
( Yang Terlupakan ) # 3
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Italia,
“What’s wrong? ...” Gappa yang bertanya ini, ketika ia berpapasan dengan enam orang yang baru saja memasuki kastil.
“Have you seen, Celine, Dad? ( Apa Dad melihat Celine? )” Menanggapi pertanyaan Gappa barusan, Papa Lucca yang pertama menanggapi Gappa yang bertanya itu.
Dimana wajah Gappa nampak seperti keheranan. Yang mana Gappa membaca suatu gelagat dari ekspresi Papa Lucca dan empat pria lain dengan Val yang pegangan kursi rodanya di pegang oleh Dad R.
Gelagat jika ada sesuatu yang mengganggu kelima pria yang datang dari arah luar kastil bersama Val itu.
Gappa menggeleng pelan, menjawab Papa Lucca yang malah memberikan pertanyaan untuk menjawab pertanyaan Gappa.
Dengan mata Gappa yang terus memperhatikan lima orang pria yang di hadapannya itu. Yang dirinya tangkap jika ada suatu kepanikan di gurat wajah mereka, terutama di wajah Papa Lucca-Dad R-Varen dan Nathan.
“So –“
“Onty Uyat Buyuu!” Saat Gappa ingin menghilangkan rasa penasarannya atas ekspresi Papa Lucca-Dad R-Varen dan Nathan, disaat yang sama---Suara Putra terdengar nyaring dengan ceria, sambil bocil tampan itu berlari ke arahnya dan enam orang lainnya itu---namun arah tujuannya adalah kepada Val.
Dimana apa yang Val ucapkan kemudian membuat Gappa-Drea---yang memang mengekori Putra bersama seorang baby sitter membuat mereka menganga.
Termasuk juga Kafeel yang sebelumnya berpikir jika Val hanya sedang berpura-pura saja---setelah saat ia dan gadis kecil tercintanya itu dipertemukan, ucapan dan sikap Val menunjukkan jika gadis itu tidak mengenali Kafeel.
Sementara Papa Lucca-Dad R-Varen dan Nathan, menghembuskan nafas mereka dengan berat---karena ucapan Val saat Putra berhambur ke arahnya, kian menguatkan dugaan mereka yang sama menduga jika tindakan penghapusan memori Val akan Kafeel dan segala tentangnya---kemungkinan besar, bekerja.
🌷
🌷
Gappa-Drea dan Kafeel spontan mendekati Val, selepas gadis itu mengatakan,
“Ih ini siapa? ... kok wajahnya seperti perpaduan wajah Abang dan Kak Drea? ...”
“Onty Uyat Buyu udah sembuh? –“
“On-ty uyat bu, yu??? –“
“Than, bawa Val kembali ke ruang rawatnya dulu.”
Sementara Putra sedang mengajak Val berinteraksi dengan suara imutnya, Val mengernyit dalam sambil menggumam heran.
Lalu Gappa dan Drea serta juga Kafeel, menatap dengan tatapan yang penuh tanda tanya besar pada Papa Lucca-Dad R-Varen dan Nathan.
“Val, kamu kembali ke ruang rawat kamu dulu, hem?”
Varen lalu berujar pada Val dengan sedikit merunduk, saat Putra kemudian diangkat oleh Papa Lucca, lalu dialihkan dari Val.
Lalu Papa Lucca membawa bocil tampan itu menjauh dari beberapa orang yang sedang mengerubung itu. Sambil Papa Lucca mengajak bicara bocil tampan itu dengan sesuatu yang menarik minatnya.
Meski sebelumnya Putra mengeluarkan protes kecilnya, karena dijauhkan dari Val. “Non-no, aku mau main sama Onty Uyat Buyu ...”
“Nanti, okay? ... Aunty Uyat Buyu, masih belum dapat bermain denganmu, Handsome Boy ... Karena Aunty Uyat Buyu masih sakit ... Lihat ...”
Papa Lucca menunjuk pada Val.
“Aunty Uyat Buyu masih belum dapat berjalan sendiri ...” ucap Papa Lucca lagi dengan suara yang ia buat menirukan polah anak kecil macam Putra.
“Yaaahhhh ...”
Putra lalu berkesah menggemaskan.
Papa Lucca pun tersenyum geli.
“Jadi Putra, bermain bersama Nonno dulu, okay? ...”
“Aku mau naik helikoptel!” seru Putra kemudian.
Yang fokusnya pada Val, sudah berhasil Papa Lucca alihkan. “Okay!”
Papa Lucca menyahut bersemangat pada Putra, sambil ia menggendong bocil itu menjauh dari Val yang sedang bersama enam orang lainnya---dengan baby sitter Putra yang kemudian mengekori Papa Lucca dan salah satu pewaris super junior dalam Klan The Adjieran Smith itu.
Sementara Val, sudah teralih juga dari Putra---saat Varen mengajaknya bicara.
Di saat Papa Lucca menyambar Putra yang nampak masih ingin mengoceh lagi di hadapan Val, dan Drea juga hendak berkata.
Namun Drea urung untuk bicara, karena sebelum Varen mengajak Val bicara---Varen, Drea tangkap memberi kode padanya agar tidak bicara dulu.
Dan Drea pun tanggap pada kode dari Varen itu, seraya ia mengangguk. Termasuk juga Gappa yang mendapat kode yang sama dari Varen.
Yang setelahnya---seperti halnya Drea, Gappa mengangguk pengertian.
🌷
🌷
“Seperti yang Abang katakan tadi, kalau kamu akan melakukan satu kali pemeriksaan lagi ...” ucap Varen lagi pada Val. “Jadi sekarang kamu kembali dulu ke kamar rawat kamu untuk beristirahat sebentar sebelum melakukan pemeriksaan itu, hem? –“
“Iya, Abang ...” tukas Val.
“Ya sudah,” ucap Varen seraya tersenyum pada Val. “Kak Tan – Tan dan Kak Drea yang akan antar kamu ke kamar rawat kamu, okay?”
Val pun menganggguk seraya tersenyum pada kakak kandungnya itu.
“Iya Abang ...” ucap Val kemudian.
Lalu Nathan yang mengambil alih untuk mendorong kursi roda Val.
__ADS_1
Namun sebelumnya, Varen berbisik pada Drea yang kemudian Drea sampaikan pesan Varen padanya kepada Nathan dengan berbisik juga.
“Jika Val bertanya tentang Putra, alihkan saja dulu. Jika diberitahu tentang Putra lalu dia kebingungan, aku khawatir Val akan berpikir berat.”
Yang mana pesan Varen itu langsung Drea dan Nathan pahami.
Yang mana lagi---untungnya, Val tidak bertanya tentang Putra.
Karena saat Nathan dan Drea bergantian sedikit bertanya pada Val, fokus Val---yang memang dikarenakan kondisinya yang gampang tidak fokus itu, mudah teralihkan.
Val memang menjadi orang yang gampang lupa saat ini. Katakanlah begitu.
🌷
🌷
Semua orang yang dipamit oleh Val, menyahut dan tersenyum kepada gadis itu kala Nathan dan Drea hendak mengantarnya ke ruangan tempat Val selama ini berada.
“Aku akan mencari Celine ...” ucap Varen selepas kepergian Val, Drea dan Nathan.
“Jika dia masih beristirahat, baiknya jangan dulu memintanya untuk menemui kita sekarang.”
Dad R lalu angkat suara selepas Varen berucap barusan itu.
Varen lalu mengangguk mengiyakan ucapan Dad R. Kemudian ia berjalan menuju ke satu sudut kastil.
“Jadi, ada apa?” tanya Gappa sambil memandang kepada Dad R dan Kafeel selepas kepergian Varen.
“Just like what you saw ( Seperti yang tadi sudah dilihat ), Dad ...”
Dad R yang segera menjawab pertanyaan Gappa, sementara Kafeel diam saja.
Masih terheran – heran mengapa Val sampai melupakan dirinya, serta juga melupakan Putra.
‘Kalau Val sampai melupakan Putra, berarti dia yang lupa sama gue bukan aktingnya Val aja dong??---Gue tahu Val dengan baik, dan dia ga akan sampai sejauh itu berakting hanya demi mengabaikan gue ...’ batin Kafeel.
“Val sepertinya kehilangan sebagian memorinya –“
“What?! –“
“Begitulah, Dad ...”
Dad R memandang Gappa dengan tatapan penuh arti, setelah melirik Kafeel yang nampak sedang melamun setelah Dad R melirik pada pria yang sedang bertanya – tanya dalam hatinya itu.
‘Val orang yang sulit berbohong. Dan kalau ia mencoba untuk itu, kegugupannya karena berbohong akan sangat terbaca ...’
Dan ya, Kafeel memang sedang melamun. Masih sibuk bermonolog sendiri dalam hatinya, hingga ia tidak memperhatikan ucapan Dad R.
“Aku rasa efek dari tindakan yang pernah dilakukan padanya baru terlihat sekarang ...” ucap Dad R. “Dan kemungkinan besar tujuan utama dari hal itu terjadi.”
🌷
🌷
“Celine ada di sana?”
“Iya. Dia belum beranjak dari sana selepas melakukan pemeriksaan dan terapi pada Val.”
“Kau sudah mengatakan padanya apa yang terjadi pada Val?”
Varen pun mengangguk menanggapi pertanyaan Dad R barusan..
“Makanya aku harus membawa Val ke lab sekarang, agar Celine dapat memastikan –“
🌷
🌷
“Ada apa?”
“Kok mukanye pada tegang gitu? –“
“Kenapa Val dibawa ke lab lagi?.. Bukankah pemeriksaan Val hari ini sudah selesai?”
“Apa ada sesuatu yang buruk terjadi pada kondisi Val?”
Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari sebagian besar anggota keluarga The Adjieran Smith setelah beberapa diantara mereka melihat Varen mendorong kursi roda Val ke arah lab dengan tergesa, didampingi oleh Nathan dan Drea, serta juga Dad R-Gappa dan Kafeel.
Yang kemudian akhirnya menggerombol dan berkumpul, mengekori Val yang sedang akan diantar menuju ke lab yang ada di Little Star Island---yang dari jawaban Dad R mengatakan, jika Val harus menjalani pemeriksaan tambahan karena ada sesuatu yang Dad R yakini terjadi pada Val.
Dimana sesuatu yang Dad R maksud itu kemudian adalah mengulas kembali tentang tindakan penghapusan sebagian memori Val yang kala itu pernah dilakukan saat Val masih dalam kondisi koma. Dan hal itu, Dad R sampaikan pada keluarganya yang sedang mengerubunginya itu---disaat Kafeel berada jauh dari mereka bersama Varen, dan nampak fokus memperhatikan Val yang sedang di tanya jawab oleh Celine dari balik pintu yang memiliki sebuah jendela kaca berukuran sedang di bagian pintu tersebut.
🌷
🌷
Sementara itu di dalam lab pada Little Star Island, Val nampak sedang duduk berhadapan dengan Celine yang dari luar terlihat jika keduanya sedang melakukan sesi tanya jawab.
Yang mana memang hal itu yang sedang berlangsung saat ini.
“Halo Nona Muda Valera, kita bertemu lagi,” sapa Celine dengan ia yang tersenyum pada Val.
“Halo juga, Kak Celine.”
Val langsung menyahut ramah pada Celine.
“Sebelum saya melakukan pemeriksaan lagi pada Nona, apa boleh saya bertanya-tanya sedikit?”
Celine kemudian bertanya selepas mendengar ucapan Val yang menyahuti sapaannya.
“Tentu Kak. Silahkan.”
Val pun menyahut lagi dengan ramah pada Celine.
__ADS_1
Dimana setelahnya Celine mengangguk dan tersenyum pada Val, lalu memulai sesi tanya jawabnya dengan gadis mantan putri tidur itu terkait dari apa yang sebelumnya telah Varen sampaikan.
“Nona Muda Valera, apa Nona mengingat saya? ...“ Celine yang mulai bertanya. “Maksud saya, hubungan saya dengan Tuan Alvarend.”
“Ingat dong. Kak Celine kan? Orang kepercayaannya Abang seperti Kak Ammar? ...”
Val sempat terdiam sesaat, seperti berpikir sebelum ia menjawab pertanyaan Celine barusan.
“Betul, kan? ...“
“Betul sekali Nona,” sahut Celine seraya ia tersenyum.
🌷
🌷
Lalu Celine kembali melanjutkan sesi tanya jawabnya dengan Val. Untuk memastikan dugaan Varen yang mengatakan jika Val tidak mengenali Kafeel, lalu seperti mengalami kemunduran ingatan.
“Apa Nona Muda Valera ingat hal terakhir sebelum Nona hilang kesadaran? –“
“Tadi setelah pemeriksaan, Val ingat kalau Val itu sedang bersama May di kapal pesiar. Lalu hitam setelah Val dengar Papi memanggil. Makanya Val bingung, kenapa Val tahu – tahu mendapati diri Val ada di ruangan yang seperti rumah sakit itu. Koma lagi katanya. Apa saat Papi memanggil itu Val tercebur ke laut lalu kepala Val bertabrakan dengan mulut lumba – lumba ya? ... Makanya Val koma.”
Celine lalu terdiam sejenak sambil memandang pada Val sebelum ia mencetuska pertanyaan berikutnya. “Apa Nona Muda Valera ingat jika Nona sudah bertunangan? –“
“Hah?! What?!”
Menukas ucapan Celine barusan, Val nampak sangat terkejut.
“Bahkan Nona sudah hampir menikah, loh ...“ sambung Celine seraya ia manggut – manggut kecil.
🌷
🌷
Val kian melongo setelah mendengar sambungan ucapan Celine.
“Kak Celine, selain unik---lucu juga. Masa Val yang masih berusia 14 tahun ini sudah bertunangan dan mau menikah?”
Namun di detik berikutnya Val terkekeh kecil sebelum ia mengatakan hal yang barusan. Yang mana selanjutnya Val menjadi terlihat panik sendiri.
“Oh My! Apakah Val dijodohkan oleh The Dads?? ...”
Celine hendak menyergah,
“Ah masa sih The Dads tega menjodohkan Val yang masih berusia 14 tahun ini??? Itu kan melanggar hukum? ... Memang Val melakukan kesalahan apa sampai The Dads tega menjodohkan Val di usia Val yang masih remaja imut –imut ini? ...“
Namun Val keburu bicara lagi.
Membuat Celine kemudian menghembuskan nafasnya sedikit berat. Lalu bicara lagi setelahnya.
“Nona Muda Valera, usia anda sekarang itu delapan belas tahun. Bukan empat belas.”
“Apa?! –“
“Iya Nona, anda bukan bukan berumur 14 tahun sekarang, melainkan 18 tahun.”
Celine berucap lagi dengan memberikan pandangan meyakinkan pada Val yang kembali nampak terkejut.
“Kak, Celine ... bercanda, kan??? ...”
“Tidak, Nona Muda Valera. Anda –“
“Sshh ...”
Val terdengar mendesis pelan kemudian sambil ia sedikit memijat kepalanya.
“Nona Muda Valera, anda tidak apa – apa? –“
“Kepalaku terasa sedikit sakit, Kak –“
🌷
🌷
Yang Celine cukupkan sesi tanya jawabnya dengan Val, ketika gadis itu terdengar meringis dan mengeluh jika kepalanya sedikit sakit.
Setelahnya, Celine menyarankan Val agar dibawa kembali saja dulu ke ruang rawatnya. Kemudian ia akan bicara pada keluarga Val tentang hasil observasinya.
Sementara itu, Val yang sudah akan diantarkan kembali ke ruang rawatnya oleh para saudara dan saudarinya itu, terus memikirkan ucapan – ucapan Celine saat sesi tanya jawab mereka.
‘Jika aku 18 tahun sekarang, berarti aku sudah koma selama 4 tahun?? ...‘
Yang membatin panik di dalam hatinya.
‘Jika aku 18 tahun sekarang, berarti aku sudah melewati target usiaku untuk menikah dong?? ...’
Masih Val bermonolog dalam hatinya.
‘Jangan-jangan benar, apa yang Kak Celine ucapkan tadi soal aku yang bertunangan?? .. Jika benar, siapa pria yang menjadi tunanganku itu?? ..’
Dengan Val yang sedang berpikir keras di otaknya, mengabaikan sedikit rasa nyeri di kepalanya yang ia rasakan sejak beberapa saat lalu.
‘Dia ada di sini, tidak ya?? ..’
Lalu Val menolehkan kepalanya ke arah para keluarganya di dekat lab, saat kursi rodanya berbelok.
‘Satu-satunya yang asing diantara para keluargaku itu, adalah pria yang tadi Dad R katakan apa aku perlu ruang dengannya ..’
Dimana pada saat itu, pandangan Val tertuju pada Kafeel yang juga sedang memandanginya.
‘Apa pria itu, tunanganku?? ..’
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
To be continue....