
Happy reading my Bebi Bala-Bala semua....
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Singapura....
Beberapa orang berusia matang dan muda sedang berkumpul di sebuah bar pada atap paling atas hotel tempat kesemua makhluk matang juga muda itu menginap di sebuah kota yang memiliki sebutan Kota Singa.
“YA TUHAAN HAMBA BAPER TUHAN!!”
Salah seorang memekik kencang setelah melihat dan mendengar interaksi dua sejoli di sampingnya.
Yakni si sadboy-Arya Narendra.
Kemudian kekehan kembali tercipta di sekitar Arya.
Lalu,
“Eh Dek Mika baper juga ya, pura – pura ga liat adegan tadi?”
Arya melirik ke gadis yang nampak cuek disampingnya dengan hamparan pemandangan kemesraan tiga pasangan di depan mereka berdua.
“Biasa aja tuh!” ketus Mika.
“Ah suka munah nih Dedek Mika ....”
“Diem ah!”
Mika menyahut ketus.
“Mana handphone lo sini?! Katanya mau pinjemin gue?!”
Lalu Mika berucap pada Arya.
“Yang bagus dong mintanya .... minjem barang orang kek ngajakin berantem.”
“Ck!” Mika berdecak sebal. “Arya Narendra, pinjem handphonenya tolong, saya mau main game.”
“Ada yang kurang,” tukas Arya.
“Apanya yang kurang?..”
“Panggilannya,” jawab Arya.
“Kurang dari mananya sih? Memang nama lo hanya Arya Narendra kan?!-“
“Nah itu-“ tukas Arya.
“Apanya yang nah itu?-“
“Arya Narendranya ganti.”
“Ganti pake?-“
Mika mengernyit.
“Sayang,” jawab Arya sambil cengengesan geli.
“Cuih!” repons Mika dengan cepat.
Dimana Arya langsung tergelak karenanya.
Sementara mereka yang ada didekat Arya dan Mika ada yang mendengus dan terkekeh geli saja melihat interaksi dua tom and jerry versi manusia itu, yang sekarang udah agak mendingan interaksinya. Dimana keduanya udah jarang terlihat main kata-kataan untuk meledek satu sama lain dengan ucapan-ucapan yang seolah saling menjatuhkan.
“Jangan godain adek orang melulu.” Celetuk Kafeel.
“Abis mukanya dia emang muka minta digodain.” Kekeh Arya.
“Sembarangan!” sanggah Mika dengan cepat.
“Apanya yang sembarangan? ....”
Arya menyahut santai.
“Ya lo sembarangan bilang muka gue muka minta digodain!-“
“Emang iya?!”
“Enak aja! Gue wanita baik-baik bukan wanita penggoda-“
“Tapi bagi Abang Arya-“ Arya hendak menimpali ucapan Mika.
Tuk!
“Jangan lo pake sebutan gue!”
Namun kemudian yang punya sebutan Abang menyela seraya menimpuk Arya dengan sebutir kacang telur.
Arya terkekeh.
Lalu ia kembali pada bahan ledekannya.
“Jadi Dek Mika mau panggil akuh apa???”
Dan godaan Arya pada Mika pun berlanjut.
__ADS_1
Yang digodain pun berdecak untuk yang kesekian kalinya, dan enam orang yang ada di dekat Mika dan Arya tersenyum geli saja.
“Eh Dek Mika mau kemana?!” tahan Arya pada Mika yang telah berdiri dari duduknya.
“Mau balik ke kamar!”
Mika menyahut ketus menanggapi Arya.
“Males lama-lama disini karena ada lo!”
“Duh ilah, judes ga ilang-ilang! ..”
“Bodo!”
Mika kembali menyahut ketus pada Arya.
“Eh tunggu-tunggu!” tahan Arya lagi. “Jawab dulu pertanyaan gue baru lo boleh pergi!”
“Males banget!” Kesabaran Mika saat ini rasanya sudah mulai habis menanggapi tingkah si sadboy yang hobi sekali menggodanya itu.
“Sekarang lo bilang males nanggepin gue, besok-besok ngejar gue? –“
“Mimpi!”
Tidak hanya ketus, namun Mika kini sudah mulai sinis menanggapi Arya yang menurutnya kepedean itu.
Jadi Mika sudah mulai menggerakkan kakinya untuk segera hengkang dari tempatnya berada sekarang.
Selain memang Mika sudah merasa mengantuk.
Tapi lagi-lagi Arya menjegal langkahnya. “Abang, Kak Tan-Tan, ini si Sadboy nih ganggu aku terus.”
“Gitu aja ngadu!”
Arya menyambar.
“Katanya independence woman.” Mencibir geli pada Mika kemudian, itu si Sadboy.
“Bodo!” sahut Mika. “Awas ga?! Gue jambak nih ya?!”
Namun ancaman Mika tak berpengaruh pada Arya. “Belai dong. Masa jambak?”
Lagi, Arya berujar iseng. Dan Mika mendengus kesal.
“Aw!” lalu terdengar Arya mengaduh.
“Tau rasa!” seru Mika yang menginjak kaki Arya.
“Udah judes, main fisik pula!” cetus Arya pada Mika yang sudah berjalan untuk menjauhinya.
“Eh Ananda Mika, Kakanda Arya anter!” goda Arya.
“Maju selangkah gue jambak beneran loh ya?!” ancam Mika.
Arya terkekeh. Sementara penonton kembali ada yang terkekeh dan ada juga yang mendengus geli.
“Ululu galak banget sih Dedek Mika?!” goda Arya lagi. “Tapi aku suka kok sama cewek galak. Gremet-gremet gimana gitu,” tambah Arya.
Mika memilih mengabaikan si Sadboy dan lanjut berjalan.
“Makan seblak di bangku kayu-“ suara si Sadboy.
“Asik, ikutan dong!” sahut Nathan. Lalu ia terkekeh, dan Nathan tidak terkekeh sendiri.
“Mika galak jadian yu?!” sambung Arya yang melanjutkan godaannya pada Mika.
Lalu yang menggoda dengan cepat menjawab,
“Najis!” kemudian Mika meloyor pergi setelah membalas sinis godaan si Sadboy.
Dan si Sadboy pun tergelak tanpa akhlak.
“Dasar Sadboy Gila!”
Mika menggerutu tajam sambil ia berjalan untuk keluar dari dalam bar dan pergi ke kamar hotel tempatnya menginap.
♥♥♥
Mika menggerutu sendirian sampai saat ia telah sampai di depan lift yang ada di lantai yang sama dengan bar tempatnya tadi hangout bersama dua kakak lelakinya, dua saudara perempuannya, satu kakak ipar, satu calon ipar, dan satu cowok menyebalkan.
‘Ah iya!’
Mika teringat sesuatu.
Lalu Mika hendak lagi berbalik untuk kembali ke tempat ia duduk saat hangout di bar tadi.
Namun kemudian Mika berdecak sebal secara otomatis saat melihat si cowok menyebalkan yang tak habis-habis menggodanya itu ada saat ia membalikkan badan.
“Ih apaan sih!”
Mika kembali berucap ketus sambil menggoyangkan bahunya yang tahu-tahu dipegang si cowok menyebalkan bagi Mika yang tak lain dan tak bukan adalah Arya.
“Lo mau tanya kunci kamar lo dan Val kan? ..”
“.....”
__ADS_1
“Dititipin sama bodyguard yang jaga disana!”
Arya berucap santai sambil menggiring Mika kembali menuju lift.
Dan berhubung apa yang tadi hendak ia lakukan telah ia dapatkan dari mulut Arya-yakni menanyakan kunci akses kamar hotel yang ditempatinya bersama Val, Mika membiarkan saja Arya menggiringnya.
“Jangan pegang-pegang gue ih!” protes Mika, karena Arya lagi-lagi memegang kedua bahunya, tapi kali ini dari belakang, karena Arya berdiri di belakang Mika saat sudah berada di depan lift. Sambil Mika menggoyangkan lagi kedua bahunya agar tangan Arya terlepas dari bahunya itu.
“Berisik –“ tukas Arya.
Mika berdecak sebal.
“Masuk.”
Arya langsung saja mendorong Mika untuk masuk ke dalam lift saat pintunya terbuka.
Dan Arya pun juga ikut masuk ke dalam lift tersebut, yang di isi oleh Arya dan Mika saja, karena itu lift khusus ke lantai eksklusif yang disewa oleh Mika dan keluarganya.
“Nah terus lo ngapain ikut masuk?!”
“Nemenin yayang!” sahut Arya asal dengan muka tengilnya sambil memandang pada Mika.
“Siapa yang lo bilang yayang?!” tanya Mika sinis.
“Ya kamu Dek Mika sayaangg ----“
“Iyuh!”
Mika langsung membalas ucapan Arya dengan gestur jijik.
Dan Arya terkekeh geli.
“Pede!”
Mika berucap ketus.
Dan Arya terkekeh lagi.
♥♥♥
Ting!
Lift yang digunakan oleh Mika dan Arya, telah sampai di lantai tempat kamar mereka berada.
“Kartu akses –“
“Tuh udah ada yang jaga di depan kamar lo sama Val!”
Arya menyergah Mika yang hendak bicara pada seorang bodyguard yang ia lihat ketika pintu lift terbuka.
“Ck!” decak Mika yang tidak jadi bertanya pada salah satu bodyguard yang ditugaskan untuk berjaga di lantai tempat kamar –kamar para generasi muda berada.
“Thanks.” Arya berucap pada seorang bodyguard yang berjaga di depan kamar Mika dan Val, setelah bodyguard tersebut memberikan kartu akses kamar tersebut pada Arya, karena cowok menyebalkan di mata Mika itu telah mendahului Mika untuk meminta kartu akses kamarnya dan Val.
“Sama-sama Tuan Arya.” sahut si bodyguard dengan sopan pada Arya. “Saya permisi, Tuan Arya, Nona Mikaela.” Pamit si bodyguard kemudian. Arya dan Mika membalas dengan anggukkan.
“Siniin!”
“Ini mau gue tolongin buka biar lo langsung masuk!”
“Gue bisa buka sendiri!” sahut Mika dengan ketus dan Arya mendengus geli. Namun tetap Arya melakukan apa yang ia bilang, yakni membukakan pintu kamar hotel Mika dan Val.
“Nih!” ucap Arya setelah pintu kamar terbuka, sambil memberikan kartu aksesnya pada Mika. “Bae kan gue? –“
“Masa bodo!” ketus Mika dan Arya mendengus geli sekali lagi.
Namun kemudian..
‘Eh? –‘ Mika sedikit terkesiap saat ia merasakan kepalanya di usap lembut.
“Nitey nite ya cewek galak...” berikut ucapan lembut Arya dengan senyuman manis dengan tangan Arya masih mengusap lembut kepala Mika.
“Sok manis lo!” tukas Mika. Arya kemudian terkekeh.
“Memang gue manis?!... Semua orang juga tau,” sahut Arya.
“Uwek!” ejek Mika dan lagi-lagi Arya terkekeh.
“Tapi lo ga kalah manis –“ ucap Arya. “Jangan ragu ketok pintu kamar gue if you need anything,” sambungnya, lalu Arya tersenyum. “Sweet dream Mi...” imbuhnya lembut sambil mengacak pelan rambut Mika.
Lalu Arya berlalu dari hadapan Mika, sementara Mika bergeming di tempatnya. ‘Manis si Sadboy kalo kayak gitu.’
Mika membatin tanpa sadar, lalu menyunggingkan senyuman tipis sambil memandang pada Arya yang telah berbelok ke lorong menuju kamar hotel tempatnya menginap bersama sang kakak.
Namun sekarang Arya menempatinya sendiri, karena Sony harus segera kembali lebih dulu ke Jakarta sejak beberapa jam yang lalu karena tugas negara.
‘Kalo sikapnya kayak gitu, kan si Sadboy keliatan jadi boyfriendable gitu ya?...’ Mika membatin lagi. ‘Dih Mika! Kenapa lo jadi mikir begitu sih??... Jangan bilang lo jadi naksir sama itu si Sadboy?!’
Kemudian hati Mika berbisik, lalu Mika menggelengkan kepalanya.
‘Hell No! Gue ga naksir sama si Sadboy ya?!’ sanggah Mika pada hatinya. 'Ga ada ceritanya gue bakal naksir sama Arya Narendra.'
♥♥♥♥♥♥
To be continue..
__ADS_1