
Dari lubang-lubang hitam muncul jiwa-jiwa Kultivator yang tewas di Dimensi Heidong ini, begitu juga dengan Jiwa Monster yang telah mati seperti Hong Rong, Gong Su dan yang lainnya.
Naga Lei Long mengangkat tangannya dan Bola berisi esensi Petir yang sangat besar pun muncul, ia langsung melempar Bola Petir itu pada jiwa-jiwa yang muncul disekitarnya, sehingga terjadi ledakan energi spritual Petir disekitarnya yang memporak-porandakan area disekitar Lembah Kematian, sedangkan Xiuhuan berhasil kabur—menghindari ledakan energi spritual petir tersebut.
“Ternyata jiwa Gong Su tidak bisa menahan kekuatan Naga Lei Long!” gumam Xiuhuan melihat Jiwa Gong Su sudah tak ada lagi, tetapi ia langsung tercengang saat melihat satu Jiwa yang masih bertahan di sana.
Xiuhuan langsung membaca kesadaran Jiwa gentayangan itu dan terkejut ternyata dia adalah Siluman yang awalnya adalah Pemilik Dimensi Heidong ini, tetapi direbut oleh Naga Lei Long dan mereka bertarung selama ratusan tahun—hingga akhirnya ia tewas ditangan Naga Lei Long.
Xiuhuan tersenyum, karena tak menyangka warisan dari tekad Iblis sangat hebat juga. Dia kini bisa memaksa Naga Lei Long untuk bertarung secara langsung, walaupun tanda kutip ia akan mengeroyok Naga Lei Long.
Xiuhuan mengeluarkan Boneka Humanoid dan Boneka Kayu itu langsung keluar dari cincin dimensinya.
Aura yang sangat kuat dipancarkan oleh Boneka Humanoid, karena ia telah menyerap berbagai macam energi spritual, terutama elemen Kegelapan saat Xiuhuan berkultivasi di Menara Iblis.
“Cih, sungguh menyedihkan!” cibir Naga Lei Long menatap Jiwa Siluman Salamander. “Kenapa kamu menghantuiku lagi? Apakah kamu kini menjadi budak Manusia itu?” Di tangan Naga Lei Long muncul Trisula.
Jiwa Siluman Salamander tersebut hanya menatap kosong pada Naga Lei Long, karena ia tidak memiliki kesadaran lagi dan akan bergerak setelah ada perintah dari Xiuhuan.
“Akhirnya belut listrik sepertimu mengeluarkan senjata juga. Aku mengira kamu tidak akan takut dengan hantu-hantuku ini!” Xiuhuan mengejek Naga Lei Long dengan menyebutnya sebagai Belut Listrik seperti Roh Pedangnya.
Naga Lei Long tersenyum menatap Xiuhuan dan berkata, “Aku akui kamu adalah Manusia yang paling kuat yang pernah kutemui. Namun, kamu tetaplah seekor semut dimataku!”
Xiuhuan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Naga Lei Long yang meremehkan kemampuannya itu. Namun, Xiuhuan merasa tak ada gunanya memprovokasinya, karena ia selalu menjaga pikirannya agar selalu tenang.
__ADS_1
Xiuhuan memerintahkan Jiwa Siluman Salamander menyerang Naga Lei Long, begitu juga dengan Boneka Humanoid yang langsung dipindahkan oleh Xiuhuan kebelakang Naga Lei Long melalui lubang hitam yang ada kini ada di mana-mana.
Jiwa Siluman Salamander menyemburkan bola esensi Petir ke arah Naga Lei Long yang melakukan hal yang sama, sehingga terjadi ledakan energi spritual yang sangat mengerikan—menghancurkan puluhan mil Lembah Kematian.
Boneka Humanoid langsung menebas leher Naga Lei Long, tetapi Tongkat Trisula Naga Lei Long langsung memblokirnya dan menjentikkan jarinya, sehingga Sabit Angin langsung memotong tubuh Boneka Humanoid menjadi potongan-potongan kecil.
“Kuat sekali!” gumam Xiuhuan terkejut melihat Boneka Humanoid telah hancur, tetapi langsung beregenerasi kembali dan Xiuhuan langsung muncul dua langkah dari atas kepala Naga Lei Long. “Tebasan Seribu Pedang!” Xiuhuan menghujani Naga Lei Long dengan Seribu Pedang yang terbuat dari elemen emasnya.
“Perisai Angin!”
Sebuah Kubah tak kasat mata muncul menghadang Hujan Pedang dari Xiuhuan tersebut.
Xiuhuan membuat lubang hitam dari bawah kaki Naga Lei Long dan memindahkan Jiwa Siluman Salamander ke dalam Perisai Angin.
Naga Lei Long mengayunkan Tombak Trisula ke arah bawah, sehingga terjadi ledakan energi spritual petir yang sangat besar lagi dan menghancurkan Perisai Angin yang dibuat oleh Naga Lei Long untuk berlindung dari Hujan Pedang dari Xiuhuan.
“Kesempatan Emas!” seru Xiuhuan kembali menggunakan jurus Tebasan Seribu Pedang menghujani Naga Lei Long.
Naga Lei Long akhirnya panik, tiba-tiba Xiuhuan menyerang punggungnya dengan Hujan Pedang berwarna emas yang tidak bisa dihancurkan oleh sambaran Petirnya, belum lagi Jiwa Siluman Salamander yang memiliki kekuatan yang setara dengannya.
“Sial! Apakah Manusia selalu bermain curang begini?” gerutu Naga Lei Long menyeka darah yang menyembur dari mulutnya dan Punggungnya menderita luka-luka akibat sabetan dari Hujan Pedang Xiuhuan.
Naga Lei Long sengaja menerima serangan dari Xiuhuan dan ia lebih memilih menangkis serangan Jiwa Siluman Salamander, karena serangan dari Xiuhuan hanya menimbulkan luka ringan saja.
__ADS_1
“Hahaha ... cuma beginikah kekuatan Sang Naga legendaris itu? Ini tak ubahnya seperti kekuatan Monster Belut saja?” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh, padahal dalam hatinya tak menyangka serangan penuhnya cuma meninggalkan luka ringan saja pada Naga Lei Long. “Untung saja aku mewarisi Tekad Iblis dan di sini ada kuburan Siluman Salamander,” gumam Xiuhuan menatap Jiwa Siluman Salamander yang menyerang Naga Lei Long secara membabi-buta.
Xiuhuan kembali mengeroyok Naga Lei Long dan matahari di Dimensi Heidong telah tenggelam, tetapi pertarungan mereka belum berhenti—bahkan Xiuhuan telah berkali-kali berganti senjata, ia memakai semua senjata Pusaka miliknya dan meminjam Pedang Kegelapan milik istrinya Kong Xia untuk dipadukan dengan elemen kegelapan miliknya. Namun, saat matahari kembali bersinar, Naga Lei Long belum menunjukkan tanda-tanda akan kalah, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya.
“Melawan Naga Lei Long saja sudah menghabiskan Dua Samudera qi dalam Rongqi-ku, apalagi melawan Naga Lou Feng nanti,” gumam Xiuhuan menyeka keringat dingin diwajahnya.
Naga Lei Long menatap tajam pada Xiuhuan, ia menyeka darah yang keluar dari mulutnya. “Aku akan bertahan lebih lama, karena Jiwa Siluman Salamander akan mengkonsumsi qi yang sangat besar, maka tak akan lama lagi Manusia ini akan kelelahan dan kehabisan energi spritual,” gumam Naga Lei Long yang tidak mengetahui kalau Xiuhuan sebenarnya masih bisa bertarung hingga Lima Hari kedepan, walaupun Jiwa Siluman Salamander menggunakan kekuatan penuhnya sepanjang pertarungan.
Memasuki Hari Ketiga, Naga Lei mulai prustasi—karena Xiuhuan masih belum menunjukkan tanda-tanda akan menyerah, apalagi ia sangat lincah bermain Petak umpet dengan berpindah-pindah menggunakan Hukum Ruang-nya, sehingga Naga Lei Long tidak bisa menyentuhnya.
Boneka Humanoid dan Xiuhuan muncul dihadapan Naga Lei Long dan langsung mengayunkan Pedang ke arahnya, tetapi Naga Lei Long dengan mudah menangkisnya. Namun, tiba-tiba Jiwa Siluman Salamander muncul dibelakangnya.
“Sial! Aku salah perhitungan!” gerutu Naga Lei Long yang seharusnya membiarkan Xiuhuan dan Boneka Humanoid menyerangnya, karena ia yang menjadi ancaman utamanya adalah Jiwa Siluman Salamander.
Tombak milik Jiwa Siluman Salamander menancap di punggung Naga Lei Long hingga tembus ke dadanya.
Naga Lei Long tersenyum menatap Xiuhuan yang langsung curiga, mungkin ia telah masuk jebakannya dan tiba-tiba cahaya menyilaukan muncul dari tubuh Naga Lei Long.
“Sial! Dia bunuh diri!” keluh Xiuhuan langsung masuk ke dalam lubang hitam dan ia teringat dengan kejadian Sepuluh tahun yang lalu—di mana Phoenix Nirwana juga melakukan hal seperti ini dan menghancurkan area yang sangat luas di Dimensi Heidong.
Xiuhuan muncul di tempat pertama kali ia muncul saat melakukan teleportasi dari Klan Ling, tetapi ledakan bunuh diri dari Naga Lei Long sampai ke sana dan terpaksa ia menggunakan Jurus Kubah Tsunami untuk berlindung, tidak hanya sampai di situ—ia juga melapisi Kubah Tsunami dengan lingkaran lubang hitam agar ledakan energi spritual tersebut tidak menghancurkan Perisai yang ia buat.
Xiuhuan merasa nafas terasa sesak, karena ledakan energi spritual tersebut sangat kuat sekali dan di hari ketiga barulah ledakan energi spritual tersebut berakhir.
__ADS_1
“Apa-apaan ini?” Xiuhuan terkejut melihat Dimensi Heidong telah hancur berkeping-keping dan ia kini mengambang di ruang angkasa sembari menatap asteroid yang lewat disekitarnya. “Yah, Clan Ling tidak bisa berburu Monster lagi,” gumam Xiuhuan membayangkan Ling Fei memarahinya.