mika. Datar saja suaranya, namun tatapannya pada Arya menunjukkan ketidaksukaan.


Dan Arya menyadari hal tersebut. “Mi---“


"Lo terusin deh kepentingan lo di sini. Gue lagi sama Val dan lainnya. Yang jelas, nanti malam gue hubungi lo. Ada yang mau gue bicarakan dan perjelas tentang kita...”


♥♥♥♥♥♥♥♥

__ADS_1


To be continue .....


__ADS_2