
( PS : Kalau mau membubuhkan LIKE, mohon setelah selesai baca episodenya yah?. Jangan kasih LIKE duluan ) – Thank you.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Sekilas tentang dia, seorang pria yang hatinya di buat patah jadi dua oleh Mika.
Jakarta, Indonesia ....
‘Semoga apa yang gue kira ini benar,’
Ada Arya yang hatinya berbisik, di kala harapan tentang hubungannya dengan Mika kandas ---- Arya rasa terbuka lagi untuk kembali ditautkan.
Fakta tentang gagalnya pernikahan Val dan Kafeel berikut alasan di belakangnya yang telah Arya dengar ceritanya dari papa dan kakak lelakinya saat ia berada di rumahnya tadi, membuat Arya jadi berpikir ---- jika Mika hanya mengarang cerita tentang perselingkuhannya dan Felix.
Dan ketika Arya telah sampai ke tempat yang ia tuju dengan tergesa, “Tuan Arya ...“ Seorang penjaga yang sebut saja adalah seorang bodyguard, langsung menyapa Arya yang menghentikan motornya di luar gerbang hunian mewah serta megah seantero kota tempat bangunan itu berada.
Bodyguard itu sangat dikenal Arya, berikut bodyguard lain yang sedang bersama satu orang bodyguard yang barusan menegur Arya dengan santun itu ---- begitu juga sebaliknya.
Jadi atas nama sudah kenal sekali, Arya pun nampak santai saja menghadapi para pria berbadan tegap yang sedang merokok di luar gerbang kokoh sebuah hunian itu ---- yang sebutannya adalah Kediaman Utama The Adjieran Smith Jakarta, atau yang seringnya di sebut sebagai KUJ. “Ada siapa di dalem, Ni?” tanya Arya pada satu bodyguard yang menyapanya duluan itu saat Arya membuka helmnya.
Lalu Arya langsung sumringah hatinya ketika si bodyguard yang Arya sebut dengan ‘Ni’ itu menjawab,
“Ada Nona Mikaela ---“
“Titip motor gue, Ni. Dan ga usah laporan kalo ada gue!”
Arya yang sudah sangat bersemangat itu, langsung menukas satu bodyguard itu yang sebenarnya belum selesai dengan kalimatnya dan Arya bergegas memasuki area dalam KUJ.
‘Perasaan gue aja apa, kalo ngerasa ini KUJ kayaknya sunyi amat? ...’ Arya membatin disela ia melangkah dengan semangat ’45 ke area dalam KUJ, ketika ia tidak melihat ada satupun mobil penghuni utama di carport pada area parkir hunian yang sangat akrab bagi Arya tersebut.
Lalu pertanyaan terlontar dari mulut Arya, ketika pintu KUJ terbuka dari dalam dan seorang art yang juga Arya kenal macam para bodyguard ---- muncul dari baliknya dan langsung menyapa Arya sama santun dan ramahnya seperti bodyguard yang menyapa Arya di gerbang KUJ tadi. “Mika mana?..”
“Nona Mika ada di kolam renang, Den. Sa ---“
“Oke!”
Arya pun menukas cepat jawaban si art yang belum lengkap berkata dalam menjawab pertanyaan Arya yang sedang membuncah harapnya.
Dan sama seperti saat di gerbang KUJ, Arya menggegaskan langkahnya untuk pergi ke area kolam renang dan segera menemui Mika, lalu menemukan jawaban jika dugaannya perihal Mika dan Felix adalah benar.
Mika dan Felix hanya melakukan sandiwara cinta, lalu Arya akan kembali bersama Mika dengan akan meyakinkan Mika lebih dari sebelumnya ---- bahwa apapun yang akan terjadi, ia tidak akan kemana – mana ---- Mika tidak menikah pun tak apa, asal dia dan Mika terus bersama.
Tak apa dibilang naif juga, udah cinta mati sama Mika soalnya. Lagipun, Mika kan manusia? ..
Batu saja yang keras akan pecah juga oleh air yang menetes sabar di atasnya ---- dan hati Mika bukanlah sebuah batu.
Pasti akan mudah luluh seiring waktu dan usahanya meyakinkan Mika, jika hubungannya dan Mika kembali berjalan, lalu mengarah pada sebuah pernikahan.
Yang mana hal itu, bukan berarti menyakiti atau mentertawakan kegagalannya Val yang batal menikah dengan Kafeel.
‘Yang penting balikan dulu! terutama membuat si Judesgirl itu ngaku kalo dia udah sengaja ngibulin gue biar kami putus! ..’
Monolog Arya dalam hatinya, dalam ia melangkah untuk menyambangi tempat Mika berada dalam kediaman utama keluarga Mika yang sedang Arya datangi itu.
Hanya saja, ‘Kampret!’
♦
Apa yang Arya duga hingga menciptakan harap yang begitu tinggi, dimana Arya sudah menghayal indah jika dia dan Mika bisa kembali bersama ---- langsung patah sayapnya.
Ketika seseorang yang ingin Arya temui demi sebuah pembuktian itu, sudah memberi jawaban meski Arya belum bertanya untuk memastikan dugaan Arya padanya.
Satu pemandangan yang menyakitkan mata Arya terlebih hatinya, ia dapatkan ketika ia telah berada di area kolam renang KUJ.
Sebuah pemandangan yang mematahkan semua praduga Arya, sekaligus mematahkan sayap asanya atas menjalin kembali hubungan dengan Mika. ‘Seharusnya lo jangan keburu mimpi lagi, Arya Narendra!’
__ADS_1
Hati Arya kemudian menasehati, tepat setelah matanya disuguhi bahwa harapan atas hubungannya dan Mika dapat kembali itu sudah tak berlaku lagi.
Arya lalu mendengus getir saja akibat praduganya yang ternyata salah. Hubungan Mika dan Felix bukanlah sandiwara, karena dua orang itu nampak berinteraksi mesra.
Mika bersandar di pundak Felix yang mengelus – elus lembut kepala Mika, juga punggung dan lengan Mika ---- membuat Arya merasa, memang sudah tidak ada kesempatan untuknya.
Kiranya, hati Mika memanglah sudah berganti arah.
“Gue baru denger soal Val dan Kak Kaf dari mulut Kak Sony dan Papa. Dan hal itu terjadi waktu gue lagi di India kan, Mi?.. kita masih berhubungan Mi, kenapa lo ga cerita? Dan menjadikan itu alasan lo deket dengan Felix saat lo sedang menghibur Val..”
Yang Arya katakan setelah ia menginterupsi momennya Mika dan Felix, karena tak sudi berlama – lama melihat kemesraan sang mantan tersayang dengan kekasih barunya itu ---- Arya menyudahkan momen uwunya Mika dan Felix yang uwe baginya ---- dengan Mika yang terkejut dengan kehadiran Arya secara tiba – tiba tentunya.
Dimana Mika menjawab,
“Felix selalu ada saat gue menemani Val yang sedang hancur.”
Setelah juga sebelumnya Arya bertanya kenapa bisa Mika pada akhirnya ‘main’ di belakang Arya dengan Felix.
“Val merasa malu, dengan apa yang terjadi padanya karena dia merasa dia telah mencoreng nama baik kami. Lalu The Dads juga mengaminkan permintaan Val demi menghargai perasaannya. Jadi mereka yang tidak ada saat kejadian, memang engga ada yang diberitahukan.”
Mika tambahkan penjelasan untuk Arya, dimana kedua jawaban Mika itu memanglah sebuah kebenaran yang kemudian Mika manfaatkan demi bisa putus dari Arya.
♦
“Cepet banget ya perasaan lo berubah, Mi?“
Ucapan getir yang keluar dari mulut Arya.
“Takdir, Ar.. Dan gue berpikir logis. Lo tau kan, betapa gue memuja para pria dalam keluarga gue? The Dads dan Abang contoh utama. Dan gue menginginkan cowok seperti mereka. Lo tau apa yang ingin gue raih, Ar. Tapi dengan lo yang menolak keluarga gue bantu supaya lo bisa up lebih cepat, gue rasa itu terlalu lama untuk menunggu lo sampai di titik seperti mereka. Lo masih merintis, sementara Felix sudah dekat dengan garis sukses.. jadi lo paham kan?”
Dan jawaban Mika barusan itu menambah kegetiran di dalam hati Arya.
Namun jawaban Mika itu, Arya balas dengan anggukan kepala.
Setelahnya Arya berkata, “Semoga lo bisa mendapat kebahagiaan lo bersama Felix, Mi.”
“Iya, makasih.. doa yang sama buat lo juga ---“
Arya menukas ucapan Mika.
Karena ia tak ingin lagi berlama – lama di tempatnya berada.
“Okelah. Gue permisi kalo gitu. Dari sini dan hidup lo.”
"Semoga lo dapat teman hidup yang lebih baik dari gue, Ar."
Sekali lagi Mika mengatakan harapannya untuk Arya, dan sekali lagi Arya mengangguk lalu berpamitan pergi dari hadapan Mika dengan membawa segenap kecewa dan sakit di hatinya.
♦
Jadi atas dasar besarnya kecewa dan sakit di hatinya karena Mika, Arya macam orang yang putus asa.
Tak hanya Mika yang ia lepaskan dari hidupnya, yah walau semua karena pengkhianatan Mika.
Ditambah ---- di mata Arya, Mika seolah tak menampakkan seriusnya penyesalan atas pengkhianatan yang Mika lakukan padanya.
Pakai segala ditekankan, tentang perbedaan garis suksesnya dan Felix pula.
Sekalian, karirnya di suatu perusahaan pun Arya lepaskan.
Sayang memang, tapi Arya sedang anti dengan sebuah kota di Inggris sana yang bernama London.
Karena di sana, Arya merasa akan galon.
Padahal sama saja, di Jakarta pun Arya belum bisa galon dari Mika, meskipun yang bersangkutan sekarang berada di London.
Jadinya ya gitu, Arya putus asa karena kembali menjadi Sadboy dengan segenap kecewa pada Mika yang menghimpit dadanya.
Hingga mungkin agak terganggu akalnya, karena cetusan dari mulutnya enteng sekali Arya katakan.
__ADS_1
“Iyain aja.. iyain aja tuh permintaan rekan bisnis Papa di Ekspedisi yang katanya anaknya naksir berat sama Arya dan temen Papa itu mau menjadikan Arya menantu.”
“Njir, segitunya yang patah hati..”
“Serah!”
“Ga perlu tergesa – gesa mengambil keputusan yang berhubungan dengan masa depan kamu, Arya. Toh cetusan Hidayat itu kan Cuma selewat aja ya, Pa?..”
“Ya engga juga sih. Emang anak perempuannya Hidayat tuh udah naksir si Arya dari jaman kuliah, dulu Hidayat pernah bilang ke aku.. kan kalian sama – sama di Stanf?”
“Ga tau. Ga merhatiin..” tanggap Arya. “Yang jelas, kalo emang si Om Hidayat serius sama omongannya yang mau ngejodohin Arya sama anak perempuannya seperti yang dia bilang waktu Arya ketemu dia pas nemenin Papa main golf itu, bilang aja Arya mau.. Pernikahan bisnis udah biasa kan? ---“
♦
Seperti itu kiranya.
Arya yang patah hatinya memutuskan sesuatu dengan tergesa, walau banyak kali orang tua dan kakak lelakinya memperingatkan sekaligus menasehati jika keputusannya baiknya dipikirkan lagi dan lagi.
“Dah males mikir, dah males pacaran lagi. Sekali lagi, kalo si Om Hidayat emang serius langsung aja suruh ngatur acara tunangan Arya sama anak perempuannya itu. Pembahasan selesai, nanti sambung lagi kalo Om Hidayat udah ngasih jawaban ke Papa ---“
“Lu sarap Sadboy..”
“Sebodo!” sahut Arya pada sang kakak yang kemudian geleng – geleng kompak bersama kedua orang tuanya.
Kemudian tak menggubris ucapan Arya yang ketiganya tahu betul jika keputusan si bontot dalam keluarga mereka itu adalah karena frustasi atas kisah cintanya dan Mika yang kandas di tengah jalan, padahal udah otw lamaran plus tunangan.
♦
Ucapan frustasi Arya yang mengiyakan perjodohan bisnis memang betul – betul tidak digubris oleh sang ayah yang tak sekalipun menyampaikan pesan Arya yang katanya siap dijodohkan untuk melakukan yang namanya pernikahan bisnis pada rekan bisnisnya yang bersangkutan.
Tapi sayangnya, pada suatu kesempatan Arya dipertemukan oleh takdir hingga bertatap muka dengan pria paruh baya yang menginginkan Arya jadi menantunya.
Dimana hal yang pernah ia cetuskan di hadapan keluarganya, Arya lalu utarakan pada yang bersangkutan dengan entengnya.
Yang sialnya, rekan bisnis Papa Rico itu mengiyakan tanpa pikir panjang.
Arya jadi bertunangan. Dimana pertunangan Arya itu, sedikit banyak sebagai ajang pembalasan Arya punya dendam atas sebuah cinta yang memberikan pengkhianatan.
“Lo masih bisa buat ngebatalin rencana gila lo ini, Ar.”
“Kenapa, lo mau gantiin gue, Fucekman?..”
“Najis tralalala! Gue mending ga nikah seumur hidup daripada gue nikah sama perempuan yang ga gue sayang ---“
“Dan gue kapok sayang banget sama perempuan, karena sebesar dan sebanyak gue berkorban, yang gue dapet adalah sebuah pengkhianatan ---“
♦
Sia – sia perjuangan, yang kiranya Arya rasakan atas apa yang sudah Mika padanya. Berimbas pada pengambilan keputusan sepihak dari Arya untuk masa depannya yang berdasar atas patah hati begitu parah ia rasa.
Pertunangannya dan anak perempuan dari rekan bisnis sang Papa terlaksana.
Puas hatinya, terlebih setelah melihat kedatangan Mika yang Arya temukan sebersit kekecewaan Mika lewat sorot mata atas pertunangannya itu.
‘Siapa suruh lo khianatin gue?..’ batin Arya berbisik menang. Lalu pertanyaan Arya lontarkan pada Mika, setelah saling berjabat tangan, menerima ucapan selamat dari Mika yang tersenyum cantik ---- secantik penampilan Mika malam ini hingga Arya sempat terpesona dan memperhatikan setiap gerak – gerik Mika hingga sampai di hadapannya.
Sebentar saja, Arya terpesona pada Mika.
Kemudian Arya menguasai dirinya, dan menampakkan pada Mika kalau dia sudah baik – baik saja, sudah move on bahkan.
Dan ya itu, pertanyaan yang sedikit menyentil sekalian menyindir Arya lontarkan. “Lo, kapan tunangan sama Felix? Harusnya kan lo duluan yang tunangan, karena hubungan kalian udah 'kejauhan' duluan?..”
“Kapan – kapan..”
Mika katakan, sindiran Arya barusan Mika balas dengan senyuman dan setelahnya Mika langsung berpamitan.
Di detik dimana, hati Arya menjadi tak nyaman.
‘Susul – engga – susul – engga?...’
__ADS_1
♦♦♦♦♦
To be continue..