
Sin Kong merobek dimensi dan muncul ditengah-tengah arena gladiator, sehingga ribuan penonton langsung bertepuk tangan, bersorak-sorai mendukung Sin Kong—sedangkan untuk Xiuhuan tidak ada penonton yang mendukungnya, karena tidak ada yang mengenali siapakah Iblis tampan itu.
“Hei bro, jangan kencing di celana, ya? Aku tahu kamu bernasib sial, karena mendapatkan lawan tanding yang tak adil. Namun, inilah hidup ... tidak bisa diprediksi kapan kau akan mati hehehe ....” Sin Kong mengejek Xiuhuan.
“Hmm ....” Xiuhuan keheranan, dari mana datangnya kesombongan Kultivator dihadapannya itu, karena ia belum mengetahui kalau Sin Kong adalah Kultivator Ranah Demon God tingkat Sembilan terkuat di Clan Sin.
Xiuhuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada lawan tandingnya, tetapi Sin Kong langsung menyerang dengan kekuatan penuh.
“Waw, Sin Kong ingin menyudahi pertarungan ini sesegera mungkin. Apakah kita akan panen raya? Karena aku memasang taruhan pada sisi Ketua Huang!”
“Aku juga memasang 1000 Kristal Kuning milikku, karena setiap petarung yang dibawa oleh Nona muda Jiao itu selalu kalah!”
“Hei, apa kamu tidak takut istrimu marah, karena menghabiskan seluruh Kristal Kuning milikmu dalam taruhan ini?” Dia terkejut mendengar ucapan rekannya itu.
“Hahaha ... mana mungkin kita kalah, kalau kalah terpaksa aku akan tidur di luar rumah hingga mendapatkan Kristal Kuning lagi!” Dia malah tertawa terkekeh-kekeh.
Rekan-rekannya yang mendengarnya langsung geleng-geleng kepala, karena terlalu percaya diri memasang seluruh Kristal Kuning miliknya dalam taruhan kali ini. Apalagi kekuatan Iblis laki-laki yang dibawa oleh Feng Jiao itu belum diketahui bagaimana sepak terjangnya, karena ia bukan Iblis dari Clan Feng mereka.
Tombak yang merupakan senjata pusaka tingkat menengah—yang diselimuti oleh aura kegelapan melesat kearah jantung Xiuhuan. Namun, Xiuhuan memadatkan qi-nya menjadi tombak yang berwarna emas.
“Waw, dia juga ahli tombak. Ini makin seru, siapakah diantara keduanya yang akan menjadi ahli tombak terbaik!” Para penonton langsung bertepuk tangan, karena ini akan menjadi pertarungan paling spektakuler yang pernah ada diantara sesama pengguna Tombak.
Xiuhuan menghunus Tombak emasnya kearah Tombak milik Sin Kong, sehingga ia dipaksa mundur beberapa langkah. “Hmm, hebat juga!” Xiuhuan tak menyangka akan dipaksa mundur.
__ADS_1
Sin Kong menghilang dan muncul dibelakang Xiuhuan, tetapi ia langsung berpindah tempat ke sudut lain arena gladiator—sehingga Sin Kong terkejut, karena yang dilakukan oleh Xiuhuan itu bukanlah Hukum Ruang, melainkan gerakan meringankan tubuh yang sangat cepat. Mungkin Kultivator Ranah Dark Star tidak akan bisa mengikuti pergerakan Xiuhuan.
“Ular memakan jantung!” seru Sin Kong merapalkan nama jurusnya dan tiba-tiba Tombak milik Sin Kong berubah wujud seperti Ular hitam yang meliuk-liuk mengikuti pergerakan Xiuhuan ke mana saja. “Hehehe ... kau tak akan bisa menghindar, karena telah ditandai oleh Tombakku itu!” ejek Sin Kong dengan seringai tipis diwajahnya.
Feng Jiao terkejut melihat Xiuhuan tampak bertahan saja tanpa melakukan perlawanan, sehingga ia berpikir telah salah mengambil keputusan—karena terlalu percaya padanya dan Kristal Merahnya akan hilang sekejap, padahal itu adalah harta yang sangat besar.
“Kalau mau pergi silahkan saja Saudari Jiao, aku takut kamu tidak kuat saat melihat Sin Kong membunuhnya,” ejek Feng Huang, sedangkan Sin San masih fokus menonton pertarungan itu tanpa ikut campur urusan dua bersaudara itu, karena ia masih merasa Xiuhuan belum mengeluarkan kekuatannya.
Xiuhuan kembali memadatkan qi elemen Emasnya menjadi Perisai seperti yang dimiliki oleh Prajurit Kerajaan, sehingga kini tangan kirinya memegang Perisai dan tangan kanan memegang Tombak emas.
Para penonton kagum dengan penampilan Xiuhuan yang cukup nyentrik itu, karena mengenakan perlengkapan serba berwarna emas.
Booommm!
“Apa yang terjadi?” Sin Kong terkejut dan merobek dimensi—kemudian muncul di posisi Tombaknya tergeletak, tetapi ia tidak menyangka kalau Xiuhuan sudah lebih dulu melempar Tombak emasnya kearah Tombaknya itu saat ia merobek dimensi.
“Aaaaaaa!” teriak Sin Kong kesakitan—sembari menarik Tombak emas Xiuhuan yang menancap di perutnya. “Sial, aku salah perhitungan!” keluh Sin Kong.
Xiuhuan melesat menggunakan jurus Langkah Kilat dan memunculkan Tombak emas yang baru dipadatkan dari qi elemen Emasnya dan menombak kearah jantung Sin Kong. Namun, Sin Kong melepaskan aura Kegelapannya, sehingga muncul tornado hitam pekat dan memaksa Xiuhuan mundur beberapa langkah.
Sin San mengerutkan keningnya. “Dia akan menggunakan teknik Iblis terkutuk, karena merasa tak akan sanggup mengalahkan Xiuhuan,” kata Sin San dengan helaan nafas panjang.
“Itu langkah yang sembrono!" sahut Feng Huang terkejut mendengarnya. “Jiwanya akan dilahap oleh Roh leluhurnya dan ia tak akan bisa lagi berinkarnasi!”
__ADS_1
Xiuhuan terkejut, ia merasa Sin Kong bertambah kuat dan kekuatannya itu setara dengan Ranah Raja Iblis. “Sepertinya tehnik ini sangat berbahaya sekali!” gumam Xiuhuan memutuskan menyerang lebih dulu.
Ratusan Tombak emas melayang di atas kepalanya, sehingga para penonton terkesima melihatnya dan beberapa penonton mulai mendukung Xiuhuan—terutama dari kalangan Iblis wanita.
Ratusan Tombak emas itu melesat kearah Sin Kong yang kini diselimuti oleh asap hitam tebal, sehingga wajahnya tidak kelihatan lagi. Dan suaranya pun ikut berubah, seperti suara monster saja, menggerutu tak jelas apa yang dikatakannya.
Sin Kong menghilang dan berhasil menghindari ratusan Tombak emas itu. Dia muncul dihadapan Xiuhuan dan langsung mencakar wajah tampannya.
“Sial! Sakit sekali!” gerutu Xiuhuan. “Baiklah mari kita adu kecepatan!" Xiuhuan langsung menggunakan Jurus Langkah Kilat berpindah-pindah, sehingga keduanya seperti balapan liar saja dalam arena gladiator itu. Namun, sebenarnya mereka saling melepaskan serangan, sehingga tubuh Xiuhuan dipenuhi oleh luka cakaran dan tubuh Sin Kong dipenuhi oleh tusukan Tombak emas Xiuhuan.
Para penonton menahan nafas, mereka tidak tahu siapa yang akan menang, sedangkan Sin San dan Feng Huang malah terlihat berwajah masam—karena mereka sudah mengetahui siapa pemenangnya.
“Hahaha ... akhirnya aku panen raya!” Feng Jiao tertawa terkekeh-kekeh, setelah sempat cemberut sejak tadi.
Dia sudah yakin pemenangnya adalah Xiuhuan, walaupun keduanya masih saling bertukar serangan. Namun, luka yang dialami oleh Sin Kong cukup dalam dan beberapa Tombak telah menancap di tubuhnya, sedangkan Xiuhuan entah kenapa saat ia memasukkan seperti Pill ke mulutnya, tiba-tiba lukanya tampak beregenerasi kembali.
Beberapa saat kemudian gerakan Sin Kong mulai melambat, dan tak lama kemudian Kepalanya menggelinding di lantai, karena Tombak emas Xiuhuan mencium lehernya hingga terputus.
Sin San dan Sin Chan menutup mata sembari mengepal tangan mereka, karena hal ini akan membuat marah Ketua Clan Sin. Generasi muda berbakat mereka mati di arena gladiator, karena keegoisan tuan muda Clan Sin.
Feng Jiao mengambil hadiah kemenangannya dengan seringai tipis diwajahnya dan berkata, “Selama Xiuhuan berada di sisiku, jangan ada yang berani mengusiknya. Kalau tidak, mereka akan berurusan denganku!” Feng Jiao sengaja mengatakannya agar anggota Clan Sin tidak bertindak nekad. “Oh, satu lagi! Xiuhuan akan bertarung besok dan sediakan petarung yang lebih kuat Saudara Huang!” cibir Feng Jiao menatap Ketua Clan Feng itu.
“Cih, baru menang sekali—sudah merasa menang Seribu pertarungan saja!" sindir Feng Huang dengan seutas senyum tipis diwajahnya. Kemudian ia menatap Sin San, “Gunakan saja Kultivator Ranah Raja Iblis terkuat kalian, aku akan mengatur pertarungannya besok!” katanya sembari beranjak dari tempat duduknya, karena sudah tidak mood menonton pertarungan selanjutnya.
__ADS_1
Sin San hanya tersenyum masam dan mengikuti langkah Feng Huang meninggalkan tempat duduk VVIP di arena gladiator itu.