
Xiuhuan planga-plongo melihat kemegahan kota Shenlong, ini pertama kalinya Xiuhuan memasuki kota dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi.
Kondisi kota sangat ramai pengunjung, baik itu Pendekar yang akan ikut kompetisi antar Sekte atau yang ingin menonton pertunjukan itu.
Ada satu hal yang membuat Xiuhuan bingung, arena untuk kompetisi justru berada di tengah-tengah kota.
“Apa mereka tidak takut Kota ini akan hancur?” gumam Xiuhuan penasaran, apakah di arena itu ada juga Pedang yang menyerap energi yang dihasilkan oleh jurus para Pendekar.
Xiuhuan lansung menuju Paviliun Shilin untuk mendaftarkan dirinya. Karena ia tidak tahu ke mana mencari rombongan Sekte Pedang Taiyang.
Di pintu masuk Paviliun Shilin, sudah menunggu puluhan pegawai perempuan berparas cantik. Mereka dengan sabar meladeni pengunjung yang ingin mendaftar, membeli tiket menonton ke arena atau sekadar bertanya-tanya saja.
“Ada yang bisa kami bantu tuan Pendekar?” sapa seorang pegawai Paviliun Shilin dengan senyum hangat.
Xiuhuan langsung terpesona melihat dengan kecantikannya itu. Matanya lansung mengeluarkan simbol lope-lope, pegawai wanita itu lansung risih dibuatnya. Namun, ia tetap melayani Xiuhuan, karena ia bekerja secara profesional.
“Ehemm ....” Xiuhuan berdehem, “Aku ingin mendaftar sebagai peserta kompetisi antar Sekte. Bolehkan?”
“Mari ikuti saya tuan! Pendaftaran untuk peserta kompetisi antar Sekte berada di lantai dua,” sahut pegawai Paviliun Shilin itu.
Xiuhuan mengikutinya ke lantai dua, tak ada lagi pembicaraan diantara keduanya.
“Silahkan tuan ke meja nomor 7, Nona di sana akan melayani Anda,” kata pegawai Paviliun Shilin itu.
Xiuhuan langsung ke sana setelah mengucapkan terimakasih pada pegawai wanita cantik itu.
“Aku ingin mendaftar peserta kompetisi antar Sekte. Namaku, Xiuhuan dari Sekte Pedang Taiyang,” kata Xiuhuan tanpa berbasa-basi lebih dulu.
Wanita yang melayani Xiuhuan melihat daftar Sekte yang Xiuhuan sebutkan. Ternyata Sekte Pedang Taiyang telah mendaftarkan 15 murid dalam kompetisi antar Sekte nanti dan salah satunya adalah nama Xiuhuan.
__ADS_1
“Anda sudah didaftarkan tuan, mungkin Anda terpisah dari rombongan. Silahkan ke Penginapan Lotus, di sana tempat menginap sekte-sekte dari wilayah kekaisaran wei.”
“Sudah didaftar toh, terimakasih Nona cantik,” sahut lansung bergegas meninggalkan Paviliun Shilin.
Xiuhuan lansung menuju Penginapan Lotus untuk bertemu dengan rekan satu sektenya. Tak mungkin juga ia berpisah sendiri, apalagi ini untuk pertama kalinya Xiuhuan ikut kompetisi, sehingga belum tahu peraturan Kompetisi antar Sekte nanti.
Setelah berputar-putar mengelilingi kota Shenlong, Xiuhuan akhirnya sampai juga di penginapan Lotus. Dia bertanya pada pelayan penginapan, di kamar berapa Sekte Pedang Taiyang menginap.
Pelayanan penginapan mengatakan Sekte Pedang Taiyang mendiami kamar 77-87.
“Calon juara Kompetisi antar Sekte telah datang!” seru Xiuhuan menggedor pintu kamar nomor 77. “Buruan! Siapa yang menginap di dalam? Su Rong kah?” katanya lagi.
Su Rong adalah murid terkuat Sekte Pedang Taiyang, sebelum Xiuhuan muncul beberapa bulan yang lalu. Keduanya berduel di arena hidup mati Xiuhuan hampir membunuhnya, tetapi Ketua Sekte tiba-tiba muncul melerai pertarungan mereka.
Pintu kamar nomor 77 terbuka, Xiuhuan lansung nyelonong masuk. Namun, mundur kembali, ternyata yang menginap di dalam adalah Ketua Sekte Pedang Taiyang dan Tetua Dong Shuliang.
“Ada apa Xiuhuan?” Ketua Sekte menyapanya dengan senyum lebar. “Sepertinya kamu telah menjelma menjadi Pendekar Pedang hebat? Sudah berapa banyak Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit yang kamu kalahkan. Bukannya kamu dijebloskan ke penjara bawah tanah oleh Ketua Sekte Pedang Lembah Neraka?” Pertanyaan dari Ketua Sekte, yang membuat Xiuhuan cengar-cengir tak bisa menjawabnya, karena ia belum pernah bertarung melawan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit.
“Ngapain berdiri di pintu, ayo masuk!” seru Dong Shuliang.
“Aku ke kamar sebelah saja tetua Shuliang,” sahut Xiuhuan ingin melangkah ke kamar sebelah. Namun, ketua Sekte menghentikan langkahnya dengan jurus gravitasi.
Xiuhuan terkejut dan menoleh ke arah Ketua Sekte.
“Tinggallah bersama kami, nanti kamu malah menindas junior-juniormu. Sehingga mereka tidak percaya diri di kompetisi antar Sekte nanti,” kata Ketua Sekte.
“Baiklah Ketua, tetapi hilangkan dulu jurus aneh ini. Kok aku merasa ditekan oleh beban yang sangat berat,” keluh Xiuhuan.
Ketua Sekte tertawa cekikikan, ia kemudian menghilangkan jurus gravitasi yang mencegah Xiuhuan kabur.
__ADS_1
“Maaf-maaf, kamu memang hebat. Patut menjadi kartu AS Sekte Pedang Taiyang dalam kompetisi antar Sekte nanti. Kalau Pendekar biasa, sudah terbaring di lantai saat menerima jurus gravitasi tadi, sedangkan kamu masih berdiri kokoh, cuma mulutmu saja yang lemah.”
“Baru kali ini aku mendapatkan Ketua Sekte tukang nyindir,” keluh Xiuhuan memasuki kamar nomor 77 itu.
Dong Shuliang lansung menjelaskan peraturan Kompetisi antar Sekte nanti. Xiuhuan akan ikut babak seleksi, karena ia belum pernah ikut kompetisi itu.
Xiuhuan akan bertarung dalam duel bebas, di mana ada 1000 Pendekar Pedang dalam Arena dan hanya satu pemenang saja yang lolos ke babak berikutnya.
“Itu sih, gampang. Aku cuma penasaran dengan kekuatan murid-murid Sekte Tianshi. Karena aku sudah pernah melihat beberapa diantara mereka. Menurutku, mereka lumayan kuat,” kata Xiuhuan.
Dong Shuliang tersenyum masam mendengar kesombongannya. Padahal target mereka cuma lima puluh besar saja.
“Apakah ada yang kukenal dari murid-murid Sekte Pedang Taiyang yang ikut kompetisi antar Sekte nanti? Selain Su Rong tentunya.” Xiuhuan mengharapkan Qingyi atau Liu Ruyan ikut dalam kompetisi nanti, agar ia memiliki teman tentunya, tidak bersama dua tua bangka disembahnya itu. Walaupun sebenarnya ia jauh lebih tua bangka dari mereka, tetapi ia awet muda sehingga pesonanya masih terpancar.
“Cuma Su Rong saja yang kau kenali. Lagi pula buat apa kamu menanyakan murid lain, kita ke sini buat kompetisi bukan buat jalan-jalan,” sela Ketua Sekte.
Xiuhuan tersenyum masam, ia tak bisa berbuat sesuka hatinya di depan Ketua Sekte. Terpaksa lah ia menjadi kucing manis, yang menuruti perintah Ketua Sekte.
***
Keesokan harinya, Xiuhuan berangkat menuju arena kompetisi antar Sekte. Namun, tak ada yang menemaninya, karena Ketua Sekte dan yang lainnya yakin ia akan memenangkan pertarungan itu.
“Sudah seperti anak tiri saja Aku ini, masa dibiarkan jalan sendiri,” keluh Xiuhuan memasuki arena kompetisi antar Sekte.
Juri kompetisi antar Sekte memanggil nama-nama yang memasuki arena.
Satu persatu peserta dari berbagai Sekte memasuki arena, begitu juga dengan Xiuhuan. Namun, ia tak menyadari ada sepasang mata yang tertuju padanya sejak ia memasuki arena.
Sepasang mata itu berasal dari tribun penonton VVIP. Di sebelahnya ada Wei Fang Yin yang sedang berbicara dengannya.
__ADS_1
...⚔️Bersambung ⚔️...