HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
H A N G O U T


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Episode sebelumnya:


Disebuah minimarket,


‘Eh? .....’ (Batin Mika dan Arya)


“Loh kok?-“ (Mika)


“Lah?-“(Arya)


“Mba Sifa sama Kang Ujang kok disini??” (Mika)


“Nah iya nih! .....” (Arya)


“Non Mikaela, Den Arya-“ (Dua ART Keluarga Cemara)


“Kalian kok ada disini?” (Mika)


“Beli susunya Den Muda Putra sama Non Muda Gadis disuruh sama Nyonya Fania.” (Mba Sifa-salah satu ART)


“Loh, kan aku udah bilang kalau aku yang mau belikan?” (Mika).


“Kata Nyonya Fania, nunggu Non Mikaela sama Tuan Arya berdebat unfaedah, nanti keburu subuh baru kebeli susunya Den Muda Putra dan Non Muda Gadis.” (Mba Sifa)



Jadi, kira-kira beberapa waktu sebelumnya ..


“Den Arya sama Non Mika mau pake motor yang mane? ... biar Mang Ateng yang keluarin ...”


Seorang pegawai kepercayaan Ake Herman menghampiri Mika dan Arya yang sudah berada di garasi rumah Keluarga Cemara, dan sudah nampak berdebat unfaedah saat pegawai bernama Mang Ateng itu datang menghampiri Mika dan Arya.


“Itu Mang.”


Mika menunjuk pada sebuah motor matic.


“Jangan yang itu Mang, yang itu aja tuh! ---“ namun Arya menyergah.


Si Sadboy menunjuk motor lain selain yang ditunjuk oleh Mika.


“Dih apaan sih lo? Orang gue yang mau naik motor kenapa jadi lo yang sibuk milihin motor yang mau gue pake?!”


“Masa gue naek motor matic? ... Laki gitu loh?! ...”


“Udah keluarin itu motor maticnya Mang Ateng!”


“Oke Non Mikaela ...” sahut Mang Ateng.


“Ih apaan sih lo?!”


Mika kembali berketus ria karena Arya kini berdiri di depannya dengan tahu-tahu membelakanginya.


“Udah Mang Ateng masuk aja, biar saya yang ngeluarin sendiri motornya ...”


Arya berucap dengan mengabaikan Mika yang ia belakangi itu.


“Siniin kuncinya itu ...” pinta Arya pada Mang Ateng sambil menjulurkan tangannya.


“Kasih aku sini kuncinya itu motor matic ...” terobos Mika yang sama menjulurkan tangannya pada Mang Ateng seperti Arya.


Mang Ateng jadi garuk-garuk kepalanya saking ia jadi keder sendiri sama dua orang yang sedang ada di hadapannya itu.


“Udah Mang Ateng masuk aja ...” kata Arya. “Ini Non Judes urusan saya ...” tambah Arya.


Mang Ateng pun mengangguk.


--


Sementara itu disudut lain rumah Keluarga Cemara ..


“Abang, Kak Drea, Putra tanyakan susunya nih!”


Valera yang sedang bermain bersama Putra dan Gadis dengan Kafeel dan para kakek-nenek, serta dua uyut itu mengadu pada kedua kakaknya.


“Sabar ya my boy? –“ Varen menghampiri Putranya yang nampak bersungut manja itu. “Aunt Mika sedang membelikan susumu dan Gadis.”


“Tapi aku kan udah antuk Papap –“ sahut Putra. “Gadis juga udah antuk!” sambungnya sambil menunjuk pada Gadis yang sudah mulai rewel di gendongan Poppa karena meminta susu.

__ADS_1


“Iya, sabar yah? .. Kan lagi dibelikan Aunt Mika susunya?” ucap Varen pada anak lelakinya dan Drea itu.


Putra tidak menjawab, dengan wajahnya yang tetap bersungut ria. Varen dan mereka yang disekeliling Putra mendengus geli.


“Minum bandrek aja bandrek!”


Aro datang dengan berkelakar.


Lalu Varen berdecak kecil. “Jangan iseng nambah-nambahin .. Makin rewel nanti mau diemin dia lo?!”


Varen berkata kemudian.


Menimpali celetukan iseng Aro.


Aro pun terkekeh kecil.


“Kan ada susu yang biasa di gado tuh sama si Ares sama si Isha. Pake aja itu dulu.” Aro lalu berkomentar.


“Ga mau mereka,” sahut Papi John.


“Ya daripada lama nunggu si Mika sama Kak Arya bawain itu susu.”


“Orang minimarket deket ga mungkin lama. Kecuali die berdua mojok dulu di danau!”


“Bukan masalah mojoknya ..”


Aro menukas ucapan Momma.


“Nah itu orang dua aja masih debat unfaedah di depan? –“


“Hah? Seriusan Ro?! ..”


Drea yang bersuara.


“Bener Kak Drea, liat aja kalo ga percaya, masih berantem itu Kak Mika sama Kak Arya.” timpal Ares dan Drea pun segera melongok ke arah luar.


“Ya ampuunn ..” gumam Drea dengan Momma yang ikut melongok ke tempat yang sama dengan Drea.


“Sifaa,” Momma bersuara kemudian, memanggil salah satu asisten rumah tangga di rumah yang ditinggali oleh Ake Herman dan Ene Bela itu seringnya. “Faa –“


“Saya, Nyonya Fania,” ART yang bernama Sifa itu datang dengan segera ke hadapan Momma.


“Kamu jalan sama siapa kek naek motor beliin susunya itu Putra sama Gadis,” ucap Momma pada Sifa.


“Drea, kasih Sifa duit but beli susunya Putra sama Gadis! Nunggu itu si judesgirl sama si sadboy kelar berdebat unfaedah keburu adzan subuh baru dateng itu susu ..”


Momma pun menggerutu.


“Gue kawinin juga tuh anak berdua ntar!”



Yah begitulah.


Setelah salah seorang ART Keluarga Cemara yang di temui Mika dan Arya di minimarket tempat mereka berhenti untuk membelikan susu Putra dan Gadis itu berkata,


“Kata Nyonya Fania, nunggu Non Mikaela sama Tuan Arya berdebat unfaedah, nanti keburu subuh baru kebeli susunya Den Muda Putra dan Non Muda Gadis.”


Arya spontan tertawa dan Mika merungut.


Lalu setelahnya, kedua ART Keluarga Cemara yang bertemu dengan Mika dan Arya di minimarket itu undur diri karena sudah diteleponin sama orang rumah, Mika pun ikut juga keluar dari minimarket tanpa membeli apa-apa.



“Ayo.”


Arya menelisik Mika yang masih berdiri saja setelah Arya sudah kembali menaiki motor Momma yang ia pinjam.


“Nah elo belom pake helm? –“


“Gue liat ga ada yang pake helm tadi orang-orang yang wara-wiri di ini komplek.”


“Heh, tadi aja lo sok-sok-an ngajarin gue soal keselamatan.” Tukas Mika.


“Ya udah lo yang pake nih.”


“Ih hell no pakai helm bekas lo! Bau nanti rambut gue!”


Mika menolak pongah, dan Arya memutar bola matanya malas.


“Ya udah pegangin kalo gitu,” kata Arya.

__ADS_1


“Ga mau ..” tolak Mika lagi.


“Ck!” decak Arya sebal. “Dah naik cepetan!” ucapnya kemudian, sambil Arya menyampirkan helm di tangan kirinya sendiri.


“Miringin! –“


“Hish!”


Arya mendesis sebal, namun ia tetap memiringkan sedikit motornya agar memudahkan Mika untuk naik ke boncengan belakang.



Bukan Mika dan Arya jika mereka tidak adu bacot asal ada kesempatan.


“Sekarang mendingan lo bawa ini motor cepat balik ke rumah Ake dan Ene!”


“Kalo gue ga mau??-“


“Gue ga peduli!”


Yah begitulah kiranya si judesgirl versus si sadboy, hingga sampai,


“ARYA NARENDRAAA!!!”


Pekikan kencang keluar dari mulut Mika seiring dengan tangannya yang langsung melingkar di perut Arya, kala Arya membawa laju motor yang ia kendarai itu dengan sangat kencang.


“MODUS BANGET LOO!!-“ sambungan pekikan Mika, dengan tangannya yang semakin ia eratkan di pinggang Arya, dimana si sadboy terkekeh geli.


“Nyaman kan meluk gue?! .....” tanya Arya sambil masih ngekeh.


“DASAR FUCEKBOY!”


Pekikan Mika yang menggelegar pun kembali terdengar.


Dan Arya menimpali dengan gelakan tanpa akhlak.


Tak peduli meskipun punggungnya dijadikan samsak dadakan oleh Mika.


“Sadboooyyy pelanin motornyaa!!”


“Kapok ga?! –“ tukas Arya.


“Iya tapi pelanin motornyaa –“


“Minta yang bagus dulu!” seru Arya.


“Pleaseee .....” Mika mengeratkan pelukannya di pinggang Arya, sambil menyembunyikan wajahnya tanpa sadar diantara punggung dan bahu Arya.


‘Imut juga ini bocah judes, kalo begini.’



“Lo mau bunuh gue, hah?!” Arya langsung disapa oleh bentakan Mika saat telah memberhentikan motornya. Namun begitu, tetap saja si sadboy nampak woles.


“Engga, gue mau nembak lo!”


Arya langsung menarik tangan Mika yang cengo secara instan.


“Duduk!”


“Eh ngomong-ngomong ini kan dimana? –“


"Cafe --"


“Ish! Gue juga tau ini Cafe!”


“Trus kenapa masih nanya? –“


“Ya dari tadi gue tutup mata gara-gara lo bawa motornya kayak setan!”


Mika mulai ngegas dan Arya terkekeh.


“Udah duduk diem! Mau pesen apa? –“


“Ginjal lo!”


Arya spontan tergelak.


“Hati gue aja ya?”


**

__ADS_1


To be continue ....


Terima kasih masih setia.


__ADS_2