
IKAN DALAM KOLAM 😁
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
“Bila ingin melihat ikan ... di dalam kolam ... tenangkan dulu airnya sebening kacaaaaa ...”
Yassalam ... 😁
“Bila mata tertuju pada gadis pendiam ... caranya tak sama menggoda dara judes ...”
♥♥♥
Kediaman Utama Keluarga The Adjieran Smith, Jekardah, Indonesiah...
“PERGI LO! KALO GA MAU GUE SIRAM AIR PANAS!”
Adalah Mika yang berteriak penuh emosi pada Arya, dari sejak ia muncul ke hadapan mereka yang sedang berada di ruang tamu pada kediaman utama keluarga besar Mika yang bertempat di Jakarta.
“Hey, hey.... Tenang, Baby....”
Varen yang langsung merengkuh Mika untuk menenangkan saat Mika berteriak lagi pada Arya dan kali ini dengan ancaman.
“May....”
Bersamaan juga dengan lirihan dari Mom Ichel dan beberapa anggota keluarga Mika yang terkejut dengan Mika yang terlihat berapi-api itu. Lalu Arya pun angkat suara. “Silahkan! Lo mau siram gue pake aer panas, aer keras kek! Silahkan aja Mi! Tapi gue punya bukti jelas kalo lo cuma salah paham.”
♥♥♥
“MATA GUE GA MUNGKIN SALAH!” Mika menanggapi ucapan Arya yang membela diri itu, dengan masih nampak emosi dan sengit. “DAN MATA GUE UDAH CUKUP JADI BUKTI KALO LO LAKI-LAKI BRENGSEK!—“
“Ya Tuhaan—“
Bantu aku ‘tuk tenangkan dia....😝
“Gue ga seburuk yang lo pikirkan, Mi—“
“BULLSHT!*.... PERGI LO!—“
“May, sudah—“
“Abang tau ga kelakuan dia??—“
“Iya, Abang sudah tahu,” tukas Varen lembut pada Mika. “Kami semua sudah tahu—“
“Terus kenapa kalian masih menerima kedatangan si brengsek ini sekarang??—“
“May, watch the way you talk ( jaga bicara kamu )....” tukas Daddy Dewa. Mengingatkan Mika.
♥♥♥
“Jangan menasehatiku, Dad. Nasehati si Brengsek ini—“
“Mikaela Finn Smith!”
Mom Ichel langsung berseru tajam, mendapati Mika menyergah begitu pada Daddy Dewa.
Membuat Daddy Dewa langsung merengkuh bahu Mom Ichel yang kini memandang kesal pada Mika.
“Calm down, Ayaang. Kamu juga, Baby,” ucap Daddy Dewa kemudian pada istri dan anaknya dengan lembut.
♥♥♥
Sementara Mika sendiri masih direngkuh Varen, lalu diapit oleh Papi John yang mengusap pucuk kepala Mika.
“Sudah jangan ribut. Duduk Chel. You too (Kamu juga), May...” Daddy Jeff kemudian angkat suara dan dua orang yang disebut Daddy Jeff itupun menurut padanya.
“Kita bicarakan ini dengan kepala dingin, hem?...” setelahnya, Dad R yang angkat suara. “Chel, May?—“
“Ya habis ini anak, masa menjawab seperti tadi pada Dad-nya?? Emosi silahkan tapi tidak sampai jadi kurang ajar—“
“Cheell... Sudah,” tukas Daddy Dewa, menenangkan istrinya yang kalau datang singitnya—akan jelas terlihat, darimana Mika mendapat sifat judesnya.
“Maaf... Aku tidak ada maksud kurang ajar pada Daddy tadi. Aku terlalu kesal pada si breng—padanya. Huuffth...”
Mika angkat suara. Menunjukkan penyesalannya atas sikapnya pada Daddy Dewa tadi. Sambil juga coba menenangkan dirinya sendiri, agar tak kelepasan lagi menunjukkan kekesalannya pada Arya yang bisa membuatnya diomeli oleh ibu kandungnya seperti beberapa saat lalu.
“Gue minta maaf, kalau lo melihat sesuatu yang bikin hati lo sakit, Mi... Tapi kasih gue kesempatan buat menjelaskan...”
Setelahnya, Arya kembali bicara sambil memandang pada Mika yang duduk berseberangan dengannya. Namun Mika membuang pandangannya dari Arya.
“Gue udah kumpulkan semua video dari sejak kedatangan itu perempuan ke apartemen gue, dan gimana bisa dia tau-tau ada di posisi yang lo liat tadi,”
Arya menambahkan ucapannya, guna membujuk Mika untuk percaya padanya.
Namun Mika masih nampak acuh pada Arya yang sedang membela dirinya itu, yang memang berdasarkan kenyataan.
♥♥♥
Menyadari Mika mengacuhkannya, Arya langsung gerak cepat untuk memberikan Mika bukti-bukti yang kiranya menguatkan dan memberikan pembenaran atas sangkalannya. “Sorry Dad, tadi flashdisknya mana? Biar Mika liat itu bukti yang udah aku kumpulin. Sekalian kalian bisa nilai itu video asli atau hasil editan.”
Dimana Arya lalu langsung bicara pada Daddy Dewa, sambil juga memandangi para pria lain keluarga Mika yang ada bersamanya saat ini, dimana setelahnya suara Varen terdengar. Kakak tertua Mika itu bicara pada Kafeel.
__ADS_1
“Ka, udah selesai yang tadi?”
“Udah. Bentar gue ambil tab nya...”
Kafeel menjawab dan segera berdiri dari tempatnya.
♥♥♥
Arya tak bicara selama Kafeel undur diri hingga pria itu datang lagi dengan 2 buah tab di tangannya.
“Flashdisknya?...”
Kemudian Arya baru bersuara saat Kafeel tengah memberikan satu tab pada Varen yang langsung mengajak Mika untuk menatap layarnya. “Ga perlu.” Kafeel yang lalu menyahut menanggapi ucapan Arya tentang perangkat eksternal yang beberapa saat sebelumnya ia berikan pada Daddy Dewa.
Dan Arya langsung mengernyit setelah mendengar sahutan Kafeel itu, pun hendak bicara lagi. “Tapi –“
“Nih. Kalau bukti yang lo bawa dalem flashdisk beda sama ini, berarti lo ngibul,”
Namun sebelum Arya melengkapi kalimatnya, Kafeel sudah keburu bicara lagi.
♥♥♥
Arya sedikit tak paham dan merasa heran sambil ia menerima sebuah tab yang disodorkan Kafeel padanya, setelah prianya Val itu—katakanlah begitu—menyodorkan sebuah tab yang kini sudah Arya pegang dan lirik layarnya, dimana layar tab tersebut menampilkan sebuah gambar bergerak yang siap diputar.
“Ini ...”
Arya menggumam, dimana apa yang terpampang di layar adalah potongan gambar bergerak yang tempatnya ia rasa kenali.
Lalu di detik berikutnya Arya nampak serius menatap tab yang ada ditangannya.
Begitu juga Mika yang nampak sama serius dengan Arya memperhatikan layar pada tab yang sedang memutar beberapa video dengan pendampingan Varen.
“Lah ini video-video yang aku dapet dari CCTV gedung sama unit aku? ...“ selang beberapa menit berikutnya, suara Arya terdengar berkomentar.
“Sama berarti?“ celetuk Kafeel yang duduk di sebelah Arya.
“Ya sama ... cek aja itu diflashdisk yang tadi aku kasih.“
Arya pun langsung menjawab celetukan Kafeel tersebut.
“Ya udah,” sahut Kafeel yang kemudian bicara pada Mika.
“Tapi kan flashdisk yang tadi aku kasih belum kalian apa-apain perasaan?” Arya lalu bersuara lagi dengan terheran – heran.
Dimana Kafeel dan beberapa pria The Adjieran Smith yang ada kemudian langsung tersenyum penuh arti.
“Lo macarin anaknya siapa? ...” celetuk Kafeel lagi.
Dimana Arya kemudian paham sendiri.
Yang Arya pacari memang bukan seorang putri dari sebuah kerajaaan macam kerajaan Inggris. Namun keluarga yang hanya terkenal sebagai keluarga Super Crazy Rich itu, nyatanya memiliki kemampuan yang katakanlah di luar batas para Crazy Rich yang lain.
Dan tentu, setelah Arya sempat menghubungi Daddy Dewa dan menceritakan apa yang sudah terjadi di apartemennya yang berakhir dengan kesalahpahaman Mika hingga sampai si Neng Judes itu murka, keluarga Mika pasti gerak cepat mencari faktanya.
♥♥♥
“Sekarang percaya kan Mi?”
Arya lalu angkat suara, sambil fokus menatap pada Mika yang spontan menoleh ke arahnya setelah ia juga telah selesai menonton video dari rekaman – rekaman CCTV pada sekitar komplek gedung apartemen Arya, termasuk dari luar pintu bahkan area dalam unit Arya pada gedung apartemen tersebut.
Mika sudah tidak nampak sengit memandang pada Arya. Namun gurat judesnya masih menempel dengan melemparkan lirikan sinis juga nampak malas pada Arya tanpa ia menjawab ucapan Arya barusan tadi. “Gue ga seburuk yang mata lo lihat ...” Arya kembali berkata. “Gue ga serendah dan seberengsek yang lo pikir, Mi –“
“Mana flashdisk yang tadi disebut, Dad? Aku pinjam,” tukas Mika.
Namun si Neng Judes itu tidak menanggapi ucapan Arya.
Meski sudah diberikan bukti akurat tentang fakta dari kejadian yang membuatnya salah paham hingga sempat murka pada Arya, dengan penunjukkan bukti itu mendapatkan jaminan kebenaran dari Varen yang paham betul tentang teknologi—Mika belum nampak puas dengan bukti yang sudah mendapatkan jaminan keaslian dari Varen.
Selain, Mika masih ada kesalnya juga pada Arya. Entah kesal yang bagaimana.
Judulnya masih kesel aja gitu si Neng Judes pada si Recehboy.
“Mau lihat isi flashdisk itu dengan video yang ada di tab ini –“
“Masih ga percaya juga, Mi? ... apa yang ada di flashdisk gue itu sama persis dengan apa yang ada di tab ini, bahkan yang di sini lebih lengkap dan mendetail, Mi. Tapi secara garis besarnya sama –“
“Gue masih mau lihat isi flashdisk lo itu. Masalah???? –“
“Sudah! sudah!” sambar Mom Ichel. “Berikan saja apa yang dia mau.”
Mom Ichel kembali berucap agak kesal.
Lalu Nathan memberikan flashdisk Arya yang memang dikantonginya itu.
“Tapi nanti setelah makan siang baru kamu melihatnya, hem?”
Daddy Jeff yang kemudian angkat suara.
“Kita sedang kedatangan tamu juga, dan tidak enak rasanya jika dia melihat kondisi ini –“
♥♥♥
Menanggapi ucapan Daddy Jeff tersebut, Mami Prita yang akhirnya mendekat ke ruang tamu KUJ, kemudian mendukung ucapan Daddy Jeff.
“Papa Bear bener. Baiknya kita semua maksi dulu deh ya? –“
__ADS_1
“Dan kamu tidak boleh tidak bergabung.”
Kemudian Mom Ichel segera menyambar sambil memandang pada Mika.
“Iyaaa. Aku akan ikut makan bersama kalian.”
Mika langsung menyahut menanggapi ucapan ibu kandungnya yang bernada perintah itu.
Dimana setelahnya, baik Mika dan lainnya yang bersamanya itu, kemudian melangkah bersama menuju ruang makan dalam KUJ.
♥♥♥
Suasana di ruang makan KUJ tetap hangat meskipun sempat ada insiden yang melibatkan emosi di dalamnya.
Karena bagaimanapun, KUJ sedang kedatangan tamu yang mungkin bukan orang penting, namun kiranya tetap harus dihargai kehadirannya.
Selain sang tamu pada dasarnya juga orang yang baik, meskipun agak belok arah seksualitasnya.
Namun keluarga The Adjieran Smith bukanlah orang-orang yang menghakimi seseorang hanya karena kekurangan atau kelemahan mereka, serta juga aibnya—begitu, istilahnya.
Paham The Adjieran Smith simple saja.
Darah dibalas dengan darah, Berlian dibalas dengan berlian.
Kejahatan yang kiranya ‘mengusik’ satu keluarga itu, apalagi kalau ‘usikan’ tersebut sudah terlalu-lalu, maka jangan harap bisa hidup damai dan tenang, bahkan bisa-bisa dibuat ‘damai dan tenang’ dalam keabadian.
Begitupun sebaliknya.
Kebaikan ditunjukkan pada mereka dengan tulus, satu keluarga itu akan membalasnya dengan seribu kebaikan.
♥♥♥
Dan tamu mereka sekarang, Simon.
Meskipun sempat memiliki juga sampai bertindak yang berupa kebohongan, namun hal itu tidak memberikan ancaman sama sekali. Pada Val dalam hal ini yang sempat begitu dekat dengan pria itu.
Lagipula, Simon dengan gentle dan terang-terangan mengakui perbuatannya, tanpa sempat berusaha menyangkal. Ada respect untuk Simon dari The Adjieran Smith Family atas sikapnya tersebut. Makanya saat ini Simon dijamu dengan baik oleh Val dan keluarganya.
Hanya saja Mika banyak diamnya. Pun Arya yang biasanya rajin berceloteh ria.
Arya sedang berpikir keras untuk membujuk Mika dan meredakan kekesalannya yang Arya lihat masih ada untuknya, sementara Mika tetap menjaga sikapnya yang baru kemudian undur diri dengan sopan saat semua orang di ruang makan telah menyelesaikan makan siang mereka.
Yang mana setelah acara makan siang, maka duduk-duduk sambil minum teh atau kopi serta menikmati kudapan akan menjadi kelanjutannya. Tapi untuk yang satu ini, Mika melewatkannya dan pamit untuk kembali ke kamarnya.
“Mi –“
“Biarkan saja dulu.”
Papi John menyergah Arya yang hendak mengejar Mika.
“Dia masih ada kesalnya padamu entah dari sisi mana, walau aku yakin dia percaya dengan semua video yang menjadi bukti kejujuranmu soal insiden di apartemenmu itu.”
Lalu Papi John memberikan pengertian pada Arya.
“But you know kalau wanita itu sedikit rumit jika sedang merajuk? Jadi biarkan saja dulu.“
“Iya, Pih,” angguk Arya kemudian.
♥♥♥
Setengah jam sudah Mika 'ngerem' di kamarnya, dan selama itu Arya duduk dalam kegelisahan meskipun ia berada di tengah – tengah keluarga Mika yang sedang bercengkrama dengan Simon.
Dimana Arya pun juga tidak hanya duduk diam saja. Si Recehboy itu juga tetap ikut dalam obrolan.
Namun setiap beberapa menit sekali, matanya akan menuju ke arah yang kiranya kalau Mika muncul, ia bisa langsung melihatnya.
Pun saat setengah dari yang berkumpul mulai memisahkan diri termasuk Simon yang dipersilahkan untuk beristirahat karena mungkin saja Simon jetlag lalu belasan dari tiga puluh menit yang telah berlalu kiranya sampai dan Arya masih setia duduk bersama mereka yang masih tetap tinggal di tempatnya, Arya kian gelisah.
Kian sering melirik ke arah kiranya Arya bisa melihat Mika jika pacar judesnya itu muncul, tapi sampai sudah hampir satu jam berlalu dari sejak Mika pamit kala selesai menyantap makan siangnya—Mika tak kunjung muncul.
“Dads ...”
Tak tahan atas kegelisahannya yang tak sabar ingin bicara dengan Mika, Arya bersuara sambil menatap empat Dads of The Adjieran Smith yang ada bersamanya.
“Aku boleh nyamperin Mika ga?” meminta ijin pada empat petinggi keluarganya Mika itu, untuk menyusul Mika yang diyakini ada di kamarnya.
Satu celetukan yang kemudian terdengar dari Kafeel. “Bolehin Dads, kasian itu calon mantu udah gelisah dari tadi masih dicuekin sama sang pujaan hate –“
“Sarange AA Kapeeel. Paham banget sesama calon mantu.”
Arya menjawab celetukan Kafeel dengan gaya tengilnya, namun hanya setengah saja.
Lalu dengusan geli dari mereka yang berada di dekat Arya pun terdengar.
Pun ijin untuk Arya pergi menghampiri Mika di kamar si Neng Judes itu diberikan oleh para Dads of The Adjieran Smith yang ada, dengan Daddy Dewa yang mengatakannya--mewakili tiga Dads yang lain.
Saatnya Arya mendekati sang 'ikan dalam kolam' yang mau ia angkat, pegang dan elus lalu diajak berenang bersama.
Ya elah, apa coba? ...
♥♥♥
To be continue ......
Ehem, kisah dua incess The Adjieran Smith yang dominan selama beratus – ratus episode dah hampir di ujung.
__ADS_1
Sisanya terusin di sini ga ya? ...