HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )

HEIRS OF THE ADJIERAN SMITH ( Kisah Para Pewaris )
SAMAR


__ADS_3

Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Jakarta, Indonesia,


“Ka, lo ada waktu?...”


“Kalo buat Val ada ...”


“Heleh! Bucin Sadman dasar!”


“Hahaa.”


----


“Ada apa emang?”


“Gue mau ajak lo hunting orang pinter.”


“Di?”


“Jepang.”


“Kapan?”


“Lusa.”


“Oke.”


“Ganggu waktu lo di Red Tulip, ga?”


“Gue owner ya. Bebas---“


“Sadman bucin banyak lagak.”


“Hahaha!”


“By the way, lo artis sekarang?---“


“Artis apaan?”


“Tuh video lo lagi perform segala diupload?”


“Tau siapa yang upload---“


“Jadi trending topic gue lihat.”


“Sabodo lah. Gue perform karena iseng. Pas tamu juga masih sepi. Lagian juga Kafe sendiri. Sekalian ngelepasin dikit beban rindu buat ade lo yang bikin gue tersiksa rindu ini...”


💮


💮


The Great Mansion of The Adjieran Smith, London, England,


“May ..” Ann yang memanggil Mika, disaat keduanya sedang berada di kamar Val untuk membantu Val menemukan diarynya.


Mika pun langsung menanggapi Ann yang memanggilnya dengan berbisik itu, namun tanpa suara ---- dagunya saja yang bergerak yang bermakna sahutan pada Ann yang memanggilnya.


Dimana Val sedang menerima panggilan telepon yang masuk ke ponsel barunya.


“Lihat ..”


Ann berkata lagi, sambil menunjukkan sebuah album foto yang Ann ambil dari salah satu laci pada meja belajar Val.


💮


“The Dads dan Abang kan tidak lagi menyuruh kita mencari alasan jika suatu saat Val bertanya tentang Kak Kaf, ataupun menyembunyikan kenyataan tentang keduanya dari Val --”


“Memang tidak, tapi aku khawatir saja Val syok ..”


“Tapi kan mereka sudah bertemu lagi, May? Dan Val kalau kata Dad R, sudah tidak nampak lagi was – was pada Kak Kaf. Val bahkan sudah terlihat ramah pada Kak Kaf.”


“Iya, sih.”


“Jadi bagaimana, kita berikan saja ya? Kita standby saja di sini. Jadi jika melihat suatu gelagat seperti Val yang merasakan kepala berdenyut nyeri, kita dapat sigap untuk memberikan pertolongan .. selain menjawab setiap pertanyaan yang akan Val langsung tanyakan berdasar dari foto - foto dalam album ini pastinya ..”


“Ya sudah, berikan saja. Mungkin memang ini sudah saatnya Val tahu semua hal tentang Kak Kaf dan kisah yang pernah ada diantara mereka –“


“And they’re can back together again just like you and Kak Arya ( Dan mereka dapat bersama lagi seperti kamu dan Kak Arya )”


Ann menimpali ucapan Mika.


“Aamiin ..”


“Amen.”


“Itu, Val sudah selesai menelepon.”


Mika menunjuk pada Val yang terdengar mengatakan,


“See you soon my dear boyfriend ( Sampai bertemu secepatnya ya pacar tersayang ) ..”


💮


Ann menoleh ke Mika yang langsung mengangguk sekali sebagai kode pada Ann untuk menunjukkan sebuah album foto yang mungkin akan mengejutkan Val.


“Val—“


“Ann, May, kalian duluan saja sarapan.”

__ADS_1


Val yang sudah kembali ke area kamar bagian dalamnya itu, berbicara bersamaan dengan Ann yang juga bersuara memanggilnya.


“Aku harus segera mandi dan bersiap,” ucap Val lagi. “Aku terlupa jika aku ada janji dengan Simon untuk sarapan bersama pagi ini.”


“Tapi ada—“


Blam!


Namun Val sudah keburu masuk ke dalam kamar mandi di kamar pribadinya itu dengan tergesa.


“Pelan-pelan Val!”


Mika spontan berseru.


“Iyaa!” sahut Val dari dalam kamar mandi.


“Jangan dikunci pintunya!” seru Mika lagi.


“Iyaa! ..” sahut Val lagi.


“Jadi bagaimana, May?”


“Simpan saja dulu album foto itu di tempat yang kiranya terlihat oleh Val. Aku mau menemani Val di dalam kamar mandi dulu. Kamu duluan saja pergi untuk sarapan dengan yang lain, Ann—“


💮


“Aku simpan di sini saja ya, May?” ucap Ann sambil meletakkan album foto milik Val yang sedari tadi ia pegang di atas meja belajar Val,  saat Mika selesai bicara dan hendak masuk ke dalam kamar mandi Val untuk menemani salah satu saudarinya itu yang masih ditakutkan jika berada dalam kamar mandi sendirian.


Apalagi setelah tahu sekarang Val mengidap sindrom putri tidur yang bisa kapan saja datangnya secara tiba – tiba. Dan kamar mandi akan menjadi tempat yang cukup berbahaya jika sindrom Val itu datang apabila Val sendirian di sana.


Mika pun mengiyakan ucapan Ann.


💮


Ann telah keluar dari dalam kamar Val, meski sempat sedikit berdebat dengan Mika soal menemani Val.


Namun cetusan Mika harus Ann dengar, karena memang setelah ia dan Rery kembali ke London, Ann dan Rery kembali bersekolah di sekolah mereka seperti sebelumnya.


Meski beberapa bulan sempat vakum tidak pergi bersekolah di sekolah mereka tersebut, namun Ann dan Rery tetap mengikuti pelajaran selama mereka berada di Little Star Island tanpa ada kekhawatiran akan di DO dari sekolah.


Yang mana tentu saja, hal itu adalah imbas dari nama besar keluarga The Adjieran Smith.


Dimana publik di London, rasanya enggan mengusik satu keluarga itu. Dan lagi, keluarga The Adjieran Smith banyak sekali memiliki jasa pada setiap fasilitas – fasilitas di London. Termasuk pada gedung sekolah Ann dan Rery.


Jadi tidak ada protes yang keluar dari pihak sekolah atas vakumnya Ann dan Rery selama beberapa bulan belakangan. Lagipun, dua pewaris muda The Adjieran Smith itu memiliki kecerdasan di atas rata – rata yang mampu dengan cepat mengejar ketinggalan atas pelajaran mereka di sekolah.


💮


‘Val sepertinya sangat tergesa untuk bertemu dengan Simon. Tapi aku juga tidak sabar untuk menunjukkan pada Val album foto ini,’ monolog Mika dalam hatinya setelah ia selesai menemani Val di dalam kamar mandi, dan Val sedang memang tergesa bersiap – siap di dalam walk in closetnya.


Satu tangan Mika sedang menyentuh album foto yang tadi diletakkan Ann di atas meja belajar Val. Sambil Mika memandangi album foto tersebut. Kemudian perhatian Mika teralih, karena ponselnya berdering. Dan Mika langsung berjalan menuju salah satu nakas di samping tempat tidur Val untuk meraih ponselnya yang ada di atas salah satu nakas tersebut.


Mika menggumam saat ia melihat nama pemanggil di layar ponselnya.


“Iya, Ar ..”


Mika dengan cepat menggeser tombol penerima panggilan, dan kemudian nampak asyik mengobrol ria di ponselnya dengan Arya, hingga sampai Val sudah selesai bersiap untuk pergi sarapan bersama pacarnya. “Come, May ..”


Val berujar sambil mengajak Mika yang masih berbicara di ponselnya itu.


Lalu saat telah mencapai lantai bawah mansion, Mika yang tak lama selesai bicara dengan Arya itu, kemudian bergabung di meja makan, sementara Val sudah meloyor pergi untuk menemui pacarnya setelah meminta ijin dan berpamitan.


“Kami juga berangkat dulu, ya?” tak lama, Rery juga berpamitan untuk pergi ke sekolah. Dan Ann juga melakukan hal yang sama. Karena setelah tragedi Val dimana Ann sempat menjaga jarak dengan Rery seperti halnya Mika pada Arya yang ingin menghormati Val yang sedang terluka karena cinta, Ann sudah tak menjaga jaraknya dengan Rery.


Selain memang Rery yang tidak setuju kalau harus jadi jauh dengan Ann yang selalunya sering menempel padanya. Walau memang ia dan Ann tidak pacaran, karena Rery yang memang tidak mau yang namanya pacar – pacaran selama ia masih sekolah. Namun bagi Rery, ia dan Ann sudah sedekat nadi. Jadi tidak nyaman rasanya jika harus menjaga jarak dengan Ann, bagi Rery pribadi.


Maklum dari orok udah bareng – bareng.


💮


“Kamu ada jadwal kuliah hari ini, May?”


“Ada, tapi nanti siang, Mom.”


Mika menjawab pertanyaan Mommy Ara. Dimana ia tidak menyertai Val yang sedang akan bertemu dengan pacarnya itu.


Satu, Mika menghargai privasi Val. Begitu juga keluarga Val. Dimana memang Val meminta agar tidak ada satu anggota keluarganya yang mengekori jika dia sedang bersama dengan pacarnya itu.


Dua, Mika juga malas jadi obat nyamuk saat Val sedang bersama dengan Simon. Jadi, pada waktu – waktu tertentu, Val akan dibiarkan sendirian.


Namun, bukan berarti Val akan benar – benar dibiarkan sendirian begitu saja.


Karena beberapa bodyguard tentunya akan ditugaskan untuk menjaga Val. Terlebih satu bodyguard yang sejak tragedi Val, menjadi lebih over protektif pada satu nona mudanya yang kini tak seakrab dulu dengannya.


Soalnya satu bodyguard khusus Val itu juga kena imbas dilupakan Val, karena baru bergabung bekerja di lingkup The Adjieran Smith Family saat Val sudah jatuh cinta lebih dulu pada Kafeel.


Jadi meski tanpa ada keluarga Val menyertai saat Val sedang pacaran, satu bodyguard Val yang kini over protektif itu akan pasang mata pada setiap gerak – gerik Val, bahkan keberadaannya di dekat Val,macam bayangannya Val saja.


Yang mana hal itu sempat diprotes oleh Val, sering bahkan. Namun Achiel woles aje, meski protes Val amay sangat sering terlayang padanya dari gadis itu.


Seperti saat ketika Val telah sampai di sebuah restoran, dimana pria yang bernama Simon yang statusnya adalah pacar Val sekarang itu telah nampak menunggu Val di sebuah meja pada sudut restoran.


Val sudah meminta Achiel untuk menunggunya di luar restoran saja. Atau mempersilahkan jika Achiel ingin sarapan dan duduk di salah satu meja lain. Namun Achiel bergeming saja dengan mengekori tepat di belakang Val, dan tetap berdiri di belakang kursi yang telah diduduki Val.


💮


💮


“Nanti Val adukan pada The Parents dan The Olds, juga Abang dan Kak Tan - Tan kalau Kak Achiel merecoki Val dengan Simon loh ya? ..” ancaman Val pada Achiel seperti biasa.


“Silahkan saja, Nona. Tapi itu tidak akan ada efeknya juga, karena saya akan tetap ditugaskan untuk menjaga anda, Nona Muda Valera—“

__ADS_1


“Kak Achiel menyebalkan!” sambar Val. Dan Simon tersenyum saja di tempatnya, melihat Val yang kemudian merungut setelah selesai melayangkan protes dan mengancam Achiel.


Sementara Achiel tidak menanggapi rutukan Val padanya itu.


Lalu Simon membaiki Val, sekaligus menenangkan Val dengan sabar serta bertutur lembut.


Bahwasanya Achiel hanya menjalankan tugasnya, dan lagipun Simon tidak merasa terganggu dengan keberadaan Achiel.


Val luluh, lalu mengikuti saran Simon untuk memesan makanan dan mengisi perutnya dengan segera. Karena sedikit banyak, Simon sudah tahu tentang kondisi Val.


Val cantik, mau makan sendiri atau disuapin?


“Disuapi dong—“


“Hum?—“


“Aaak ..”


💮


“Katanya mau suapi Val? ..”


Val yang sempat membuka mulutnya, bersiap untuk menerima suapan dari Simon itu kemudian bertanya pada pacarnya tersebut yang ternyata tidak kunjung menyuapinya.


“I don’t understand Indonesian language ( Aku tidak mengerti bahasa Indonesia ), Valera—“


“Heu? ..” respons Val. “Ah iya! But I heard you ask me ( Tetapi aku mendengar kamu bertanya )?”


“I didn’t say anything ( Aku tidak mengatakan apapun )” jawab Simon yang memang sebelum Val membuka mulutnya yang siap untuk mendapatkan suapan dari Simon, pria itu sedang mengunyah makanannya dalam diam.


‘Aneh sekali? .. Aku yakin tadi mendengar ada yang bertanya padaku apa aku mau disuapi atau tidak.’


Val lalu membatin heran.


‘Apa mungkin Kak Achiel yang bertanya padaku ya? .. Tapi tidak mungkin Kak Achiel lancang bertanya apa dia mau menyuapiku. Ah tapi aku tanya saja lah!’


Val menoleh pada Achiel yang berdiri sigap di belakangnya itu.


“Kak Achiel yang barusan bicara pada Val?” tanya Val pada Achiel kemudian.


“Terakhir saya bicara tadi, sebelum Nona mengatakan saya menyebalkan.”


“Begitu ya?”


💮


“Wow!”


Adalah Rery yang sedang bersama dengan Val, Mika dan Ann.


Berikut tiga orang anak kerabat yang paling dekat dengan mereka.


Dimana ke tujuh muda mudi itu, sedang berada di sebuah restoran dalam sebuah pusat perbelanjaan.


“Kenapa Rery?” tanya Ann pada soulmatenya dari orok itu, yang sedang nampak melihat ke layar ponselnya dan berdecak kagum.


“Kak Kaf, seleb wannabe di Indo sekarang.”


Rery menjawab pertanyaan Ann tersebut.


“Kenapa gitu?” celetuk Mika pada Rery yang masih nampak asyik melihat ke layar ponselnya yang kini sudah juga sedang diperhatikan oleh Ann.


“Nih lihat! Dua performnya Kak Kaf di Kafenya ada yang upload di sosmed, terus sekarang jadi trending topic di sana. Walaupun hashtagnya menggelikan. Cogan Romantis Pujaan Eneng. Hahaha!”


“Oh ya???...” Mika terdengar excited. Dan Rery serta Ann mengangguk.


Dimana Mika kemudian meraih ponsel Rery dan melihat apa yang sebelumnya Rery dan Ann lihat.


Lalu Val yang belum ikut serta menonton itu, sedikit mengernyit.


“Kak... Kaf, itu?—“


“Kak Kafeel, Val. Yang waktu itu ketemu kamu waktu kamu perkenalkan Simon untuk pertama kalinya pada kami.”


“Oh iya, aku ingat---“


💮


Aku masih ada disini.. Masih dengan perasaanku yang dahulu. Tak berubah dan tak pernah berbeda.. Aku masih yakin nanti milikmu..


Aku masih di tempat ini.. Masih dengan setia menunggu kabarmu. Masih ingin mendengar suaramu. Cinta membuatku kuat begini..


Aku merindu.. Kuyakin kau tau.. Tanpa batas waktu.. Aku terpaku,


Aku meminta walau tanpa kata.. Cinta berupaya..


Engkau jauh di mata, tapi dekat di doa..


Aku merindukanmu..


‘Dalam sekali Kak Kafeel ini menyanyikan lagu itu..’


Val yang pada akhirnya ikut melihat apa yang sudah lebih dulu di lihat Rery, Ann dan Mika pada ponsel Rery----membatin saat melihat sebuah rekaman video tersebut.


“Lagu ini spesial buat kamu, si Cantik kesayangan--”


‘Eh?.. suara Kak Kafeel.. Kok.. mirip seperti suara yang aku dengar?.. saat aku sedang sarapan dengan Simon?..’


💮 💮💮 💮


To be continue ..

__ADS_1


__ADS_2