
“Anda sudah siap berangkat tuan Putri Huanran!” seru Xiuhuan yang bersiap menjalankan kereta kuda.
“Tunggu sebentar lagi, kakak Qian Yu belum datang!” sahut Huanran yang sudah duduk dalam kereta kuda itu.
“Maaf-maaf telah membuat tuan Putri Huanran menunggu!” seru Qian Yu berlari dari dalam Penginapan Bai Bao, ia tadi sedang serah terima jabatan pada wakil manager Penginapan Bai Bao itu.
Xiuhuan kaget, ternyata Qian Yu benar-benar akan meninggalkan Penginapan Bai Bao dan kembali ke Clan Qian di kota Tianwu.
“Tak apa Saudari Yu,” sahut Huanran dari dalam kereta kuda.
“Anu, aku duduk di mana, ya?” tanya Qian Yu kebingungan, sebab tak mungkin jua ia duduk bersama Putri Raja Qian Xun itu. Karena di dalam telah ada empat Pelayannya juga.
“Sini duduk di sebelahku!” sahut Xiuhuan.
“Cih, sok tegas kau!” guman Qian Yu menatap sinis Xiuhuan.
“Hei Nona jaga pandangan anda! apa kau mau dihukum lagi!” Bentak Xiuhuan yang melihat Qian Yu menatapnya dengan tatapan tak suka.
Dengan santai Qian Yu duduk disebelah Xiuhuan. “Sok keras!” kata Qian Yu lagi.
Karena banyak Pendekar Pedang yang juga baru keluar dari dalam Penginapan Bai Bao, terpaksa Xiuhuan bersikap arogan kembali, supaya sikapnya yang seperti kemarin tetap terjaga.
“Kau lancang!” Xiuhuan mencekik leher Qian Yu dengan tangan kirinya.
“Apa perlu aku beritahu tuan Putri Huanran, kalau kau telah memper—”
Xiuhuan lansung menutup mulutnya dan berkata, “ Kau kuampuni, lain kali tak akan kubiarkan.”
“Benar dugaanku, dia bertindak sendiri tanpa sepengetahuan Huanran. Lagi pula Huanran adalah anak yang baik,” guman Qian Yu tetap menatap sinis Xiuhuan.
“Ada apa ribut-ribut?” tanya Huanran dari dalam bilik kereta, ia mendengar suara gurunya memarahi Qian Yu lagi.
Huanran sangat kasihan dengan anggota Clannya itu, karena harus dikorbankan oleh gurunya agar mereka melenggang dengan mulus melewati kota Yan Luo yang telah menjadi salah satu basis Paviliun Shadow itu.
“Tak ada apa-apa tuan Putri Huanran, kita akan berangkat!” sahut Xiuhuan lansung dan memajukan kereta kuda itu.
Qian Yu melipat kedua tangannya di atas perutnya sambil menatap ke arah berlawanan dengan Xiuhuan.
“Cih, dari mana datangnya keberanian gadis ini? Padahal kemarin ia seperti kucing yang kedinginan saja,” guman Xiuhuan heran dengan perubahan sikap Qian Yu.
Saat meninggalkan gerbang kota Yan Luo, para penjaga dari Clan Yin lansung mempersilahkan kereta kuda Xiuhuan lewat duluan, agar dia tak berbuat aneh-aneh lagi.
Clan Yin telah kapok berurusan dengan Xiuhuan, yang telah menewaskan dua anggota mereka itu.
“Akhirnya mereka pergi juga!” seru Yin Song, saat mendapat laporan dari anggota Clan Yin yang berjaga di gerbang kota Yan Luo itu.
“Tapi sayangnya, kita tak mendapatkan informasi mengenai dirinya,” kata Qin Mou.
“Apa para Assassin itu tak bisa menyelinap masuk kedalam kamar mereka tuan Mou?” tanya Yin Song.
Pengawal Huanran itu cukup waspada juga, ia lansung memasang pengaman, sehingga para Assassin tak mampu menembusnya,” jawab Qin Mou.
“Ah, sayang sekali!” kata Yin Song yang penasaran dengan mereka.
__ADS_1
***
Setelah meninggalkan kota Yan Luo beberapa mil jauhnya. Huanran membuka bilik kereta kuda dan mencolek tangan Qian Yu.
“Huanran! kau harus memecat Pengawalmu ini!” seru Qian Yu menatap kebelakang.
Xiuhuan kaget mendengar ucapannya itu.
“Dia bukan Pengawalku kakak Yu, tapi guruku,” jawab Huanran.
“Eeeee gu-gurumu!” Qian Yu benar-benar kaget mendengarnya. “Apa kau tak takut dia berbuat senonoh padamu,” kata Qian Yu khawatir. Apalagi di dalam kereta kuda itu masih ada empat gadis lainnya.
“Hahaha ... guru kami memang bejat, tapi pada muridnya ia tak mau. Tak tahu juga kalau kami sudah dewasa nanti,” sahut Shuyan blak-blakan.
Alis mata Xiuhuan lansung terangkat keatas mendengar perkataan Shuyan.
“Hei kalian jangan memfitnah guru begitulah,” sela Xiuhuan.
“Kan, memang betul kok. Buktinya, guru meniduri murid tetua kedua dan bibi tetua Su Bimbing. Itu masih yang ketahuan, yang belum mungkin masih banyak,” kata Shuyan yang mengetahui perangai gurunya itu.
“Apaaaa!” Qian Yu lansung teringat dengan yang ia lakukan semalam. “Jadi aku dapat ampasnya, dong!” gerutu Qian Yu lansung merasa tubuhnya lemas.
“Sudahlah, tak usah dibahas lagi. Toh, kamu sendiri yang melakukannya,” kata Xiuhuan dengan senyum menyeringai.
“Apa ini seperti yang kubayangkan, ya?” tanya Huanran yang pikirannya sudah membayangkan adegan gulat.
“Tidak kok, tak usah dibahas lagi,” kata Qian Yu sambil tersenyum masam. Menyesali kebodohannya semalam.
“Hei, kau harus menikahiku!” bisik Qian Yu ke telinga Xiuhuan.
“Hah, kenapa harus begitu?” Xiuhuan bertanya, karena ia bingung sebab Qian Yu yang melakukannya semalam atas kehendaknya sendiri.
“Kan, aku sudah menyerahkan kesucianku,” gerutu Qian Yu.
“Tenang saja! aku ini mandul. Lagi pula kau mau jadi istri ke 1001!” kata Xiuhuan balik bertanya lagi.
“Apa 1001! banyak sekali!” Qian Yu sampai menganga mendengarnya.
“Yang resmi sih, 999. Satu bohongan, namun ia juga menyerahkan itunya sebagai hadiah. Kalau dihitung dengan yang meminta cuma-cuma seperti kau ini bisa 1500,” kata Xiuhuan dengan santainya.
“Banyak sekali, tak mungkinlah itu?” Qian Yu tak percaya dengan apa yang ia dengar.
“Kau bisa tanya Huanran kalau tak percaya. Umurku ini sudah 10rb tahun lebih, berarti kau sudah ehem-ehem dengan pria sepuh hahaha ....” Xiuhuan tertawa menjelaskannya. Kemudian ia melanjutkan perkataannya, “ aku sudah menikah 999 kali dan melakukan itu dengan mereka yang sukarela datang sendiri padaku. Ibarat kata, seperti kutukan ketampanan lah, hehehe ....”
“Cih, sial!” ternyata aku melakukannya dengan pria lapuk,” gerutu Qian Yu.
***
Sore harinya, mereka telah sampai di gerbang kota Tianwu. Para Prajurit Kerajaan yang berjaga, lansung membiarkan kereta Xiuhuan masuk, setelah mengetahui yang ada di dalam adalah Putri Raja Qian Xun.
Xiuhuan lansung menuju Penginapan Hong Meigui milik Zhang Yan, yang juga markas rahasia Kelompok Judgment.
“Kita sampai!” seru Xiuhuan dan Murid-muridnya lansung keluar dari dalam kereta kuda. Xiuhuan melirik Qian Yu, “Kau bisa berjalan kaki ke rumahmu mulai dari sini,” kata Xiuhuan.
__ADS_1
“Tidak! aku menginap disini saja, besok saja ke kembali kerumah,” jawabnya mengikuti Huanran dari belakang.
“Terserah kaulah,” sahut Xiuhuan lansung memarkirkan kereta kuda pada tempat yang telah disediakan oleh Penginapan Hong Meigui.
“Xiuhuan gege!” Zhang Yan lansung menyambar Xiuhuan.
“Hei apa-apaan kau ini,” gerutu Xiuhuan malu dilihatin oleh murid-muridnya.
“Jadi kau juga termasuk yang sudah tidur dengan kampret ini?” tanya Qian Yu pada Zhang Yan.
“Betul? kau juga, ya?” Zhang Yan bertanya balik padanya.
“Cih, cuma kecelakaan saja,” sahut Qian Yu.
“Ah, tak adil! Padahal kami sudah menunggu lama untuk itu,” sahut Lin Jingmi yang datang bersama Qin Tan dan Mei Yin.
“Kau membuatku keenakan Mi‘er!” seru Xiuhuan karena Lin Jingmi memeluk Xiuhuan dengan erat, sehingga boing-boingnya yang paling sempurna diruangan itu menempel.
“Aaaaaaaa! tidakkkk! kau selalu mencuri start!” kata Mei Yin menarik tangan Lin Jingmi.
Murid-murid Xiuhuan melongo melihat gurunya dikerumuni gadis-gadis cantik yang sangat sempurna. Qian Yu yang merasa cantik awalnya menjadi minder melihat mereka, terutama Lin Jingmi.
“Gu-guru aku harus memberi tahu ini pada bibi Xiao Liu. Bahwa suaminya telah selingkuh,” kata Shuyan yang lansung mengambil kertas untuk mengirim pesan ke Sekte Teratai Biru.
“Hei adik cantik! gurumu itu milik semua wanita! Siapa saja berhak memilikinya. Kau tunggulah dewasa nanti, kau akan paham itu,” kata Mei Yin menggoda Shuyan.
“Hei Yin‘er hentikan itu! jangan kau recoki muridku dengan ajaran sesatmu!” gerutu Xiuhuan.
“Inikah kesempatan kita membuatnya bertekuk lutut,” bisik Zhang Yan pada Mei Yin.
“Wokeh, asiappppp!” sahutnya dengan senyum lebar.
Mei Yin mendekati Xiuhuan dan berbisik di telinganya. “Kau harus layani kami kapanpun kami mau, maka kami akan membantumu menjaga murid-muridmu. Karena Hakim Jia Li meminta kau ke rumahnya. Hakim agung ingin berjumpa denganmu,” bisik Xiuhuan.
“Hakim agung?” Xiuhuan kaget mendengarnya. “Ternyata ia masih hidup,” guman Xiuhuan yang pernah melihat dia bertarung melawan pemimpin Paviliun Shadow beberapa ratus tahun lalu.
“Bagaimana gege!” bisik Mei Yin.
“Pokoknya terserah kalian mau ngapain nanti, yang jelas bawa besok murid-muridku jalan-jalan berbelanja kebutuhan mereka,” kata Xiuhuan yang akhirnya luluh dengan permintaan mereka.
“Kau mau kemana guru?” tanya Huanran lagi.
“Pertemuan petinggi Kelompok Judgment,” jawab Xiuhuan.
Murid-murid Xiuhuan mengerti dengan perkataannya, karena mereka juga tahu Xiuhuan adalah salah satu Ketua kelompok Judgment. Hanya Qian Yu yang bingung dengan situasi ini.
“Yah, sekalian kau beritahu Yu‘er juga. Dia tampak linglung kulihat,” kata Xiuhuan sambil pergi meninggalkan Penginapan Hong Meigui.
“Ayo kakak Yu, nanti kujelaskan latar belakang guru Xiuhuan,” sela Huanran pada Qian Yu yang tampak melamun.
Zhang Yan memberikan mereka kamar VVIP secara gratis, toh ia juga anggota Kelompok Judgment juga, walaupun tak pernah ikut bertarung.
Bersambung ...
__ADS_1