
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Italia..
“Jika memang seperti ini kondisinya sekarang, aku ikhlas menerimanya. Mungkin pada dasarnya, aku dan Val memang tidak berjodoh.”
Yang Kafeel katakan dengan legowo setelah ia mendapat penjelasan detail tentang Val yang kenapa sama melupakan dirinya.
“Sekali lagi aku mohon maaf Ka. Karena hari dimana kami memutuskan itu----kami yang memutuskan juga hubungan denganmu, sudah tidak lagi mencari tahu apapun tentangmu sejak hari dimana kau mengatakan jika kau ingin mengakhiri hubunganmu dengan Val berikut alasan yang kau karang itu. Berita terakhir yang kami dengar tentangmu adalah kau menjadi seorang alkoholik dan sering keluar masuk Club---“
“Apa kau juga bermain perempuan?” sambar Poppa pada penuturan Dad R ke Kafeel yang orangnya langsung tersenyum geli, lalu menggeleng kemudian dan menjawab dugaan Poppa yang sebenarnya tidak serius itu. Karena Poppa tahu, jika Kafeel bukanlah pria yang suka menyemburkan benihnya sembarangan, macam dua eks Casanova kawakan dalam keluarga mereka. Yakni duo J. Papi John dan Daddy Jeff.
Yah, meskipun Kafeel sempat larut dalam yang namanya pergaulan bebas kalau menurut cerita almarhum ayah kandung Kafeel.
Namun Kafeel berhubungan intim hanya dengan gadis-gadis yang berstatus pacarnya saja, bukan penganut ‘Cinta Satu Malam’ macam Daddy Jeff dulu.
🌷
“Aku hanya datang ke klub untuk minum, lalu membeli satu dua botol untuk aku bawa pulang,” kata Kafeel yang menggeleng menanggapi dugaan tak serius Poppa. “Dan klub yang aku datangi adalah milik kenalanku yang sudah aku wanti-wanti agar jangan menyodorkan LC nya padaku. Meskipun banyak perempuan yang mendekatiku ketika aku duduk di bar nya, tidak ada satupun yang aku tanggapi---“
“Baguslah kalau begitu. Mudahan aja lo jujur.”
Varen mengeluarkan celetukan. Dan Kafeel mengulum senyumnya, termasuk juga lainnya yang sedang bersama Kafeel itu.
“Lo bisa cek CCTV itu klub, Va---“
“Kurang kerjaan banget gue...”
Varen menukas ucapan Kafeel dengan nampak malas.
Membuat Kafeel jadi mendengus geli. Dan tak lama Varen tersenyum tipis.
Karena sebenarnya Varen hanya ingin sedikit mencairkan suasana kesedihan yang Varen tahu jika Kafeel sedang amat merasakannya saat ini, setelah ia diberitahu jika Val telah pernah diberikan tindakan yang merupakan penghapusan segala ingatan Val tentang Kafeel----dan berhasil.
Walau ada efek lain yang merambat selain tidak ingatnya Val pada Kafeel karena tindakan itu. Yang mana hal itu menjadi satu beban pikiran salah seorang Dad of The Adjieran Smith.
Beban rasa bersalah pada Kafeel, pada keluarganya, dan tentunya pada Val----karena satu Dad itulah pencetus gagasan penghapusan memori tentang Kafeel, yang kini efeknya jadi malah kebablasan.
Katakanlah begitu, karena Val tak hanya lupa pada Kafeel. Namun juga terjebak dalam situasi, dimana Val merasa dirinya sedang di usia empat belas tahun.
“Vall akan terus di observasi oleh Celine. Dan Celine akan melakukan terapi hipnosis padanya. Namun nanti melihat kondisi mental Val dulu setelah kita meyakinkan benar jika dirinya telah berusia delapan belas tahun sekarang, kau tidak dapat menyimpulkan dirimu tidak berjodoh dengan Val secepat itu, Ka.”
“Aku tau, Dad. Rentetan kejadian yang menimpaku ini lah yang membuatku berpikir seperti itu,” ucap Kafeel. “Mungkin pada dasarnya memang semesta tidak menginginkan aku dan Val untuk bersama,” tambah Kafeel, dan Dad R yang bicara sebelum Kafeel itu, tercenung kemudian.
Lalu Kafeel menambahkan lagi ucapannya.
“Fokus saja untuk membuat Val menerima masa dimana dia berada sekarang. Toh itu juga kan butuh waktu, Dad... Tentang ingatan Val terhadapku, kita serahkan saja pada takdir.”
Dad R pun mengangguk, sambil melipat bibirnya dan menepuk pelan bahu Kafeel.
🌷
Beberapa menit setelah Kafeel sedang berbicara dengan beberapa anggota keluarga Val, ia lalu undur diri ketika The Kiddos dan Arya datang ke tempatnya sedang berada itu----dan Kafeel mendapatkan informasi dari Mika CS jika Val sedang tertidur saat ini.
Yang mana bagi Kafeel, hal itu merupakan kesempatan baginya untuk bisa berdekatan dengan Val yang sudah tidak mengenalinya lagi itu.
Karena bagaimanapun Kafeel memahami Val yang pasti merasa asing padanya.
Dan Val bisa saja ketakutan jika Kafeel terus menempel padanya, karena diawal mereka bertatap muka pasca Val terbangun dari koma----Val nampak sangat canggung bersikap padanya.
__ADS_1
Termasuk juga, Kafeel sempat menangkap pandangan Val yang nampak was-was padanya ketika Val diajak untuk kembali ke kamar rawatnya sedari lab tempat ia melakukan sesi tanya jawab dengan Celine.
Untuk hal itu, Kafeel mengingat sifat Varen dan adik-adiknya yang akan bersikap kaku pada orang yang baru mereka temui.
Bahkan kaku, dan terkesan membentengi diri.
Dan hal itulah yang Kafeel tangkap dari sikap Val padanya, dari sejak mereka bertatap muka sampai sebelum Val dibawa pergi menjauh dari lab pada Little Star Island.
🌷
Menggantikan Kafeel yang sebelumnya berbicara dengan beberapa anggota keluarga The Adjieran Smith dalam salah satu ruangan terbuka yang ada di kastil pada Little Star Island, The Kiddos dan Arya yang kini sedang diajak bicara oleh Varen dan beberapa anggota keluarganya yang lain mengenai kondisi Val.
Ekspresi serius nampak di wajah para The Kiddos. Dari Mika hingga si bontot Ares. Setelah mendengar penuturan sang Abang dan beberapa orang tua mereka.
Bahkan Arya pun juga nampak serius. Setelah sebelumnya ia terkejut selepas mendengar satu fakta tentang Val, dan terkejut lagi setelah mendengar bagaimana kondisi pikiran Val saat ini.
“Untuk mengatakan lagi tentang usianya, kita perlahan saja memberitahukan hal itu pada Val. Toh kita dapat menunjukkan foto – foto nanti untuk meyakinkan jika usianya sudah 18 tahun saat ini...”
“Iya Papa Bear,” sahut Mika CS.
🌷
“Lalu tentang Kak Kaf?... Bagaimana Dad?” cetusan pertanyan itu keluar dari mulut Ann.
“Dad?...”
Dimana pertanyaan tersebut membuat Ann dan lainnya memandang kepada Dad R, namun yang bersangkutan nampak sedang melamun.
Yang kemudian terkesiap ketika Ann memanggilnya lagi dengan pelan, seraya menyentuh lengan Dad R. “Heum?” tanggap Dad R. “Kenapa, Baby?...”
“Tentang Kak Kaf, apa kita akan menceritakannya juga pada Val?”
🌷
Dad R lalu bersuara, sambil menatap satu-satu orang yang ada dihadapannya itu.
“Kalau Kaka sendiri sudah mengatakan jika dia ikhlas menerima dengan apa yang sudah aku putuskan perihal penghapusan memori Val tentangnya, termasuk ikhlas menerima kalau tindakan itu berhasil. Untuk itu aku merasa bersalah padanya. Jadi bagaimana baiknya, aku serahkan saja pada kalian perihal apa kalian ingin menceritakan juga pada Val tentang Kaka saat kalian menceritakan tentang hidupnya sekarang... Karena aku bingung untuk memutuskannya. Disatu sisi aku iba pada Kaka. Tapi disisi lain, aku juga ingin tahu pasti tentang bagaimana Val ke depannya. Apakah dengan menceritakan soal Kaka baik untuknya sementara dia sendiri saja terjebak dalam pikiran empat belas tahunnya...”
🌷
Semua terdiam saat mendengar ucapan panjang lebar Dad R, yang wajahnya nampak jelas sedang memiliki beban pikiran di hati dan kepalanya. Dan selepas Dad R bicara panjang lebar tadi, semua orang yang berada di disekeliling Dad R pun kembali terdiam.
“Begini saja.”
Poppa yang kemudian terdengar suaranya.
“Kita fokus dulu kepada Val yang terjebak di memori empat belas tahunnya.”
Disaat Dad R sedang nampak bingung, Poppa yang mengambil alih keadaan sebagai seorang Alpha lain dalam keluarga.
Bukan sebuah keputusan, namun satu hal yang menurut Poppa baiknya untuk diprioritaskan terlebih dahulu. “Bantu Val menerima dulu masa dia berada saat ini...”
Dan ucapan Poppa barusan mendapat sahutan ‘Iya’ dari mereka yang bersamanya.
“Karena kita pun harus melakukannya secara perlahan,” kata Poppa lagi.
“Iya Pop...” sahutan yang sama terdengar lagi untuk yang kedua kalinya. Poppa lalu mengangguk sebagai kode dia telah mencukupkan ucapannya.
🌷
“Untuk sementara itu saja dulu yang perlu kita lakukan. Seperti yang tadi Poppa katakan.”
__ADS_1
Varen yang kemudian mengambil alih untuk bicara. Dimana Mika hingga Ares termasuk Arya, lalu mengangguk paham.
“Val masih harus memulihkan kondisi tubuhnya sampai benar-benar stabil. Untuk memori Val, Celine akan terus mengobservasinya dan akan melakukan hypnosis pada Val. Dan untuk itu, kondisi Val harus memungkinkan baik fisik, pikiran bahkan jiwanya. Dan selain kemunduran ingatan, Val juga akan kurang fokus dan mengalami ingatan jarak pendek jika fokusnya teralihkan. Kalian paham kan maksudku?”
“Iya, Abang---“
🌷
Paham dengan maksud Varen, Arya dan The Kiddos menyahut kompak mengiyakan----termasuk Aina dan Ares yang sebenarnya belum paham-paham amat itu juga ikut mengiyakan ucapan Varen.
Tapi hal yang dapat mereka cerna adalah, kalau satu kakak mereka sedang berpikir bahwa usianya masih empat belas tahun, dan mereka berdua juga harus hati-hati bicara dengan Val. Dimana Aina dan Ares pun mempunyai kesimpulan yang sama, yakni diem aja kalau Kak Val ga ajak mereka ngomong.
Paling banter menyapa ajah.
Karena seyognyanya, Aina dan Ares adalah dua bocil yang masih agak terbatas pola pikirnya, terlebih untuk hal rumit omongannya orang dewasa.
Dan apa yang tadi disampaikan Varen serta para orang tua mereka, cukup rumit untuk mereka cerna dalam otak bocil mereka. Namun begitu, ada satu dua yang mereka paham.
Yang mana Aina dan Ares bertekad untuk mematuhinya. Karena daripada salah, terus nanti Kak Val makin lama amnesianya.
Begitu pikir Aina dan Ares dalam otak mereka.
🌷
Selepas diskusi----katakanlah begitu.
Antara The Kiddos bersama para orang dewasa dalam keluarga mereka termasuk Arya, mereka semua pun hendak membubarkan diri.
“By the way Ar, May.”
Namun sebelum benar-benar membubarkan diri, suara Dad R terdengar.
Sambil Dad R memandang kepada Arya dan Mika.
🌷
“Ya Dad?...”
Mika dan Arya kompak menyahut pada panggilan Dad R.
“Aku rasa kalian tidak perlu lagi sembunyi-sembunyi. Val yang sekarang justru akan senang sekali melihat jika kalian pada akhirnya berpacaran.”
“Kami akan membicarakannya nanti, Dad. Ya, Mi?...”
Arya yang lebih dulu bersuara menanggapi ucapan Dad R yang tertuju padanya dan Mika itu, setelah ia dan Mika saling tatap sebelumnya.
Dan Mika pun langsung mengangguk menanggapi ucapan Arya pada Dad R.
“Iya lah R ... Fokus ke Val saja dahulu,” Daddy Dewa angkat suara, dimana ucapannya itu langsung disambut anggukkan oleh Mika dan Arya.
“Mereka berdua juga anakku, Wa. Tidak hanya Val yang perlu diperhatikan kebahagiaannya, tapi semua anak-anak kita.”
Dad R menyergah ucapan Daddy Dewa.
Lalu setelahnya Dad R kembali kepada Mika dan Arya.
“Kalian berdua mulailah bersikap sebagaimana kalian dalam menjalani hubungan sebelumnya. Bahkan kalau perlu, jika Val sudah fit sekali kondisi tubuhnya, aku nikahkan kalian cepat-cepat.”
🌷 🌷
To be continue.....
__ADS_1