
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Rumah Keluarga Cemara, Bekasi, Jawa-Barat, Indonesia ...
“Pepet terus Sadboy itu Neng Mika, jangan kasih kendor!” celetukan nyeleneh terlontar dari Mami Prita yang menimpali godaan Arya pada Mika.
“Mami ih apaan sih?!” protes Mika pada Mami Prita yang cekikikan.
“Tadi ada bapaknya bukan sekalian diminta itu si May-May, Kak?!”
“Ho oh ... biar sekalian nikah masal bareng Kak Kafeel dan Val ...”
Si kembar menimpali celotehan ibu kandung mereka.
Sementara sisanya cekikikan. Selain Mika.
“Kembara kembar nakal kalo ga usil pilek ya?! ...” cibir Mika.
Kekehan dari si kembar dan lainnya pun terdengar atas cibiran Mika.
“Lagian kere banget! Masa nikah aja sharing?!”
Mika pun berucap jutek dan sinis.
“Ga modal!”
Mika lagi mencibir.
“Oh gitu ...” sahutan dari Arya terdengar.
“Apanya yang gitu?! ---“
“Dedek Mika ga mau nikah bareng, maunya kita bikin acara terpisah dari Kak Kaf dan Val?”
Mika yang spontan menanggapi sahutan Arya itu hanya bisa kembali merasa kesal, karena tanggapan spontannya barusan, menjadi celah bagi Arya untuk menggodanya lagi.
'Sialan!' umpat Mika dalam hatinya.
“Gitu kan??? ---“
“Diem lo!”
Mika membalas ketus pada selorohan Arya sambil mendorong tubuh si Sadboy yang terkekeh geli bersama mereka yang sedari tadi ikutan menggoda Mika.
♥
“May, jadi mau beliin susu buat Putra sama Gadis ga? ...”
Via menegur Mika yang sedang berjalan menjauhi mereka yang sedang meledek si gadis dengan predikat gadis judes itu.
“Kalo ga jadi biar Kak Via yang jalan,” imbuh Via. “Biar bapaknya si Gadis ada kerjaannya nih.”
“Aku aja Kak Vi.”
Mika menyahut.
“Dih Ene bilang jangan kalo kamu sendirian yang jalan! Biar kata belom malem-malem amat, tapi jalanan dari sini keluar komplek sepi ... Biar kata terang juga ---“
“Ga rawan ini Ne', kan ga ada yang bisa masuk ke area ini sembarangan juga? ---“ tukas Mika.
"Ya udah dianter pake mobil aja kalo gitu, lebih aman." Kata Ene Bela.
“Ya udah deh aku sama Jo aja yang jalan naek motor lebih cepet. Kalo naek mobil pulangnya macet, keburu Putra sama Gadis rewel nanti ---“
Via berucap.
“Udah aku aja, aku juga bisa mengendarai motor.”
Mika menyambar.
“Lagian hitung-hitung aku cari angin daripada disini sama orang-orang yang usil mulutnya! ...”
“Dianter Mang Ateng aje kalo gitu Mika ... Ake ga tenang kalo Mika pergi sendiri ---“ tukas Ake Herman.
“Aku yang anter Kek ...”
Arya mengajukan diri lagi.
__ADS_1
“Ah apaan! Engga! Engga! ---“
Mika menolak dengan cepat. Namun Arya dengan cepat juga menarik tangan Mika.
♥
“Lepas ih! Apaan sih lo?!”
Mika menyentakkan tangannya yang dipegang Arya.
Bersamaan juga dengan Mika yang menghentikan langkahnya saat sudah keluar dari dalam rumah Keluarga Cemara.
Arya hanya melirik saja, dan tetap meneruskan langkahnya ke garasi rumah Keluarga Cemara yang ia tahu letaknya.
“Uy Dedek judes,” panggil Arya sambil membalikkan tubuhnya ke arah Mika. “Malah diem. Ayo!” ajaknya antusias.
“Gue aja yang pergi. Lo ga usah ikut. Gue bisa naik motor ya asal lo tau?! ...”
Mika berjalan sambil menatap sebal pada Arya dan kemudian bicara dengan ketus pada si sadboy.
“Putra sama Gadis juga bisa kalo Cuma naek motor doang sih!” sahut Arya sekaligus berseloroh.
“Ngendarain motor!”
Mika menegaskan.
“Puas lo?!”
Arya pun terkekeh.
Lalu Arya dan Mika diam sesaat, karena salah satu pegawai Keluarga Cemara menghampiri mereka.
“Den Arya sama Non Mika mau pake motor yang mane? ... biar Mang Ateng yang keluarin ...”
Lalu pegawai kepercayaan Ake Herman itu pun bicara pada Mika dan Arya.
Mika berdecak, lalu berjalan melewati Arya.
Kemudian Mika menunjuk satu motor matic.
“Jangan yang itu Mang, yang itu aja tuh! ---“ namun Arya menyergah, menunjuk motor lain selain yang ditunjuk oleh Mika.
Mika berucap ketus.
“Masa gue naek motor matic? ... Laki gitu loh?! ...”
“Dih apaan sih lo? Gue ga ngerasa ngajak lo ya?”
Mika menyergah lagi, namun Arya nampak masa bodoh, dan mendekati Mang Ateng yang meringis melihat dua insan yang sedang berdebat unfaedah itu.
‘Keburu itu Aden muda Putra sama Non Muda Gadis kejer dah nunggu nih orang dua kelar adu bacot buat beli susu?! ...’
Mang Ateng geleng-geleng.
“Udah keluarin itu motor maticnya Mang Ateng!”
Mika berucap dengan tanpa menghiraukan Arya lagi.
Mang Ateng pun mengiyakan.
“Ih apaan sih lo?!” Mika kembali berketus ria karena Arya kini berdiri di depannya dengan membelakangi.
“Udah Mang Ateng masuk aja, biar saya yang ngeluarin sendiri motornya ...”
Arya berucap dengan mengabaikan Mika yang ia belakangi itu.
“Siniin kuncinya itu ...” pinta Arya pada Mang Ateng sambil menjulurkan tangannya.
“Kasih aku sini kuncinya itu motor matic ...” terobos Mika yang sama menjulurkan tangannya pada Mang Ateng seperti Arya.
Mang Ateng jadi garuk-garuk kepalanya saking ia jadi keder sendiri sama dua orang yang sedang ada di hadapannya itu.
♥
Arya berjalan mendekati satu motor ‘Laki’ dalam garasi rumah Keluarga Cemara, setelah menerima kunci dari Mang Ateng.
“Siniin kunci motor maticnya ih!” pinta Mika pada Arya yang sudah memasukkan anak kunci motor yang sudah ia pegang stangnya.
Namun Arya abaikan permintaan Mika itu.
__ADS_1
“Ih si sadboy nih!” gerutu Mika.
“Udah gue bilang gue yang nemenin lo beli susunya Putra sama Gadis ---“
“Ga mau gue pergi sama lo!”
Mika menolak dengan cepat tawaran Arya. Arya pun berdecak.
“Naek cepet!”
Arya mengkode Mika dengan kepalanya saat ia sudah duduk di atas motor.
“Ga mau!”
Mika kembali menolak.
“Lo aja sana yang beli itu susunya Putra sama Gadis!”
“Gue mana tau susunya Putra sama Gadis, Jumiiinteeen ...”
“Urusan lo itu sih! ---“
Mika menukas masa bodoh.
“Cepetan naik ih!. Bener kata Mang Ateng tadi, keburu Putra sama Gadis rewel nanti!”
Arya kembali mengkode Mika.
Namun Mika bergeming.
“Ga mau! Ogah!”
Mika menolak lagi.
“Lo sana pergi sendiri!”
Lalu Mika berbalik badan.
“Ck! Batu!”
Arya mendesis seraya bergumam sebal.
“Gue itung sampe tiga, lo belom juga naik ke boncengan ini motor, gue cium bibir lo ...”
“.....”
“Nona Mikaela Finn Adjieran Smith, lo ga budeg kan? ....”
“Lo ...”
Mika sudah membalikkan badannya, hendak melontarkan sergahan ketus pada Arya.
Tapi ucapan Mika tergantung.
“Gue hitung dari sekarang ya? ...”
Gluk!.
Mika menelan salivanya, karena Arya telah tahu-tahu berdiri menjulang di hadapannya.
“Satu ....”
Arya mulai menghitung.
“Ma-u apa l-o???? .....”
Lalu Mika berucap gugup kemudian.
Mika memundurkan dirinya, karena Arya fokus sekali menatapnya.
Tapi Arya menahan lengan Mika tanpa menggubris pertanyaan Mika.
“Dua ....”
Dan Arya terus menghitung, dengan wajahnya yang ia kian dekatkan pada wajah Mika.
♥♥♥♥♥
Bersambung ...
__ADS_1