
Happy reading,
...****************...
London, Inggris..
"Hei, Mi."
Balasan sapaan salam dari Arya yang menghubungi Mika via panggilan video setelah satu jam yang lalu kurang lebihnya Mika mengirimkan pesan chat dan tidak langsung dibalas bahkan dibaca Arya, pada akhirnya mendapat respons dari Arya.
Mika menarik sudut bibirnya setelah ia melihat Arya di layar ponsel dengan Mika yang lebih dulu menyapa pacarnya itu. Tipis senyum Mika, namun hangat. Yang mana sebenarnya, jika Mika tidak keburu tersadar, mungkin Mika akan menampakkan senyum lebar saking ia senang Arya menghubunginya.
"Sorry lama baru bisa hubungi lo-"
Ucapan Arya yang berikutnya mendapat jawaban, "It's okay, Ar."
Dengan tambahan senyum tipis dari Mika yang nampak indah bagi Arya.
"Obat lo abis? .."
Hingga sebaris selorohan keluar dari mulut Mika, karena Arya yang kemudian mesam-mesem menatapnya.
Dimana Arya langsung terkekeh kecil karenanya, yang kemudian bilang, "Gue seneng tau?-Mimpi apa gue Lo kirim chat duluan ke gue, Mi? .."
Dan ucapan Arya itu membuat Mika mengulum senyumnya.
Dimana senyuman simpul Mika rasanya hampir saja melebar saat Arya memberikan informasi yang membuat Mika merasa sangat senang.
'Gue bakal bertolak ke London hari ini.'
Adalah informasi dari Arya yang membuat Mika rasa senang hingga sampai memekik kecil.
Untung saja Arya tidak menyadarinya, karena kalau iya, pasti Mika akan diledek oleh Arya.
...****************...
Mika berdehem kecil setelah Arya menyampaikan tambahan informasi, bahwasanya Arya bahkan sudah berada di bandara saat si eks Sadboy itu sedang melakukan panggilan video ke nomor ponsel Mika.
Padahal Mika merasa sangat senang di dalam hatinya mendengar kabar dari Arya, jika pacar tengilnya yang romantis juga itu akan kembali bisa ia temui orangnya secara langsung setelah kurang lebih satu bulan LDR-an.
Dan hanya bertatap muka hanya lewat panggilan video saja, atau lewat salah satu aplikasi pertemanan yang tersedia di sebuah website.
"See you soon, Ar .."
Adalah kalimat penutup sambungan telepon Mika dan Arya dari Mika, setelah Arya sebelumnya mengucapkan hal yang sama seperti Mika.
Dimana setelah Arya yang memang menghubungi Mika duluan itu memutuskan panggilan videonya dengan Mika, si Neng Judes itu mesam-mesem di tempatnya sambil tangannya membuka folder galeri foto di ponselnya dan memilih satu foto dimana ada dirinya dan Arya yang memasang ekspresi kocak sambil Mika mengusap pelan layar ponselnya tepat di wajah Arya.
"Miss you, Ar ..."
Yang kemudian gumaman tercetus samar dari mulut Mika.
...****************...
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,
Ada pemandangan sedikit tidak biasa di mata beberapa orang yang sedang berada di ruang keluarga ketika ada satu orang keluarga mereka yang baru menyusul ke tempat mereka yang sedang memperhatikan satu sosok yang sikapnya sedikit tak biasa itu.
"Selamat malam semua ..."
Lalu sapaan ceria pun keluar dari mulut salah satu anggota keluarga yang membuat keluarganya yang sudah berkunjung itu sedikit heran karena sikapnya.
"Selamat malam, May ..." balasan sapaan pun terdengar serempak menanggapi sapaan dia yang nampak sedikit tidak biasa di mata keluarganya saat ini tersebut.
Yang mana dia gerangan adalah Mika.
"Habis dapat lotere kamu, May?"
Lalu celetukan keluar dari mulut Ann.
"Iya, senang sekali kelihatannya?-"
__ADS_1
"Apa Kak Arya mengikuti jejak Kak Kaf?-"
"Maksud?-"
"Melamar kamu seperti Kak Kaf melamar Val."
Mika mendengus menanggapi dugaan Rery barusan.
...****************...
"Benar begitu May? Arya udah ngelamar kamu yang udah menghapus prinsip kamu yang anti nikah muda?"
Momma menimpali ucapan Rery. Dimana Mika kemudian mencebik. "Mana ada, Momma ..." tanggap Mika.
"Ya habis kamu tumben banget tahu-tahu dateng sumringah begini? ..." imbuh Momma. "Satu pemandangan langka."
"Iya benar itu-"
"Ah jangan-jangan kamu sudah terkena virus bucin sepertiku. Jadi setelah berbicara dengan Kak Arya nun jauh di Saint Vincent and Grenadines sana, walau hanya lewat sambungan telefon kamu sudah bahagia-"
"Ini lagi-"
"Ya terus kenapa begitu kayaknya kok happy banget?"
"Kepoo-"
"Let Us know then."
(Beritahu kami jika begitu)
Mama Fabi angkat suara.
"Eemm-"
"Berbagi itu indah-"
"Indeed," tukas mama Fabi yang menimpali celengan Gappa barusan sebelum Mika memberi tanggapannya atas ucapan mama Fabi sebelumnya.
Mika coba mengelak.
Tapi sayangnya, "Penting ataupun tidak, kamu harus berbagi karena kamu membuat kami penasaran dengan sikapmu yang berbeda dari seperti biasanya itu."
Papa Lucca ikut angkat suara.
"Am I right? (Aku benar bukan?)"
"Right!! ..."
Jawaban yang diiringi senda gurau pun langsung saja terdengar menimpali ucapan Papa Lucca barusan.
"Dasar keluarga kepo," tukas Mika. Yang di detik berikutnya tersenyum geli menanggapi jiwa penasaran para anggota keluarganya yang seringnya suka memaksa sang target untuk bicara agar jiwa-jiwa kepo itu berhenti penasaran.
Dan parahnya, tidak ada satupun dari mereka para target yang dikepoin itu mampu mengelak untuk tidak berbicara dengan jujur. Termasuk Mika, yang dalam hal ini menjadi target para kaum kepo-ers dalam keluarganya itu sekarang.
"Jadi? ..."
"Kenapa?"
"Alasannya kamu terlihat begitu senang May? ..."
Tiga orang saudara dalam kesatuan para pewaris muda The Adjieran Smith yang selama ini memang tinggal bersama di London itu begitu kompaknya saling menautkan kata untuk bertanya pada Mika.
Membuat Mika menghela nafasnya enggan.
"Apakah berhubungan dengan Kak Arya?-"
"Hemm ..."
"Jawab yang benar."
...****************...
__ADS_1
Daddy R yang bersuara selepas Mika berdehem menanggapi pertanyaan Rery sebelumnya itu, sukses membuat Mika sedikit meringis.
"Iyaa berhubungan dengan Arya."
Dan jujur juga pada akhirnya.
Habis, biangnya 'naga' sudah angkat suara.
...****************...
"Arya akan kembali ke London dengan segera. Karena pekerjaan di Saint Vincent and Grenadines sepertinya sudah selesai."
Lalu Mika berujar.
"Arya juga sudah berangkat dari sana sejak empat jam yang lalu ..."
Mika menambahkan.
"Makanya aku senang-"
"Jadi kau sudah mencintainya?-"
"Eemm-"
"Bilang saja iya," sambar Rery.
"Tahu-"
"Tempe! ..."
Mika menukas timpalan Val atas celetukan Rery.
Lalu Mika bersungut.
"Sudah ah. Aku sudah lapar ..."
Mencoba membebaskan diri dari para kepo-ers di hadapannya sekarang ini.
"Excuse me, Misters-Madams-Misses, dinner is ready (Permisi Tuan-tuan----Nyonya-Nyonya----Nona-Nona, makan malam telah siap)-"
"Thank you, Millie ..."
Oma Anye yang memang juga ikut tinggal di London yang merespons pemberitahuan dari salah satu maid mereka itu, mewakili para anggota keluarga yang lain.
Dan sahutan sopan nan santun pun diberikan oleh salah satu maid yang bernama Millie itu. Yang kemudian merentangkan tangannya untuk mempersilahkan para tuannya melangkah lebih dulu menuju ruang jamuan, karena makan malam disajikan di ruangan tersebut.
Para sultan dan sultanah itu pun satu per satu mengayunkan langkah mereka dengan santai namun teratur.
Begitu juga Mika yang nampak berjalan bersisian dengan Ann, namun terlibat juga obrolan dengan Rery dan Val.
Dimana baru sedikit Mika dan yang lainnya melangkah, suara husky berpadu dengan bariton terdengar.
"May ..." Poppa menyebut panggilan sehari-hari Mika dalam lingkup keluarga mereka yang dicetuskan oleh salah satu anggota keluarga secara tidak sengaja, namun pada akhirnya panggilan itu dipakai untuk membahasakan penyebutan sayang Mika----istilahnya, dalam keluarga mereka.
"Iya, Pop? ..."
Mika merespons cepat.
"Kau bilang Arya berangkat hari ini dari Saint Vincent ke sini?"
"Iya, Pop. Kenapa memangnya?-"
"Naik pesawat apa? ..."
Poppa lagi bertanya sambil ia berdiri miring diantara menghadap pada Mika dan televisi yang sedang menyala.
"Aku tidak bertanya soal itu pada Arya, Pop ..." jawab Mika. "Ada apa memangnya, Pop?-"
"Ada kecelakaan pesawat," Tukas Poppa. Sambil ia menunjuk ke arah televisi dengan dagunya. "Ada penerbangan dari Saint Vincent and Grenadines menuju Heathrow terbakar di udara yang berangkat beberapa jam yang lalu ..."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
To be continue ..