HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
DEMI KENYAMANAN BERSAMA


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Singapore ....


“Kak Achiel, kami mau ke Les Oiseaux dulu, ya?-“


“Sebentar lagi kita boarding, Nona Mikaela-“


“Sebentar aja si Kak Achiel, belum ada pengumumannya juga waktu untuk boarding pesawat yang akan kita gunakan, kan, kan? ...”


“Hanya tinggal beberapa belas menit lagi kita akan boarding, Nona Alisha, dan sebaiknya tidak ada yang berpencar.“


“Kami hanya sebentar Kak Achiel, bilang tunggu sama Pilotnya jika kami belum masuk pesawat –“



“Lagipula, yang akan kita naiki ini pesawat komersil milik orang lain, bukan milik para Tuan Besar, Nona-Nona, jadi  ---“


“Jadi beli saja maskapainya atas nama kami!. Begitu saja pusing?. Kak Achiel itu senang sekali berpikir rumit? ... Memang beban hidup Kak Achiel banyak ya? ...”


“Beban hidup saya tidak ada. Beban cicilan banyak.”


Demikian kata salah seorang pentolan bodyguard yang sedari tadi menanggapi dengan sabar para majikan mudanya yang beberapa mulai lagi bertingkah.


“Nanti kami bayarkan.” Setelah Ann, Mika yang kemudian nyeletuk menanggapi ucapan pentolan bodyguard yang sedang menghalangi Mika, Isha, Ann dan Aina agar tidak berpencar, karena waktu untuk boarding tidak akan lama lagi.


“Terima kasih Nona Mikaela,” sahut si pentolan bodyguard, Achiel. “Tapi jika ingin membantu, lebih baik nona berempat diam-diam saja disini sampai pengumuman untuk boarding ke dalam pesawat yang akan kita tumpangi terdengar-“ imbuh Achiel.


Dan decakan kompak pun terdengar dari empat gadis yang sedang berada dihadapan Achiel tersebut.


“Whatever it is, I want to go to the Les Oiseaux. I’m bored here (Terserah sajalah, aku ingin pergi ke Les Oiseaux. Aku bosan disini)” tukas Ann yang diiyakan juga oleh tiga lainnya.


“Nona-nona---“


Achiel hendak menyergah pada empat orang majikan mudanya yang sudah berbalik badan, namun ia urungkan.


Karena Kafeel mengkode Achiel dengan matanya, kemudian Kafeel berdiri dari tempatnya.


“Ann, Mika, Isha, Aina ...” panggil Kafeel lembut pada empat gadis tersebut.


“Iya Kak? ...” jawab keempatnya dan menjeda langkah mereka.


“Jangan lama-lama ya? Ingat, kalian ada disini karena tindakan kalian yang dianggap tidak memuaskan oleh Daddy R, Papi John, Daddy Jeff dan Papa Lucca. Jadi, jangan membuat mereka merasa tidak puas lagi dengan menyusahkan Achiel dan lainnya. Oke? ...”


Kafeel berbicara untuk mengingatkan keempat anak gadis yang sudah Kafeel anggap seperti adiknya sendiri itu. Dimana kekasih setengah om-om Val itu menasehati mereka, namun dengan tutur kata lembut kepada Mika, Isha, Ann dan Aina.


Hal yang selalunya Kafeel lakukan, jika tingkah mereka yang pembangkang tertangkap oleh mata Kafeel. Maka Kafeel akan maju dengan caranya untuk memberikan nasehat. Pengertian lebih tepatnya. Yang mana setiap nasehat dari Kafeel itu, selalu dapat diterima oleh para adik-adiknya Varen tersebut yang memang menyukai Kafeel, terlepas salah seorang dari saudari mereka yang mencintai pria yang merupakan sahabat dan tangan kanannya Abang Varen mereka itu.



“Iya Kak Kaf. Kami hanya ingin ke bagian Les Oiseaux sama sekitarnya aja kok.”


Mika menanggapi ucapan Kafeel, mewakili tiga saudarinya yang memang juga nampak patuh pada pria yang kini telah resmi menjadi kekasih Val tersebut-serta juga calon suami Val, meski belum secara resmi diumumkan.


“Ya udah ... Gih sana ...” ucap Kafeel mempersilahkan. Dan empat gadis adik Varen itu pun tersenyum lebar.


“Thank you Kak Kafeeell ...”


“Val ikut juga dengan Mika, Isha, Ann dan Aina ya Kak?” Val angkat suara.


“Iya sana-“


“Thank you Kaak.”


Val berucap sumringah dan Kafeel mengangguk seraya tersenyum pada kekasih kecilnya itu.


Kemudian Kafeel berbicara pada Achiel mengenai hal tentang keberangkatan mereka menuju Indonesia.

__ADS_1


Sambil mata Kafeel juga mengawasi kelima gadis yang sedang melihat-lihat di area sekitar bagian Bandara yang tersaji karya seni yang terbuat dari kawat baja stainless steel buatan tangan seorang seniman asal Perancis.


Setelah sebelumnya Kafeel menugaskan para bodyguard pribadi masing-masing dari lima Nona Muda tersebut, untuk berada lebih dekat dengan mereka untuk memastikan keselamatan kelimanya, mengingat dari keluarga macam apa kelima Nona Muda itu berasal, yang memungkinkan adanya ancaman tak terduga, sekalipun rasanya tak ada lagi musuh keluarga atau musuh ayah-ayah mereka yang masih tersisa.



Beberapa menit berlalu ....


Para pewaris muda The Adjieran Smith generasi adik dibawah Varen, Nathan dan Andrea kini telah selesai melakukan boarding pass untuk masuk ke dalam pesawat yang akan mereka tumpangi bersama beberapa orang lainnya yang diminta serta ditugaskan untuk menjaga dan mengawasi para pewaris muda generasi adik tersebut.


Persis seperti yang empat Daddy mereka katakan pada para pewaris muda generasi adik itu, bahwasanya mereka akan bertolak ke Indo dari Sin untuk menggunakan pesawat jenis tersebut, sebagai konsekuensi atas satu perilaku mereka.


Dan bukanlah The Dads of Adjieran Smith jika mereka tidak mewujudkan apa yang sudah mereka katakan, serta perintahkan-tanpa pandang bulu.


Begitu juga bagaimana The Dads mendidik anak-anak mereka untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab, selain tangguh serta mandiri. Jadi jika para pewaris muda generasi adik itu berulah dan dianggap merepotkan, maka mereka harus bersiap menerima konsekuensi atas tindakan mereka dari para Dad.


Meski, segala pertimbangan akan tetap ada dari para Dad yang tegas namun adil itu.


Dan para pewaris muda generasi adik yang adalah Mika, Val, Aro, Isha, Rery, Ann, bahkan Aina dan Ares tahu persis akan sifat dari para Dad mereka tersebut.


Jadi Mika CS itupun akan menerima segala konsekuensi yang diberikan pada mereka dengan lapang dada, karena para Dad tidak akan memberi hukuman tanpa penjelasan yang tidak bisa mereka terima.


Walau akan ada sedikit perlawanan terlebih dahulu sebagai percobaan pembelaan diri dari Mika CS.


Seperti saat ini contohnya. Atas suatu insiden, para pewaris muda tersebut harus menerima sedikit pelajaran dari empat Dad yang kala itu memang sedang bersama mereka di sebuah negara.


Ribut sampai melakukan kekerasan fisik para pewaris muda generasi adik tersebut lakukan pada empat anak lelaki sebaya Aro. Meski kekerasan fisik pada empat anak lelaki tersebut hanya dilakukan oleh Ann, namun Mika dan lainnya pasang badan dengan alibi ‘saudara harus saling melindungi selain mengasihi’.


Namun ‘pelajaran' yang diterima Mika CS bukan karena itu.


Ribut serta sampai melakukan kekerasan fisik tidak mendapat hukuman dari empat Daddy yang bersama mereka kala itu.


Karena hal tersebut dilakukan atas pembelaan diri, selain rasa tak tahan atas hinaan pada keluarga mereka yang dilontarkan keempat anak lelaki yang dipukuli Ann itu.


Tapi alasan Daddy R, Papi John, Daddy Jeff dan Papa Lucca memberikan pelajaran pada Mika, Val, Aro, Isha, Rery, Ann, Aina dan Ares justru karena kelakuan mereka setelahnya.


Yang mana, bukannya pergi menghadap kepada para Dad atau bahkan pada Varen dan Nathan selaku kakak lelaki tertua mereka, para pewaris muda itu malah pergi main dengan tanpa dosa setelah insiden.


Dan berakhirlah Mika CS pulang ke Indo dengan tidak ikut serta naik jet pribadi mereka yang besar seperti saat datang ke SIN-berikut kemewahan fasilitas di dalamnya.


Sekarang para pewaris muda generasi adik itu harus merasakan naik pesawat komersil umum, dan duduk di kelas duduk pesawat yang biasa pula.


Menurut Mika CS.



Kini, para pewaris muda generasi adik dari Varen, Nathan dan Drea itu telah berada di dalam suatu bagian kabin sebuah pesawat komersil umum yang tidak pernah mereka rasakan pengalaman menggunakannya selama ini.


“Kok sepi disini?” tanya Aro dengan spontan ketika ia dan rombongan telah berada di satu bagian pesawat yang akan mereka tumpangi untuk bertolak ke Indo.


“Karena bagian ini khusus disewa untuk kita semua.”


Kafeel yang menjawab.


“Bagaimanapun Dad kalian menghukum kalian, tetap mereka masih memikirkan kenyamanan kalian ....”


Kafeel menerangkan.


“Meskipun kalian disuruh untuk naik pesawat biasa, dan menempatkan kalian di kelas ekonomi, tapi tetap The Dads, bahkan Abang dan Kak Tan-Tan kalian, tidak tega untuk melihat kalian duduk berdesakan di kursi kelas ekonomi biasa-“


Aro CS pun menampakkan cengiran lebar pada Kafeek selepas mendengar jawaban kekasih setengah om-omnya Val itu.


“Selain mereka takut kalian justru mengganggu kenyamanan penumpang yang lain, sehubungan kalian biang rusuh dan hobi bikin heboh.”


Aro CS berikut Arya kemudian terkekeh kecil selepas mendengar ucapan Kafeel yang sembari tersenyum geli barusan.



Pesawat yang dinaiki oleh para pewaris muda The Adjieran Smith generasi adik dibawah Varen, Nathan dan Drea bersama rombongan, telah lepas landas dari Bandara sebuah negara, tempat mereka menghabiskan waktu selama beberapa hari untuk mendampingi Aro yang pulang dengan kebanggaan atas kemenangan dan gelar juara yang disabetnya pada Turnamen Tenis yang cukup bergengsi.

__ADS_1


“Penerbangan dari SIN ke Indo memang lagi ga rame ya, sampai bisa booking ini area Ekonomi Premium?” celetuk Isha seraya bertanya.


“Begitulah ....” tukas Kafeel.


“Syukur deh! ....” cetus Rery.


“Rezeki anak bangor tapi soleh, jadi ga menderita desek-desekan duduk mepet di kelas ekonomi biasa.”


Aro menimpali ucapan Rery. Yang diaminkan oleh para saudara dan saudarinya kemudian. Sementara Kafeel dan lainnya hanya tersenyum penuh arti saja mendengar celetukan-celetukan para pewaris muda tersebut.


‘Mereka ga tau aja kalo ini pesawat hasil nego para Tuan Besar dengan teman mereka yang merupakan pemilik ini maskapai buat mengeluarkan pesawat tambahan demi bisa booking ini kelas ekonomi premium –‘ ini Achiel yang membatin. ‘Kalo engga mana dapet tiket pesen mepet baru semalam dan bisa langsung booking satu area ini yang ramai peminatnya juga? ....’


Memang seperti itulah adanya yang terjadi seperti yang dikatakan Achiel dalam hatinya.


Para majikan muda yang bersamanya ini tidak tahu, jika para Dad mereka memang benar-benar memikirkan kenyamanan anak-anak mereka yang kadang kadar ketengilannya ini berada jauh diatas garis rata-rata meskipun hitungannya sedang memberi pelajaran pada anak-anak mereka itu.


Memberikan pelajaran, iya.


Tapi juga The Dads tidak sampai hati melihat anak-anaknya duduk berdesakan di kelas ekonomi biasa yang jarak antara kursi satu dan lainnya dapat dikatakan sempit.


Hal itupun yang menjadi pertimbangan para Dad yang memberikan pelajaran bagi ke delapan para pewaris muda tersebut.


Mika, Val, Aro, Isha, Rery, Ann, bahkan Aina dan Ares, mempunyai tinggi rata-rata diatas dari anak-anak seusia mereka. Jadi kaki jenjang mereka jadi pertimbangan.


Bahkan Aro, Rery, juga Ann, tingginya sudah mencapai diatas rata-rata tinggi orang dewasa di Indonesia pada umumnya.


Tidak terbayang jika mereka harus menekuk kaki selama hampir dua jam.


Ribut? Berisik?


Sudah dipastikan iya.


Karena ucapan-ucapan keluhan pasti akan memenuhi kabin pesawat dari mulut Mika CS, kalau mereka benar-benar ditempatkan di kelas ekonomi.


Belum lagi-para pewaris muda itu, amat anti terpisah jika berada diluar. Dalam artian, jika disekeliling mereka ada orang luar yang mereka rasa asing. Mika CS sungguh tidak mau berpencar. Dan itu adalah hal sulit jika Ammar memesankan tiket dengan cara pada umumnya, yang yakin akan mendapat bangku yang mencar, bisa jadi terpisah pesawat juga.


Dan kalaupun bisa dapat satu pesawat yang sama namun duduk terpencar, yakinlah akan ada kerusuhan lokal dalam pesawat antara para pewaris muda dengan para penumpang lain. Yang  mana para penumpang tersebut pasti akan mereka suruh untuk bertukar tempat agar para pewaris muda tersebut bisa duduk di satu area yang sama. Seperti yang Kafeel bilang sebelumnya, jika Val dan para saudara-saudarinya itu akan mengganggu kenyamanan penumpang yang lain.


Karena ya itu, Mika CS itu bisa menjadi biang rusuh serta hobi bikin heboh. Yang sifat mereka itu, secara natural memang muncul dengan sendirinya, sebagai anak-anak yang biasanya dimanja dan dilayan dengan sedemikian rupa, meskipun mendapat didikan tegas dari para orang tuanya.


Mika CS akan dimarahi, bahkan disidang jika ada kesalahan yang kelewat batas di mata para orang tua mereka. Namun bagaimana para orang tua bahkan para kakek dan nenek mereka memperlakukan kedelapan para pewaris muda itu termasuk kakak-kakak mereka-diluar jika mereka membuat kesalahan, Mika CS akan dihujani dengan segala hal yang menyamankan mereka.


Jadi jika kedelapan pewaris itu kadang suka memaksakan kehendak dan keras kepala terhadap keinginan mereka-terlebih pada orang luar yang mereka anggap asing, kadang Mika CS sulit menyesuaikan. Jadilah sebagai antisipasi-The Dads yang memberikan pelajaran pada kedelapan anak mereka, sampai bernegoisasi dengan salah seorang kenalan mereka untuk dapat memberikan tempat seperti yang The Dads inginkan pada Mika CS.


Yang mana, hal itu akan membuat situasi dalam pesawat aman dan tenteram dari tingkah kedelapan pewaris muda yang seringnya melakukan hal-hal yang dapat membuat keadaan dalam pesawat yang mereka tumpangi menjadi ricuh.


Perumpamaan terdekat adalah si gadis yang cukup temperamental pada saat-saat tertentu, anak biangnya penguasa makhluk astral. 😁


Yakni Ann, anaknya si Papa Ghost alias Papa Lucca.


Yang punya perpaduan sifat antara ayah kandungnya dan satu ayah angkat yang merupakan makhluk paling tinggi besar dan berotot dalam keluarga mereka-yang dikit dikit maunya hajar, minimal bakar.


Yah, begitulah.


Sifat keras Ann berkaca pada Papa Lucca dan Poppa. Jika tidak nyaman, tidak suka, hal spontan akan dilakukan dan tanpa ragu menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan.


Jadi, jika si setan kecil bertenaga superhero perempuan yang namanya Captain Marvel itu ditempatkan di kursi kelas ekonomi biasa dalam pesawat yang jarak tempat duduknya mepet-selain terpencar dengan lainnya, kemudian penumpang yang duduk di depan Ann memundurkan kursinya hingga membuat area duduk Ann menjadi kian sempit, lalu Ann tidak nyaman hingga ia merasa terganggu dengan sangat ....


Takutnya ya,


Si setan kecil itu akan refleks melancarkan jurus tendangan ‘Nuclear Kick’ – yakni tendangan nuklirnya Manjiro Sano alias Mikey di film Tokyo Revengers.


Lalu, copot pasti itu kursi pesawat. Atau minimal, terpental lah itu penumpang yang memundurkan kursinya ke arah Ann.


Berabe bukan?


Jadi The Dads, cari aman.


Aman untuk orang lain, aman juga untuk kestabilan jantung dan kepala mereka-agar tidak sering migrain gara-gara kelakuan anak-anak mereka yang suka diluar nalar tersebut.

__ADS_1


♥♥♥♥♥♥


Bersambung ....


__ADS_2