HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
EPISODE 46


__ADS_3

Happy reading yah....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


“V-val....” ucap Kafeel lagi sembari berusaha menyingkirkan tangan Val dari dadanya, karena itu membuat Kafeel menjadi sedikit gelisah, meski Val hanya meletakkan tangan didada Kafeel.


“A’udzubillahiminnassyaiithaanirrajiim....” Dimana Val terdengar melafalkan kalimat pertama dari apa yang mau Val ‘baca-baca’. Membuat Kafeel jadi semakin menaikkan alisnya.


“Val?....” panggil Kafeel. “Ngapain sih????....”


Val bergeming, dengan mulut yang nampak bergerak-gerak.


"Sirāṭallażīna an'amta 'alaihim gairil-magḍụbi 'alaihim wa laḍ ḍāllīn. Aamiin."


Val baru kemudian menjauhkan tangannya dari dada dan tangan Kafeel, guna mengusap wajahnya dengan khusyu.


‘Ngapain Val sih?  baca doa ? Eh Al-Fatihah bukannya itu yang dia baca barusan?’


Kafeel sungguh tak mengerti.


‘Kenapa juga dia baca Al Fatihah sambil megangin gue coba?’


“Kak.”


Suara Val yang memanggil dirinya barusan itu, menarik Kafeel dari lamunannya.


“Kak Kafeel merasa ada yang terbakar dalam tubuh Kakak tidak, setelah Val bacakan Al Fatihah tadi?”


“Heuu????....”


♥♥♥


“Habis tingkah Kak Kafeel aneh sekali Val perhatikan sedari tadi.” Ucap Val setelah Kafeel menanyakan kenapa tahu-tahu dia membacakan satu Surah dan bertanya apa ada yang terbakar di dalam tubuh Kafeel setelah Val selesai membaca satu Surah tersebut.


Dan setelahnya, Kafeel tidak dapat menahan diri untuk tidak tergelak kencang, bahkan Kafeel masih terus saja terkekeh geli hingga saat ini, dan mengerucutkan bibirnya. “Aduh, Val, Val....”


Kafeel yang terkekeh.


Mengingat tingkah aneh Val di matanya tadi, dengan mulut komat-kamit walau tipis saja itu bibir Val bergerak sat-sut-sat-sut, namun tetap saja seperti mbah dukun baca mantra.


Bedanya, kalau si embah dukun baca mantra, Val baca Al-Fatihah dengan tujuan mengusir Syaiton yang menempel pada Kafeel, karena melihat tingkah Kafeel yang aneh di mata Val tadi.


Otak Val yang kadang polosnya suka kelewatan itu membuatnya kadang berpikir terlalu spontan.


Berpikir jika AA-Kafeel-nya kerasukan, jadi Val langsung bacakan Al-Fatihah. Karena siapa tahu ada penghuni pantai tempat dia dan si AA berada tadi, ikut ‘nempel’ di badan Kafeel.


Kafeel sungguh tak habis pikir dengan pemikiran kekasih kecilnya ini. Sampai-sampai Kafeel belum berhenti cekikikan sampai sekarang. “Kok bisa-bisanya kamu berpikir begitu sih, Val?....”


Kafeel berucap disela kekehannya.


“Iya seperti yang Val katakan tadi. Tingkah Kak Kafeel aneh menurut Val....”


Val pun menyahut. Sementara Kafeel masih terkekeh. Tidak lagi tergelak kencang setelah ia mendengar Val menduga jika dirinya sedang kerasukan hingga Val membaca Al-Fatihah.


“Val kan tidak rela jika ada yang menempel pada Kak Kafeel selain Val!” cetus Val. Lalu mengerucutkan bibirnya lagi. Dimana Kafeel tak tahan untuk tidak mencubit gemas pipi kekasih kecilnya itu.


‘Ini cewe, adaa aja tingkahnya yang membuat gue akan selalu terbayang-bayang sama dia....’


Suara hati Kafeel yang gemas pada Val seperti seringnya.


“Iya tapi masa sampai sebegitunya berpikir kalau Kakak ini kerasukan?....”


“Yah siapa tahu?.... Kan kita tadi habis dari pantai? Kalau dari apa yang Val tahu, tempat wisata itu kan dari story-nya mengatakan jika tempat wisata itu sarat dengan yang namanya mysticism....”


Val menimpali ucapan Kafeel.


“Jadinya Val jaga-jaga saja dengan membacakan Al-Fatihah.... Nah kalau ternyata tingkah Kak Kafeel tidak berubah dengan masih terlihat aneh atau ternyata Kak Kafeel merasa kepanasan seperti terbakar tubuhnya setelah Val bacakan Al-Fatihah, Val akan lanjutkan membaca Ayat Kursi!....”


‘Bagus dia ga kepikiran bacakan gue Surah Yasin!’


*


Akibat Val yang mengira dirinya kerasukan karena sempat memekik kencang sembari memukul kemudi, lalu kata Val jika dalam pandangannya sifat Kafeel terlihat aneh, kadang tegang lalu senyum-senyum sendiri dengan matanya yang lurus ke depan, Kafeel sampai dibacakan Al-Fatihah oleh Val.


Yang mana, tentu saja Kafeel jadi dibuat tergelak kencang karenanya. Dan sampai saat ini pun, masih ada rasa geli yang menggelitik hati Kafeel gara-gara kelakuan Val akibat dugaan kekasih kecilnya itu yang mengira Kafeel ‘ketempelan’.


Jadi Kafeel masih kadang terkekeh kecil, tapi bibirnya masih belum berhenti untuk mesam-mesem gara-gara dugaan dan tingkah polah Val beberapa saat yang lalu.


Yang membacakannya Al-Fatihah, hanya karena Val menganggap sikap Kafeel itu tidak seperti Kafeel yang biasanya, karena selepas dari pantai tadi Kafeel banyak bengongnya.


Padahal, seyogyanya tingkah Kafeel yang tidak biasa itu bukan karena perbuatan makhluk halus penghuni pantai tempatnya dan Val berada tadi.


Melainkan karena satu makhluk ciptaan Tuhan yang ikut andil dalam pembuatan Val hingga lahir ke dunia. Yang karena pesan chatnya itu, membuat Kafeel was-was dan gelisah disaat yang bersamaan. Ditambah kata Adri, dirinya telah ditunggu oleh tiga makhluk ciptaan Tuhan lainnya, yang berdomisili di Jakarta, dan hampir seumur hidup tinggal di Kediaman Utama keluarga besar Val yang berada di Jakarta.


Yang mana, kemungkinan besar, tiga makhluk Tuhan berjenis kelamin laki-laki itu, Kafeel duga kuat ingin ‘menyidang’ dirinya karena sudah berani mencium salah satu putri mereka.  Mungkin juga mewakili tiga Daddy Val yang berada di London. Atau yah seperti dugaan Kafeel, kalau tiga Daddy Val yang sedang menunggunya ini adalah barisan awal ‘persidangan’ dirinya yang telah berani mencium Val.


Sebelum melangkah ke persidangan utamanya di London nanti, menghadap tiga Daddy Val yang lain, yang mana dua diantaranya adalah biangnya naga. Duh kalau ingat itu, Kafeel yang tadinya sudah merasa rileks, seketika menjadi kaku dan tegang lagi. Dan meseman di bibir Kafeel pun mendadak berhenti.


♥♥♥


“Val,”


Kafeel yang sudah tak lagi mesam-mesem itu memanggil Val.


“Iya Kak?....” sahut Val seraya menoleh pada Kafeel. “Kenapa?” lalu bertanya.


“Ada hal yang Kakak ingin tanyakan pada Val....” jawab Kafeel. Lalu ia terdiam sejenak. ‘Gimana gue nanyanya ya?’


♥♥♥


Kediaman Utama keluarga besar Val yang berada di Jakarta sudah semakin dekat.


Jadi rasanya Kafeel sudah harus dengan cepat mengambil ancang-ancang persiapan untuk menghadapi apa dan siapa yang sedang menantinya disana.


“Ada hal yang Kakak ingin tanyakan pada Val....”


”Silahkan saja Kak. Kak Kafeel boleh bertanya apa saja pada Val, kok.”


Val menimpali.


“Val akan dengan senang hati menjawab setiap pertanyaan Kak Kafeel dengan sejujur-jujurnya,” sambung Val yang mempersilahkan Kafeel yang katanya ingin bertanya pada dirinya itu.


Val lalu menampakkan senyum cerianya pada Kafeel.


Dimana Kafeel pun melemparkan senyum balasan pada Val. Sembari Kafeel coba memposisikan dirinya untuk bersikap ‘biasa’ dihadapan Val menyangkut pertanyaannya.


Karena pertanyaan yang ingin Kafeel ajukan ini, berkenaan dengan antisipasi dirinya untuk menghadapi tiga Daddy Val yang sudah menunggunya di Kediaman Utama keluarga Val yang berada di Jakarta itu, yang ingin ‘bicara serius’ dengannya.


”Jadi apa yang ingin Kak Kafeel tanyakan pada Val?” tanya Val, karena Kafeel yang katanya ingin bertanya itu, nyatanya belum juga mengajukan pertanyaan padanya. Kafeel menoleh pada Val lalu menampakkan senyuman lagi, sebelum ia bersuara untuk bertanya.


”Bukan pertanyaan yang gimana-gimana sih.... hanya saja Kakak ingin tahu soal kamu, “ kata Kafeel. “ Soal sikap Val selama ini ke Kakak....”


“Maksudnya soal Val yang mengejar-ngejar cinta Kak Kafeel, begitu?....” terka Val.


Kafeel pun mengangguk. “Iya....”


“Kan sudah Val jelaskan saat di pantai tadi, sebenar-benarnya tentang perasaan Val pada Kakak?....”


Val pun berucap.


“Iya, kalau yang itu Kakak sudah jelas tahu....”


“Lalu maksud pertanyaan Kak Kafeel menanyakan lagi soal sikap Val yang mengejar-ngejar Kak Kafeel?....”


Kafeel berdehem singkat sebelum menjawab pertanyaan Val yang ini. “Ehem,”

__ADS_1


Val pun menunggu Kafeel menjawab pertanyaannya tadi.


“Maksud Kakak itu, soal sikap dan perasaan Val pada Kakak, apa keluarga Val tahu?. Para Daddy Val terutama.”


Kafeel pun mengutarakan apa yang ingin ia ketahui.


“Tahu. Of course ( Tentu saja ) mereka tahu.”


Val menjawab pasti.


“Mereka sangat tahu jika Val memang mencintai Kak Kafeel. Sungguh-sungguh mencintai Kakak.”


Val menyambung ucapannya. Kafeel pun manggut-manggut pelan. Lalu Kafeel tersenyum singkat pada Val, dan sejenak fokus pada kemudi mobil.


♥♥♥


“Lalu?”


Kafeel lanjut bertanya, saat dirasa keadaan jalanan tidak membutuhkan fokus yang terlalu karena jalanan sudah mulai lengang saat mobil yang dikendarai Kafeel sudah memasuki daerah tempat Kediama Utama keluarga Val berada yang memang tidak banyak mobil yang berlalu lalang jika sudah mendekati kawasan tersebut.


“Apanya yang lalu? ....” Val balik bertanya.


“Tanggapan mereka soal itu.”


Kafeel pun menjawab.


“Soal perasaan kamu ke Kakak.”


“Fine, fine aja....”


Val menjawab santai.


“Apa mereka pernah melarang kamu, atau mengatakan keberatan dengan kamu yang menyukai Kakak?”


“Tidak....”


Val menggeleng.


“Benar begitu?....”


Kafeel memastikan.


Val lalu mengangguk beberapa kali.


Dimana sudut bibir Kafeel sedikit tertarik, karena hatinya merasa sedikit lega. Sepertinya ada secercah harapan untuknya dapat berhubungan lebih jauh dengan Val.


“Apa tidak pernah juga keluarga Val menghalang-halangi Val untuk terus menyukai dan mengejar-ngejar kakak?....”


Kafeel kembali bertanya. Dan Val dengan cepat menggeleng. Kafeel pun merasa dia dapat menarik nafas lega. Karena kalau dari jawaban Val sih, sepertinya hubungannya dan Val akan mendapat restu dari para ‘naga’.


Sudut bibir Kafeel pun melengkung ke atas sambil wajahnya menatap lurus ke jendela mobil dihadapannya. Kafeel sedikit menambahkan kecepatan mobilnya yang ia kemudikan dengan dilambat-lambatkan sedari tadi.


Kini rasanya Kafeel sudah cukup percaya diri untuk menemui ‘palang pintu’ baris pertama dalam rangka untuk memuluskan hubungan asmaranya dan Val. Tak terlalu gugup, meski sedikit dug-dug-an, kala mobilnya telah berada di depan gerbang besar Kediaman Utama keluarga Val yang berada di Jakarta.


“Tapi ya mudah-mudahan sih keluarga Val, terlebih The Daddies benar-benar akan mengijinkan Val jika Val memang benar-benar ‘jadi’ dengan Kakak....”


“Maksud Val?....”


“Iya, mereka kan mungkin saja tidak akan mengira kalau ternyata kita akan pacaran sungguhan.”


“Jadi?...”


“Ya jadi kalau itu terjadi, tetap saja Val juga sedikit takut jika pada kenyataannya, keluarga Val, terutama The Daddies hanya membiarkan Val mengagumi, menyukai, mencintai Kakak, tapi belum tentu mereka membiarkan juga sih, kalau Val menjalin hubungan dengan Kakak, yang terpaut jauh usia dengan Val...”


Val mengendikkan bahunya.


“Entahlah! Kan Kak Kafeel tahu sendiri kalau The Daddies itu sukar ditebak jalan pikirannya....”


‘Waduh!’


“Apalagi Dad R dan Poppa.... Mereka kan kadang-kadang iya-iya saja, tapi tahu-tahu pas ditanya ulang jawabannya terkadang, 'Akan aku pikirkan lagi' atau, 'Tidak!'”


Val memperagakan gaya kedua Daddy yang ia sebutkan itu.


"Begitu...." sambung Val.


Dimana Kafeel mengusap wajahnya. 'Waduh lagi!.'


"Tapi Kak Kafeel tidak akan gentar bukan? Hanya menghadapi Dad R dan Poppa saja...."


'Hanya....' gerutu Kafeel dalam hatinya.


♥♥♥


Kediaman Utama, The Adjieran Smith, Jakarta , Indonesia


“Ayo, Kak!”


Val mengajak Kafeel untuk turun dari mobil, kala Kafeel telah memarkirkan mobilnya di salah satu carport  ( area parkir mobil ) yang ada di Kediaman Utama keluarga Val tersebut.


Val sudah membuka sabuk pengamannya, sementara Kafeel masih nampak bergeming di tempatnya.


“Kak Kafeel,” panggil Val pada Kafeel yang bergeming itu.


“Eh, iya, Val?”


Kafeel yang terkesiap pun menyahut.


“Kak Kafeel turun kan? Atau mau kembali ke Perusahaan Dad R?”


Val memastikan.


“Eh tapi Kak Kafeel kan kata Mas Adri, sudah ditunggu oleh Papi, Papa Bear sama Daddy Dewa, ya?”


“Iya....”


Kafeel menyahut pelan.


“Ya sudah. Ayo, kita turun?”


“Okay....”


♥♥♥


“Sepertinya kita sudah ditunggu deh?....” ucap Val, kala ia dan Kafeel telah turun dari mobil Kafeel. “Tuh, mobil Papi, Papa Bear sama Daddy Dewa sudah ada.”


‘Aduuhh, gue gara-gara ucapan Val sebelum turun tadi, gue jadi gugup lagi begini kan?’


Suara hati Kafeel yang dug-dug-an tak nyaman.


'Ah, tapi kan Uncle R dan Uncle Andrew tidak ada disini sekarang!'


Kafeel tersenyum tipis.


'Masih punya waktu buat mempersiapkan mental, untuk menghadapi tiga naga yang berada di London!'


Kembali Kafeel menyemangati dirinya.


“Oh iya Kak, nanti Kak Kafeel saja yang bicara pada Papi, Papa Bear dan Daddy Dewa tentang kita yang sudah menjalin kasih ya?....”


‘Aduh, kalo diingetin lagi tentang tiga orang itu, kenapa gue jadi gugup lagi?!’


Kafeel berkesah dalam hatinya.


“Ya, Kak?....”

__ADS_1


Val meminta dengan manja.


“Iya....” sahut Kafeel. Dimana Val tersenyum lebar kemudian.


“Ayo, Kak!”


“Ayo.”


Kafeel menggenggam tangan Val untuk masuk ke dalam Kediaman Utama keluarga kekasih kecilnya itu.


Dan sebelumnya, Kafeel menarik nafasnya yang kemudian ia hembuskan dengan pelan. Sembari menetralkan degup jantungnya yang sedikit mulai tidak santuy itu.


“Eh tunggu sebentar deh Kak....”


Val menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba.


Membuat Kafeel sedikit terheran.


“Kenapa Val?....” tanya Kafeel pada Val yang berhenti mendadak itu, lalu membalikkan tubuhnya dan berdiri memandangi carport pada Kediaman Utama keluarganya itu. Val juga tampak mengernyit kecil.


“Seperti ada yang berbeda deh?....” gumam Val.


“Apanya yang berbeda?....”


Kafeel sontak bertanya. Sembari ikut mengernyitkan dahinya.


“Carport ini....” jawab Val.


“Kenapa memangnya?” tanya Kafeel lagi.


“Tidakkah Kak Kafeel melihat jika carport disini lumayan penuh dengan mobil ya?....”


Val berbicara dengan masih memandangi carport pada Kediaman Utama keluarganya itu.


“Itu mobil Papi, Papa Bear, Daddy Dewa....”


Val menggumam, dengan telunjuknya yang mengarah ke satu-satu mobil.


Val seolah sedang mengabsen.


“Itu mobil yang tadi kami pakai. Berarti Mika dan Kak Via telah kembali, atau setidaknya Mika, karena Kak Via bisa saja dengan Kak Tan-Tan....”


Val berbicara sendiri, dan Kafeel tidak berkomentar.


“Eh, tapi itu mobil yang Kak Tan-Tan pakai tadi pagi. Berarti Kak Tan-Tan juga sudah kembali....” ucap Val lagi.


‘Nah iya, gue baru sadar ini carport kayaknya rame. Tapi itu mobil Uncle John, Uncle Jeff, Daddy Dewa....’


Kafeel ikutan mengabsen mobil seperti Val. Hanya, ia melakukannya dalam hati.


‘Tapi itu mobil satunya—‘


“Eh!”


Belum sempat Kafeel menyelesaikan kalimat lain dalam hatinya. Val sudah lagi bersuara.


“Ih kebetulan sekali!” Val berseru. Nampak sumringah.


“Kenapa?....” Membuat Kafeel sontak bertanya.


“You are so lucky, Kak ( Kakak sangat beruntung sekali )!”


“Kenapa begitu?....” tanya Kafeel.


“Itu mobil yang biasa menjemput Dad R di bandara kalau ia sedang datang ke Jakarta. Berarti Dad R ada disini!”


Val berucap lagi dengan bersemangat.


“Jika ada Dad R,  kemungkinan ada Poppa dan Papa Lucca juga.”


Val terus berbicara dengan sumringah.


“Ah iya betul, itu---“


Val menunjuk ke arah carport disisi lainnya.


“Satu lagi mobil yang biasa terparkir di Bandara untuk akomodasi, juga ada disini.”


Val melebarkan senyumnya.


“Macam tahu-tahu ya mereka, kalau kita sudah jadian, dan Kak Kafeel mau meminta restu kan sama The Daddies?!”


Val menoleh serta menatap pada Kafeel penuh antusias.


“Kak Kafeel sangat beruntung berarti. Bisa langsung meminta restu untuk kita secara langsung pada The Daddies secara serempak!”


Val bercerocos penuh semangat dan riang.


Dimana Kafeel meringis dalam hatinya.


‘Double Kill ini sih gue! Bukannya beruntung!’


AA Kafeel jadi suangat tidak santuy.


♥♥♥


‘Tenang Ka, stay cool as usual ( tetap tenang seperti biasa )....’


Monolog Kafeel dalam hatinya yang sedang tidak santuy itu.


‘Seperti yang Val bilang tadi, 'hanya' Uncle R dan Uncle Andrew aja.... lo Cuma tinggal menunjukkan kesungguhan lo yang mencintai Val kalau benar mereka memang ada disini.’


Kafeel menyemangati dirinya. Semata-mata untuk mengalihkan kegugupannya.


'Lagian mereka bakal apakan gue juga coba?'


Kafeel menegaskan langkahnya yang santai, saat berjalan bersisian dan bergandengan tangan dengan Val untuk masuk ke area dalam Kediaman Utama keluarga kekasih kecilnya itu.


Kafeel menegakkan kepalanya. Mencoba merefleksikan sikap sewajarnya seperti selama ini jika dia datang berkunjung ke Kediaman Utama The Adjieran Smith yang berada di Jakarta itu seperti selalunya saat dia datang bersama Val.


Sesekali Kafeel melempar senyuman saat ia menolehkan kepalanya ke kanan dan sedikit menurunkan pandangannya untuk menatap pada Val, kalau kekasih kecilnya itu sedang menoleh ke arahnya, jika ia menangkap hal itu melalui ekor matanya.


Lalu Kafeel kembali menegakkan pandangannya lagi, ketika Val sudah lagi tidak menoleh ke arahnya. Kafeel sudah berusaha ‘cool’ seperti katanya tadi saat menyemangati hatinya. Namun pada kenyataannya, kaki Kafeel ia rasakan menjadi agak mulai berat kala sudah hampir sampai di pintu utama Kediaman tersebut.


'Ah! biarpun 'hanya' itu dua naga, kenapa jantung gue jadi dugem begini sih?!!! mudahan ga ada itu dua naga!' batin Kafeel. 'Mau diservis kali itu mobil akomodasi.'


Kafeel yang percaya diri.


♥♥♥


Tapi....


“Kamu ke pantai tidak mengajak kami, Val Baby?” ucap salah seorang Daddynya Val. Daddy R.


“Kok Dad tahu, jika Val habis dari pantai?”


Val menyahut.


“Well, I spy with my little eye....”


Dimana saat satu celetukan itu keluar dari mulut Daddy R yang nampak tersenyum miring dan juga memandang pada Kafeel, Kafeel seolah menjadi gagu.


♥♥♥♥♥♥


To be continue....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejaakk....


__ADS_2