
Pertama-tama, terimakasih saya ucapkan pada abang-abang, kakak-kakak atau Adik-adik yang tak bisa saya sebutkan namanya satu persatu. Ini adalah novel pertama saya yang melewati 100 bab. Dengan total 66ribu lebih views dan juga rekor pembaca terbanyak di antara novelku yang lainnya. Ikuti terus perjalanan Xiuhuan, Pendekar Pedang tampan kita menjaga kedamaian di Pulau Niao ini, ya.😁😁😁👍
***
Perjalanan Xiuhuan dan Murid-muridnya ke ibukota berjalan dengan lancar. Tak kendala apapun saat di jalan.
Murid-muridnya sekarang sedang tidur dalam kereta kuda itu. Padahal awalnya mereka sangat ribut sepanjang perjalanan. Namun akhirnya kelelahan juga, karena perjalanan yang mereka lalui cukup jauh ke utara.
“Bangun! Bangun!” teriak Xiuhuan.
“Hah, sudah sampai, kah?” sahut Shuyan sambil menguap. Dia kemudian membuka jendela kereta kuda itu.
“Ini baru di kota Yan Luo!” seru Liu Ya saat melihat gerbang kota didepannya itu.
“Wah, kita sampai di—” Belum selesai Shuyan mengatakannya, tiba-tiba saja Xinran menutup mulut Shuyan.
“Ingat pesan guru! Saudari Liu Ya sama juga dengan Saudari Dou Yi,” kata Xinran.
“Maaf-maaf! Aku hampir keceplosan!” seru Shuyan.
“Ya, mulai sekarang kita harus hati-hati ketika berbicara. Sebisa mungkin jangan pernah memanggil nama masing-masing.” Huanran memberikan penjelasan pada Shuyan yang mengangguk setuju dengan perkataan Huanran itu.
Liu Ya berasal dari kota Yan Luo ini. Dulu ia adalah murid Sekte Pedang Naga Surgawi, yang merupakan Sekte yang mendiami kota Yan Luo.
Pada saat itu, ia akan dikorbankan untuk meningkatkan kultivasi tetua Gila, yang melakukan tehnik terlarang dalam meningkatkan level Pendekar Pedangnya.
Untung saja waktu itu, Xiuhuan sedang berada di kota Yan Luo. Hingga Xiuhuan membebaskannya dari cengkeraman tetua Gila itu. Bahkan Xiuhuan juga membunuh tetua gila tersebut. Makanya Sekte Pedang Naga Surgawi sangat ingin mencari keberadaan Liu Ya, untuk mengungkapkan siapa yang membunuh tetua tersebut.
***
__ADS_1
“Hei, kau harus mengikuti antrian!” seru Pendekar Pedang Clan Yin yang sedang memeriksa setiap pengunjung yang memasuki kota Yan Luo.
Xiuhuan yang mengenakan jubah Pengawal Kerajaan dan mengenakan topeng bermotif tengkorak itu lansung mengeluarkan Pedang rohnya.
“Dasar sampah! Berani-beraninya kau menghalangi perjalanan tuan Putri Huanran!” seru Xiuhuan lansung melompat dari tempat kusir kereta kuda itu.
Xiuhuan menebas Pendekar Pedang Clan Yin itu, bahkan saat ia menebas, bayangan Roh Belut raksasa juga muncul. Membuat orang-orang yang melihatnya menjadi ketakutan.
Yin Song yang berada dalam pos di gerbang masuk kota Yan Luo itu langsung keluar, setelah mendengar keributan itu.
“Ada apa ini? Siapa yang berani macam-macam di kota Yan Luo ini!” Bentak Yin Song sambil berkacak pinggang.
Xiuhuan yang sudah mengenali Yin Song lansung menerjang ke arah tunangan Xiao Liu itu.
“Tebasan Pembelah Ombak!”
Yin Song terkencing-kencing di celana, seraya berkata, “Tulung ibuuuuuuuu!”
“Booommmm!”
Xiuhuan menebas tembok tanah, sehingga Yin Song nyaris saja terbunuh. Ternyata Yin Song memiliki Pengawal Pendekar Pedang tahap 95 yang disewa oleh ketua Clan Yin dari Paviliun Shadow.
Setelah seluruh Clan di kota Yan Luo sepakat untuk bergabung dengan Sekte Pedang Naga Surgawi yang akan melakukan penyerbuan terhadap kota Hua. Apalagi Clan Yin akan bertindak sebagai provokator dalam aksi ini. Dikarenakan anak tertua ketua Clan Yin telah bertunangan dengan Putri ketua Clan Xiao.
Namun, mereka mengetahui ternyata Putri ketua Clan Xiao itu tak setuju dengan perjodohan ini. Dengan demikian mereka memiliki dalih dalam penyerbuan itu dan bisa menghindari sanksi dari Hakim Kerajaan.
***
“Siapa kau menghalangi Petugas Kerajaan!” Bentak Xiuhuan pada Pendekar Pedang yang menahan serangannya itu.
__ADS_1
“Tolong maafkan atas kelakuan tuan muda Yin Song tuan!” seru Pendekar Pedang tahap 95 itu membungkuk pada Xiuhuan.
“Tu-tuan Mou! Kenapa anda meminta maaf padanya?” sela Yin Song yang keheranan dengan ucapan Qin Mou.
“Tuan muda Song, kau harus ikut meminta maaf. Nanti kujelaskan!” Perintah Qin Mou lagi.
Dengan terpaksa Yin Song ikut membungkuk dan meminta maaf kepada Xiuhuan.
“Hmm, sebenarnya Aku tak memaafkan kalian. Namun, aku tak ingin tuan Putri Huanran muntah jika melihat banyak potongan tubuh di sini!” seru Xiuhuan dengan nada sedikit menyombong.
Xiuhuan kemudian melesat ke atas kereta kuda.
“Semua bubar!” Perintah Xiuhuan pada orang-orang yang mulai datang berkerumun melihat apa yang sedang terjadi. Apalagi ada seorang anggota Clan Yin yang tubuhnya terbelah dua dibuat oleh Xiuhuan. “Tuan Putri Huanran akan lewat! Apa kalian mau mati!” Teriak Xiuhuan lagi dengan arogan.
“Ternyata mereka rombongan tuan Putri Huanran!” seru Yin Song yang mukanya pucat. Karena hampir saja ia menemui ajal kalau tak ada Qin Mou yang mengawalnya.
“Makanya tadi aku meminta tuan muda Song untuk meminta maaf. Walaupun sebenarnya aku dengan mudah membunuhnya. Namun, kita akan berurusan dengan Kerajaan, karena telah membunuh Pengawal tuan Putri.” Qin Mou membeberkan alasannya tak melawan Xiuhuan tadi.
“Tapi aneh? Setahuku tuan Putri Huanran itu berhati lembut, tapi kok Pengawalnya kejam dan arogan begitu. Apa jangan-jangan dia itu hanya mengaku-ngaku sebagai Pengawal pribadinya saja?” Yin Song berspekulasi mengenai Xiuhuan tadi.
“Betul juga! Apalagi tuan Putri juga tak melerai tindakan Petugas tadi.” Qin Mou setuju dengan pendapat Yin Song tersebut. Kemudian berkata lagi, “Aku akan menyelidiki mereka. Aku yakin mereka pasti menginap di Penginapan Bai Bao, karena sudah tak memungkinkan melanjutkan perjalanan lagi. Sebentar lagi akan menjelang malam.”
“Baik tuan Mou! Aku serahkan padamu saja masalah petugas Kerajaan itu,” jawab Yin Song. Kemudian ia berkata lagi, “Kalian pindahkan jasat itu. Bawa kembali ke Clan dan laporkan kejadian ini pada ayah.”
“Baik tuan muda Song!” sahut Pendekar Pedang Clan Yin lainnya, yang segera memindahkan jasad Pendekar Pedang yang telah dibunuh oleh Xiuhuan itu.
“Cih, kenapa aku merasa familiar dengan Petugas Kerajaan itu, ya?” guman Yin Song. Kakinya masih gemetaran akibat kejadian tadi. Kini ia duduk di dalam pos gerbang kota Yan Luo itu menenangkan dirinya.
Bersambung ...
__ADS_1