
Meninggalkan sejenak para kawula muda, intermezo dulu sama drama sepasang kawula tua.
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Kediaman Utama The Adjieran Smith, Jakarta, Indonesia....
“Ya Allah Pih, aku udah perawatan dari ujung rambut sampe ujung kaki ini biar glowing maksimal! Pipi udah dimenor – menorin, alis udah dilempeng – lempengin, bibir udah dimerah – merahin segala pake jasa MUA, udah cakep pake banget masa Papih batalin acara kita???!!!----“
Awalnya....
“Bukannya sengaja membatalkan, Sugar. Tapi memang acara ini terselip di jadwal yang Izza berikan padaku, dan aku tidak memperhatikan tanggalnya.”
“Ya terus aku gimana nasibnya ini??!!”
“Ya tunggu aku pulang, Sugar.”
“Papih batalin si acara yang keselip itu?!”
“Ya ga bisa dong, Sugar. Ini acara penting, buat nama besar aku juga.”
“Aku ga mau peduli sama nama besar –“
“Eh jangan begitu lah, Sugar. Ini kan untuk kamu juga, untuk Aro dan Isha dan nama besar keluarga kita yang akan semakin disegani di negeri ini –“
“Ga mau tau! Papih pulang sekarang, aku ga mau acara kita batal.”
“Tidak bisa Sugar, ada petinggi perusahaan yang hadir dan harus aku temui demi profesionalitas. Dan lagi akan ada banyak media. Perusahaan pribadi aku sponsor utama ini acara –“
“Ga mau tau, pokoknya Papih udah harus ada di Jakarta sebelum malam!”
Klik!
♥
“Pantes bela-belain ngejedog di Bandung.”
Ada dia yang sedang menggerutu sinis saat melihat sebuah tayangan siaran langsung dari sebuah acara yang merupakan ajang kontes kecantikan se-Indonesia Raya.
Dan di dalam siaran langsung tersebut ada dia gerangan yang membuat hati dia yang barusan menggerutu sinis saat melihat siaran langsung tersebut. “Banyak semut rang-rang ternyata disana....”
Dialah Mami Prita yang menatap sinis mengarah ke kesal pada layar televisi selain berkomentar dengan sinisnya itu.
“Kalau soal acara ini aku tahu, Prita.”
Daddy Jeff yang kebetulan ada ikut menonton siaran langsung tersebut saat waktu makan malam tiba, pun berkomentar.
“John sebenarnya pernah bicara sama gue soal schedule acara ini. Mungkin dia memang missed sama jadwal acara ini makanya iya membuat jadwal bersama kamu....”
“Tapi cuma acara kayak gini aja kan? Bisa ditinggal harusnya. Bisa lebih milih ga ngecewain istri----“
“Abis dari sana John pasti langsung balik, Prita.”
“Heh. Iya kali inget balik. Tuh ga liat mukanya kesenengan banget dikerubutin semut rang-rang!”
__ADS_1
“Panjang ini urusan....” gumam Daddy Jeff Mami Prita beranjak dengan kesal pergi dari ruang keluarga tempat mereka menonton siaran langsung acara kontes kecantikan dimana ada Papi John yang sering tertangkap kamera di sana.
♥
Lalu,
“Wuih segernya yang abis dikelilingin ciwi-ciwi muda....”
“Mau titip buat kartu nama ga? Pasti habis ya kan kartu namanya dibagiin ke para miss cuantek itu?....”
“Dateng sebagai tamu kehormatan udah, makan siang sama makan malem yang belum sama siapa itu yang menang namanya?.... Urang Bandung, Mojang Priangan.”
“Kenapa bosen ya sarapan di rumah?.... sarapan sama Mojang Priangan nu geulis pisan mau?-“
Dan sindiran-sindiran halus yang pastinya ada terselip disetiap percakapan dari mulut dirinya yang masih merasa kesal, karena merasa apa yang sudah dia lakukan pada dirinya dari ujung rambut sampai ke ujung kaki dengan mempersiapkan diri agar bisa tampil cantik paripurna untuk sang suami dirasa sia-sia.
Sementara dia gerangan yang menjadi bulan-bulanan sindiran hanya bisa menghela nafasnya saja, mendengar cuitan sindiran sang istri padanya. Namun dibiarkan, karena memang sudah biasa dicerocosin jika sang istri sedang kesal padanya.
♥
Dan sekarang......
“Wow, Papi, famous ya sekarang?----“
Ada seseorang dari mereka yang sudah kembali datang ke Jakarta untuk menghadiri sebuah acara tahunan dimana keluarga mereka lah penyelenggaranya, setelah sempat kurang lebih dua minggu berada di London.
Yang mana sedang menonton siaran televisi-dimana beberapa channel masih sering menayangkan acara yang merupakan ajang ratu kecantikan para wanita seantero negeri, karena memang topiknya masih anget.
“Ya dong, ga sia-sia ngekepin cewek-cewek muda kemaren----“ dan lagi-lagi ada sindiran yang tercetus dari mulut Mami Prita.
“Apa sih kamu, Mih?----“
Mami Prita meneruskan sindirannya.
“Sampe rumah si muka lelah. Entah lelah abis ngapain----“
Didetik dimana dia yang rasanya sedang disindir oleh Mami Prita itu langsung menoleh agak serius pada si Mami.
Sementara mereka yang diantara dua orang yang seperti sedang perang dingin itu kemudian saling terdiam memperhatikan dua orang tersebut, Mami Prita dan Papi John.
Dimana yang satu ga kelar-kelar mencibir, yang satu sudah menampakkan ketidaksenangan. Meski saat kemudian ia melontarkan sebaris kalimat, wajah dan suaranya masih terkesan santai.
“Ga usah seperti itu banget, macam anak kecil aja hal seperti itu kamu besar-besarkan,” ucap Papi John yang menimpali cibiran sang istri.
Lalu Papi John melengos malas dan kembali menatap televisi sambil setengah menggeleng.
Alih-alih menimpali ucapan sang istri agar menyudahi cibirannya, Papi John mendapat balasan cerocosan atas ucapannya yang barusan dari Mami Prita.
“Eh, perempuan yang kamu bilang kayak anak kecil ini udah nemenin kamu selama berapa tahun, hah? Tapi kamu malah keenakan ngabisin waktu sama itu para miss-miss kecantikan----“
Sambil Mami Prita memandang malas pada Papi John, yang kemudian menyambar cerocosan si mami.
“Siapa yang menghabiskan waktu dengan mereka sih?!” agak nyolot Papi John ya Bun. “Aku itu ada disana karena aku termasuk sponsor mereka, dan kemarin aku lupa kalau ada jadwal acara itu, karena petinggi-petinggi sponsor yang lain turut hadir disana.”
“Halah!” tukas Mami Prita remeh.
__ADS_1
“Prita, please ya? ---- Lagipula kenapa harus dibahas disini sih soal itu? ga lihat ini semua orang sedang kumpul? Ga malu bersikap mengalahkan anak-anak kekanakkannya kamu kalo begini?”
“........”
“Kalau aku mau nakal, ga usah menunggu kamu hamil Aro dan Isha untuk main-main sama perempuan-perempuan di luar sana. Capek aku dengerin sindiran kamu terus soal itu----“
“Fine, aku ga akan bahas lagi. Sekaligus ga akan urusin urusan kamu lagi. Jangan juga kamu urusin urusan aku----“ sambar Mami Prita. Datar, tapi sinis mendominasi.
“Terserah!”
Lalu ucapan datar kesinisannya Mami Prita mendapat balasan dari Papi John, yang kini sudah nampak kesal memandang pada sang istri.
Hingga dirinya lebih dulu hengkang dari tempatnya berada dan melangkah kesal menuju kamar pribadinya dan sang istri.
“Perkara udah ke salon dan make up pakai jasa MUA serta gaun dari desaigner saja sudah macam gue nikah lagi!” demikian sang suami yang sedang dirundung kesal itu ---- Papi John menggumam sambil ia melangkah menuju kamarnya.
♥
Sementara ada suami yang kesal, sang istripun sama. Karena alih-alih dirayu dan dibaik – baiki, ia malah ditinggalkan begitu saja dan diceramahi di hadapan keluarga mereka yang kebetulan ada, bahkan diketusi juga.
“Mengapa tidak kamu hampiri John lalu kalian berbicara secara pribadi, My Dear? ----“ ini Gappa yang kemudian berucap bijak pada Mami Prita yang masih bergeming di tempatnya, dengan dadanya yang nampak sedikit naik turun.
“Dad benar,” Daddy R menimpali ucapan Gappa. “Kalian lebih baik bicara berdua sana. Tapi perbaiki dulu perasaan kamu, Prita.”
“Iya.” Singkat saja Mami Prita menyahut. Sambil ia mengulas senyuman tipis nan getir di bibirnya. “Prita permisi kalau begitu,” pamitnya kemudian. “Boys, gals, Mami duluan.”
♥
“Kalau begitu Isha juga pamit ke kamar duluan ya?”
“Kami juga.”
“Nitey nite everyone.”
Isha dan para saudarinya yang kebetulan ada di tempat kejadian pertengakaran antara satu mami dan satu papi kemudian satu per satu bangkit dari tempat mereka.
Kecuali para kakak. Karena dua kakak perempuan sedang meninabobokan buah hati mereka, sementara dua kakak lelaki masih bergeming ditempat mereka bersama beberapa orang tua dan Gappa.
Berikut Aro dan Rery yang masih juga bergeming di tempat mereka, belum ingin kembali ke kamarnya karena nampak melanjutkan lagi bermain game di ponsel masing-masing bersama dua kakak lelaki mereka setelah sempat menjeda karena perdebatan Mami Prita vs Papi John.
Namun setelah beberapa menit berlalu dari pamitnya para incess yang akan pergi ke kamar mereka masing-masing, suara grubuk rusuh yang datang dari arah koridor dimana di sudutnya adalah satu buah unit lift berada. Dimana ada satu incess yang setengah berlari ke arah mereka yang masih berkumpul di ruang keluarga.
Lalu berhenti mendadak sambil berbicara setengah heboh pada para pemirsa di ruang keluarga. “Gaswat! Gaswat!..” kata dia gerangan baru saja datang dengan tergesa itu, hingga secara spontan mereka yang berada di ruang keluarga menoleh padanya dan bertanya ada apa. “Oh Aro, sepertinya ucapan kamu kejadian kalau kita bakal hidup terpisah..”
“Jangan bicara yang bukan-bukan, Baby,” tanggap Daddy Dewa.
“Ya itu habisnya, pas aku buka kamar, Mami udah rebahan di ranjang aku.”
“Waduh, mendung tanpo udan ketemu lan kelangan nih!----“
“Kabeh kui sing diarani perjalanan----“
Dan sepasang kembara kembar gesrek macam emak kandung dan kakaknya sang emak kandung itu malah saling menimpali ucapan dengan kekonyolan plus sambar lagu.
Hoa hoe ga nih?
__ADS_1
♥♥♥
To be continue......