
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
"Maaf, semua. Saya hendak memeriksa Nona Valera dulu, jadi sebentar saya meminta ruang..."
"Baik, Celine. Tapi aku ingin berada di sini untuk menemaninya disaat kau memeriksanya."
"Tentu Tuan..."
“Dad-dy... Val, thir-sty...”
“Apa boleh memberikannya minum, Cel?...”
“Tentu boleh, Nyonya--Biar saya ambilkan –“
“Ga usah Cel, kamu periksa aja Val. Biar aku yang ambilkan minum untuk Val...”
“Sambil menunggu Nyonya Muda Andrea mengambilkan anda minum, saya ijin melakukan pemeriksaan ya Nona Valera?...”
--
“Apa anda dapat mendengar suara saya dengan jelas, Nona Valera?”
“I,ya... bisa...”
“Baik. Sekarang tolong lihat ke arah cahaya senter ini lalu buka mulut anda ya, Nona Valera?”
“....”
“Tarik nafas dan buang perlahan.”
“....”
“Apakah cubitan saya barusan dapat anda rasa, Nona?...”
“I,ya... bisa...”
“Maaf ya Nona Valera, saya singkap dulu selimutnya.”
“....”
“Baik. Terima kasih.”
“Apa semuanya baik-baik saja, Cel?...”
“Untuk pemeriksaan awal semuanya baik.”
“Alhamdulillah. Syukurlah...”
--
“Nona Valera, bisa anda katakan pada saya apa yang anda rasakan sekarang?”
“A,ku, merasa lemas, sekali...”
“Selain itu?”
“Teng,gorokanku, sekarang, terasa, kering lagi...”
“Ada lagi keluhan lain yang anda rasakan?”
“Pung, gungku, panas... dan pegal...”
“Lalu?”
“Kepala,ku... sedikit terasa nyeri...”
--
“Tuan Moreno, Nyonya Kyara, Tuan Muda Alva dan Nyonya Muda Andrea, bisa saya berbicara dengan anda semua secara pribadi?”
“Tentu, Celine.”
“Tapi Val ditinggal sendiri?”
“Aida yang akan menjaganya.”
“Ya sudah kalau begitu.”
“Mari, Tuan, Nyonya –“
“Okay.”
“Val, Abang-Kak Drea-Dad dan Mom, ingin bicara sebentar dengan Celine di luar... kamu ga apa kan, kalau kami tinggal sebentar?”
__ADS_1
“I, ya... tak, apa... A, bang...”
“Ya sudah, kami tinggal dulu, ya?”
“I, ya... A, bang –“
“Sayang, ini Aida, asistennya Celine. Dia yang akan menemani kamu disini selama kami bicara dengan Celine di luar. Tidak apa-apa, kan?”
“I, ya... Mom-my...”
“Ya sudah.”
“Kami tidak akan lama kok.”
--
“Mom Peri, Kak Val udah oke, kan? Kak Val ga balik koma lagi, kan? –“
“Tidak Ares.”
“Syukurlah... hiks! –“
“Kak Val hanya masih lemah saja, Boy –“
“Iya Daddy... Ares cuma takut kalau Kak Val koma lagi.”
“Insya Allah,Kak Val akan sembuh, Ares –“
“Aamiin.”
“Ares mau liat Kak Val.”
“Aina juga.”
“Tunggu sebentar ya, ada yang ingin disampaikan Kak Celine pada kita semua, dan kalian juga perlu mendengarnya agar kita bisa sama-sama merawat Kak Val sampai dia bisa kembali sehat seperti sedia kala –“
--
“Kau bisa bicara sekarang, Cel.”
“Baik, jadi begini... atas dasar pasien yang bangun dari koma, mereka biasanya akan merasa sedikit linglung. Karena otak mereka sedang mencoba mengingat hal terakhir yang mereka lakukan sebelum kesadaran atau ingatan penuh mereka kembali. Untuk berapa lama hal itu pasien yang baru tersadar dari koma alami, variatif. Jadi untuk itu, jangan dulu mempertanyakan banyak hal padanya. Atau jika memang bisa, jangan dulu bertanya sampai kondisi Nona Valera benar-benar stabil...”
“Apa termasuk kami tidak boleh mengajaknya ngobrol?...”
“Mengajak ngobrol boleh saja, namun mungkin yang ringan saja Tuan –“
“Okay.”
“Baik Cel, kami mengerti.”
“Oh iya Cel, tadi Val mengeluh jika kepalanya sedikit nyeri.”
--
“Apa itu kiranya ada hubungan dengan tindakan yang pernah dilakukan pada memorinya?...”
“Untuk rasa nyeri yang Nona Valera katakan di kepalanya, kiranya perlu MRI dan CT scan untuk mengetahui penyebabnya. Termasuk EEG. Namun jika melihat kalau Nona Valera mengenali anda semua, saya pikir tindakan mengenai memorinya itu tidak memberikan pengaruh. Karena saya pernah mengatakan jika alat itu baru dipergunakan pada Nona Valera, dan sejauh mana efektifitasnya baru saya bisa ketahui dari hasil yang didapat setelah saya memeriksa otak Nona Valera secara keseluruhan.”
“Tapi, tolong lakukan perlahan ya, Cel...”
“Tentu Nyonya Prita. Saya akan melakukan semua dengan bertahap, tergantung dari kondisi fisik Nona Valera juga. Saya pun akan berkomunikasi dengan Dokter Mario nanti.”
“Apa ada pantangan makanan dan minuman untuk Val?”
“Pantangan sih tidak ada. Tapi fokus kepada pemberian makanan dan minuman yang memiliki nutrisi untuk pemulihan, karena selama ini Nona Valera hanya mendapatkan asupan nutrisi dari selang saja. Serta nanti Nona Valera dibantu untuk menggerakkan tubuhnya secara rutin, walaupun beliau tidak mengalami bedsores.”
--
( MRI = Pemeriksaan menggunakan medan magnet yang kuat untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh ).
( CT Scan = Pemeriksaan dengan mengambil serangkaian gambar menggunakan sinar X ).
( EEG = Pemeriksaan aktivitas listrik dalam otak ).
( Bedsores = Cedera pada kulit dan jaringan di bawah kulit akibat tekanan yang berlebihan pada kulit. Orang yang terbaring cukup lama dengan posisi tak berubah yang biasa mengalaminya ).
--
“Untuk sementara ini, saya cukupkan informasi yang saya katakan terkait kondisi Nona Valera dan segala tindakan yang perlu dilakukan.”
“Baik Celine, terima kasih.”
“Per berapa orang boleh berada di dekat Val?...”
“Empat sampai lima orang atau enam, it’s okay.”
__ADS_1
“Aku dan Aina masuk ke kelompok pertama yaa?”
“Ih, cewe-cewe dulu doong, Ares! –“
“Ga mau! Aku udah tep duluan... Ayo, Aina! –“
“Ya udah, kami dulu ya, Moms, Dads, Kakek-kakek, Nenek-nenek, kami dulu para muda-mudi yang duluan menjenguk Val ya?...”
“Ya sudah sana.”
“Inget yang tadi Kak Celine bilang!”
“Iyaa –“
“Jangan lama-lama!”
“Iyaa –“
“Setelah mereka, kami dulu para wanita. Ladies first, after kiddos, oke? Oke!”
🌷🌷🌷
Little Star Island, Isola, Italy...
Present day ( Saat ini ).
“Lo hanya boleh pergi dengan ijin gue, atau kalau Val yang menyuruh lo pergi secara langsung setelah lo menyampaikan permintaan maaf lo ke dia, lalu Val tidak terima. Tapi, kalau setelah lo meminta maaf dan Val ga mengijinkan lo pergi, sampai mati lo harus tetap di sini.”
Adalah Varen yang berbicara kepada Kafeel, setelah tepat saat dia ingin keluar dari ruang rawat Val setelah sebentar ia melihat Val di dalam ruang khusus pada ruang rawat, Varen mendengar Kafeel berpamitan pada beberapa pria anggota keluarganya yang menunggu giliran untuk menengok Val.
“Apa lo mengerti, Kafeel Adiwangsa?” ucap Varen lagi.
🌷🌷🌷
Batin Kafeel berperang setelah mendengar ucapan Varen.
Satu sisi, betapa ingin dia bertatap muka dengan Val.
Tapi di sisi lain, Kafeel takut jika Val akan emosi saat melihatnya dan turun nanti kondisi Val malahan.
Bukan karena takut menghadapi Val atas dasar rasa pengecut.
Tapi murni, karena Kafeel ingin proses pemulihan tidak sampai terhambat karena dirinya yang bisa saja memicu emosi Val.
Namun pada akhirnya, setelah menimbang,
Kafeel mengikuti keinginan Varen. Ia akan berada di Little Star Island untuk bertatap muka dengan Val dan meminta maaf secara langsung pada gadis tercintanya itu.
Permintaan maaf yang belum sempat Kafeel utarakan secara langsung pada Val, karena saat Val belum melakukan aksi nekatnya untuk bunuh diri, akses Kafeel untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Val di blok secara keseluruhan oleh para pria pelindung keluarga gadis tercintanya itu.
Dan setelahnya, Val sudah terlanjur ‘tertidur’ cukup panjang ketika sampai masa Kafeel bisa bertemu lagi dengan sang pemilik rindu dan hati Kafeel.
Jadi permintaan maaf Kafeel pada Val belum terealisasi secara sempurna, walaupun saat Val masih ‘tertidur’, entah sudah berapa ratus kali Kafeel membisikkan kata maafnya di telinga Val.
Yang mana memang belum afdol.
Makanya Kafeel memutuskan untuk ikut apa yang Varen bilang pada akhirnya.
Dan lagi, semua anggota keluarga Val pun menganjurkan Kafeel untuk tinggal saja dulu.
Jadi, Kafeel akan pergi kalau Varen atau anggota keluarganya secara keseluruhan menyuruhnya pergi kemudian.
Atau, seperti yang Varen juga bilang, Kafeel akan membawa kakinya jauh pergi dari Little Star Island jika Val secara langsung mengusirnya.
Jadi Kafeel menjeda pamitannya pada seluruh keluarga Val. Dan menunggu masa tiba dirinya diperbolehkan masuk untuk bertatap muka dengan Val.
Tapi untuk itu, Kafeel harus menunggu.
🌷🌷🌷
“Tapi kau menunggu dulu, Boy. Karena selain Celine observing kondisi kesehatannya, lalu kita harus menunggu hasil observasi itu di setiap harinya, kami pun memperhatikan juga kondisi emosi Val dan memikirkan bagaimana reaksi awal Val saat melihatmu.Tak apa bukan?”
“Sangat tidak apa-apa, Pap,” jawab Kafeel, menanggapi ucapan Papa Lucca padanya. "Kalian pertimbangkan saja dulu bagaimana baiknya. Aku akan mengikuti apapun yang kalian katakan. Kesehatan Val lebih penting. Dan aku punya waktu seumur hidup menunggu untuk bertatap muka dengannya..."
Dan dari saat itu, memang selama beberapa hari setelahnya, Kafeel belum mendapat kesempatan untuk bertatap muka dengan Val.
Hingga di tiga hari berikutnya.
Kafeel sedang berada bersama beberapa pria anggota keluarga The Adjieran Smith di halaman kastil, ketika Nathan yang bersamanya itu kemudian nampak terkejut, begitu juga dua pria lainnya selain Kafeel yang melihat ke arah yang sama dengan Nathan.
“V-Val? –“
“Halo Kak Tan – Tan... Abang... Daddy...”
Dan Kafeel yang membelakangi dia gerangan yang baru saja menyebut tiga orang yang bersamanya itu, langsung menegang di tempatnya.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
To be continue......