
( MENUNGGU HARI BERGANTI )
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Little Star Island, Italia,
“Aku rasa perkiraan kita kala menghapus ingatan Nona Muda Valera tentang Tuan Kafeel, mencakup tidak hanya subjeknya. Tapi masa dari kemunculan subjek tersebut dalam hidup Nona Muda Valera. Dan semua dari masa itu hingga saat terakhir sebelum beliau hilang kesadaran, tak sedikit pun Nona Muda Valera ingat ...“
Celine memberikan penjelasan berdasarkan hasil observasi dan kesimpulan awal yang ia buat secara pribadi.
Namun sebelum Celine berbicara lebih banyak lagi, suara Kafeel terdengar menginterupsi – dengan pria itu yang nampak tergugu. “Meng-hapus ... ingatan Val tentangku?? ...”
Kafeel pun spontan bertanya, sambil memandang satu per satu orang – orang yang berada di hadapannya saat ini dengan tatapan heran sekaligus penuh tanda tanya.
Orang – orang yang ada di hadapan Kafeel itu langsung spontan saling tatap satu sama lain. Lalu setelahnya mereka semua kompak memandang pada Kafeel dengan tatapan yang sulit Kafeel artikan.
Tak lama kemudian, suara Dad R yang prihatin---terdengar. “Kami akan menceritakannya padamu, Ka ...” ucapan Dad R yang langsung ditanggapi Kafeel dengan anggukkan yang samar, tanpa Kafeel bersuara lagi setelahnya.
****
‘Menghapus ingatan tentang gue dengan sengaja? ... makanya Val ga bisa mengenali gue. Tapi bagaimana bisa? –‘
“Yang Val katakan, jika ingatan terakhirnya adalah di kapal pesiar itu. Adalah yang sebenarnya, Cel? ...”
Sementara Kafeel sedang bertanya – tanya dalam hatinya, Dad R kembali mengajukan pertanyaan pada Celine.
Kafeel pun tertarik dari lamunannya. Kemudian kembali lagi fokus mendengarkan ucapan dari Celine dan keluarga Val yang menimpali atau bertanya pada pada wanita nyentrik itu terkait Val yang mengalami kemunduran ingatan.
“Iya, Tuan Moreno. Ingatan Nona Muda Valera, terjebak pada masa di usianya yang masih empat belas tahun ... Setelah aku katakan padanya jika usianya sekarang sudah delapan belas tahun, Nona Muda Valera bahkan sempat histeris ...” jawab Celine atas pertanyaan Dad R tadi.
Setelah sebelumnya ia mengangguk.
“Ya tidak histeris yang bagaimana – bagaimana ... hanya Nona Muda Valera memang nampak sangat terkejut ketika saya bilang pada beliau kalau usianya sekarang 18 tahun.”
“Lalu bagaimana selanjutnya, Cel? ...”
“Seperti yang aku pernah katakan, terapi hypnosis bisa dicoba. Tapi karena kondisi Nona Valera yang syok karena aku katakan dengan serius bahwa usianya 18 tahun sekarang, kita harus menunggu sampai beliau bisa benar – benar menerima tentang masa dimana Nona Muda Valera jalani saat ini.”
****
“Kapan pastinya, Cel? ...”
__ADS_1
“Tergantung bagaimana Nona Muda Valera sendiri, Nyonya.”
“Tapi kita bisa coba membantu Val dengan menceritakan segala hal yang ia lupakan itu kan, Cel? ...”
Nathan yang kemudian angkat suara setelah Celine menjawab pertanyaan Mommy Ara.
“Bisa, tapi dengan sangat perlahan. Karena memaksanya mengingat dengan tergesa, malah akan berefek buruk pada otaknya. Terlebih, Nona Valera sempat mengeluh jika kepalanya sakit saat saya meyakinkan beliau tentang usianya sekarang ...”
****
“Apa Val mengalami Highly Superior Autobiographical Memory? ...”
Varen yang selanjutnya bertanya pada Celine.
“Kurang lebih mungkin seperti itu Tuan Alva.”
Celine menjawab dengan lugas kemudian.
“Hanya saja yang kita fokuskan waktu itu berdasar atas perkiraan, tanpa berpikir jika efeknya akan meluas –“
“Bagaimana dengan orang yang pernah kau bantu dengan menggunakan alat itu? –“
“Ah ya Andrew was right ( Ah ya Andrew benar )! Apakah mereka mengalami kondisi yang sama dengan Val?”
( Highly Superior Autobiographical Memory = Jenis amnesia yang membuat penderitanya susah membedakan momen penting dan tidak di masa lalu )
****
“Celine benar. Tidak ada keluhan dari dua orang yang pernah mendapat tindakan yang sama seperti Val. Jadi aku rasa mereka tidak mengalami kondisi seperti yang sedang Val alami sekarang ini,” tukas Varen.
“Tapi saya akan memastikannya kembali kepada dua orang itu.”
Celine berucap lagi.
“Sebaiknya memang seperti itu, Cel.”
****
Setelah beberapa saat, sesi diskusi atas dasar laporan observasi Celine pada Val yang belum lama dilakukan---selesai.
Celine kembali ke dalam labnya. Sementara sisanya berjalan kembali menuju ke dalam kastil.
“Kemarilah, Ka,” ucap Dad R pada Kafeel.
Dimana Dad R akan menunaikan janjinya pada Kafeel untuk menjelaskan tentang hal yang menjadi pertanyaan Kafeel saat Celine memberikan laporan observasinya tadi, meski Kafeel tidak menagih janji Dad R padanya itu saat tengah berdiri berkumpul di depan pintu lab dalam Little Star Island.
__ADS_1
“Val memang sempat dinyatakan meninggal Ka. Jika saja Celine tidak datang hari itu, mungkin saat ini tubuh Val sudah berkalang tanah ...” Dad R memulai ceritanya, dari sejak Kafeel memutuskan hubungannya dengan Val dan memberi kesan jika dia adalah pria yang buruk.
Lalu cerita Dad R, ditimpali oleh para anggota keluarga Val yang sedang duduk bersama dengan Kafeel itu dalam sebuah ruangan selepas dari lab.
Yang mana ujung dari cerita itu, “Apa yang aku putuskan lalu dilakukan pada Val tentang menghapus dirimu dari ingatannya, hanyalah bentuk ketakutan seorang ayah yang takut putrinya tenggelam dalam kesedihan. Dan aku sangat takut jika saat Val sadar lalu luka yang kau torehkan di hatinya itu akan membuatnya melakukan hal nekat seperti yang sudah ia lakukan. Tanpa jaminan, andai hal itu terjadi untuk yang kedua kali---Val bisa selamat ... Dan jika kali kedua itu terjadi, lalu Val tidak selamat ... Aku tidak sanggup Ka ... Meletakkan putriku di dalam tanah ...”
Dad R memberikan lagi sebuah penjelasan dengan suaranya yang lirih, yang mana tentu menyentuh hati Kafeel sekaligus mencubitnya. Tapi mau dibilang apa? ... Yang terjadi sudah terjadi. Kafeel tidak menyalahkan Dad R sama sekali. Dan menerima betul alasan Dad R mengambil keputusan yang jika boleh dibilang, cukup merugikan Kafeel---selain hatinya yang terasa nyeri. Tidak di kenali dan diingat sama sekali oleh gadis yang ia cintai setengah mati.
Yang mana gadis itu kini telah berada di dalam kamar rawatnya bersama para saudara dan saudarinya, dan sudah dibantu untuk kembali berbaring di atas ranjangnya.
Disampaikan lagi oleh salah seorang saudaranya, agar sang gadis mantan putri tidur itu---yakni Val, untuk beristirahat.
“Rery ...”
Val memanggil seraya memandang satu saudaranya itu.
“You want to eat something? ( Kamu ingin memakan sesuatu? )”
Rery pun langsung menanggapi Val dan bertanya. Val menggeleng samar.
“Aku ingin bertanya, Rery –“
“Pending dulu pertanyaannya –“
“Pria dewasa yang kira – kira seusia Abang tadi, itu siapa? ... Soalnya sedikit aku perhatikan, dia memandangiku terus –“
****
Sementara itu di tempat para anggota keluarga Val yang lain berada bersama Kafeel, kesemua orang itu masih berada di tempat duduk mereka. Dimana Dad R terdengar memohon maaf pada Kafeel sekali lagi. “Sekali lagi, aku pribadi mohon maaf padamu –“
“Engga Dad ...“
Dan Kafeel segera menyergahnya.
Lalu setelahnya Kafeel mengatakan hal yang membuat hati yang mendengarnya langsung mencelos.
“Aku mengerti posisi Dad saat memutuskan hal itu ... Karena jika aku berada di posisi Dad, mungkin aku akan melakukan hal yang sama. Jika memang seperti ini kondisinya sekarang, aku ikhlas menerimanya. Mungkin pada dasarnya, aku dan Val memang tidak berjodoh.”
****
Dan tak lama setelah perbincangan atas sebuah penjelasan terkait Val yang mengalami kemunduran ingatan dan tak sedikitpun mengenal Kafeel, pria yang mencintai Val setengah mati – sepenuh hati itu membuat satu keputusan.
“Aku sudah merasa sangat lega dan bahagia, melihat Val sudah sadar dari koma. Dan dengan dia yang sama sekali tidak mengingatku, sekali lagi --- aku sudah ikhlas. Terima kasih sudah mengijinkan aku berada didekat Val selama dua bulan terakhir ini. Aku pamit. Dan aku akan menunggu hari, dimana hari Val dapat mengingatku lagi.”
******
__ADS_1
To be continue ......