HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
NASIB


__ADS_3

Happy reading yah....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Kediaman Utama, The Adjieran Smith, Jakarta , Indonesia...


‘Bocil yang bapaknya jelmaan ‘naga’!’


Kafeel menghela nafasnya, geleng-geleng lagi, lalu mendengus geli sendiri.


Lupa, bahwa ada orang lain yang sedang berada di sekelilingnya. Dimana orang-orang itu sedang memperhatikan prilaku Kafeel yang sedang sibuk sendiri dengan pikirannya.


‘Lagian, segala Uncle John ngomong ‘I spy with my litlle eye’.... kan persis banget sama yang Uncle R tulis di pesan chatnya ke gue?’


Kafeel menggerutu dalam hatinya, mengenai kalimat yang diucapkan Papi John saat ia datang dengan Val ke Kediaman Utama kekasih kecilnya itu.


Yang mana, Kafeel tidak memperhatikan percakapan apa yang terjadi setelah ia mendengar kalimat ‘I spy with my litlle eye’ dari mulut Papi John beberapa saat yang lalu.


“Kamu ke pantai tidak mengajak kami, Val Baby?” ( Celetuk Papi John saat Val dan Kafeel masuk ke ruang tamu Kediaman Utama mereka ).


“Kok Dad tahu, jika Val habis dari pantai?” ( Sahutan dari Val )


“Well, I spy with my little eye....”


( Dimana saat satu celetukan itu keluar dari mulut Papi John.... )


“Ih Daddy, macam James Bond saja, pakai spy-spy segala!...”


( Val menyergah ucapan Papi John dengan manja, hingga Papi John terkekeh kecil ).


“Papi tahu dari mana memangnya kalau aku dan Kak Kafeel habis dari pantai?”  ( Val yang bertanya pada Papi John ).


“Ya tahu dari Adri lah. Tadi kan Daddy Jeff menghubungi dia.” ( Ini Daddy Dewa yang menyahut ).


“Oh iya ya.”


“Karena Mika dan Via serta Tan-Tan kembali tanpa kamu, dan ponsel kamu maupun Achiel sulit dihubungi, jadinya Dad call Adri, sesuai laporan Mahen yang katanya kamu dijemput oleh Adri. Dan kata Adri Kafeel juga ada bersama kamu....”


“Lalu menyuruh Val segera pulang?....”


“Kami berencana untuk makan malam di luar.”


“Oh begitu. Lalu katanya ada hal serius yang ingin dibicarakan dengan Kak Kafeel, apa?”


“Ya apalagi, masalah pekerjaan lah....”


Dimana saat percakapan itu terjadi, otak dan jiwa Kafeel entah sedang terbang kemana.


Alhasil, Kafeel jadi gal-fok saking gugup hingga alam sadarnya berhalusinasi dan melihat Papi John bahkan Nathan yang berjalan ke arahnya tadi sebagai Daddy R.



Kafeel masih nampak seolah sibuk sendiri, meskipun dia sedang duduk saja.


‘Jadi parno ga karuan kan jadinya gue, takut dibantai sama ‘naga’ karena nyium anaknya tanpa ijin! Iya kalo dibantai, kalo gue sama Val dipisahin dengan paksa?!. Ga gegana gue nanti bakalan??’


Lalu Kafeel menghela nafasnya bak orang frustasi, lalu menunduk lesu sambil geleng-geleng.


Dimana lima pasang mata sedang memperhatikan Kafeel dengan kelakuannya yang nampak aneh di mata kelima orang tersebut secara intens.


Dan sepasang mata dari lima itu mengalihkan pandangannya ke orang yang duduk di dekat Kafeel.


Menggerakkan satu tangannya, pada Val yang duduk disebelah Kafeel itu.


Papi Johnlah yang sedang melihat pada Val itu, memanggil Val seraya melambaikan tangannya pada yang bersangkutan.


“Sini....” Papi John memanggil Val tanpa suara.


Dan Val, yang memang sempat saling tatap dengan empat orang pria yang bersamanya itupun langsung beringsut dengan pelan dari tempatnya duduk di samping Kafeel.


“Kak Kafeelmu itu sedang menghadapi masalah yang berat dalam hidup, kah?” tanya Papi John masih dalam mode bisik-bisik, saat Val sudah menghampirinya. “Sepertinya sedang tertekan sekali dia sekarang?....”


“Entah Pih. Val pun tidak tahu kenapa Kak Kafeel jadi aneh seperti itu, sejak dari pantai tadi.”


“Jangan-jangan kesambet kali dia....”


Nathan pun nyeletuk, dan toyoran sampai ke kepalanya dari tangan sang ayah kandungnya Nathan.


Daddy Jeff.


Dimana Nathan langsung saja terkikik, dan dua orang lainnya mendengus geli.


“Val pun berpikir seperti itu tadi Kak....” Val berkata jujur.


Kejujuran dan kepolosan Val kadang memang beda tipis kiranya.


“Bahkan Val sudah bacakan Al- Fatihah tadi.” Sambung Val.


Dimana menimbulkan satu reaksi.....


“Heu?!”


Empat orang pria yang bersama Val itu langsung tertegun dengan kompak sembari menatap pada Val.


“Kamu apa?”


“Val bacakan Al-Fatihah.”


“Serius?”


“Iya....” Jawab Val dengan menganggukkan kepalanya beberapa kali dengan kepolosan ekspresi.


Lalu....


“Buahahahaha!....”


Gelakan pun membahana di area ruang tamu Kediaman Utama The Adjieran Smith.


Dimana gelakan kencang yang membahana seantero ruang tamu Kediaman Utama tersebut, barulah membuat Kafeel tersadar dari lamunannya.


‘Eh?....’


Kafeel pun menoleh ke arah mereka yang sedang lebar-lebar banget mulutnya dengan bagian tubuh atas mereka yang bergetar, saking ngakaknya susah direm.


“Val, Val.... ga sekalian kamu sembur mukanya!”


“Hahahaha!....”


Gelakan tanpa akhlak pun membahana lagi dari mulut Papi John, Daddy Jeff, Daddy Dewa dan Nathan.


Tanpa ke empat orang yang sedang tergelak tanpa akhlak itu perhatikan, jika bahan gelakan mereka itu kini sedang memandang pada ke empatnya dengan ekspresi wajah yang terheran-heran.

__ADS_1



Gelakan mereda.


Tapi suara kekehan geli masih ada dari ke empat orang pria yang bersama Val saat ini kala mereka menyadari, jika Kafeel sedang menatap pada mereka dengan  raut wajahnya yang bingung maksimal.


“Ehem.” Papi John yang berdehem. “Kau baik-baik saja Ka?....” tanya Papi John pada Kafeel kemudian.


“A-ku baik-baik saja Uncle....” jawab Kafeel seraya menganggukkan kepalanya beberapa kali. Dimana Val kemudian beringsut dari tempatnya.


“Val,” Panggil Nathan dengan pelan pada Val.


“Ya Kak Tan-Tan?....”


Kemudian Tan-Tan melambaikan tangannya sekali, mengkode agar Val mendekat padanya.


“Sini bentar....” kata Nathan.


Dan Val pun menurut saja untuk mendekat pada satu kakaknya itu, yang kemudian mengkode ingin membisikkan sesuatu padanya.


“Begini, pssstt....”


Nathan berbisik tepat di telinga Val.


Lalu Val terlihat menarik kepalanya dengan raut wajah yang nampak ragu, setelah Nathan berbisik padanya.


“Benarkah Kak?....”


Val bertanya dengan ekspresi wajah yang polos kini.


“Ya biar yakin mendingan dicoba kan?” Nathan berucap. Lalu Val nampak berpikir.


“Ya sudah kalau begitu....” Lalu Val berucap.


Val dan Nathan nampak asik mengobrolkan tentang suatu hal.


Dan itu tak luput dari pandangan Kafeel.


“Kak Tan-Tan bisa?....”


Val lalu bertanya pada Nathan.


“Belom pernah coba sih.... tapi kenapa ga dicoba sekarang?”


“Uumm.” Val nampak mempertimbangkan ucapan Nathan.


Sementara Val sedang terlihat menimbang-nimbang, tiga Daddy yang jadi kepo bertanya ‘Apa sih?’ tanpa suara pada Nathan.


Nathan mengangkat tangannya pada ketiga Daddynya tersebut, dengan artian, ‘Nanti aku kasih tahu’.


“Ya udah deh Kak, coba saja.” Lalu suara Val terdengar. Dimana bibir Nathan langsung melengkung tinggi.


Setelahnya, Val memandang pada Kafeel dengan tatapan serius, lalu berdiri dari tempatnya, dengan mata Kafeel yang memperhatikan Val yang kini sedang berjalan yang menurut Kafeel sedang mengarah kedekatnya.


Sementara itu, empat orang pria dibelakang Val kasak-kusuk lagi. Lalu ke empatnya cekikikan. Hanya Kafeel yang sedang fokus memandang pada Val yang raut wajah Val saat ini sukar dilukiskan oleh Kafeel, tidak memperhatikan ke empat orang yang sedang kasak-kusuk saat Val berjalan ke arahnya.


“Ada apa?” tanya Kafeel dengan pelan pada Val. Jujur saja, Kafeel selain masih tidak mempercayai dirinya yang saking gugup sampai membayangkan kehadiran Daddy R dihadapannya tadi, masih memiliki rasa was-was di dalam hatinya.


Meski hanya ada tiga Daddy Val yang lebih woles dari tiga yang berada di London, namun Kafeel seyogyanya masih harus berhati-hati, karena mengingat ketiga orang tersebut katanya, ingin berbicara serius dengan dirinya. Dan melihat raut wajah Val yang sulit untuk Kafeel artikan ini, rasanya Kafeel menjadi khawatir.


Khawatir jika saat dia tengah melamun tadi, Val sudah mengatakan tentang resminya hubungan asmara dirinya dan Val yang baru terjalin itu , sudah Val ceritakan pada ketiga Daddynya termasuk Nathan yang berada bersama mereka saat ini. Jadi Kafeel berpikir bisa saja raut wajah Val ini karena ada kata ‘keberatan’ dari tiga Daddynya tersebut.


“Val mau meminta maid antarkan minum untuk Kak Kafeel....”


Val menjawab pertanyaan Kafeel sebelumnya.


Dimana Kafeel menggeleng dan hendak berbicara untuk meminta Val agar tidak perlu melakukan hal yang Val katakan barusan.


Kafeel tersenyum pada Val.


“Ti—“


“Ehem!”


Namun belum sempat Kafeel berucap, suara deheman terdengar begitu dekat di telinga Kafeel hingga ia sontak menoleh dengan cepat.


Gluk!.


Kafeel sedikit menelan saliva dengan spontan, kala empat orang yang tadi nampak masih duduk-duduk sembari kasak-kusuk, kini telah berdiri menjulang didekatnya.



Sementara itu di area lebih dalam Kediaman Utama....


“Buahahahaha!....”


Suara gelakan kencang yang berasal dari ruang tamu Kediaman Utama membuat mereka yang berada di dalam ruang santai teralihkan perhatiannya.


“Itu bapak-bapak pada mengobrolkan apa coba sampai tertawa sebegitunya?”


Ini Mom Ichel yang nyeletuk saat gelakan yang membahana itu terdengar di telinganya.


“Ah Mom kayak ga tau aja mereka kalo udah ngumpul begitu!”


Dan ini Via yang menimpali ucapan Mom Ichel barusan.


Via dan Mom Ichel memang sedang bersantai ria bersama Ares juga Mika di ruang santai, sementara menunggu waktu untuk bersiap-siap pergi makan malam di luar Kediaman Utama.


Sementara beberapa yang lainnya dalam Kediaman terpencar di beberapa tempat.


“Ada aja bahasan mereka kan yang bikin mereka suka ngakak ga jelas!” sambung Via. “Belom lagi kalau ditambah personel cowo lainnya! Suara ketawa mereka bisa kedengeran sampe ke jalan kali kalo udah ngegibah!“ cerocos Via.


“Iya betul itu!” sambar Mika. Lalu ia, Mom Ichel dan Via cekikikan bersama.


Sementara Ares tetap dalam mode woles menonton film di televisi sambil mulutnya tak berhenti mengunyah camilan yang disediakan untuk ke empat orang yang berada di ruang santai tersebut.


“Eh iya, tadi sepertinya Mom dengar suara Val? tapi kok kedengeran lagi ya?....”


“Mungkin dia langsung ke kamarnya, Mom.”


Via kembali menimpali ucapan Mom Ichel.


“Mungkin juga.”


Mom Ichel pun manggut-manggut.


Lalu ia kembali menonton film yang terputar di televisi dalam ruang santai, begitu juga Via dan Mika, sperti halnya Ares.


Hingga beberapa saat kemudian....


“ARGH!!....”

__ADS_1


Suara teriakan dari arah ruang tamu, terdengar di telinga ke empat orang yang sedang berada di ruang santai tersebut.


Suara teriakan yang terdengar memang tak panjang, namun cukup keras. Hingga membuat ke empat orang tersebut cukup terkejut.



“Val?!....” seru Mika saat ia melihat Val, setelah ia dan tiga orang yang berada di ruang santai segera bangkit dari tempat mereka dan berhambur keluar untuk pergi menuju ke arah sumber suara teriakan pendek dari seorang pria.


Bahkan para asisten rumah tangga yang mendengar teriakan pendek seorang pria beberapa saat yang lalu, juga spontan berlari ke arah sumber suara karena lumayan terkejut, mendengar suara teriakan lalu mengaduh kemudian terdengar oleh mereka.


“Kak Kafeel diapain itu?!” Ares bersuara saat melihat pemandangan yang dia tangkap dengan matanya saat ia dan tiga orang yang bersamanya tadi telah sampai di ruang tamu.



Beberapa waktu sebelum teriakan dari ruang tamu terdengar....


‘Gue kerjain ah si Kak Kaf!’


Satu hati sedang merencanakan kejahilan


“Val,”


Hati Nathan, yang kemudian mulutnya terbuka memanggil Val dengan pelan.


“Ya Kak Tan-Tan?....” sahut Val.


“Sini bentar....”


Dan Val pun menurut saja untuk mendekat pada satu kakaknya itu, yang kemudian mengkode ingin membisikkan sesuatu padanya.


“Begini, gue curiga itu si Kak Kaf kesambet, asli!”


Nathan yang jahil, berbisik tepat di telinga Val yang polos.


“Iya kan Val juga curiga seperti itu?”


Val menimpali ucapan Nathan seraya berbisik juga.


“Mending kita tes.”


“Tes bagaimana??”


“Pencet jempol kakinya, sambil dibaca-bacain biar keluar itu setannya.”


“Benarkah Kak?....”


“Ya biar yakin mendingan dicoba kan?”


“Ya sudah kalau begitu....”


“Oke, kita coba kalau begitu.”


“Kak Tan-Tan bisa?....”


“Belom pernah coba sih.... tapi kenapa ga dicoba sekarang?”


“Uumm Ya udah deh Kak, coba saja.”


--


“Kenapa Tan?....”


Ini Daddy Dewa yang kepo sehabis melihat Tan-Tan bisik-bisik dengan Val.


“Mau dapet hiburan sore ga?” kata Nathan dengan muka super jahilnya. Yang tentu saja disambut anggukan antusias oleh tiga pria yang bersama Nathan.


“Ngerjain si Kafeel??....” celetuk Daddy Jeff dengan tetap berbisik.


Nathan pun menyeringai jahil dengan raut wajah yang konyol, sambil manggut-manggut antusias.


“Biar sedikit lepas itu beban hidupnya.”


Asal saja Nathan nyeletuk, namun membuat dia dan tiga Daddynya cekikikan.


“Kan belom pernah kita ngerjain dia, Dad....”


“Wah iya benar....”


Papi John menimpali.


“Mumpung lagi linglung nih orangnya.”


Nathan menimpali, lalu mereka segera berdiri.



Kembali ke keadaan sekarang....


“ARGH!!....”


Suara teriakan spontan keluar dari mulut Kafeel, saat kaus kaki dan sepatunya dilepas paksa oleh Nathan, dan tubuhnya dipegangi oleh dua orang pria yang katakanlah tua-tua keladi, sementara yang satunya sedang memegang kedua jempol tangan Kafeel.


Dimana kedua jempol tangan dan kaki itu sedang di pencet bersamaan dengan tenaga yang cukup kuat.


“Damned!”


Dan umpatan kecil spontan keluar dari mulut Kafeel.


“Kak Kafeel diapain itu?!” Ares bersuara saat melihat pemandangan yang dia tangkap dengan matanya saat ia dan tiga orang yang bersamanya tadi telah sampai di ruang tamu.


Dimana adegan pencet jempol dengan Kafeel yang tubuhnya sedang dipegangi dengan kuat oleh Papi John dan Daddy Dewa.


“Ini apaan sih?!”


Kafeel berseru spontan, sementara empat orang yang memeganginya cekikikan.


“Ini ada apa?!” Mom Ichel berucap sambil memandang dengan heran pada apa yang sedang ia lihat itu.


“Itu, Kak Kafeel kami curigai kerasukan penghuni pantai –“


Val bersuara, disaat kemudian ucapannya disambar dengan kesahan keterkejutan,


“HAAH?!”


Oleh semua yang berada di ruang tamu, termasuk tersangka yang dicurigai kesambet penghuni pantai.


‘AH SUMPAH GILA INI SIH!!’ batin Kafeel yang teraniaya. 'Yang ada gue sawan setelah pulang dari sini!'


♥♥


To be continue....

__ADS_1


__ADS_2