
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
London, Inggris,
“Valera!” suara seorang pria terdengar dari salah satu sudut restoran, dimana pria itu berdiri sambil mengangkat tangannya ke arah Val yang baru saja memasuki restoran tersebut.
“Heey!....” Val menyahut dengan sumringah, seraya melambai kepada pria itu. “I’m so sorry, Simon. I almost forget this appointment with you ( Aku mohon maaf, Simon. Aku hampir melupakan janji denganmu ini )....”
Simon tersenyum mendengar penuturan Val setelah mendekat padanya dan menyalaminya dengan salam pipi kiri dan kanan.
“Never mind---“
“You don’t feel upset, right ( Kamu tidak merasa kesal, kan )?....”
“Not at all, Valera,” jawab Simon. “I’ll be waitting for you here, even I have to wait for hours ( Aku akan menunggumu disini, meskipun harus menunggu selama berjam-jam )---“
“Uu.... what a sweet boyfriend,” tukas Val sambil mencubit kedua pipi Simon. “Muah!” Val lalu mengecup salah satu pipi Simon. “Present for a patience boyfriend ( Hadiah untuk pacar yang sabar )---“
‘Nih kalo si Kafeel Adiwangsa liat, Beuh! Bisa kung kung jes jes tuh dia liat Nona Valera mesra gitu sama ini bule!’
Sementara itu, seorang pria yang mengekori Val membatin.
‘Guling-guling sambil gigitin piring bisa – bisa tuh orang!’
Adalah Achiel yang membatin geli itu, saat melihat interaksi Val dan Simon.
Dimana Achiel berdiri tepat di belakang Val yang sudah duduk berhadapan dengan Simon.
Dan Achiel tak bergeming, walau Val sudah melayangkan protes bahkan ancaman padanya, dari sejak sampai di restoran dimana Simon sudah lebih dulu ada di sana.
♥♥♥
“Did you late because you get your syndrome again ( Apa kamu terlambat karena kamu mengalami sindrom kamu lagi )?....”
Simon bertanya pada Val yang sudah duduk anteng.
Setelah didetik sebelumnya, Val sempat melayangkan protes dan ancaman pada Achiel.
“No ( Tidak )”
“Then ( Lalu )?....”
“I suddenly remember about my diary, and I was looking for it ( Aku seketika ingat tentang buku harianku, lalu aku langsung sibuk mencarinya )....”
“And did you find it ( Dan apakah kamu menemukannya )?”
“No.” Val pun berkesah. Lalu ia menghela sedikit panjang nafasnya.
Sambil juga Val mengendikkan sedikit bahunya.
“Well, it doesn’t matter anymore. Everything inside there are just past, right ( Yah, itu sudah tidak penting lagi. Semua yang ada di dalamnya hanya masa lalu, bukan )?”
“But we lived today because of past, Valera. And sometimes our past, are happier than present. Makes us want to comeback at that moment again ( Tapi kita hidup hari ini karena masa lalu, Valera. Dan terkadang masa lalu kita, lebih membahagiakan dari saat ini. Membuat kita ingin kembali ke saat itu )”
“Is that so ( Begitu kah )?”
“Huum. And at your case, well.... your past could help you to get your losing memories back ( Dan dalam kasusmu, yah.... masa lalu kamu dapat menolong kamu untuk mendapatkan kembali ingatan kamu yang hilang )”
Val melipat bibirnya setelah mendengar penuturan Simon.
“Don’t you feel curious about all happy moment at your past ( Apa kamu tidak merasa penasaran dengan masa bahagia di masa lalu kamu )?....”
“I do ( Iya penasaran sih )”
“Then better you don't stop to find your diary ( Kalau begitu lebih baik jangan berhenti mencari buku harian kamu )”
“Alright then ( Baiklah kalau begitu )” ucap Val, mengiyakan saran Simon. Lalu Val dan Simon berinteraksi dengan pelayan yang hendak mencatat pesanan mereka.
♥♥♥
Val dan Simon terlibat obrolan ringan seputar kuliah Val saat menunggu makanan pesanan mereka datang.
Lalu setelah makanan pesanan Val dan Simon datang, dan disajikan dihadapan masing – masing sesuai pesanan mereka, Val mengalihkan pandangannya pada menu sarapan yang membuatnya sudah tidak sabar untuk ia santap.
“Disuapi dong.” Dimana Val bersuara. Berbicara dalam bahasa Indonesia.
Lalu menyiapkan dirinya untuk menerima suapan.
Membuat Simon jadi sedikit terkesiap, dan sedikit heran.
“Katanya mau suapi Val? ..” Val lalu terdengar bicara sambil merungut manja ke arah Simon yang sedang terheran itu.
Namun tak lama, Simon berkata, “I don’t understand Indonesian language ( Aku tidak mengerti bahasa Indonesia ), Valera.“
♥♥♥
Val yakin ia tadi mendengar seseorang berkata padanya, menawarkan untuk menyuapinya.
Tapi Simon meyakinkan jika dia tidak berkata apapun pada Val saat Val merasa ia sedang ditanyakan apa mau disuapi atau tidak, karena Simon sedang mengunyah makanannya.
Dan lagi iya, Val ingat jika ucapan yang ia dengar adalah kalimat dalam bahasa Indonesia, yang Simon sama sekali tidak mengerti.
Untuk itu, Val jadi dibuat heran sendiri, kemudian Val bertanya pada Achiel untuk memastikan mungkin saja Achiel yang tadi berbisik padanya ---- menawarkan apa Val ingin disuapi.
Meski Val tidak yakin, jika Achiel bersikap lancang padanya.
Dan memang Achiel tidak merasa berbicara pada Val dari setelah Val duduk di kursinya pada restoran.
“What's wrong actually ( Ada apa sebenarnya ), Valera? ..” Melihat Val nampak terheran.
Lagipun, Simon tidak paham bahasa Indonesia, makanya Simon kemudian bertanya pada Val.
“I heard a voice. Asking me whether I want to be fed or not in Indonesian language ( Aku mendengar suara. Bertanya padaku apakah aku ingin disuapi atau tidak dalam bahasa Indonesia )”
Simon lalu tersenyum setelah mendengar jawaban Val, kemudian melepaskan sendok dan garpunya ---- menjeda sarapannya.
“Remember my sentences about we lived today because of the past ( Ingat kalimatku tentang kita hidup di hari ini karena masa lalu )?---“
__ADS_1
“Of course I remember. Because you said that just about few minutes ago ( Tentu saja aku ingat. Karena kamu baru mengatakannya beberapa menit yang lalu ) ..”
♥♥♥
“I am easily forgetting something after I wake up from comma. But now is becoming better and better. The recent things I’ve heard and know, could last in my brain now ( Aku memang mudah melupakan sesuatu sejak aku terbangun dari koma. Tapi sekarang sudah cukup membaik. Hal – hal terbaru yang aku dengar dan tahu, dapat aku ingat dengan baik di otakku sekarang ini ) ..”
“So glad to hear it ( Senang sekali mendengarnya )” jawab Simon pada penuturan Val yang kemudian tersenyum padanya.
“And about the question that you asked me ( Lalu tentang pertanyaan yang tadi kamu tanyakan padaku )?---“
“You remember about something in your past under your subconcious ( Kamu mengingat sesuatu tentang masa lalumu di bawah sadarmu )---“
“You mean?---“
“The voice that you heard, might a fragment from a moment in your past ( Suara yang kamu dengar, bisa jadi adalah sebuah penggalan dari satu kejadian pada masa lalu kamu )---“
“Maybe ( Mungkin )---“
“And I guess, this kind of moment ( Dan aku rasa, momen seperti ini ) ..”
Simon menggerakkan telunjuknya, ke arah dirinya dan Val dengan sedikit cepat.
“I mean this kind of togethernesses of you and me ( Maksudku adalah kebersamaan macam kita sekarang ini ) ..”
“.....”
“Trigger your memory, because this kind of momen in different place and time, you ever past it ( Memicu ingatan kamu, karena momen seperti ini pada tempat dan waktu yang berbeda, pernah juga kamu alami sebelumnya )”
Val memperhatikan Simon dan setiap kalimat yang pacarnya itu ucapkan dengan seksama, dimana Simon bertutur dengan lembut dan jelas untuk Val pahami.
“And considering your act when you open your mouth and prepare to be fed with happy face that you might unrealized, I guess .. you might have that kind of moment in the romantic way .. with someone special for you ( Dan menimbang sikap kamu saat membuka mulutmu dan bersiap untuk disuapi dengan wajah bahagia yang mungkin kamu tidak menyadarinya, aku rasa .. kamu memiliki momen seperti itu dalam bentuk yang romantis .. dengan seseorang yang spesial untukmu ) ..”
“You mean ( Maksud kamu )---“
“You might have a special man in your life before me ( Kamu mungkin memiliki seorang kekasih dalam hidupmu sebelum aku ) ..”
‘Weh! Keren juga nih bule! Nyampe pikirannya ke situ! ..’ Ini Achiel yang spontan membatin.
Karena meski ia diam seribu bahasa, namun mata dan telinganya awas memperhatikan Simon.
Dimana apabila ada sesuatu yang kiranya janggal, Achiel pastinya akan melaporkan hal tersebut pada para tuan besar.
‘Tapi Nona Valera, anggap serius ga ya spekulasinya si Simon ini?---‘
“That is very impossible ( Itu sangat tidak mungkin ), Simon ..” Suara Valera terdengar, menanggapi spekulasi Simon yang pria itu sampaikan padanya.
“Well, that just my conclusion. Right or not, you need to find your diary to get the answer ( Yah, itu hanya kesimpulanku. Benar atau tidaknya, kamu perlu menemukan buku diary kamu untuk mendapat jawabannya ) ..”
“Okay,” angguk Val. “But before that, let’s wefiee .. so I won’t forget, that you are my boyfriend ( Tapi sebelum itu, ayo kita wefie .. jadi aku tidak akan lupa, kalau kamu adalah pacarku ) ..”
Val mengajak Simon untuk foto bersama.
“Show me your love ( Yang mesra ya )” ucap Val pada Simon yang tersenyum geli setelah Val mendekat padanya dan mengambil foto dirinya dan pacarnya itu, yang kemudian Val unggah di akun sosmednya.
♥♥♥
“Wow!”
“Kak Kaf, seleb wannabe di Indo sekarang.”
“Kenapa gitu?”
“Nih lihat! Dua performnya Kak Kaf di Kafenya ada yang upload di sosmed, terus sekarang jadi trending topic di sana. Walaupun hashtagnya menggelikan. Cogan Romantis Pujaan Eneng. Hahaha!”
“Oh ya???...”
“Kak... Kaf, itu?—“
“Kak Kafeel, Val. Yang waktu itu ketemu kamu waktu kamu perkenalkan Simon untuk pertama kalinya pada kami.”
“Oh iya, aku ingat---“
♥♥♥
“Aku lihat dong videonya, May?---“
“Ini---“
.... Engkau jauh di mata, tapi dekat di doa.. Aku merindukanmu..
‘Dalam sekali Kak Kafeel ini menyanyikan lagu itu..’
“Lagu ini spesial buat kamu, si Cantik kesayangan--”
‘Eh?.. suara Kak Kafeel.. Kok.. mirip seperti suara yang aku dengar?.. saat aku sedang sarapan dengan Simon?..’
♥♥♥
“Kenapa Val? ..”
Mika yang bertanya, karena Val nampak melamun sambil memperhatikan layar ponsel Rery
“Tidak apa – apa. Aku hanya terhanyut dengan lagunya.”
Val terkesiap. Namun ia segera menjawab karena engeh pada pertanyaan Mika.
‘Aku jadi teringat perkataan Simon soal aku yang memiliki kekasih sebelum dirinya .. Tapi tidak mungkin pria bernama Kafeel Adiwangsa ini kan? ..’
Val membatin lagi setelah ia mengembalikan ponsel Rery pada si empunya.
‘Aku harus menemukan buku diaryku!’
♥♥♥
Jakarta, Indonesia,
Dear Diary,
Ya ampuun aku telah dilamar secara resmi oleh Kak Kaf!
__ADS_1
Dan tidak lama lagi aku akan menjadi Nyonya Kafeel Adiwangsa!
Aaa bahagianya!
Mimpiku untuk bersama Kak Kafeel selamanya menjadi nyata!
“Tapi sekarang mimpi itu udah kamu lupain Val. Terus mimpi Kakak yang hancur sekarang ...”
Adalah Kafeel yang bergumam. Dengan tangannya yang sedang memegang sebuah buku harian.
“Tapi ga apa. Yang penting Val kesayangan Kakak selalu bahagia ...” gumam Kafeel lagi.
Lalu Kafeel meletakkan sebuah buku harian berwarna putih dengan berselimutkan cover bulu yang sudah ia tutup itu.
Kemudian Kafeel beralih melihat ke arah layar ponselnya. Mengusap satu gambar yang terpajang di sana, sambil tersenyum getir.
‘Aku masih di dunia ini. Melihatmu dari jauh bersama dia. Walau pasti kuterbakar cemburu. Tapi janganlah kau kemana – mana ...’
♥♥♥
♥♥♥
Jepang,
“Va ---“
“Hem?”
“Ada yang mau gue bilang.”
“Apa?”
“Hpnya Val yang lama, ada di gue ---“
“Kok bisa?”
“Waktu gue nemuin surat yang dia tulis pas ‘pamitan’ ada ponsel di laci yang sama. Gue spontan aja bawa.”
“Clepto juga lo ya? ---“
“Gila! Engga lah ---“
“Nah lo main ambil barang orang sembarangan?”
“Ya bukan gitu, sebelum gue baca itu surat, gue spontan kantongin itu hpnya Val, karena gue takut anak buah lo itu dateng ke rumah terus ngambilin foto Val yang ada di gue. Jadi itu hp yang waktu itu gue yakin pasti banyak foto Val di galeri hpnya bisa buat cadangan gue yang paranoid. Sekaligus gue mau cari info Val ada dimana kalau saat itu gue ga nemuin itu surat yang dia tulis buat lo dan fam ...”
“Paranoid lo kelewatan ---“
“Namanya juga orang putus asa, ya gimana? ...”
---
“Terus kenapa lo ngomong sama gue? Kasih tau Val aja langsung. Pantes dia ga nemu itu hp di laci meja belajarnya, padahal gue sendiri yang simpan itu barang di sana ---“
“Ya sorry ---“
“Percuma juga lo ngomong sekarang. Si Val dah punya ponsel baru.”
“Itu sih gue juga tau ---“
---
“Tapi paling engga gue mau balikin itu ponsel lamanya ke Val.”
“Ya udah tinggal lo balikin aja sana ke London. Balikin sendiri dengan tangan lo. Awas aja lo pake jasa ekspedisi ---“
“Justru itu makanya gue ngomong sama lo. Gue titip yah itu hpnya Val ke elo? Gue takut dia marah sama gue. Dah lah dilupain, masa gue harus dimusuhin juga?”
“Derita lo itu sih ... siapa suruh lo main ambil aja itu barang kepunyaan Val.”
“Ya kan gue bilang, gue parno waktu itu ---“
“Lo balikin sendiri pokoknya.”
“Ya elah Va, kita kan bestie? ---“
“Masa bodoh!”
---
“By the way, muka lo pucat banget, Ka? Jangan bilang lo dropped gara – gara lihat foto mesranya Val sama Simon? ---“
“Wa elah! Ga segitunya juga kali!”
“Asli, gue ga bohong. Lo pucat banget.”
“Cuma rada cape aja. Karena sebelum ke sini, ada dua event di kafe yang full dari siang sampe malem. Belum sempat tidur.”
“Nah ngapain lo paksain ikut gue ke sini? ...”
"Tapi waktu berangkat gue udah sempet merem kok ..."
"Lo kebiasaan, suka maksain diri."
“Janji harus ditepatin Va. Gue udah pernah ingkar janji sama lo soal bahagiain Val, tapi yang ada gue nyakitin dia banget – banget sampe hampir Val kehilangan nyawa dan membuat lo sekeluarga jadi ikut ngerasain pedih dalam hati kalian. Dan gue ... sangat merasa bersalah untuk itu. Jadi, sekarang ini, andaipun gue sekarat, sebisa mungkin gue tepati janji gue dulu sebelum amsyong ---“
“Ck. Things happened are happened lah Ka. Yang penting sekarang lo mendingan balik ke hotel duluan, istirahat. Besok lo balik duluan aja ke Indo. Toh gue minta lo ikut buat bantu gue menilai orang – orang yang mau gue recruit, dan gue rasa list yang kita udah diskusikan cukup. Untuk interview secara personal dengan kandidat, gue bisa melakukannya sendiri.”
....
“Denger ga yang gue bilang? ...”
....
“Ka! Hoy! Lo tidur apa mati? ---“
....
“K - a? ---“
__ADS_1
♥♥♥♥♥♥
To be continue .....