
Monster ular betina yang melawan Xiuhuan itu tidak menyangka Kultivator manusia sekuat ini, sehingga Monster Laba-laba yang sedang tidur di dalam perut gunung terbangun karena gunung itu telah hancur.
“Sialan, siapa yang berani menghancurkan sarangku ini dan kalian Monster bodoh, kenapa tidak bisa mengalahkan hama pengganggu itu!” seru Siluman Laba-laba memarahi Monster ular betina yang menabrak tubuhnya.
“Oh, jadi kamulah Siluman Laba-laba itu! Eh, kok kakimu banyak sekali? Yang mana tanganmu?” ejek Xiuhuan dengan ekspresi wajah serius, sehingga Siluman Laba-laba itu mengerutkan keningnya.
“Bunuh manusia sialan itu!”
Siluman Laba-laba sangat marah mendengar ejekan dari Xiuhuan. Dia langsung menendang tubuh Monster ular yang menimpa tubuhnya dan menembakkan jaring benang qi ke arah Xiuhuan.
“Hmm, sepertinya jaring qi ini sangat berbahaya,” gumam Xiuhuan mengayunkan Tongkat Bambu emasnya sekali lagi dan tiba-tiba Tongkat tersebut hancur berkeping-keping menjadi potongan-potongan kecil, “Sial, ternyata itu serangan mematikan!” Xiuhuan langsung menggunakan Hukum Ruang untuk berpindah tempat menghindari serangan jaring qi Siluman Laba-laba itu.
Dia muncul di bukit kecil tidak jauh dari posisi Siluman Laba-Laba dan Kloning Manusia Air juga telah menjadi bongkahan es—yang berarti Siluman Laba-Laba itu juga memiliki Elemen Es, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya—ternyata ia bertemu lawan yang cukup merepotkan.
Xiuhuan mengeluarkan Tombak Long Kiang dan mengalirkan qi seluas Laut Kunming, sehingga tubuhnya dipenuhi sengatan-sengatan listrik—begitu juga dengan tombaknya. Dia kemudian melayang di udara menatap Siluman Laba-Laba bersama ribuan Monster memadati area disekitar sarang Siluman Laba-Laba itu.
Para Monster ini berdatangan dari segala penjuru Dimensi Jingji untuk membantu Siluman Laba-Laba mengalahkan Kultivator Manusia yang telah mengusik bos mereka.
“Kalian terlalu banyak untuk kulawan. Jadi, Hasta la vista, baby,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar sembari mengepal tangannya, sehingga Monster-Monster itu hancur berkeping-keping mengeluarkan cahaya emas dari tubuh mereka.
__ADS_1
“Kurang ajar kau manusia, sialan!” teriak Siluman Laba-Laba, karena semua Monsternya telah hancur tanpa tersisa dan Monster yang ingin mendekat segera kabur, karena tak ingin bernasib sama seperti Monster yang telah mati itu.
Siluman Laba-Laba menembakkan Jaring qi kearah Xiuhuan, tetapi Kultivator Manusia itu malah menghilang dari pandangannya, sehingga ia memutuskan menembakkan ribuan Pedang Es kesegala arah. Namun, tiba-tiba Xiuhuan telah berada dibelakangnya, dan langsung menusukkan Tombak Long Kiang ke arah punggung Siluman Laba-Laba tersebut.
“Hmm, ternyata tangan. Eh, kaki apa tangan, ya? Soalnya mirip sekali,” kata Xiuhuan dengan senyuman mengejek. “Kenapa kamu bisa memegang empat Pedang sekaligus begitu. Kan, jadi tidak adil!” keluh Xiuhuan sembari memegang erat gagang Tombak Long Kiang.
“Tak adil matamu! Jelas-jelas kamu yang memakai Hukum Ruang, hilang timbul seperti main petak umpet saja!” gerutu Siluman Laba-Laba mengerutkan keningnya mendengar ocehan Xiuhuan itu.
“Hahaha ... jangan marah begitu, nanti kamu tidak cantik lagi dan tidak bisa menggoda Monster jantan,” canda Xiuhuan sembari menggunakan jurus Langkah Kilat mendekatinya.
Siluman Laba-Laba itu tidak menanggapi ocehan Xiuhuan lagi, karena ia tahu itu sebenarnya untuk memecah konsentrasinya.
Siluman Laba-Laba menggunakan Jaring qi dan Xiuhuan langsung menghindar—dengan berpindah tempat ke bawah tubuh Siluman Laba-Laba dan kembali menusukkan Tombak Long Kiang ke perutnya, sehingga luka yang dideritanya tadi makin melebar. Bahkan organ tubuh Siluman Laba-Laba mulai keluar atau menjuntai ke bawah, sehingga salah satu tangan Siluman Laba-Laba itu mencoba memasukkan organ tubuhnya itu kembali ke dalam perutnya.
“Sakit sekali! Sialan kau manusia laknat! Kalau aku mati di sini, aku akan mengutukmu mati di tangan orang-orang terkasihmu!” umpat Siluman Laba-Laba memutuskan menggunakan ledakan qi untuk membawa Xiuhuan mati bersamanya atau terluka berat.
Xiuhuan ingin menusukkan Tombak Long Kiang sekali lagi, tetapi intuisinya mengatakan kalau ada sesuatu yang tidak beres, karena tiba-tiba energi spritual dalam tubuh Siluman Laba-Laba melonjak drastis—sehingga Xiuhuan memutuskan menggunakan Hukum Ruang berpindah ke bukit lain. Namun, tiba-tiba ledakan yang sangat mengerikan muncul—seperti yang terjadi saat di Dimensi Heidong, saat Siluman Phoenix Nirwana meledakkan dirinya saat melakukan teknik Reinkarnasi.
Terlambat sudah untuk menggunakan Hukum Ruang, sehingga tubuh Xiuhuan langsung terhempas oleh ledakan besar tersebut. Xiuhuan berteriak histeris, karena tubuhnya terbakar dan meleleh—untung saja ia langsung menggunakan Jurus Kubah Tsunami, sehingga ia hanya terkena ledakan itu—hanya beberapa tarikan nafas saja. Namun, tubuhnya langsung rusak akibat ledakan bunuh diri Siluman Laba-Laba itu.
__ADS_1
“Sial, teknik bunuh diri apa itu? Mengerikan sekali!” gerutu Xiuhuan sembari menelan Pill penyembuhan tingkat tinggi dan perlahan-lahan luka bakar yang melelehkan kulit tubuhnya—kembali beregenerasi membentuk sel-sel kulit baru.
Xiuhuan teringat dengan gadis Clan Du yang ia selamatkan tadi. Namun, ia tidak berani keluar dari Kubah Tsunami, karena ia tidak mengetahui sejauh mana jangkauan ledakan bunuh diri Siluman Laba-Laba itu.
“Mudah-mudahan para anggota Clan Du terhindar dari malapetaka yang tidak disangka-sangka ini,” gumam Xiuhuan dengan helaan nafas panjang.
Satu batang dupa kemudian, ledakan bunuh diri Siluman Laba-Laba itu telah berhenti. Tempat berdiri Xiuhuan berubah menjadi kubangan lahar panas, sehingga sulit mencari Kristal Merah dari para Monster Level Tian yang dibunuh oleh Xiuhuan tadi.
“Aduh, rugi bandar kalau begini!” gerutu Xiuhuan sembari melayang di udara memperhatikan sekelilingnya.
Dia juga menggunakan Jurus Mata Dewa untuk mencari kehidupan lain, apakah masih ada yang selamat dari ledakan bunuh diri Siluman Laba-Laba tersebut.
“Hmm, arah selatan ada puluhan Kultivator sepertinya,” gumam Xiuhuan—memutuskan pergi ke sana untuk bergabung dengan mereka.
Kultivator wanita yang diselamatkan oleh Xiuhuan ternyata ada diantara puluhan Kultivator Clan Du tersebut. Mereka menggunakan kekuatan gabungan untuk menahan ledakan bunuh diri Siluman Laba-Laba yang kekuatannya sudah rendah saat mencapai tempat mereka. Tidak seperti Xiuhuan yang merasakan kekuatan yang sangat mengerikan, karena berada tidak jauh dari posisi tubuh Siluman Laba-Laba.
“Tu-tuan!” sapa Kultivator wanita tersebut. “Apakah Anda telah membunuh Siluman Laba-Laba itu?” Dia penasaran, karena ledakan energi tadi sangat mengerikan dan mereka juga mendengar teriakan minta tolong dari rekan-rekan mereka yang tidak sempat menjauh dari ledakan tersebut.
Xiuhuan memasang ekspresi wajah datar agar terlihat lebih berwibawa dan berkata, “Ya!” Cukup satu kata itu saja dan ia langsung mendarat didekat mereka sembari menyilangkan kedua tangannya di dada dan memejamkan matanya. Xiuhuan saat ini meniru sikap yang sering dilakukan oleh Lou Xue istrinya, sehingga orang-orang disekitarnya sangat segan dan hormat padanya.
__ADS_1