
Gu Yao berjalan bersama Gu Ruyan keluar kediaman Ketua Clan Gu. Gu Yao ingin memperkenalkan diri pada penduduk kota Yannan, bahwa ia menjadi Ketua Clan baru pengganti Gu Lin.
“Saudari Ruyan!” sapa Gu Yue yang berdiri di dekat penjaga gerbang kediaman Ketua Clan Gu.
“Eh, saudari Yue!” sahut Gu Ruyan terkejut melihatnya di situ. “Apakah kamu ada perlu sesuatu? Kenapa tidak beritahu penjaga saja, supaya mereka memberitahuku,” katanya lagi.
“Kamu kenal dia?” tanya Gu Yao, yang merasa Gu Ruyan tidak pernah berteman dengan orang lain, selain dirinya, Gu Xu dan Gu He.
Gu Yue langsung pucat saat Gu Yao menanyakan identitasnya. Ia takut Gu Ruyan malah memberi tahu dia mantan kekasih Gu Lin. Mengingat hampir semua anggota Clan Gu pendukung Gu Lin di eksekusi mati, untuk mencegah bibit pemberontakan.
“Dia itu dari Clan cabang, dan kami berduet dalam pertempuran kemarin,” sahut Gu Ruyan tersenyum melihat wajah Gu Yue yang telah pucat duluan. “Kalau Yao gege melihat kami, pasti Yao gege akan terpesona. Tuan Xiuhuan saja sampai ngiler melihat kami,” katanya lagi.
Gu Yue langsung menghela nafas dalam-dalam, ternyata Gu Ruyan tidak memberitahu identitasnya. Kemudian ia tersenyum menatap keduanya.
“Apakah tuan Xiuhuan ada saudari Ruyan? Aku ingin diajarin jurus yang dapat melesat dengan kecepatan tinggi itu,” tanyanya sembari menatap ke dalam Kediaman Ketua Clan Gu.
“Oh, tuan Xiuhuan telah pergi sejak tadi pagi. Katanya dia ingin menuju ibukota Kekaisaran Wei, karena keadaan di sini sudah aman,” sahut Gu Yao.
“Apaaaaaa?”
Gu Ruyan dan Gu Yue terkejut mendengarnya, ternyata Xiuhuan meninggalkan kota Yannan secara diam-diam.
Gu Yao tersenyum melihat reaksi keduanya. Kemudian berkata, “Berarti dia merasa kalian tidak cantik lagi, makanya ia buru-buru pergi.”
__ADS_1
Gu Ruyan mengepal tangannya, kesuciannya telah diambil Xiuhuan. Namun, Pendekar Pedang tampan itu malah pergi tanpa bertanggung jawab, walaupun ia berstatus sebagai budak.
“Ah, aku lupa. Tuan Xiuhuan mengatakan Yan‘er sudah merdeka, jadi tidak perlu mengikutinya lagi,” kata Gu Yao dengan senyum lebar, karena Gu Ruyan telah bebas dan ia berencana melamarnya.
Ada satu hal yang dilupakan oleh Xiuhuan, ia tidak memberi tahu kalau Gu Ruyan masih suci. Karena ia buru-buru menjumpai tetua dari Sekte Bambu Kuning yang telah memasuki kota Yannan.
“Bagaimana kamu ikut kami saja. Aku juga ingin mengetahui tentang Clan cabang. Karena aku berencana tidak akan membeda-bedakan antara Clan utama dan cabang. Yang paling utama adalah prestasi yang diberikan untuk Clan kita ini.” Gu Yao mengajak Gu Yue yang bersedih ditinggal pergi Xiuhuan.
Mendengar ucapan Gu Yao, Gu Yue langsung melompat-lompat kegirangan. Karena Gu Yao akan memperhatikan Clan cabang yang mendapat diskriminasi saat Gu Lin menjadi ketua Clan Gu.
Para penjaga gerbang yang melihat tingkahnya itu lansung melotot melihatnya. Mereka menelan ludah, karena dua boing-boing yang memanjakan mata mereka itu.
“Ehemm ....” Gu Yao berdehem, sehingga Gu Yue berhenti melompat-lompat. “Ayo kita pergi,” katanya lagi.
“Siap tuan muda Yao!” sahut Gu Yue berlari kecil mengikutinya.
“Saudari Ruyan, jangan melamun begitu. Nanti kesambet setan. Bukankah sekarang adalah hari bahagia untuk kita. Tuan muda Yao akan diperkenalkan oleh walikota pada Penduduk kota Yannan ini.” Gu Yue membuyarkan lamunan Gu Ruyan.
“Ah, aku terlalu banyak berpikir. Buat apa aku memikirkan tuan Xiuhuan yang mesum itu,” gumam Gu Ruyan memandangi punggung Gu Yao yang berjalan di hadapannya. “Lebih baik aku menemani Yao gege membuat Clan Gu berjaya kembali,” katanya lagi dalam hati.
***
“Kamu siapa?” tanya tetua dari Sekte Bambu Kuning menatap tajam Xiuhuan, karena ia merasa Pemuda itu sok kenal padanya. Tak lupa ia melepas aura pembunuh pada Xiuhuan.
__ADS_1
Dengan santai Xiuhuan menghampiri tetua dari Sekte Bambu Kuning itu.
“Tetua tidak perlu waspada begitu. Lihat ini!” Xiuhuan menunjuk lambang Sekte Pedang Taiyang di jubahnya. “Aku adalah murid nomor satu di sana, calon juara Kompetisi antar Sekte nanti,” katanya dengan bangga.
Tetua dari Sekte Bambu Kuning itu mendengus kesal, ia belum pernah mendengar nama Sekte Xiuhuan itu. Karena kompetisi sebelumnya, murid Sekte Pedang Taiyang cuma meraih posisi 99 saja.
“Sombong sekali! Asal kamu tahu, Sekte kami mencapai posisi 26 di kompetisi terakhir. Jangan bermimpi terlalu tinggi anak muda,” katanya sembari melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedangnya, ia langsung terbang meninggalkan kota Yannan.
“Hati-hati di jalan Tetua! Aku tidak sabar ingin bertanding melawan murid peringkat 26 itu,” teriak Xiuhuan, tetapi Tetua dari Sekte Bambu Kuning itu tak menyahutnya.
“Anak muda itu sepertinya akan menjadi kuda hitam dalam kompetisi antar Sekte nanti. Apakah ia terlibat dalam membantu Gu Yao menyingkirkan Gu Lin.” Tetua Sekte Bambu Kuning itu keheranan Xiuhuan tidak terpengaruh dengan aura pembunuh yang ia lepaskan. “Aku harus mencari tahu tentang Sekte Pedang Taiyang itu, jangan-jangan bukan berasal dari Kerajaan Yuan,” gumamnya.
Xiuhuan lansung melesat ke arah Kekaisaran Wei dengan jurus Langkah Kilat, ia merasa waktunya telah terbuang cukup lama di Kota Kunming dulu dan pergi ke Kerajaan Yuan juga.
Padahal Xiuhuan berencana menuju Utara, sebelum Kompetisi antar Sekte dimulai. Ia ingin bertemu Raja, Kerajaan Sin yang pernah mengikat perjanjian dengan Kerajaan Han di masa lalu.
Sebenarnya Xiuhuan merasa sudah sanggup melawan Lima Pendekar Pedang tahap 100 Paviliun Shadow yang belum diketahui secara pasti kekuatannya. Keyakinannya itu tumbuh setelah ia mempelajari jurus hebat dari Sekte Pedang Taiyang dan telah melawan Tetua Xiao Yan.
Xiuhuan merasa Pendekar Pedang tahap 100 dari Paviliun Shilin itu tidak akan sekuat Pendekar Pedang dari daratan utama ini. Namun ia masih mewaspadai Ketua Paviliun Shadow yang juga telah berumur sepuluh ribu tahun lebih. Xiuhuan merasa dia juga Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit.
Apabila Kerajaan Sin mau meminjamkan beberapa Pendekar Pedang untuk membantu Kerajaan Han, Xiuhuan berencana membawa dua Pendekar Pedang tahap 100 saja. Syukur-syukur Raja, Kerajaan Sin meminjamkan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Kalau itu yang terjadi, cukup satu Pendekar saja, sudah cukup untuk melawan Paviliun Shadow. Karena masih ada hakim agung dipihak Kelompok Judgment.
Namun, bila Kerajaan Sin tidak bisa memberi bantuan, mengingat setelah abad kekacauan, Paviliun Shilin telah mengontrol seluruh Kerajaan dan Kekaisaran di daratan utama. Mereka hanya dijadikan sebagai simbol saja oleh Paviliun Shilin, kewenangan mereka banyak yang dicabut. Seperti singa ompong, menjadi Raja hutan tetapi hanya bisa tidur saja di singgasananya. Maka Xiuhuan meminta tetua Dong Shuliang memberikannya beberapa murid untuk dibawa ke Pulau Niao. Itupun Xiuhuan harus mendapat prestasi lebih baik dari kompetisi sebelumnya.
__ADS_1
...⚔️Bersambung ⚔️...
(Jangan lupa di Laik gaeeeesssss ... semoga terhibur dan sehat selalu)