HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
ADA APAKAH GERANGAN?


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,


Sepasang sejoli sedang mengobrol melalui sambungan telepon pada ponsel.


“Sibuk Pak Bos? Baru bisa hubungi gue sekarang dan dari tadi susah gue hubungi?”


“Iya, soalnya gencer ngumpulin duit biar bisa kasih pernikahan terbaik buat Nona Muda Mikaela Finn Smith.”


“Dasar.....”


“Sorry ya?.....”


“Santai si. Kita juga udah chattingan kan?”


****


“Lo udah bangun jam segini?—“


“Subuh Neng, Kang Mas kan harus rajin nempuh jalur langit biar andah ga kemana-mana—“


“Paan sih?—“


“Ya gue kan calon imam lo?”


“Pede!.....”


“Harus lah kalo soal lo yang gue mau jadi jodoh gue.....”


****


“Kapan ke Jakarta?.....”


“Summer holiday dimulai gue langsung ke sana.....”


“Lama ya?.....”


“Cuma kurang dari dua minggu, Ar—“


“Tapi kangen gue udah numpuk, Mi.....”


“Gombal.”


****


“Hhhh—“


“Kenapa?”


“Tau lusa hari apa?


“Selasa?—“


“Yeuu.....”


“Lusa lo ulang tahun.”


****


“Bener kan?.....”


“Lo inget hari ulang tahun gue?.....”


“Terpaksa, soalnya Sadboy—“


“Eks Sadboy ya????”


“Iya, Eks Sadboy yang transformasi jadi Recehboy.”


“Dan udah jadi boyfriendnya Neng Judes. Yang nyebelin, tapi bisa bikin gue jadi bucin—“


“Masa?—“


“Masih ga percaya?—“


“Musyrik kalo gue percaya sama lo—“


****


“Mau hadiah apa?”


“Elo, dari ujung rambut sampe ujung kaki—luar dalem.”


“Mesum—“


“Hahahaha.”


****


“Serius sekarang. Mau hadiah apa?—“


“Ya gue juga serius. Gue maunya elo—“


“Ar, ish!.....”


“Di ulang tahun gue tahun ini, gue maunya ada elo di deket gue, dari pagi sampe pagi besoknya. Sampe sepanjang umur gue.”


“.......”


“Mi?—“


“Ya?.....”


“Kenapa?—“


“Kenapa gimana?.....”


“Kok sempet diem?—“


****


“Kalo soal ucapan gue yang sebelumnya, ga usah lo pikirin-pikirin amat.”


“Tapi lo bikin gue ngerasa bersalah, Ar.....”


“Lo kebiasaan, apa-apa diambil hati.”


“Ya nanti kalo gue menyepelekan permintaan lo salah juga.”


“Ya gue liat-liat dulu juga kali, Mi. Perkara sepele ngapain gue gede-gedein?”


“Yaa gue juga pengen kasih sesuatu yang worthed lah buat cowok gue, cowok yang gue sayang.....”


“Aduuuuhhhh auto diabetes Abang nih Neng—“


“Paan sih?—“


“Ya gue melting lah denger pengakuan lo barusan—“


“Gombal aja terus.”


“Siapa juga yang ngegombal?”


“Elo lah. Recehboy tukang ngegombal.”

__ADS_1


“Yang gue gombalin juga calon makmum utama hidup gue—“


“Maksud lo makmum utama, lo niat punya selir gitu yang lo mau jadiin makmum cadangan?—“


***


“Yeuuuuu neting!—“


“Ya makna ucapan lo begitu?.....”


“Ya istri kan makmum utama?..... karena makmum gue yang lainnya anak-anak kita—“


Eyyaaaa


****


“Gue udahin dulu ya? Udah Adzan.....”


“Iya.....”


“Soal ucapan gue yang tadi ga usah dipikirin.”


“Yang mana?.....”


“Soal gue pengen lo ada saat gue ulang tahun gue—“


“Heem.....”


“Doa lo cukup. Dan fokus aja sama kuliah lo. Toh bentar lagi liburan.”


“Iya.....”


“Tapi bener loh ya, nanti pas udah libur lo langsung cus ke sini?”


“Iya.....”


“Ya udah kalo gitu. Gue tunggu kedatanganmuh Neng Judes kesayangan Kang Mas Arya—“


“Kenapa ga lo aja yang ke sini deh? Besok? Jadi kan pas ultah lo kita bisa sama-sama?”


“Gue sih pengennya gitu, Mi.....”


“Tapi???—“


“Ni kan perusahaan Papa abis menang tender iklan. Secara si kampret Sony itu kan masih kekeh ngejar penjahat ketimbang gantiin posisi Papa, dan karena gue ga mau balik lagi ke Wi-tech ya jadi gue yang harus stay di perusahaan. Terus kemaren ikut tender dan dapet ternyata, yang mana kebetulan emang gue turun langsung ke itu tender. Jadi gue harus total. Lo taulah.”


“Ya udah..... Yang penting lo jaga kesehatan sama jangan sampe telat apalagi lupa makan saking sibuk.....”


“Iya, Sayang.”


“Gue tutup ya?—“


“Iya. Love you, Mi—“


“Love you too, Ar....”




The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris,


Keesokan paginya...


“Wow!”


Adalah tiga pewaris yang berdecak kagum bersamaan dengan decakan terkejut tidak percaya dari para wanita The Adjieran Smith yang sedang berkumpul di ruang makan pada Mansion Utama The Adjieran Smith Family yang bertempat di London, dimana baru saja, mereka mendengar cerita dari mulut Gappa perihat kebenaran mengenai Simon.


“Terus, karena terbilang si Simon itu udah membohongi kita terus memperalat Val juga buat dapet akses dari kita jadinya Dad, dan both of you, kasih hukuman buat dia?.....”


Komentar itu kemudian tercetus dari mulut Momma yang memandang pada Gappa, lalu menunjuk kepada Poppa dan Papa Lucca yang langsung nampak menggeleng dalam saat yang hampir bersamaan.


Dimana sambil menggeleng itu, tiga pria yang diajak bicara oleh Momma langsung juga menyahut dengan jawaban yang sama.


“Dia tidak melakukan sesuatu yang membuat Val terancam dan terluka, terlebih kami merasa tidak tega juga mendengar cerita Simon tentang adik perempuannya dimana nasibnya adalah perpaduan dari nasib buruk yang pernah dialami Lena dan Val. Dan belum lama Ezra mengatakan jika semua yang Simon katakan tentang adik perempuannya itu benar—“


“Ya bagus deh kalau emang kalian ga kasih Simon hukuman. Karena aku juga mikirnya gitu setelah denger cerita kalian bertiga, malah baiknya kita bantuin aja Simon buat ngobatin adiknya itu..... Coba ngomong sama Abang, biar Celine yang nanganin itu adik perempuannya si Simon. Toh yang udah-udah selain Val---karena itu satu incess kan kasusnya langka, kan ga ada keluhan sama sekali sampe sekarang itu cewe-cewe yang pernah diobatin di Isol?—“


“Iya, aku, Lucca dan Dad sudah memikirkan hal itu,” tukas Poppa.


Momma pun manggut-manggut.



“Sudah bicara sama Abang tentang itu?” ini Gamma yang bicara.


“Belum. Biar kita juga tunggu keputusan R soal Simon setelah dia menghadap R di KUJ—“


“Simon mau ke Jakarta?.....”


Rery yang bertanya.


“Ya—“


“Kami memintanya mengatakan langsung pada Val mengenai fakta tentang dirinya—“


“Itu bagus sekali sih, Val menjadi dapat benar-benar meraih bahagianya bersama Kak Kafeel tanpa merasa bersalah pada Simon yang menurutku dia memang baik dan sopan in person—“


“Ya, Ann benar—“


“Memangnya kapan Simon akan ke Jakarta?”


Setelah Rery dan Ann berbicara, Mika angkat suara.


“Dia akan pergi bersama kami.”



“Euuuum—“


“Kamu ingin mengatakan sesuatu, May?”


“Eum, aku mau minta ijin,” jawab Mika setelah Papa Lucca mencetuskan pertanyaan padanya. “Arya berulang tahun lusa, dan aku ingin memberikan kejutan secara langsung padanya—“


“Uh, so sweet. The Judes Mikaela Finn Smith is turning into The Sweet One (Uh, manisnya. Mikaela Finn Smith yang Judes kini sudah berubah menjadi Dia Yang Manis)”


Ann berceletuk kemudian seraya menggoda Mika, membuat yang diledek Ann langsung berdecak sebal.


Sementara sisanya tersenyum geli. “Memang enak jadi bucin?” Gamma ikut serta meledek Mika. Membuat lainnya yang bersama dengan Mika saat ini kembali tersenyum geli, sementara Mika lagi-lagi berdecak sebal.


“Kalau soal ledek meledek, keluargaku tercinta memang sangat kompak,” cibir Mika kemudian dengan ekspresi wajahnya yang malas.


Membuat Ann dan Gamma serta enam lainnya mendengus geli.


“Jadi bagaimana, aku dapat ijin tidak untuk pergi ke Jakarta besok?”


“Kamu bisa berangkat bersama denganku dan Gamma serta juga Simon kalau begitu. Kami pun akan berangkat besok.”




Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


Dua hari kemudian...


“Selain dengan Simon, kalian hanya berdua saja dari London, Dad, Mom? .... Mama Anye ga ikut?”

__ADS_1


Papi John yang bertanya kepada Gappa dan Gamma juga, saat keduanya telah di tiba di kediaman utama keluarga mereka yang bertempat di kota yang disematkan sebagai Kota Metropolitan sebagai julukannya.


“Ah, May come with us,” Gappa pun menjawab pertanyaan Papi John itu, dimana didetik berikutnya si Papi langsung mengernyit. Begitu juga beberapa anggota keluarga mereka yang sedang berada di dekat Gappa dan Papi John.


Dimana didetik berikutnya lagi setelah mengernyit, Papi John celingukan. Bertanya heran sambil menyebut nama panggilan Mika dalam keluarga. Dimana Gappa langsung menanggapinya dengan deheman dan anggukkan pelan. Lalu setelahnya, celetukan keluar dari mulut Aro yang juga mempertanyakan perihal Mika yang katanya ikut juga ke Jakarta.


Tapi kalau katanya ikut, batang hidung Mika ga keliatan sedari Gappa dan Gamma serta Simon datang. Makanya Aro dan Papi John serta beberapa yang sedang ada bersama mereka jadi agak heran.


“May ikut, Gap? ....”


“Yes. But she separated because want to meet Arya and surprised him since today is Arya’s birthday, you know ( Iya. Tapi dia berpisah karena ingin menemui Arya dan memberikannya kejutan karena hari ini ulang tahun Arya, kalian tahulah )?---“


“Dulu aja najis-najis sama Kak Arya. Tahu rasa sekarang si May alias Mikaela Finn Adjieran Smith itu bucin kan sekarang sama Kak Arya???” lalu ada Isha yang menimpali ucapan Gappa dengan santainya.


“Tul! Sok sweet pula pake segala mau kasih surprise! Mau ngilangin image judes ape?“



Jakarta, Indonesia,


Dan yah, Mika jadi bahan gibahan keluarganya sendiri. “Uhuk! Uhuk!” Yang mana orangnya merasa tenggorokannya gatal tiba-tiba jadi ia terbatuk saat sedang berada di dalam lift sebuah gedung apartemen.


Sadar batuk tiba-tibanya itu terasa aneh, Mika pun membatin. ‘Aku yakin keluargaku yang luar biasa itu sudah mendengar dari mulut Gappa atau Gamma tentang keberadaanku, dan pastinya mereka sedang membicarakanku sekarang.’



‘Gue ga sabar liat muka si Arya Narendra yang melihat gue ada dihadapan dia nanti.’


Mika membatin sambil dirinya senyam-senyum sendiri.


‘Pasti marah, karena gue cuma ngucapin happy birthday lewat chat.’


Mika masih bermonolog dalam hatinya.


‘Hah! Tapi itu orang juga ngeselin!’ rutuk Mika dalam hatinya. ‘Di telfon ga diangkat-angkat, padahal gue mau dia jemput gue di bandara terus spending time di tempat yang udah gue reservasi buat ngerayain ultahnya berdua sama gue. Ini malah susah dihubungin, plus ga masuk kantor pula! Padahal dari perusahaan Papa Rico ke tempat yang gue reservasi kan dekat.’


Mika mendumel dalam hatinya.


“Lebay banget ultah aja segala minta waktu khusus ga mau ngantor!”


Mika menggumam sebal kemudian.


“Ada apa Nona Mikaela? ....”


Salah seorang bodyguard yang menyertai Mika di dalam lift bersama satu bodyguard lainnya lantas bertanya karena mendengar satu nona muda yang sedang ia dan rekannya jaga itu bersuara.


“Aku tidak bicara pada kalian kok ....” jawab Mika pada bodyguard yang bertanya padanya itu, dimana pria itu kemudian langsung mengangguk. Dan tak lama kemudian pintu lift yang digunakan Mika bersama dua bodyguardnya terbuka.



“Berikan itu padaku ....” ucap Mika pada satu bodyguard yang membawakan sebuah kotak yang merupakan dus berisikan kue tart yang sudah Mika pesan khusus dari seorang chef pastry kawakan yang bekerja di salah satu hotel milik keluarganya. Bahkan chef itu sendiri yang membawakan pesanan Mika ke bandara saat sudah diberitahu tentang waktu kedatangan Mika ke Jakarta.


Jadi Mika dapat menghemat waktunya, karena memang dia ingin segera menemui Arya untuk memberikan pacar recehnya itu kejutan. “Tak apa, Nona Mikaela. Biar saya yang pegang sampai nanti anda masuk ke unitnya Tuan Arya....” ucap bodyguard yang memegang dus kue tersebut. Dimana sebuah decakan, lantas keluar dari mulut Mika sambil memandang sebal pada satu bodyguardnya itu.


Lalu Mika berkata pada bodyguard tersebut, “Hanya aku yang akan masuk ke unitnya Arya.” dengan wajah Mika yang sedikit merungut. “Lagipula dari tadi aku kan bilang kalau kalian tidak perlu ikut menyertaiku sampai sini,” tambah Mika. “Tidak akan ada ancaman di tempat ini.”


“Kami hanya menjalankan tugas, Nona Mikaela. Setidaknya kami akan berjaga di depan pintu unit Tuan Arya---“


“Huh!” sebal Mika. “Kalian pergi saja ke bawah, santai-santai menungguku di coffee shop yang ada di sana. Nanti berikan struk pembeliannya padaku. Daripada kalian bosan menungguku yang bisa saja lama berada di dalam?”


“Terima kasih, Nona Mikaela. Tapi kami akan tetap menunggui anda di depan pintu unit Tuan Arya, selama apapun itu.” ucap salah seorang bodyguard yang merupakan penjaga khusus dirinya itu saat sedang berada di Jakarta—katakanlah begitu. “Jadi Nona silahkan saja menikmati waktu anda bersama Tuan Arya dengan santai.”


Membuat Mika jadi mendengus dan menatap sebal pada bodyguard khusus dirinya itu. Lalu meminta dus kue yang dipegang oleh satu bodyguard itu dengan sikap yang memang terpatri dalam pembawaan seorang Mikaela Finn Adjieran Smith.


Judes.


Dengan Mika yang seolah ingin merampas dus kue dari tangan satu bodyguardnya itu kala ia memintanya. Dan tentunya membuat sang bodyguard tidak ada pilihan untuk mengikuti keinginan satu nona muda yang sedang ia dan rekannya jaga itu.


Karena kalau ngotot tetap ingin membawakan, bisa-bisa ada adegan tarik menarik yang beresiko merusak kue tart di dalamnya, dan yang pasti akan membuat sang nona muda murka bisa-bisa. Kue spesial buat ayang beb soalnya.


Berabe.


Entah gimana ngamuknya Non Mika, kalau dalam mode normal saja sudah judes adanya.



Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia,


“Si May bawa hadiah apa buat Kak Arya, Gam?” Ini Isha si kepo yang bertanya pada Gamma. Disaat mereka sedang menunggu makan siang benar-benar siap bersama beberapa anggota keluarga mereka setelah Val dan Kafeel kembali ikut bergabung selepas mengantarkan Simon ke kamar tamu dan meminta pria itu untuk mengistirahatkan dirinya sebentar dan akan dipanggil nanti saat sudah waktu makan siang dengan makanan yang sudah siap.


“Jangan-jangan Mika menghadiahkan dirinya buat diunboxing Kak Arya?” celetuk Aro.


“Aro mulutnya?!.... Selepet nih!”


Tash!


Mami Prita yang mengancam anaknya, namun sentilan nyata dari Abang Varen langsung mendarat di mulut iseng Aro yang langsung nyengir kuda dan meringis juga, karena sungguh perih sentilan si Abang Varen di bibirnya.


Kemudian tak lagi Aro berani nyeletuk asal, karena dilempar pandangan tajam Abang Varen yang Aro tahu betul itu sebuah peringatan. “Kalaupun itu terjadi, itu hak dia secara pribadi. May dah gede, lebih gede dari lo. Udah cukup dapat wejangan, masalah dia terkait hubungannya dengan Arya dan bagaimana mereka menjalaninya, itu hak May. Dia sudah cukup mendapat nasihat tentang mana yang baik dan buruk. Selebihnya kembali ke pribadi masing-masing. Yang lo bilang tadi ga perlu dibahas.”


Begitu Varen bicara pada Aro dengan membahasakan dirinya tanpa keformalan jika saat santai seperti ini memang. Namun begitu, ucapan Varen mengandung ketegasan di dalamnya yang membuat Aro seketika kicep.


“Dan kalau May melakukan hal yang salah di hubungannya dan Arya, itu jadi tanggung jawab lo juga Rery sebagai saudara lelakinya. Selain gue dan Tan-Tan sebagai kakak lelaki May.”


“Iya, sorry, Bang---“


“Sejauh-jauhnya kelakuan May dan Arya dalam menjalani hubungan, yang mana ga gue harapkan terjadi—tapi andai terjadi pun, gue yakin Arya akan bertanggung jawab.”


Menukas permintaan maaf Aro padanya, Varen lagi berbicara.


“Tapi bukan berarti gue, Tan-Tan dan The Dads tidak mempermasalahkannya. Hal yang salah dalam keluarga ini, akan jadi suatu permasalahan bagi kita semua. Terutama para adik perempuan dalam keluarga ini yang kami jaga dalam hal mereka berpasangan. Ga Cuma May, tapi kamu juga Isha---“


“Iya, Abang---“


“Bahkan Aina nanti, termasuk kamu Val. Meskipun Kaka dengan senang hati bertanggung jawab padamu andai dia membawamu khilaf---“


“Iya, Abang---“


“Dan gue harapkan lo benar-benar bisa ‘menjaga’ Val, Ka.”


Varen lalu memandang pada Kafeel dengan sedikit memberikan penekanan pada sebuah kata dalam kalimatnya.


“Insya Allah gue mampu jaga kepercayaan kalian buat hal itu---“



Varen sedang dalam mode serius, meski raut wajahnya biasa saja. Dan Kafeel paham hal itu, saat dimana jangan melemparkan jawaban yang bercanda.


Jadi Kafeel memberikan jawaban yang bernada kesungguhan pada Varen sekarang, meski tanpa ketegangan.


Walau sejenak sempat ada aura dingin juga yang berada disekitar mereka yang sedang berada di dekat si Abang saat ini, yang kemudian perlahan cair dan pembahasan pun berganti topik.


Seriusnya Varen hilang, bahkan ia sudah tersenyum geli karena celotehan-celotehan orang-orang yang sedang bersamanya itu, yang sedang membahas progress rencana hubungan Kafeel dan Val selanjutnya.


Ada kekehan, bahkan juga tawa yang terurai dalam sesi bercengkrama mereka yang sedang berkumpul di ruang tengah KUJ itu.


Dimana dibeberapa menit berikutnya, kesemua orang yang sedang bercengkrama di satu ruangan itu jadi kompak terdiam setelah mendengar suara seseorang yang amat mereka kenali berseru dan terdengar amat geram bahkan terkesan histeris.


“Kalau Arya Narendra Datang Ke Sini Bilang Aku Ga Sudi Temui Dia!”


♣♣♣


To be continue.....


Terima kasih masih setia.....


Loph-loph.,

__ADS_1


Emaknya Queen


__ADS_2