
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jekardah, Indonesiah,
Pernikahan adalah proses pengikatan janji suci antara pria dan wanita. Sesuatu yang bernilai ibadah. Selain suci dan mulia.
Lalu setelah menikah, lumrahnya—para pasangan yang baru menikah itu akan melakukan yang namanya proses reproduksi untuk melengkapi sebuah pernikahan, yakni dengan kehadiran anak. Dan seperti itu, kiranya--yang sedang ditunggu oleh dua orang suami yang berharap proses reproduksi itu akan keduanya lakukan dalam beberapa menit kedepan, namun dua orang pria yang baru berstatus suami itu kini tengah asyik menyoroti sebuah grup yang ramai dengan mata mereka dalam ponsel masing-masing dan di tempat yang berbeda.
Arya sedang duduk selonjoran di atas ranjang. Sementara Kafeel sedang berada di dalam kamar mandi.
Dimana keduanya sama-sama tercengang, karena jika dilihat waktu saat ini—sudah lewat tengah malam.
Seharusnya, sudah pada beristirahat. Khususnya para orang tua.
Tapi nyatanya, masih banyak yang on matanya.
Arya dan Kafeel membaca tiap chat yang tertulis di sana—walau tak menulis apa-apa di kolom obrolan grup. Arya dan Kafeel geleng-geleng juga di tempatnya.
Sambil keduanya terkekeh geli membaca jejak chat para manusia yang masih aktif di aplikasi—padahal waktu sudah lewat tengah malam—yang kelewatan jauh itu tengahnya.
Terlebih, para orang tua yang seharusnya sudah pada beristirahat, malah masih gegas berkomentar di grup—mungkin mereka blasteran kalong?.
Yang tadinya para orang tua blasteran kalong itu hanya beberapa saja yang nampak muncul dengan komentar di kolom obrolan grup, kini kian ramai saat satu chat masuk dari orang yang seharusnya jangan masuk ke obrolan.
Kafeel : Para kakek dan nenek yang luar biasa. Jam segini masih online aja?
Papa Lucca : Val’s husband is here everybody!
Papa Bear : Apa itu artinya Kafeel Adiwangsa tidak jadi belah duren malam ini??
Papa Rico : Masa kalah set sama yang non pengalaman belah duren, Ka?
Alvarend : Udah lama insaf. Mungkin udah lupa caranya sama keburu gemetar sama 'empal' di balik 'tudung saji' transparan, keburu banjir di luar. skip - skip kemudian
( All active grup comentators ) Buahahahahahaha.
Sony : Ngakak sampe cepirit gua!
Daddy Boo-Boo : Atau udah belah duren malah si Kaka nih?
Papski Tan-Tan : Belom kayaknya. Belom lama pamit dari pesta dansa. Masa belah duren udah aja? Edi tansil masa?
Alvarend : Wajar. Udah lama ga singgah ke dalam ‘gua’.
Alvarend : Ditambah lelah tapi maksa buat malam pertama, edi tansil adalah jawabannya.
Papi John : Kejepit sebentar, langsung ambyar.
( All active grup comentators ) Buahahahahahaha.
Nah kan?
Harusnya Kafeel jangan masuk ke grup keluarga besar sekarang, karena sudah pasti—yuakin, akan jadi bulan-bulanan ledekan para anggota grup yang sebagian sangat besar--isengnya bukan kepalang.
♥♥
Arya cekikikan di tempatnya, membaca chat yang isinya ledekan buat Kafeel Adiwangsa—kalau begitu, sekarang Arya cari aman aja.
Ga usah nongol di grup, tapi mantau aja—mudahan Mika cepet selesai mandinya.
Dad Boo-Boo : Mantu receh ga nongol. Apa sedang sibuk dengan May punya ‘ongol-ingol’
Papski Tan-Tan : Recehboy gercep anjirr!
Tapi ternyata, Arya kena senggol di dalam obrolan juga.
Alvarend : Dia sedang memantau.
Alvarend : Antara belum belah duren atau sudah tapi edi tansil macam si Kaka, yang jelas dia sedang memantau ini grup.
Alvarend : Bukan begitu Recehboy?
Alvarend : Lo lagi online dalam diam bukan?
Sony : Sesungguhnya engkau tidak bisa mengelak dari dewa teknologi, wahai Ceboy!
Arya langsung berkesah setelah membaca chatnya Varen dan Sony di kolom obrolan grup yang barusan terpampang di sana.
“Lupa kalo biang anak naga itu bosnya para agen mata-mata yang punya keahlian jenius dalam tech!” gumam Arya yang ingat, kalau hampir semua peralatan canggih yang dimiliki oleh keluarga The Adjieran Smith dan orang-orangnya dimana banyak dari teknologi itu yang bahkan orang lain belum bahkan tidak punya—Varen pembuatnya.
Jadi mudah saja baginya mengetahui kalau Arya sebenarnya online, tapi dia keep silence—tak ikut nimbrung di obrolan grup yang sedang berlangsung.
Dan Arya tetap mempertahankan itu, meski Varen telah menyinggung kelakuannya itu dalam obrolan grup barusan—sebodo ah!. Arya menanggapi singgungannya Varen itu.
Ogah dapet ledekan macam Kafeel tadi, jadi lebih baik tetap pada posisinya sekarang—tapi ngomong-ngomong, Mika lama amat mandinya—apa sengaja dilama-lamain?—pikir Arya yang keingetan soal sang istri yang ia rasa-rasa cukup lama di dalam kamar mandi. Spontan Arya melirik ke arah sana, jangan-jangan malah Mika ketiduran di dalamnya?
‘Perlu gue cek ga ya?... Ah tapi nanti terkesan gue maksa mau minta jatah MP lagi?... Ga maksa sih emang kalo Mika ngeluh cape. Tapi paling engga pengen bisa peluk-peluk sambil boboan, siapa tau Mika minta kebablasan?...’
Arya membatin sambil cengengesan. Sambil dirinya merasa dilema antara tetap sabar menunggu sang istri keluar dari dalam kamar mandi, atau mengeceknya saja—barangkali benar dugaannya, kalau Mika malah tertidur di dalam sana.
Dan didalam Arya menimbang-nimbang itu, dirinya berpikir untuk melepaskan ponsel yang sedang ia pantau sebuah grup dalam aplikasi di dalamnya—yang obrolannya rasanya sangat unfaedah, dimana nampak terus ramai saja—dengan Kafeel yang masih membubuhkan komentarnya, menanggapi ledekan-ledekan yang tertuju untuknya tadi.
Arya sih ogah.
__ADS_1
♥♥
Namun saat dirinya ingin menutup itu kolom obrolan grup, barisan chat terbaru membuat Arya langsung dilanda penasaran yang teramat.
Dad R : Kapanpun MP kalian dilaksanakan, mohon pelan-pelan, karena Val dan May itu masih perawan. Kalau dikeesokan harinya mereka berdua mengeluh padaku karena kesakitan dan kalian ‘bermain’ kasar, aku pastikan junior kalian, Kafeel Adiwangsa dan Arya Narendra, akan ada di atas cawan.
Mommy Ara : Waduh!
Momma : Atut ih!
Papa Rico : Ngeri ngeri sedep euy!
Poppa : Kakak ganteng mengerikan.
Papa Rico : Donal bebek udah selesai beryuyu kang kang?
Poppa : Kalian menganggu konsentrasiku, jadi hanya sebentar. Hanya baru 1 gaya.
( All active grup comentators ) Buahahahahahaha.
Alvarend : Ingat sudah tua.
Poppa : Diam kau bocah tengik!
( All active grup comentators ) Xixixixixi
Poppa : Btw, menanggapi ucapan R, betul untuk melakukannya pelan-pelan untuk menjebol gawang perawan. Karena apa saudara-saudaraku?
Papi John : Gua perawan bisa membuat kita cepat ‘hujan’
Daddy Jeff : Apalagi bagi para lelaki yang juga hendak ML untuk yang pertama kali.
Eum oke, sampai sini Arya mulai lebih fokus ke chat grup daripada Mika yang ga selesai-selesai di kamar mandi.
‘Hujan’ yang Poppa maksud, oke Arya paham.
Jadi Arya masih diam.
Walau ada tentang ‘hujan’ cepet saat ML untuk yang pertama kalinya yang ingin Arya tanyakan, tapi dia bungkam.
Dad Boo-Boo : Para pelaku @Dad R & @Poppa apa kalian juga cepat ‘hujan’ saat MP?
Dad Boo-Boo : Secara Naomy dan Ara kan anak perawan waktu kalian jebol, dan kalian masih perjaka ting-ting?
Papa Lucca : Don’t forget about Abang dan Tan-Tan.
Dad R & Poppa : Hampir.
Alvarend : idem.
Mamski Via : Mamskinya udah tidur.
( All active grup comentators ) 😄
Sony : Terusin itu yang ngalamin terkencing-kencing saking enaknya.
Didetik dimana Arya menelan ludah setelah membaca sebaris chatnya Sony itu.
Saking enaknya...
Maksudnya itu kan... Nananina?
Arya jadi membayangkan.
Seenak apa?...
Otak Arya sudah kian melanglang buana.
Penasaran.
Semakin penasaran saat membaca lagi barisan chat para laki yang suka vulgar banget itu omongannya.
Papski Tan-Tan : @Sony-jangan cecer gue, nih anak Papa Rico satu kan ngikutin jejaknya Papa Bear dulu?
Papski Tan-Tan : Ga mau komitmen, tapi asal kenalan sama cewek yahud bawaannya langsung aja mau bikin scene ranjang bergoyang.
Sony : Aku otewe insap kanda!
Papa Rico : Ti Lediq!*
Sony : Pak Kombes jangan sok suci, mudanya kan juga hobi hepi-hepi?
Papa Rico : 🔫
Papa Rico : Headshot sekali anak durjanah!
( All active grup comentators ) 😄 😄
Sony : Itu udah dikasih tau belom anak bontotnya?
Sony : Kalo belom punya pengalaman, apalagi stamina ga seratus persen, nempel sebentar aja udah keluar, boro-boro mau lama enjot-enjotan.
‘Susah emang kalo penjahat kelamin, omongannya soal ginian pasti nyaring!’
Arya membatin, merutuki kakak lelaki kandungnya itu.
__ADS_1
Tapi tak elak, ketikannya si Sony dan beberapa ketikan sebelumnya—membuat Arya kian penasaran.
Yang akhirnya, tangan Arya terlalu sulit untuk ditahan—jadinya membubuhkan komentar.
Arya : Itu, seriusan?
Dan tanggapan pun gaspol bermunculan.
Papa Rico : Cobain aja entar.
Cobain nananina kan itu maksudnya?
Woya jelas Arya pasti coba!
Ga mungkin engga!
Papa Lucca : Most dari mereka yang pertama kali melakukannya will be like that.
Daddy Boo-Boo : Bener kata Abang, wajar. Ga usah malu juga sih, kalau baru sebentar masuk ke dalam gua, terus banjir duluan.
Papa Bear : Apalagi kalau Val sama May sudah dapat jurus warisan.
Tunggu!
Jurus warisan?
Tak hanya Arya, Kafeel sampai ga jadi mau mulai mandi.
Arya : Jurus warisan?
Kafeel : Jurus warisan?
Lalu Kafeel dan Arya gercep bertanya dalam grup.
The Dads : Rumus Birama 2/1-Release-Contraction.
Papi John : Jangankan yang minim apalagi non pengalaman sama yang namanya nananina, kami yang sangat-sangat berpengalaman sekali soal nananina pun bisa ‘hujan’ dengan begitu cepatnya kalau itu jurus warisan dipraktekkan.
Poppa : Perpaduan antara ngilu dan ketagihan melakukan adegan ranjang bergoyang.
Dad R : Rrrrrr
Dad R : Mommy Ara ayo praktekkan rumus dari jurus warisan!
Didetik dimana Arya dan Kafeel meminta penjelasan, namun tak lama kemudian grup sepi setelah timpalan dari ajakan Dad R dalam chatnya untuk Mommy Ara bersahutan.
Dimana yang menimpali chat Dad R itu cekikikan di tempatnya. Mengabaikan chat dari Kafeel dan Arya yang beberapa kali meminta penjelasan di grup tentang itu jurus warisan yang katanya adalah perpaduan antara ngilu dan ketagihan, tapi tak ada satupun jawaban.
Seolah mereka yang tadi ramai tau-tau tersapu tsunami.
Apalagi sebelum grup menjadi begitu sepi dan sunyi, satu baris chat dari si mantan King of Casanova nyantol di sana—tapi abis itu orangnya ga nongol-nongol lagi di grup.
Papa Bear : Untuk yang pertama, gaya misionaris aja. DS skip untuk pertarungan berikutnya kalo udah biasa. Favoritnya cewek nih DS, berasa banget buat mereka soalnya. Tapi kalo mau tahan lama pakai teknik spoon oke? Selain, itu juga sama-sama bikin rileks.
Papi John : Jebol aja dulu gawang perawan, MOT, WOT, DS, SPOON, DUDUK. PT, FI, apapun oke setelahnya.
Termasuk ini si Eks King of Casanova peringkat kedua, yang ikut menyantolkan ketikan yang membuat Arya geregetan.
Karena belum kelar penjelasan tentang jurus warisan, ini ada lagi informasi gaya buat nananina--tapi digantung juga.
Ya ampun Akhi!
Arya dan Kafeel jadi gemas sendiri.
Dengan otak yang sudah berceceran tindak tanduk kemesuman yang ingin segera dipraktekkan.
Arya membasahi bibirnya. Teknik spoon yang Daddy Jeff tulis itu sungguh membuatnya penasaran.
Lalu ragam gaya yang pastinya-sudah jelas-yakin! Adalah gaya soal nananina yang disebut Papi John, membuat Arya jadi mulai gelisah.
Sementara Kafeel, menyegerakan dirinya untuk mandi.
Karena sama seperti Arya, teknik spoon yang dikatakan Daddy Jeff dichat terakhirnya berikut ragam gaya nananina yang nyusul disebutkan oleh Papi John itu, jadi membuatnya buru-buru ingin menyiram kepalanya dengan air dingin.
Otak Kafeel sudah kumel adanya, perlu dibersihin—dan air dingin diharapkan bisa membantu menghilangkan kerak dekil kemesuman dalam pikiran.
Sudah lama insyaf memang, tapi sedikit banyak Kafeel mengingat teknik-teknik dalam mekanisme ranjang bergoyang yang disebut Daddy Jeff dan Papi John dalam chat terakhir keduanya itu.
Kampret memang, kalau boleh Kafeel rutuki Papi John dan Daddy Jeff-si eks King of Casanova.
Karena chat mereka itu, otak Kafeel jadi isinya cuma Val yang sudah berada dalam kukungannya di atas ranjang.
‘Ah, Kak! – eungh –‘
‘‘*S*T!’’
Kafeel mengumpat sambil langsung ngibrit ke bilik shower.
Badannya sekarang, macam ditempeli koyo cabe di setiap incinya.
Panas!
♥♥♥♥
To be continue...
__ADS_1