HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 83


__ADS_3

Noted: Baca episodenya dulu, baru klik tanda jempolnya jika berkenan ya.


Thank You


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia


Sebuah suara pekikan panjang membahana di sebuah area yang dekat dengan sebuah pohon matoa tua.


“Vaall Stooppp!!! ....”


“Mulai deh kelakuan itu si Kak Val ....” Ares yang langsung berhambur saat mendengar Kafeel memekik tajam itu sontak menggumam setelah mengetahui penyebab Kafeel memekik kencang itu.


“Val, Baby. Berhenti, okay? ....”


Kafeel membujuk lembut Val yang tubuhnya nampak sudah terangkat sedikit untuk menaiki reling balkon kamarnya.


“Jangan macam-macam!”


Namun setelahnya Kafeel mendelik tajam sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Val.


“Cepat kembali ke posisi sebelumnya dan tunggu aku disana!” tegas Kafeel seraya berseru tajam.


Tak ada sahutan dari Val, namun gadis itu nampak mengurungkan niatnya untuk memanjat lebih jauh reling balkon kamarnya.


“Tetap di tempat kamu ya Val!” tegas Kafeel sekali lagi. “Aku kesana sekarang!” sambil Kafeel menunjuk Val sekali lagi, kemudian mengambil langkah lebar dan bergegas dari tempatnya berada saat ini untuk pergi ke kamar Val.


“Ada apa ini?”


Mommy Ara yang mendengar suara Kafeel yang memekik dari salon dalam kediaman, itu sontak bertanya, setelah ia menyegerakan dirinya datang mendekat ke sumber suara bersama dengan para Moms yang sedang bersamanya di salon dalam kediaman mereka itu.


“Anak Aunt itu gara-garanya.” Arya yang menjawab sambil cekikikan saat Kafeel sudah bergegas menuju kamar Val.


Yang mana Arya, tidak cekikikan sendirian.


“Apa lagi tingkahnya memang?” tanya Mommy Ara lagi.


“Abis dinyanyiin Kak Kaf, dia mau loncat ke pelukan Kak Kaf dari balkon kamarnya, biar romantis kata si Val..”


Aro yang kemudian menjawab pertanyaan Mommy Ara barusan. Dan Mommy Ara sontak menggeleng sambil berdecak kecil, selepas mendengar jawaban dari Aro.


Dan The Moms berikut Aunt Shireen yang juga datang ke sumber suara pekikan yang terdengar oleh mereka itu cekikikan juga pada akhirnya, macam para pemuda-pemudi yang masih juga cekikikan itu.


Memang luar biasa anak bungsunya Daddy R sama Mommy Ara satu itu. Padahal Daddynya kul beut dan Mommynya kalem dan lembut.


Bahkan kakak lekaki kandungnya Val pun kelewat Cool lebih daripada Daddy R. Tapi entah kenapa Val tidak mewarisi satu sifat dari orang tua kandungnya, selain paras yang rupawan?.


Hanya kebaikan hati Mommy Ara saja-selain kecantikannya yang melekat pada Val, sisanya entah mirip siapa yang ada aja tingkah polahnya.


Momma?


Momma lebih condong bertingkah yang mengarah pada kenekatan yang memicu adrenalinnya.


Mami Prita?


Mami Prita memang ceriwis, tapi tidak suka yang namanya berdebat macam Val.


Ah entahlah.


Daripada pusing pada kelakuan putri bungsu kandungnya, lebih baik Mommy Ara menyelesaikan perawatan kecantikannya saja.


Lalu para pewaris muda termasuk Nathan berikut Arya dan Sony, kembali lagi ke tempat mereka, sambil melakukan aktifitas nyanyi-nyanyi sambil gitaran yang tadi terjeda, sekaligus bermain game konsol yang memang tersedia di dalam ruang santai keluarga dalam kediaman utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu, sambil menunggu para asisten rumah tangga mereka selesai hidangan untuk makan siang mereka semua.


♥♥


Sementara itu, si biang kehebohan justru sedang mesam-mesem di balkon kamarnya, setelah tidak jadi memanjat reling balkon kamar pribadinya itu.


“Padahal kan meski kamarku ini di lantai tiga, tapi tingginya tidak seperti lantai tiga di perusahaan,” gumam si gadis yang sering membuat heboh. Val. “Begitu saja sampai panik segala Kak Kafeel.”


Val masih menggumam dengan entengnya.


“Ah tapi aku senang sekali. Akhirnya aku dapat merasakan momen romantis mendapat persembahan lagu dari pria yang aku cintai.”


Val masih dengan lamunannya mengingat Kafeel yang baru beberapa saat lalu melakukan hal yang menurut Val begitu romantis. Namun kemudian lamunannya terhenti kala mendengar suara ketukan di pintu kamarnya.


Tok.. Tok.. Tok.. Tok..


“Hei Nona Val cantik, bisa tolong segera bukakan pintunya?!” Dan suara Kafeel langsung terdengar setelah suara ketukan yang terdengar tergesa itu berhenti.


Kafeel memanggil Val dengan memuji, namun ia berseru, bahkan tampak tak sabar.

__ADS_1


“Iya, sebentar—“


Val menyahut dan langsung beringsut dari balkon kamarnya itu - menuju kamarnya tersebut, guna membukakan untuk Kafeel.


“Kak kafeel sayangnya Val yang romantiiss----“


Val membuka pintu kamarnya dengan sumringah menyambut Kafeel.


“Kamuuu niihh...” Kafeel dengan cepat berucap gemas saat Val telah membuka pintu kamar dan menyambutnya kemudian dengan tersenyum lebar.


Val merungut manja, tapi tersenyum lagi kemudian.


“Jangan suka aneh-aneh kenapa?...” ucap Kafeel yang wajahnya diantara cemas dan gemas.


“Aneh-aneh bagaimana sih?...”


“Yang tadi mau kamu lakukan saat di balkon, itu berbahaya Val! ...” Kafeel menyambar untuk berucap, lalu menghela nafasnya setengah frustasi.


“Val kan hanya ingin menyempurnakan momen keromantisan kita, Kak? ...” tukas Val.


“Mana ada menyempurnakan??!! ...” sergah Kafeel. “Yang ada kamu sempurna patah tulang!”


Kafeel mendelik tajam pada Val dan berkata setengah ketus.


Namun alih-alih takut, Val malah terkekeh.


“Malah ketawa.” Sungut Kafeel.


“Habis Kak Kafeel lucu!” tukas Val.


‘Orang panik begini, dia bilang lucu?!’


Kafeel membatin.


‘Ampun deh!’


Haahh, rasanya Kafeel ingin menggigit Val saat ini. Karena enteng saja kekasih kecilnya itu menanggapi kepanikannya, yang bukan bermaksud panik berlebihan soal Val.


Tapi kan Val itu memang suka aneh-aneh orangnya? ... baik kelakuan ataupun permintaannya yang kadang nyeleneh.


Jadi saat Val mengatakan dia mau melompat dari balkon kamarnya yang berada di lantai tiga kediaman utama keluarga besarnya itu, sembilan puluh sembilan persen akan rasanya si gadis ulat bulu lakukan jika Kafeel mengiyakan tindakan Val tadi.


“Pokoknya aku minta, jangan kamu bertindak aneh-aneh lagi ya Val?!” pinta Kafeel dengan tegas pada Val. “Bisa jantungan aku nanti kalau kamu berniat melakukan hal membahayakan macam yang tadi ingin kamu lakukan.” Tambah Kafeel.


“Aku ga sedang marah-marah—“


“Tapi sedari tadi Kakak bicara, Kak Kafeel melotot pada Val---“


Val menyambar untuk bicara, lalu ia mencebik dan merungut manja.


Kafeel menghela nafasnya. ‘Ah ya Tuhan, mengapa takdirku jatuh cinta pada gadis abg?! ...’ batin Kafeel.


Sementara Val yang sedang merungut manja itu sudah bersedekap.


“Aku itu bukannya marah –“ Kafeel memegang kedua bahu Val dengan lembut, lalu menghadapkan kekasih kecilnya itu pada dirinya. “Aku itu sempat panik tadi saat kamu mau minta aku untuk menangkap kamu yang hendak meloncat kepadaku.”


“Val kan hanya spontan saja, saking Val merasa begitu bahagia--”


“Iya tapi ga usah pake mau loncat dari balkon segala.” Potong Kafeel. “Nanti—“


Cup.


Tanpa Kafeel duga, Val mendaratkan satu kecupan di pipinya dengan cepat.


“Terima kasih untuk keromantisan Kak Kafeel menyanyikan lagu dengan gitar tadi...”


Val berucap lembut kemudian, setelah mengecup singkat pipi kanan Kafeel-yang orangnya sedang ada dihadapannya itu.


Membuat Kafeel spontan menarik tinggi kedua sudut bibirnya.


Kecupan Val itu membuat Kafeel jadi sumringah.


♥♥


“Love you, Val.”


Kafeel berkata lembut pada Val, sembari mengelus pipi kiri Val dengan satu jari pada tangan kanan Kafeel sambil menatap lekat wajah Val.


“Love you more, Kak ...” balas Val tidak kalah lembutnya pada Kafeel yang sekarang sedang tersenyum tampan dihadapan Val.


Val juga sama. Tersenyum dengan cantiknya pada pria pujaan hatinya itu. Yang Val cintai segenap jiwa dan raga, selain keluarganya.


Kemudian Kafeel menyentuh kepala belakang Val, lalu mengecup kening gadis tercintanya itu dengan penuh perasaan.


“Jangan pernah berhenti mencintai aku, ya? ...” ujar Kafeel dengan penuh kelembutan, berikut sorot mata yang penuh pengharapan, selain cinta yang juga terpancar dari sorot mata Kafeel pada Val saat ini.

__ADS_1


Val kian tersenyum dengan cantiknya.


“Tidak akan pernah, Kak ...”


Val menyahut kemudian, seraya ia menggeleng.


“Val tidak akan berhenti mencintai Kak Kafeel, walau waktu di bumi telah terhenti.”


‘Oh Val ...’


Kafeel membawa Val dalam pelukan.


Kekasih kecilnya yang kadang ‘rusuh’ itu, tetap saja sering membuat hati Kafeel menghangat dengan kata-kata puitis yang membuat hati Kafeel meleleh, bak mentega yang di letakkan di atas wajan panas.


“Ya sudah, kita turun yuk.”


Kafeel mengajak Val selepas ia mengurai pelukannya.


Val pun mengangguk mengiyakan.


“Ayo!” kata Val antusias.


Lalu dengan cepat Val melingkarkan tangannya di lengan Kafeel. Namun disergah Kafeel yang menautkan jemari mereka, hingga saling menggenggam. Dan berjalan keluar dari kamar Val dengan sering bersitatap dan tersenyum bahagia.


Val dan Kafeel menggunakan tangga untuk turun ke lantai bawah.


Enggan naik lift, agar tautan mesra jemari mereka tidak cepat terlepas.


“Val janji ya, jangan melakukan tindakan-tindakan yang kiranya membahayakan?”


“Iya Val janji deh—“


“Kok ada deh-nya? ...” sambar Kafeel.


Val terkekeh kecil. “Ya habis Val tidak tahan, kalau Kak Kafeel berlaku romantis pada Val –“


Kafeel lalu tersenyum. “Tapi kalau Val bertingkah seperti tadi, aku tidak mau melakukan hal yang romantis lagi—“


“Yaahh jangan doongg ...” sergah Val dengan manja. Dan kafeel pun tersenyum simpul.


“Ya makanya jangan suka aneh-aneh lagi, yang membuat jantung aku ini ketar-ketir ...”


Val terkekeh kecil sekali lagi.


Dan Kafeel tersenyum lagi melihat wajah cantik nan fresh Val yang sedang terkekeh kecil itu.


“Eh iya, ngomong-ngomong, aku penasaran—“


Kafeel kemudian bersuara sambil ia berjalan bersisian dengan Val menuju lantai bawah kediaman keluarga besar kekasih kecilnya itu.


“Val kan suka bunga tulip-katanya?—“


“Iya.”


“Tapi kenapa hanya suka tulip merah aja?”


Kafeel lanjut bertanya.


“Karena itu melambangkan cinta sejati, Kak ...”


“Seperti cinta kita? ...” sambar Kafeel. ‘Ya Allah Ka, receh banget lo sumpah!’


Lalu hati Kafeel merutuki dirinya sendiri, hingga Kafeel pun merasa geli sendiri.


“Kak Kafeel aslinya punya stok bunch (gombalan) banyak juga ya?—“ tukas Val dan Kafeel pun terkekeh kecil.


“Habis pacar Kakak ngegemesin banget sih ...”


Kafeel pun segera menyahut, sembari memencet gemas hidung Val, yang orangnya kemudian tersenyum menggemaskan.


“Ngomong-ngomong soal bunga kesukaan Val itu, apa ga bisa Val ganti dengan yang lebih lumrah?. Tulip merah kan susah carinya. Kalau aku pas mau kasih bunga ke kamu, masa harus pergi ke Belanda dulu? ....“


“Ya tidak usah sering-sering memberi Val bunga tulip merah juga. Tapi Val harap orang-orang yang menyayangi Val, akan membuatkan taman tulip merah untuk Val, seandainya Val tidak punya banyak waktu di dunia ---“


Deg!.


♥♥♥♥


To be continue....


Semoga selalu enjoy, se-enjoy kalean memberikan jejak jempol yang sangat emak hargai.


Salam sayang,


Emaknya Queen

__ADS_1


__ADS_2