HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
THE FORGOTTEN # 1


__ADS_3

( Yang Terlupakan ) # 1


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Italy,


“Alat apa itu, Cel?...”


*“Oh itu, akan dipergunakan bagi para korban pelecehan sksual yang memiliki trauma hebat dan mendalam, agar mereka melupakan kejadian buruk yang menimpa mereka dan dapat menjalani hidup mereka dengan normal...”**


“Jadi itu, dengan kata lain, itu adalah alat penghapus memori?...”


“Iya, Tuan Moreno. Hanya saja alat itu dapat mengatur memori yang ingin di hapus.”


“Apa bekerja pada orang yang koma?”


“Dad?...”


“Aku tanya padamu Celine, apa itu bekerja pada orang yang koma? Karena aku tidak ingin putriku kembali merasakan lukanya saat dia sadar dari tidur panjangnya nanti dan melakukan hal bodoh dengan mencoba membunuh dirinya sekali lagi---“


“Dad, apa Dad yakin ingin melakukan itu?...”


“Jika itu bisa membuat putriku tak perlu lagi mengingat sakit di hatinya karena Kaka, lalu tidak bertindak bodoh dengan berusaha bunuh diri lagi, yang mana untuk kali kedua belum tentu dia akan seberuntung saat ini, dan nyawanya terselamatkan walaupun dalam keadaan koma... Ya. Aku yakin.”


“Tapi Tuan Moreno, hasil akhir berbeda-beda meskipun pada orang yang dalam kondisi sadar. Ada resiko amnesia total, dan tidak hanya melupakan memori yang ingin di hapus pada masa tertentu. Namun Nona Muda Valera bisa saja melupakan anda semua---“


“Asal tidak mengancam nyawanya. Lakukanlah.”


“Tapi Tuan Moreno, hasil akhir berbeda-beda meskipun pada orang yang dalam kondisi sadar. Ada resiko amnesia total, dan tidak hanya melupakan memori yang ingin di hapus pada masa tertentu. Namun Nona Muda Valera bisa saja melupakan anda semua---“


“Asal tidak mengancam nyawanya. Lakukanlah.”


🌷


🌷


Keputusan untuk menggunakan sebuah alat yang Varen buat dan kembangkan bersama Celine dalam niatan menolong orang-orang yang pernah mengalami pelecehan seksual hingga menciptakan trauma. Namun alat tersebut masih belum Varen ditribusikan ke rumah-rumah sakit atau pada para psikiater yang didatangi oleh para korban pelecehan seksual itu---disepakati bersama oleh seluruh anggota keluarga inti Val.


Mau tidak mau sepakat, atas satu alasan yang kuat. Yakni, ketakutan apabila Val tersadar dari komanya dan masih sulit menghilangkan rasa sakitnya pada Kafeel, akan ada kenekatan kedua yang akan Val lakukan untuk mengakhiri hidupnya.


Jadi, walau dikatakan oleh Celine ada kemungkinan Val mengalami amnesia total karena tindakan penghapusan memori yang walau hanya akan diprogram menggunakan alat temuan Varen dikarenakan saat dilakukan kondisi Val masih koma itu hanya terfokus pada memori Val tentang Kafeel---tapi kemungkinan amnesia total bisa saja terjadi.


Karena pasalnya, alat tersebut akan dapat difungsikan dengan sempurna hanya pada orang-orang dalam kondisi sadar.


Walau dalam proses sebelum itu, terapi hipnosis akan dilakukan. Namun pada orang yang dalam kondisi normal, program dalam alat Varen dapat diatur sedemikian rupa untuk menghapus bagian memori mana yang akan dihapus dengan tepat, berdasarkan dari hasil sesi hipnosis pada orang yang akan dihapus sebagian memorinya untuk menghilangkan trauma itu.


Akurasi, akan lebih jelas tentunya.


Dan kasus Val berbeda.


Gadis itu dalam kondisi koma.


Jadi tindakan penghapusan memori tertentu padanya itu, hanya berdasarkan perkiraan.


Pun hasilnya bagaimana, harus menunggu Val sadar dulu.


Jadi setelah Celine menyampaikan sedikit keraguannya untuk melakukan tindakan penghapusan memori Val tentang Kafeel itu, dikarenakan Celine khawatir dengan hasil yang tidak dapat dilihat dengan segera---dimana yang menjadi kekhawatiran Celine adalah jika Val mengalami amnesia total yang membuatnya lupa pada keluarganya bahkan dirinya sendiri---apa yang menjadi keputusan seluruh keluarga, Dad R sampaikan pada Celine kemudian.


“Tak apa. Lakukan saja. Jika Val melupakan kami dan dirinya, kami akan membantunya mengingat. Jika gagal pun tak apa. Kami akan berserah pada takdir saja. Jika saat sadar nanti Val masih mengingat Kaka dan luka yang ia berikan padanya, kami akan lebih waspada menjaga Val ke depannya. Selebihnya, sekali lagi. Biar takdir yang selanjutnya terjadi.”


“Baik Tuan Moreno---“


🌷


Satu upaya yang menjadi keputusan keluarga Val demi agar Val bisa menjalani hidupnya tanpa perlu merasakan luka yang Kafeel torehkan begitu dalam di hati gadis tersebut, selain keluarga Val tersebut dibayang-bayangi momok ketakutan jika Val sampai mencoba bunuh diri jika percobaan pertamanya gagal dan luka di hatinya karena pengkhianatan Kafeel itu tak kunjung hilang---telah dilakukan.


Dan seperti apa yang sudah dikatakan Celine sebelumnya, jika hasil dari tindakan penghapusan memori Val tentang Kafeel itu hanya bisa diketahui saat Val terbangun dari komanya nanti. Apakah tindakan tersebut tepat sasaran, atau seperti yang Celine takutkan, jika Val mengalami amnesia total. Dimana beberapa bulan setelahnya, gadis yang selalu didoakan kesembuhan dan kesadarannya dari tidurnya selama kurang lebih enam bulan itu---membuka mata pada akhirnya.

__ADS_1


Bahagia.


Satu kata yang menyelimuti hati keluarga Val.


Serta orang-orang yang menyayanginya.


Selain rasa syukur yang tak terkira pada Yang Maha Kuasa.


Karena lagi-lagi, Sang Pemilik alam semesta dan seisinya itu kembali berbaik hati sekali menghadirkan sesuatu yang diyakini oleh setiap anggota keluarga The Adjieran Smith adalah sebuah mukjizat.


Setelah dulu mukjizat lain dihadirkan dalam keluarga mereka. Momma yang sempat dinyatakan tiada karena kecelakaan hebat, contohnya. Dan sekarang, Val yang tersadar dari koma dengan sempurna---setelah kurang lebih enam bulan lamanya.


🌷


Dari membuka mata dengan begitu perlahan dengan jemari yang bergerak lemah dan suara yang melirih sangat samar, kesadaran Val kemudian terbentuk dengan sempurna. Walau masih ada hal yang terlihat mengganjal dari Val---katakanlah begitu, namun Val telah sepenuhnya sadar dengan sempurna.


Dalam hal ini kondisi fisik dan kesehatan tubuhnya.


Bahkan di hari ketiga pasca Val terbangun dari koma, Val sudah tidak lagi bicara dengan terbata.


Walau belum kuat untuk berdiri lama-lama.


Karena Val masih canggung dengan keadaan tubuhnya yang ia rasakan begitu ringan.


Wajar saja, kalau kata Celine. Layaknya orang bangun tidur yang terbangun karena kaget, nyawa Val belum terkumpul.


Begitu istilahnya.


Baru tiga hari, jadi sabar saja. Yang penting kondisi kesehatan Val cukup baik pasca terbangun dari koma.


Dan lagi, Val yang merasakan tubuhnya begitu ringan itu memang karena ia kehilangan bobot tubuhnya dengan cukup signifikan.


Hanya sedikit belum terbiasa.


Dan jika kondisi kesehatan Val tetap stabil, Val akan bisa bergerak dengan normal.


Begitu kiranya.


🌷


Dari hari ke 2 pasca terbangun dari koma, pemeriksaan kondisi kesehatan Val memang intens dilakukan selama dua hari berturut – turut, dimana hasil pemeriksaan Val selama dua hari berturut-turut itu---menunjukkan hasil yang amat baik tentang kondisi kesehatan fisiknya.


Termasuk kondisi otak Val yang diperiksa karena takut ada disfungsi, mengingat Val yang sejak terbangun dari koma sering hilang fokus dan nampak bingung.


Yang mana hasilnya jika dinilai secara medis, baik – baik saja otak Val itu. Dari batang otak hingga keseluruhan tengkorak kepala Val tidak menampakkan ada suatu cedera di sana.


Val tahu siapa dirinya.


Keluarganya.


Jadi orang - orang yang tahu tentang tindakan penghapusan memori Val itu, mengganggap tindakan tersebut tidak bekerja padanya.


Karena saat hal itu dilakukan, Val masih sedang koma. Jadi mungkin tidak efektif. Pikir orang - orang itu.


Hanya saja, mereka yang tahu mengenai tindakan penghapusan memori Val, terlupa tentang alasan utama tindakan tersebut.


Dimana penghapusan memori Val, terfokus kepada satu subjek saja.


Kafeel.


🌷


Tidak terbersit di otak orang – orang yang sebagian besar adalah keluarga inti Val, tentang Val akan melupakan soal Kafeel, saking mereka terlalu fokus pada kebahagiaan atas Val yang terbangun dari tidur panjangnya selama kurang lebih enam bulan.


Karena Val terlihat mengenali diri dan keluarganya, jadi soal amnesia dianggap tidak terjadi pada Val.


Tapi masalahnya, amnesia itu ada banyak jenisnya. (7---kalo Emaknya Queen kaga salah ).


Dan lagi, Val pernah mendapatkan tindakan untuk dibuat amnesia dalam jenis tertentu---sekali lagi, katakanlah begitu---dengan menggunakan sebuah program dalam sebuah alat berteknologi canggih.


Yang bahkan pembuat dan pengembangnya sampai lupa sejauh mana keakuratan salah satu alat buatannya itu. Karena ya itu, sedang terbawa eforia bahagia tak terkira melihat adiknya yang koma setelah sekian lama, akhirnya bangun dan membuka mata dengan sempurna.

__ADS_1


Jadi tak menyangka jika kemudian dihadapkan pada situasi,


“Apa kamu ingin diberikan ruang?...”


Dimana Dad R mencetuskan perkataan yang berupa pertanyaan pada Val yang diajak Varen untuk melihat pemandangan di sekitar kastil pada salah satu pulau pribadi mereka itu.


Dan Val dipertemukan dengan Kafeel.


Setelahnya, Val menanggapi perkataan Dad R, dengan wajah Val yang nampak bingung.


“Ruang?... Ruang untuk apa, Daddy?...” Val bertanya kemudian, dan Dad R langsung menjawab pertanyaannya itu.


“Ruang untuk berbicara berdua dengannya...” jawab Dad R sambil menggerakkan kepalanya ke arah Kafeel---Val pun segera menoleh ke arah Kafeel.


Yang mana setelahnya, sebuah situasi sangat mengejutkan terjadi. Setelah Val membalas ucapan Dad R. Dimana ucapan Val itu, membuat semua yang mendengarnya terperangah kaget.


“Apa... Val, menyetir sendiri lalu kecelakaan hingga Val koma, lalu dia yang menolong Val? Tapi seingat Val, kita sedang liburan besar dan Val sedang duduk bersama May di kapal pesiar kita, mengobrol sambil memakan camilan. Lalu kapan Val kecelakaannya, ya? ...“


Dan mereka yang mendengar ucapan Val barusan itu, tak percaya dengan mulut menganga.


“Apa kamu bilang, Val? ...“ lalu satu pertanyaan spontan tercetus dari salah seorang yang bersama Val selain Dad R, untuk memastikan ulang apa yang baru saja ia dan beberapa pria lain yang bersamanya itu dengar.


“Iya, seingat Val terakhir kali, kita sedang berada di kapal pesiar bersama seluruh kerabat kita semua. Tapi tahu-tahu Val sudah terbangun di ruangan yang mirip kamar rawat rumah sakit itu ...”


Yang mana jawaban Val barusan, membuat lima pria yang bersamanya itu, berkesah dengan serempak. “Ya Tuhan ...“


Lima pria itu tidak percaya perkataan Val yang menggambarkan jika kondisi ingatannya mundur, bahkan wajah Val ditelisik berkali – kali.


“Val, kamu ... tidak sedang bercanda, kan?”


“Bercanda bagaimana sih, Papa? ... memang tadi saat perjalanan dari dalam ke sini, hal itu yang Val ingat.”


Val menanggapi pertanyaan Papa Lucca yang sedang terheran – heran memandanginya. Sambil terus menelisik air muka dan sorot mata Val saat ini.


“Jika Val itu sedang bersama May, duduk di kursi bundar dalam kapal pesiar ... mengobrol, lalu mendengar Papi memanggil. Setelah itu, Val tidak ingat apa – apa lagi ...“


Lalu, kekhawatiran langsung melanda di hati lima pria yang sedang bersama Val itu. Karena ekspresi wajah Val memang polos natural.


🌷


Setelahnya---Varen dan empat pria lainnya, sepakat untuk segera membawa Val masuk ke dalam kastil dengan kode anggukkan kepala dan tatapan mata mereka. Dan Val yang nampak bingung kemudian, karena kursi rodanya kembali di dorong untuk kembali ke dalam kastil padahal katanya Varen mau mengajaknya berjalan – jalan melihat pemandangan sekitar pulau---spontan bertanya.


“Loh kok, malah kembali ke dalam??? ... Val masih ingin melihat – lihat pemandangan sekitar kastil, Abang ...” Sambil Val memandang polos dan sedikit ada gurat kecewa di wajahnya sambil memandang Varen yang kini berjalan di depannya. Sementara Dad R yang gantian mendorong kursi roda Val. Sementara dia yang paling terlupakan, berjalan di paling belakang. Dengan perasaaan dan pikiran yang berkecamuk bertanya – tanya dengan heran, kenapa Val bisa lupa padanya.


‘Gue yakin, ini hanya upaya Val untuk menghindari gue. Dia pasti marah besar sama gue, bahkan benci. Makanya dia pura – pura ga kenal gue. Pasti begitu. Pasti karena Val ingin menghindari gue. Makanya dia begitu. Toh Val ingat keluarganya kok ... Masa bisa lupa nya sama gue doang?’ monolog Kafeel dalam hatinya. ‘Ga masuk akal.’


Hati dan pikiran Kafeel yang berkecamuk itu. Dengan dirinya tetap mengekori Dad R, Val serta tiga pria lainnya yang raut wajah empat pria itu kurang lebih sama seperti Kafeel. Penuh tanda tanya. Selain bingung dan heran.


Hanya saja, pikiran masing – masing empat pria itu berbeda dengan Kafeel yang masih menduga Val hanya bersandiwara saja dengan mempertanyakan siapa gerangan dirinya. Empat pria keluarga Val itu, kini sama teringat tentang tindakan penghapusan memori Val tentang Kafeel.


Dan untuk membahas hal tersebut, rasanya Celine penting untuk ditemui dengan segera.


🌷


Dad R – Papa Lucca – Varen – Nathan – Kafeel serta Val, telah masuk ke dalam kastil.


Wajah mereka yang bingung serta nampak seperti orang banyak pikiran---terkecuali Val yang akhirnya tidak memaksa agar Varen mengajaknya berkeliling pulau dulu sampai dirinya puas setelah Varen bilang jika ada satu pemeriksaan yang harus Val lakukan lagi dan Varen terlupa---dan Val manut saja kemudian, patuh pada ucapan Varen yang didukung oleh ucapan tiga pria anggota keluarganya yang lain, karena Val sadar diri jika dirinya sedang sakit dan bahkan katanya baru sadar dari koma.


“What’s wrong? ...” Adalah Gappa yang berpapasan dengan enam orang itu ketika ke enamnya memasuki kastil, dan lima pria menampakkan ekspresi wajah sama, yang disadari Gappa---aneh ekspresi ke 5 pria yang sedang bersama Val itu.


“Have you seen, Celine, Dad? ( Apa Dad melihat Celine? )” ucapan Gappa dengan ekspresi wajah heran itu, langsung ditanggapi oleh Papa Lucca. Yang mana ia dan empat pria yang bersamanya itu menghentikan langkah ketika berpapasan dengan Gappa.


Gappa menggeleng pelan, namun matanya terus memperhatikan lima orang pria di hadapannya itu.


Yang selain nampak kebingungan, namun juga terlihat agak panik dalam pandangan Gappa.


Lalu kebingungan dari lima pria yang nampak masuk dari luar kastil bersama Val, serta kepanikan yang nampak lebih jelas terlihat pada wajah Dad R – Papa Lucca – Varen dan Nathan, dialami juga oleh semua orang yang berada di dalam kastil.


Kala saat seorang bocil tampan berlari ke arahnya, Val nampak mengernyit dalam sebelum ia bilang, “Ih ini siapa? ... kok wajahnya seperti perpaduan wajah Abang dan Kak Drea? ...”


Lalu setelahnya, Celine dicari macam buronan yang sedang diburu oleh tim Buser.

__ADS_1


🌷 🌷


To be continue .....


__ADS_2