
( Bukan Cerita Snow White )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
AUTHOR’S POV
*L**ittle Star Island*, adalah sebuah pulau pribadi milik Varen yang ia beli sebagai sarana penelitiannya.
Yang sebelumnya ingin Varen namakan sesuai dengan ejaan Italia arti dari Little Star.
Namun tidak jadi, karena dalam ejaan Italia itu, Little Star adalah Picolla Stella.
Ada nama wanita lain dalam ejaan Little Star dalam bahasa Italia, menurut Varen.
Jadi Varen tetap menggunakan Little Star saja untuk nama pulau pribadinya itu.
Tentang Little Star Island,
Jika diuruti rutenya, pulau pribadi Varen yang ia beri nama dengan nama julukan sang istri tercinta---ada di ujung sebuah kepulauan di Italia yang umumnya di ketahui dengan nama Isola Bella.
Hanya saja, sebuah pulau yang Varen beli ini letaknya cukup jauh dari pantai yang dapat diarungi dengan berenang. Terpencil dan tersembunyi bahkan. Namun cukup luas karena sebuah bangunan menyerupai kastil dapat didirikan di atasnya.
Dibuat sangat privasi, bahkan sebuah drone asing ataupun benda – benda pendeteksi keberadaan yang hendak akan mencapai pulau pribadi Varen yang ia namai ‘Little Star Island’ itu akan dibuat tak berfungsi hingga jatuh ke dalam laut dengan detektor yang terpasang di pulaunya itu---hasil penemuannya. Pengembangan dari alat yang dipasang pada safe house pada mansion di London dan kediaman Papa Lucca di Viterbo.
Jadi memang keberadaan Little Star Island hanya diketahui oleh Varen dan keluarganya, serta orang – orang tertentu saja.
Yang hanya boleh datang atau sekedar mendekat ke Little Star Island dengan ijin Varen dan The Dadsnya terlebih dahulu.
Karena selain memang Varen dan keluarganya tidak ingin diusik privasi mereka, pulau tersebut dialokasikan Varen sebagai pusat penelitian ragam teknologi sekaligus tempat uji coba setiap teknologi yang Varen temukan atau kembangkan.
Makanya dibuat sangat rahasia dengan sistem keamanan yang tinggi dan canggih, karena banyak pihak – pihak diluaran yang pastinya tergoda untuk mencuri jika tahu banyaknya teknologi yang telah Varen temukan dan kembangkan bersama beberapa orang terpercayanya dalam bidang tersebut di Little Star Island itu.
Dan di tempat itu juga, penelitian untuk beberapa obat atau metode untuk penyakit tertentu dilakukan oleh salah seorang pekerja Varen.
Seorang gadis nyentrik yang dianggap ‘gila’ oleh orang sekitarnya. Cerdas, namun banyak orang yang meremehkan kecerdasannya.
Lalu ketika Varen melihat gadis itu sedang dianiaya oleh beberapa orang dari sebuah perusahaan yang Varen kenali logonya sebagai salah satu perusahaan bioteknologi yang sedang berkembang, Varen kemudian menolongnya.
Bertanya pada gadis nyentrik yang ditolongnya itu tentang perihal kenapa dia sampai dianiaya hingga sampai begitu babak belur bahkan jika beberapa menit lagi Varen tidak kebetulan lewat, gadis nyentrik bernama Celine itu mungkin sudah mati---dan jawaban Celine setelah gadis itu dapat diajak mengobrol membuat Varen tertarik untuk merekrutnya.
Jawaban mencengangkan yang Varen dapat dari mulut Celine, yang rasanya wajar saja jika ia dianggap gila. Dimana Celine bilang pada Varen kalau ia membunuh anjing peliharaan pemilik perusahaan tempatnya bekerja kala itu hanya untuk membuktikan jika ia dapat menyembuhkan suatu penyakit yang diderita anjing peliharaan bosnya yang sudah sekarat itu.
Namun belum selesai Celine membuktikan penelitiannya, ia sudah dituduh melakukan hal tersebut dengan sengaja dan difitnah telah mencuri beberapa hasil penelitian di perusahaan tersebut, hingga Celine sempat kabur dan bersembunyi namun kemudian di temukan oleh orang – orang suruhan mantan bosnya lalu dianiaya dengan membabi buta, meskipun ia seorang wanita.
“Saya juga rasanya bisa meneruskan penelitian MU yang terkenal itu dan menyempurnakannya jika diberi kesempatan dan ada sarana yang menunjang untuk saya melakukan penelitian saya.”
“Dari sejak penelitian itu dihentikan oleh pencetus dan pelaksananya. Tidak ada yang pernah berhasil dalam mengembangkan teknik pengendalian pikiran itu.”
Jawaban Varen pada pernyataan Celine.
“Iya betul. Karena tidak ada yang berani meneruskannya, atau lebih ke tidak sanggup. Tapi saya, bisa, dan sanggup. Jika diberi kesempatan dan jika ada fasilitasnya. Atau yang lebih mudah, saya punya formula untuk membersihkan ginjal seseorang sekaligus membuat ginjal itu hancur dalam sekejap,” ucapan Celine yang membuat Varen mendengus geli.
Terdengar gila memang.
Namun Varen tidak aneh dengan yang namanya ‘orang gila’.
Bukankah para Dadnya itu adalah ‘orang gila’ juga dengan sisi ‘gelap dan psiko’ yang mereka punya?.
Bahkan Varen juga merasa dirinya akan menjadi orang gila jika Drea kenapa-napa keselamatannya. Sudah terbukti memang, jika Varen bisa 'menggila' sepenuhnya.
Jadi Varen tertarik untuk merekrut Celine, berdasarkan dari latar belakang gadis nyentrik itu yang telah Varen selidiki terlebih dahulu, selain Varen memberikan banyak tes untuk mengetahui sejauh mana kecerdasan dan kegilaan gadis nyentrik itu dalam ragam bentuk penelitian.
Dan dari serangkaian tes tersebut, hasil dari Celine memuaskan Varen. Yang mana telah memberikan banyak bukti kongkrit atas kemampuannya yang beberapa telah Varen dapatkan untuk ia pergunakan, baik untuk kepentingan pribadi, ataupun atas nama bisnis. Namun juga ada beberapa yang telah Varen ‘lepaskan’ untuk sebagai bantuan mereka yang membutuhkan dalam hal pengobatan penyakit tertentu.
Atas dasar kemampuan Celine tersebut, Varen mempercayakannya menjadi penanggung jawab penuh di Little Star Island.
Selain membebaskan Celine melakukan penelitian apapun yang ia inginkan, dengan catatan sebelum melakukan---Celine harus memberikan Varen laporan terlebih dahulu, dan boleh melakukannya jika Varen mengijinkan.
Celine masih tetap setia menjadi orangnya Varen hingga masa sekarang. Celine ilmuwan, sementara Varen penemu. – Katakanlah begitu.
Dan atas nama Celine menjadi seorang penanggung jawab di pusat uji coba setiap penemuan Varen, Celine---Varen berikan ilmu tentang teknologi lebih banyak lagi.
Agar kiranya jika Varen tak sempat menguji alat hasil penemuan atau pengembangannya, Celine dapat menggantikannya.
Namun tetap, tidak menyuruh Celine berhenti melakukan hal yang ia suka.
Yakni melakukan penelitian – penelitian yang kiranya dapat berguna untuk manusia, termasuk memperdalam ilmu medisnya.
Dan atas ilmu yang Celine miliki itu, maka keputusan untuk membuat Val yang telah Celine bantu ‘kembalikan’ dari ‘tidur’ menuju keabadian agar berada di bawah pengawasan gadis nyentrik itu---tercetus.
__ADS_1
END OF AUTHOR’S POV
🌷🌷🌷🌷
Safe House-The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England,
“Nona Valera ada kemungkinan mengalami penyumbatan sehingga nafas, jantung dan nadinya berhenti. Makanya saya membuat lubang di trakeanya untuk mencoba mendapatkan udara. Selain paru-parunya sudah terendam air cukup banyak...”
Penjelasan Celine ketika suasana di ruangan Val telah tenang, dan Val telah dihubungkan dengan beberapa alat medis sebagai sarana penunjang hidupnya.
“Tapi, Val, bukan ‘hidup’ karena alat kan?—“
“Iya, pertanyaanku pun sama dengan Kak Ara. Bukan aku tidak menghargai apa yang telah kamu lakukan untuk membuat Val ‘kembali’. Tapi... jika karena alat. Bukankah yang kami punya hanya harapan kosong?...”
Adalah Momma yang menimpali ucapan Mommy Ara, dan Celine tersenyum menanggapinya sebelum ia menjawab keresahan dua Mommy dari beberapa Moms of The Adjieran Smith itu.
“Dengan tidak ada maksud untuk menyalahi ketentuan Tuhan, saya pastikan jika Nona Valera sempat hilang nafas dan detak adalah memang karena jalannya yang tersumbat. Dan alat-alat yang telah saya dan Dokter Mario pasang itu sebagai tambahan penunjang karena kondisi Nona Valera masih belum stabil, Nyonya Kyara, Nyonya Fania.”
Celine menerangkan.
“Saya juga tidak mau memberikan harapan palsu, Nyonya Kyara, Nyonya Fania.”
Mommy Ara dan Momma pun mengangguk lega.
“Terima kasih, Celine,” ucap kedua Mommy itu kemudian.
Lalu ucapan terima kasih yang ditujukan kepada gadis nyentrik itu terus banyak tercetus oleh para anggota keluarga Val setelah Celine berhasil membuat Val yang telah dinyatakan tutup usia itu, kembali bernafas dengan jantung dan nadi yang telah juga kembali berdetak, walau lebih lambat dari orang normal.
“Sama-sama, Tuan, Nyonya, Tuan Muda, Nona Muda.”
Jawaban Celine atas ucapan terima kasih dari tiap-tiap anggota keluarga The Adjieran Smith yang kini telah lengkap berkumpul itu.
“Tapi, hanya sejauh ini saja yang dapat saya lakukan.”
Celine berkata lagi.
“Dalam kasus Nona Valera, yang meskipun kembali bernafas dan berdetak jantung serta nadinya namun tidak menampakkan tanda-tanda kesadaran langsung, beliau sudah pasti koma... dan atas nama orang yang mengalami koma, hanya Tuhan yang tahu kapan kesadarannya akan kembali.”
“Iya, Celine. Kami mengerti. Sampai sini saja, kami sudah rasanya bersyukur. Karena setidaknya kami memiliki harapan, walau tidak dapat menakar seberapa besar harapan itu. Tapi setidaknya, kami tidak memiliki mimpi yang kosong untuk melihatnya membuka mata... lalu mengoceh seperti biasa...” ucap Dad R.
🌷🌷🌷🌷
“Lalu bagaimana selanjutnya, Cel?”
Adalah Varen yang bertanya pada Celine.
“Jika Val dibawa ke sana juga, apa beresiko? ...” cetusan kemudian keluar dari mulut Dad R.
“Tidak, tapi perlu mempersiapkan banyak hal untuk membawa Nona Valera ke Isola,” jawab Celine, sambil memandang pada ayah kandung Val itu yang orangnya kemudian saling lempar tatap dengan para anggota keluarganya dan berembuk tak lama kemudian.
“Tuliskan saja apa yang dibutuhkan, Cel.”
Yang pada akhirnya mencapai sebuah keputusan jika Val baiknya di bawa saja ke sebuah pulau pribadi Varen yang diatas namakan sebagai milik keluarganya namun menggunakan julukan kesayangan sang istri tercinta Varen, agar Celine dapat lebih fokus pada percobaan untuk membuat Val kembali sadar.
“Baik, Tuan,” angguk Celine. “Tapi mohon maaf, dari sekarang saya katakan. Saya tidak dapat memberikan jaminan atas usaha saya membuat Nona Valera tersadar dari komanya ini. Jika saya tidak dapat menemukan obat atau cara untuk membuat Nona Valera bangun, setelah saya meneliti semuanya, maaf. Di saat itu, anda semua harus benar – benar ‘merelakan’ Nona Valera untuk kembali kepada Pemiliknya.”
Yang dijawab dengan anggukan lumayan berat oleh para anggota keluarga Val setelah mendengar penuturan Celine barusan. “Kami mengerti, Cel. Tapi apapun jadinya nanti, sekali lagi kami ucapkan terima kasih kami padamu.” Dad R kemudian bicara pada Celine, dengan tulus dan ikhlas. Mewakili juga semua anggota keluarganya.
🌷🌷🌷🌷
Selama beberapa hari, sampai semua hal untuk Val siap di Little Star Island, di mana para anggota keluarga The Adjieran Smith sering menyebutnya dengan ‘Isola’ sesuai dengan letak di mana pulau pribadi rahasia mereka itu berada---Val tetap dirawat di safe house setelah satu ruangan dalam rumah amannya keluarga The Adjieran Smith itu benar-benar disulap macam ruang rawat insentif rumah sakit.
Harap memang mengembang, karena Val tidak jadi ‘pergi’ untuk selamanya.
Tapi tidak menampik, rasa takut yang menggelayuti, jika kapan saja, Val bisa benar-benar ‘pergi’.
Selama beberapa hari, Val tidak menunjukkan pergerakan sama sekali.
Selain hembusan nafas pelan di alat bantu pernafasan yang menutupi mulut dan hidung Val, dan jantungnya yang berdetak, serta nadinya yang berdenyut seiring pembentukan grafik dan angka di monitor alat yang terhubung di tubuh Val.
Pun berlanjut sama kondisi Val hingga ia telah dipindahkan ke Little Star Island / Isola.
Hingga satu pemikiran terbentuk di otak salah satu anggota keluarga.
“Celine, kamu juga sudah tahu kenapa Val sampai seperti ini. Jadi, apa mungkin dengan mendatangkan seseorang yang menjadi alasan Val sampai ia seperti sekarang ini, Val... mungkin saja, akan mau ‘kembali’? ...”
“Maafkan saya Nyonya, tapi hal itu hanya akan terjadi di film drama. Nona Valera bukan Snow White yang tertidur karena memakan apel dari ibu tirinya yang penyihir. Walaupun Nona Valera mengkonsumsi racun –“
“Tapi tidak ada salahnya di coba, bukan? ...”
🌷🌷🌷🌷
Memang, tidak salah untuk di coba.
__ADS_1
Apa yang tercetus dari mulut Mommy Ara atas idenya mengusahakan Val untuk bangun dari komanya.
Namun idenya itu menimbulkan kontroversi, selain perdebatan dalam keluarga---yakni perbedaan pendapat.
Ada yang setuju dengan ide Mommy Ara, ada juga yang tidak. Dimana jumlah pendapat yang berbeda itu satu sama dengan yang setuju.
Yang mana, dalam hal ini adalah mendatangkan Kafeel sebagai ‘pemicu’ agar Val segera bangun dari ‘tidur’ nya. Dan atas sama ratanya pendapat, cetusan ide Mommy Ara tidak dibahas dulu sementara waktu.
Hingga suatu keadaan membuat, yang tidak setuju mengubah keputusan mereka.
“DADS!”
Adalah Nathan yang berteriak kencang ketika Val yang tadinya bergeming tenang dalam komanya, kemudian mengejang tubuhnya dan grafik pada monitor bergerak cepat begitu juga angka-angka yang menunjukkan ketidakstabilan.
Menciptakan kepanikan dan ketakutan yang kemudian melanda semua orang yang berada di tempat Val berada itu. “ADA APA DENGANNYA, CELINE?!”
“Sa-ya juga tidak tahu. I-ni tiba-tiba—“
“THEN CHECK HER!” teriak sebagian besar para anggota keluarga Val yang panik dan takut itu.
“I-iya.. tapi tolong tenang—“
🌷🌷🌷🌷
Kebingungan melanda, ketika Celine telah memeriksa Val yang mengejang tiba-tiba, padahal tidak ada yang salah dengan kondisi tubuhnya selain tetap masih mengalami koma.
Hingga Celine bekerja dengan ekstra untuk mencari tahu penyebabnya.
Namun pada akhirnya terjawab penyebab mengapa Val sampai mengejang tiba-tiba.
Yang jika ditarik benang merahnya dengan logika, sungguhlah diluar nalar hal tersebut.
Namun ikatan batin, juga tidak dapat ditampik bukan?...
Maka ketika Nathan sedang iseng mengecek ponselnya,
“What the—“
“Tuan Jo—“
“Ada apa, Boy?”
“Sony DM aku..”
“Apa katanya?”
“Kak-Kak Kaf.. bunuh diri..”
“APA?!—“
“Hubungi Abang!—“
“I-iya..”
Semua anggota keluarga Val memiliki pendapat yang sama, dan tercetuslah sebuah pernyataan ketika mendapat kabar bahwa yang mencoba bunuh diri itu telah terselamatkan.
“Nanti setelah Kaka pulih, bawa dia ke sini—“
🌷🌷🌷🌷
Namun apa yang dikatakan pada Celine ada benarnya juga.
Jika Val bukanlah Snow White yang akan bangun setelah dicium oleh Pangeran yang mencintainya.
Karena setelah, apa yang dicetuskan satu Daddy itu kemudian terjadi,
“Val, lihat siapa yang datang, Baby?”
Varen yang berucap setelah membawa Kafeel menemui Val.
Val bergeming.
Oh, mungkin Val perlu diyakini, jika sudah mendengar suara Kafeel.
“Kuijinkan kau mendekat.”
Varen memberi ijin pada Kafeel kemudian.
Namun sama, seperti yang Celine katakan.
Val, bukanlah Snow White.
Karena Kafeel yang telah berada di dekatnya, telah juga berkali-kali menyebut namanya, memberikan sentuhan kecil pada wajah dan tangan Val---Val tetap bergeming tenang dalam ‘tidur’ nya.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
To be continue .....