HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
MENYAMBUT ESOK


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Little Star Island, Italy ....


Mendekati mereka yang sedang berada di ruang makan kastil pada salah satu pulau pribadinya keluarga *T*he Adjieran Smith, yang sedang sarapan bersama di sebuah ruang makan yang memiliki meja makan yang cukup panjang. Dimana kursi – kursi yang tertata mendampingi meja makan tersebut, kiranya cukup untuk belasan orang.


Ada beberapa orang dari keluarga The Adjieran Smith yang sedang duduk bersama untuk sarapan, termasuk satu calon anggota keluarga yang sedang dibahas kapan akan diresmikan secara resmi – resminya, yakni menjadi suami dari salah satu Incess of The Adjieran Smith.


“Aku senang melihat kalian pada akhirnya bersikap seperti ini,” Adalah Dad R yang berkata pada Arya dan Mika., dimana keduanya kini sudah tidak lagi terlihat menjaga jarak setelah balikan, karena kondisi Val sebelumnya yang menjadi bahan pertimbangan Arya dan Mika untuk tidak berinteraksi mesra jika mereka tidang sedang berduaan.


Mika dan Arya tersenyum menanggapi ucapan Dad R barusan itu. “Kami sudah membicarakannya semalam, Dad.”


Lalu Arya yang kemudian angkat suara. Dan setelahnya, Mika menyusul Arya untuk bicara. “Benar tidak apa, Dad? kalau aku dan Arya memutuskan untuk terbuka seperti ini di depan Val? ..”


“Aku bukannya sudah mengatakan padamu, saat kamu begitu naif dengan pikiranmu yang berpikir kalau kamu merebut impian Val dengan mempertahankan hubunganmu dan Arya?”


Dad R langsung menanggapi ucapan Mika.


“Dan aku juga sudah mengatakan untuk tidak perlu menunda apalagi membatalkan acara lamaran dan pertunanganmu dan Arya yang sudah terjadwal, bukan?”


“Iya, Dad,” angguk Mika.


“Dan aku sudah beberapa kali meminta pada kalian untuk bersikap layaknya dua se - joli sejak kalian kembali lagi bersama –“



“Meskipun Val tidak mengalami kondisi yang seperti sedang dialaminya saat ini. Yang mana dia mungkin masih menyimpan perih di hatinya terkait Kaka, dan apabila kita tidak tahu cerita yang sebenarnya soal Kaka yang tega menyakiti Val dengan begitu dalam .. Aku rasa Val tidak akan keberatan sama sekali melihat kalian terus bersama, bahkan menikah lebih dulu darinya .. Walau dia yang lebih dulu memiliki mimpi itu darimu, May.” Dad R yang masih  bicara.


“Bener tuh yang dibilang Dad R ..”


Ini Momma yang kemudian nyeletuk.


“Ga akan Val pernah merasa kalau kamu merebut mimpinya andai kamu lebih dulu nikah dari dia.”


“Bahkan aku rasa kebahagiaannya melihatmu dan Arya terus bersama lalu menikah --- walau mendahuluinya. Akan membuat sakit di hati Val malah tertutupi dengan kebahagiaannya atasmu dan Arya.”


Dad R yang kemudian kembali berkata setelah Momma meneruskan celetukannya tadi, dan Mika pun menarik tipis sudut bibirnya.



“Jadi atas dasar kalian yang sudah go public seperti ini,” Lalu setelahnya Dad R kembali berkata, “Sudah siap untuk membicarakan pernikahan?..”


Dad R tersesenyum simpul sambil memandang pada Arya dan Mika yang nampak kompak sedikit tercengang, setelah mendengar penuturan Dad R yang barusan.


“Kalau soal itu kami belum sampai membicarakannya, Dad .. fokus pada Val dulu lah. Soal pernikahanku dan Mika rasanya tidak tepat untuk dilaksanakan saat Val masih kayak gini.”


“Iya, Dad. Aku setuju dengan Arya –“


“Dibicarakan untuk direncanakan, kan bukan berarti harus segera dilakukan..”


Mommy Ara yang kemudian angkat bicara.


“Kita fokus pada pemulihan Val secara keseluruhan, itu sudah pasti .. tapi anak kami bukan Val saja. Ada kamu, Aro – Isha, Rery – Ann, serta Ares dan Aina. Yang harus kami berikan fokus yang sama seperti kami mencurahkan fokus dan perhatian kami pada Val. Bahkan Abang – Kak Drea dan Kak Tan – Tan beserta Kak Via kalian, sekaligus dua malaikat mungil kita –“


“Indeed ( Benar sekali )”


Gappa yang menimpali ucapan bijak Mommy Ara barusan.


Yang timpalan Gappa berikut persetujuan atas ucapan bijaknya Mommy Ara itu, diaminkan oleh para orang tua dan tetua yang ada.


“Fokus kepada pemulihan Val dan rencana kalian untuk ke jenjang yang lebih serius, rasanya juga dapat dilakukan seiring sejalan.”


Poppa yang kemudian angkat suara.


“Toh secara fisik Val sudah kian membaik, dan pernikahan kalian kan tidak untuk dilaksanakan besok .. jika memang mau dalam beberapa bulan ke depan, aku rasa Val --- secara fisik, sudah dapat melakukan aktifitas seperti biasa saat itu. Termasuk terlibat dalam rencana pernikahan kalian dan acara utamanya tentunya ..”


“Setuju sama Poppa Bobla.” Ini Momma yang nyeletuk.

__ADS_1


“Bob – la? ..”


“Botak blaem – blaem ..”



“Ngomong – ngomong, kamu ga keluar bareng dari kamar kalian sama Kak Kaf, Ar?” Via yang mencetuskan pertanyaan, selepas ia dan mereka yang bersamanya di ruang makan kastil itu, sempat terkekeh bersama --- sejenak, akibat celetukan iseng Momma --- yang ada aja bahasa absurd keluar dari mulut ceriwisnya.


“Yaah, Kak Via lupa? Kalo Kak Kaf tuh langsung cepet keluar dari kamar kalo dia udah denger kabar Val udah tidur .. kalah The Flash juga ..”


Arya pun segera menjawab pertanyaan Via, yang kemudian mendengus geli akibat satu kalimat selorohan yang menyertai jawabannya itu. Namun setelahnya Via menarik menghembuskan nafas prihatin.


“Nanti kalau Val mendusin, baru Kak Kaf nyingkir dari ruang rawat Val. Itupun dia akan setia berjaga di ruang tunggu, kalo Val cuma sekedar mendusin. Cuma demi nungguin Val semaleman. Demi bisa deket – deket sama Val, plus puas –puasin ngeliatin Val. Sampe nanti Val bisa nerima masa dia berada sekarang. Dan lebih bagusnya sih, ya ga lagi kejebak dalam ingatan 14 tahunnya, lalu Val inget lagi sama Kak Kaf. Baru deh tuh,dia berani nunjukkin muka berhadapan sama Val lagi.”


Arya bertutur panjang.


“Gitu sih yang Kak Kaf bilang ke aku.”


“Kasian Kak Kaf. Karena dia dengar Val suka merasakan nyeri di kepalanya jika dia mencoba mengingat – ingat masa yang dia lupakan, Kak Kaf malah mengorbankan dirinya sendiri dengan berdiri di urutan belakang ..”


Lalu Via berkata dengan nada yang sedikit lirih selain prihatin. Dimana perkataannya itu membuat mereka yang sedang bersamanya itu, sama menghela nafas prihatin mereka seperti Via. Karena seyogyanya, meski dengan bahasa kiasan, namun mereka yang mendengar ucapan Via tadi itu, paham dengan apa yang Via maksud.


“Tapi sedikit banyak, aku setuju dengan apa yang Kaka putuskan mengenai dia yang melarang kita dulu untuk menceritakan siapa dirinya pada Val .. toh kalian lihat sendiri, jika Val masih sulit menerima jika kenyataan dirinya sekarang, berbeda dengan apa yang ia kira.” Papi John berkomentar. “Mengatakan tentang siapa Kaka pada Val saat ini, seolah kita menjejali tempat yang sempit dengan banyak barang –“


“Iya juga sih. Banyak hal tentang dirinya yang Val sendiri lupakan. Itu aja kita mesti satu – satu menjelaskannya, belum lagi kalau untuk satu cerita --- Val akan punya beberapa pertanyaan yang harus kita jawab satu – satu dengan sangat hati – hati dan terperinci, supaya satu cerita itu nempel dulu di otaknya.”


Momma menimpali komentar Papi John barusan. Yang seperti Via, Papi John menyertakan kalimat kiasan dalam ucapannya. Lalu Momma lanjut bicara.


“Val aja masih mikir umurnya 14 tahun. Nah kalo kita kasih tempe Val soal Kafeel yang pernah jadi tunangannya, apa ga histeris tuh si Val kalo dia yang mikir umurnya masih 14 tahun tahu – tahu punya tunangan aja? ..”


Dan ucapan Momma dijawab dengan anggukkan setuju oleh mereka yang sedang bersamanya itu.


“Pokoknya gini aja lah. Bener kata Arya. Fokus dulu sama Val. Bantu dia untuk terima kondisinya sekarang dulu. Nanti, kalau dia sudah bisa terima. Artinya otaknya juga udah tenang?  Kita mau menambahkan satu jadi dua cerita, mungkin akan lebih mudah. Dan kemudahan Val yang bisa menerima dirinya dimasa sekarang, siapa tahu juga bisa merangsang ingatannya buat kembali. Termasuk, tentang Kaka.”



Apa yang Momma ucapkan kebetulan didengar oleh seseorang yang sudah berada di dekat pintu ruang makan kastil, selepas ia keluar dari ruang rawat Val.


Adalah Kafeel yang membatin itu, dengan tersenyum getir di tempatnya.


‘Dan jika tiba waktu itu datang, gue rasa yang gue dapati hanya kebencian Val aja. Karena diluar ingatannya aja, dia udah antipati sama gue.’



“Kenapa, Val?”


“Bisa tidak tolong tutup tirai itu, Ann? –“


“Kenapa memang Val?”


“Aku sedikit merasa terganggu diperhatikan oleh pria asing itu ..”


‘Val bahkan takut sama gue.’


Kafeel yang sedang duduk di balkon kamarnya dalam kastil di Little Star Island itu, membatin sambil mengusap kasar wajahnya.


Serta menghembuskan nafas yang amat frustasi.


Kemudian terdiam memandangi langit di atasnya, dengan pikiran Kafeel yang kemudian membulatkan sebuah keputusan.



Dua hari berlalu dari Val yang telah diberitahukan jika dirinya yang berpikir kalau usianya sekarang adalah 14 tahun, pada kenyataannya Val sudah berusia 18 tahun.


“Dads, Va, Than, Gappa, Ake, aku ingin bicara..”


Ini Kafeel yang angkat suara. Karena dalam masa dua hari itu, Val terlihat masih sulit menerima kenyataan yang ada tentang dirinya. Dan semalam, Kafeel telah membuat keputusan.


Dimana keputusan itu, kemudian sekarang ia cetuskan pada mereka yang sudah duduk bersama Kafeel.

__ADS_1


“Besok aku akan pergi dari sini..”


Kafeel lanjut bicara, dan ucapannya barusan mengejutkan mereka yang sudah duduk bersama Kafeel pada satu ruangan di kastil dalam Litttle Star Island.


“Kau tidak berencana untuk menemui mantan mertua dan istrimu untuk melakukan satu hal pada mereka, bukan?—“


“Karena percuma juga,”


Poppa menukas ucapan Dad R yang serupa pertanyaan pada Kafeel.


“Mantan mertua dan istrimu itu sudah dideportasi dari Malay berikut dicoret dari kewarganegaraan sana. Serta sudah dibanned untuk masuk ke Indo,” tambah Poppa. “Dan aku sudah memastikan, jika mereka berada di tempat yang jauh. Dan andai tiga hama itu berani lagi membuat ulah yang menyenggol keluarga ini termasuk kau dan keluargamu, aku sendiri yang akan memastikan jika mereka akan memiliki hidup yang jauh dari kata layak.”


Begitulah Poppa berkata, dan perkataannya----walau ia mengatakan dengan santai sekalipun namun kalimat yang terucap terdengar seperti sebuah penekanan, sesungguhnya Poppa memang ‘Raja Tega’ jika sudah merasa kenyamanannya terganggu oleh orang-orang yang Poppa sebut hama. Dan sesungguhnya juga, janganlah di tantang rasa ketidaknyamanannya Poppa itu oleh mereka yang sudah Poppa lingkari----jika ingin hidup nyaman dan damai serta layak.



Kembali kepada Kafeel yang sebelumnya mengatakan jika ia hendak pergi dari Little Star Island besok hari.


Dimana setelah ia mengatakan rencananya itu, Dad R dan Poppa langsung menimpali ucapan Kafeel tersebut.


“Tidak Dad, Pop.” Kafeel yang menanggapi timpalan Dad R dan Poppa itu kemudian lanjut bicara. “Aku mungkin tidak akan kembali ke sini dalam waktu dekat—“


“Apa lo sudah menyerah?”


Ucapan Kafeel barusan lalu ditukas Varen.


“Menunggu Val mengingat tentang diri lo?” tambah Varen.


Kafeel langsung tersenyum menanggapi ucapan Varen itu.


“Ga akan lelah gue nunggu Val, Va.”


Lalu menjawab dugaan Varen padanya tersebut.


“Jadi mengapa kau memutuskan untuk pergi dengan cepat secara tiba – tiba seperti ini dari sini, Boy?”


Papa Lucca menyela. Dimana setelahnya, Kafeel langsung menjawab pertanyaan dari Papa Lucca.


“Val butuh ruang. Begitu juga kalian, untuk membuatnya menerima dirinya sekarang. Bahkan membuat ingatannya kembali. Dan rasanya, untuk hal itu.. sebaiknya aku menyingkir saja dari sini terlebih dahulu. Jadi fokus kalian tidak akan terbagi antara membuat Val menerima kondisinya bahkan sampai ia lepas dari amnesianya sekarang, dengan kalian yang ingin mengatakan siapa diriku padanya..”


“Dapat seiring sejalan,Ka ..” timpal Daddy Jeff. “Dalam kami yang sedang perlahan menceritakan hal – hal penting yang terjadi dari usia Val 14 sampai sekarang, kami akan mencari celah, untuk menyisipkan tentangmu di dalamnya.”


“Tidak Dad .. Jangan .. Nanti pikiran Val menjadi kacau balau jika ada cerita yang melenceng dari kehidupannya. Setidaknya, sampai dia bisa menerima kondisinya sekarang ..” sergah Kafeel. “Sebelum Val mengingat dirinya yang sekarang, itu berarti aku belum ada dalam kehidupannya .. Dan karena itu, aku baiknya menyingkir dulu dari Val.”


“Kalau begitu, lebih baik kau sekaligus saja menata kehidupanmu yang baru, Ka. Buka matamu lebar – lebar setelah kau pergi dari sini, sekaligus buka hatimu yang kau kunci untuk Val itu. Kau ikuti kemana arus kehidupan membawamu. Kau layak berbahagia. Alih – alih kau terjebak, dalam penantianmu yang tak berujung atas Val.” Dad R, kemudian yang angkat suara.


Kafeel lalu tersenyum lagi. Dan sedetik kemudian, Kafeel menanggapi ucapan Dad R.


“Dengan mencintai Val saja aku sudah bahagia, meski mungkin dia tidak pernah mengingatku lagi.”


“.......”


“Aku akan mengikuti arus kehidupanku,” kata Kafeel lagi. “Tapi jika arus itu membawaku jauh dari Val, aku tidak akan mengikutinya. Sekalipun saat melawan arus itu untuk mendekati Val namun dia tetap tidak bisa aku jangkau, aku akan tetap melawannya. Karena sejak Val melekat kuat di dalam sini ..”


Kafeel menunjuk dada kirinya.


“Walau Val tidak akan pernah ingat padaku dan tidak pernah lagi mencintaiku, Val akan tetap melekat disini ..”


Tangan Kafeel tertahan di dada kirinya.


“Terus, lo rela gitu jadi bujang lapuk saking nunggu Val yang andainya ga inget – inget sama lo?” celetuk Nathan. “Ngeri – ngeri, lo malah jadi jeruk minum jeruk, Kak Kaf ..”


♥♥


To be continue ..


Update per tanggal hari ini yah, tapi ga tau dilolosinnya hari ini juga apa engga.


However, terima kasih masih setia.

__ADS_1


__ADS_2