
TENTANG SEBUAH FAKTA
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Dear Diary,
Maaf ya, aku baru dapat bercerita padamu setelah sekian lama.
Habis aku lupa membawamu saat liburan berpesiar kemarin.
Tapi ada hal menakjubkan yang aku alami saat berpesiar.
Tahu tidak apa?
Aku bertemu Pangeran Impianku!
Sungguh dia tampan dan menawan.
Dan yang pasti dia pria matang seperti Abang.
Tepat seperti pria impianku bukan?
Ugh!
Aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama.
Pada dia, yang namanya ‘Kafeel Adiwangsa’
💓Ich Liebe Dich, Kak Kafeel ..💓
! Achtung !
I’ll make you to become my husband, Kafeel Adiwangsa!
Lihat saja nantii..
Lovely Val.
-----
Dear Diary,
Uuu bahagianya aku!
Kak Kafeel ternyata mencintaiku.
Dan apa kamu tahu diaryku?
Aku sudah berciuman dengan Kak Kafeel.
Aaa aku jadi malu sendiri jika mengingatnya.
Tapi aku ingin sering-sering dicium oleh Kak Kafeel jadinya bibirku ini, karena bibirnya begitu lembut, apalagi ciumannya.
Luar biasa, sampai aku jadi lemas ketika pertama kali Kak Kafeel menciumku untuk menahanku pergi.
Padahal sih aku hanya tarik ulur cantik saja..
Tak sangka berhasil.
Yeaaayy!
Eh tapi, jika Kak Kafeel tahu kalau aku sempat menarik ulur dirinya demi tahu bagaimana perasaannya padaku, Kak Kafeel marah tidak ya?..
‘Engga sayang, Kakak ga marah sama sekali ..’
🌷
🌷
__ADS_1
The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, Inggris ..
“Kamu sedang apa, Val?” adalah Ann yang bertanya pada Val, dimana setelah ia melongok ke dalam kamar Val yang pintunya terbuka lebar, Val nampak sedang membuka sebuah laci pada buffet pajangan dalam kamar pribadinya tersebut.
Ann yang penasaran dan berpikir jika mungkin ada yang bisa ia bantu untuk Val pun memberikan ijin pada dirinya sendiri untuk masuk ke kamar Val tanpa permisi.
“*D*iaryku, Ann –“
“Diary.. kamu? –“
“Iya diary delapan belas tahun aku, atau diary lainnya sejak aku mulai rajin menulis diary. Pastinya ada banyak, bukan?”
🌷
Ann langsung saja mengernyit setelah mendengar penuturan Val, sambil ia mendekati salah satu saudari angkatnya yang sedang sibuk membuka laci satu per satu laci yang ada pada sebuah buffet pajangan, dimana Val sedang bersimpuh di depannya.
“Ingatan kamu .. sudah pulih kah, Val? ..”
Ann pun langsung bertanya. Val menoleh ke arahnya, sambil tersenyum.
“Belum Ann ..” geleng Val kemudian. “Aku bahkan masih sering tidak percaya jika kehidupan delapan belas tahun yang aku jalani sekarang ini adalah sebuah kenyataan. Dan ingatanku masih stuck disaat aku empat belas tahun, dimasa sebelum itu, sampai ulang tahunku yang ke lima belas. Itupun aku merasa, jika ada yang hilang di pikiranku dalam masa 14 – 15 tahunku itu.”
Val menghentikan kegiatannya yang sedang mencari buku diarynya di laci buffet tersebut. Sambil ia duduk di lantai dengan kedua kakinya sebagai alas, dengan wajah yang sedikit murung.
“Lalu bagaimana kamu ingat tentang diarymu? –“
🌷
“Ada yang mengganjal di hatiku. Atas dasar beberapa kejadian yang membuatku merasa dejavu, lalu mimpi – mimpi yang aku rasa aneh.” Val menukas pertanyaan Ann. “Perasaan aneh saat pertama kali aku menginjakkan kaki di kamar ini pada beberapa sudutnya, mulai aku rasakan lagi. Seingatku perasaan yang aku rasakan ini pernah aku rasakan kala itu. Jadi aku penasaran, dan membaca lagi jurnal yang mulai aku buat di Little Star Island. Tapi aku merasa masih ada yang kurang di sana. Lalu aku ingat jika saat usiaku 14 tahun, aku sudah mulai rajin menulis dalam diary –“
“Heeem, begitu ..” tukas Ann penuh arti yang ia pahami sendiri.
Karena memang hanya Ann yang bersama Val saat ini. Namun jika ada anggota keluarganya yang lain, mungkin mereka akan berkomentar sama penuh artinya seperti Ann.
“Kamu tahu tidak Ann dimana diaryku yang mungkin banyak jumlahnya itu berada? ..” tanya Val lagi.
“Setahuku, diary kamu itu biasanya kamu simpan di laci meja belajar kamu, Val ..”
“Aku sudah mencarinya di sana tapi tidak ada.”
“Mungkin juga sih, Ann ..” tukas Val.
“Ya sudah, aku coba periksa laci meja belajar kamu ..”
🌷
‘Tapi jika diary Val ternyata ada, itu artinya Val akan tahu semua tentang apa yang pernah terjadi diantara dirinya dan Kak Kafeel? ..’
Ann tercenung sejenak ketika ia hendak memeriksa laci meja belajar Val, sambil ia menatap nanar pada Val yang sedang berada di sudut lain dan membelakanginya itu.
‘Ah tapi kan The Dads dan Abang sudah mengatakan biarkan semua mengalir, yang mana artinya jika memang sekarang sudah saatnya Val tahu, ya sudah .. Dan nanti jika memang buku diarynya ada lalu Val baca, aku hanya tinggal menjawab dengan sejujurnya. Sesuai dengan pesan The Dads dan Abang –'
“Ada tidak Ann? –“
“Aku belum selesai mencarinya, Val.”
“Aku cari di buffet sebelah sana kalau begitu.”
“Kalian sedang mencari apa?”
Mika yang baru keluar dari dalam kamar mandi itu lantas bertanya ketika melihat Ann sedang membuka laci meja belajar Val, serta juga mendengar ucapan Val.
“Diaryku, May ..”
“Di - ary kamu? ..”
Mika sedikit tergugu, lalu memandang aneh kepada Ann yang langsung paham mengapa Mika sedikit tergugu dan memandanginya seperti itu.
🌷
Telah dibisikkan oleh Ann alasan mengapa Val yang ingat diarynya itu, sesuai penuturan Val pada dirinya tadi.
Dimana Mika pun mengangguk paham setelah mendengar penuturan Ann itu.
__ADS_1
Karena seperti Ann, Mika sempat mengira kalau ingatan Val telah kembali karena mengingat tentang diarynya.
Yang mana seingat Mika, memang tidak ada yang pernah menyinggung tentang buku harian milik Val itu dari sejak Val terbangun dari koma.
“Di sini juga tidak ada? ..”
Suara Val terdengar dengan juga suara kesahan yang bernada sedikit kecewa.
“Heran aku, kenapa diaryku yang pastinya banyak itu menghilang?”
“Heem, tapi seingatku sih Val, waktu diarymu sudah cukup banyak itu, aku sempat melihat kamu mengumpulkannya. Tapi tidak memperhatikan dimana kemudian kamu menyimpannya.”
Ann lalu menanggapi ucapan Val yang terdengar sedikit kecewa itu.
“Tapi setidaknya, ada satu dua diary milikku yang isinya adalah tulisan momen – momen penting misalnya --- dimana aku simpan di tempat yang mudah ditemukan, termasuk diary yang menuliskan momen – momen terbaru di usia 18 tahunku, bukan? ..”
🌷
Val menyuarakan pendapatnya.
Dimana Ann dan Mika membenarkan pendapat Val tersebut.
Ingat pada ponsel lama Val yang belum juga ditemukan, lalu sekarang diary Val.
Berpikir jika ada pencuri di mansion mereka, yang kemudian langsung Ann dan Mika sangkal sendiri dalam hati keduanya.
Yang Ann dan Mika merasa jika tidaklah mungkin ada salah satu maid mereka yang tidak jujur, karena semua maid masih sama seperti yang bekerja sejak mereka kecil dan remaja.
Kalau memang ada yang tidak jujur, kenapa baru sekarang beraksinya?
Lagipun, masa pencuri hanya mencuri ponsel Val saja?
Lalu apa guna juga mengambil diary Val?
Begitu kiranya pikir Ann dan Mika, yang kemudian membantu Val mencari ulang sekali lagi.
Dimana kali ini Ann dan Mika, mengeluarkan satu – satu isi laci meja belajar Val.
Val juga mengikuti jejak dua saudari angkatnya itu, dengan memeriksa kembali laci – laci pada buffet --- yang isinya Val perhatikan dengan seksama, lalu ia keluarkan satu – satu jika ada yang menumpuk, lalu melihat – lihat isi setiap benda yang ia temukan dalam laci – laci tersebut.
“May ..”
Ann memanggil Mika dengan berbisik, seraya mendekati Mika yang sedang melihat – lihat isi sebuah laci.
Mika menanggapi dengan menggerakkan dagunya ke arah Ann yang sudah mendekat padanya.
“Lihat ..”
Ann menyodorkan sebuah album foto dengan sedikit sembunyi – sembunyi, dimana Val juga tidak memperhatikan.
Karena beberapa detik sebelumnya ponsel Val berdering nyaring, dan Val langsung bergegas meraih ponselnya itu, kemudian menerima panggilan teleponnya di balkon kamar.
“Diary terbaru Val yang isinya aku yakin 90 persen adalah tentang Kak Kaf, ataupun ponselnya yang terdapat banyak sekali foto Kak Kaf di dalamnya memang hilang. Tapi kamu ingat tidak? album foto ini adalah album khusus gambar diri Kak Kaf, termasuk foto – foto kebersamaan mereka –“
“Iya aku ingat.”
“Jadi bagaimana, kita berikan saja pada Val? ..”
“Heem ..”
“The Dads dan Abang kan tidak lagi menyuruh kita mencari alasan jika suatu saat Val bertanya tentang Kak Kaf, ataupun menyembunyikan kenyataan tentang keduanya dari Val --”
“Memang tidak, tapi aku khawatir saja Val syok ..”
“Tapi kan mereka sudah bertemu lagi, May? Dan Val kalau kata Dad R, sudah tidak nampak lagi was – was pada Kak Kaf. Val bahkan sudah terlihat ramah pada Kak Kaf.”
“Iya, sih.”
“Jadi bagaimana, kita berikan saja ya? Kita standby saja di sini. Jadi jika melihat suatu gelagat seperti Val yang merasakan kepala berdenyut nyeri, kita dapat sigap untuk memberikan pertolongan .. selain menjawab setiap pertanyaan yang akan Val langsung tanyakan berdasar dari foto - foto dalam album ini pastinya ..”
“Ya sudah, berikan saja. Mungkin memang ini sudah saatnya Val tahu semua hal tentang Kak Kaf dan kisah yang pernah ada diantara mereka –“
🌷 🌷 🌷 🌷
__ADS_1
To be continue ......
Jangan lupa dukungannya jika berkenan ya my bebi bala – bala semua ......