Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Keteledoran Xiuhuan


__ADS_3

Kemenangan gemilang Shuyan membuat kakak-kakak seniornya termotivasi. Mereka tak sabar ingin segera maju ke arena untuk menunjukkan bakat yang mereka miliki.


Laga kompetisi Sekte Teratai Biru terus berlanjut hingga pertandingan memasuki babak level Pendekar Pedang tahap 11.


“Saudari Dou Yi, bagaimana kalau kita bekerjasama saja. Supaya kita tak perlu mengeluarkan tenaga besar nanti,” bisik Xinran ketelinganya.


“Ide yang bagus saudari Xinran, apalagi Aku bisa memindahkan musuh ketempat lain. Nanti kau akan menjadi pelindungku!” sahut Dou Yi, menyetujui usulan Xinran.


“Yoi, kita akan menjadi duet mau!” seru Dou Yi tersenyum lebar berjalan ke arena pertandingan.


“Aku harap duo cantikku itu juga membuat kegemparan selanjutnya!” seru Xiuhuan dengan senyum tipis.


“Jangan terlalu berharap banyak,” sahut tetua ketiga yang juga duduk disebelahnya itu.


“Tentu saja aku berharap, kan sudah kukatakan tadi. Yang penting itu kualitas, bukan kuantitas.” Xiuhuan menjawab kembali pernyataan tetua ketiga itu.


Tetua ketiga hanya tersenyum tipis melihat Xiuhuan yang tetap kukuh dengan perkataannya. Sejauh ini, murid tetua ketiga hanya beberapa orang saja yang lolos ke tahap sistem gugur. Sedangkan Xiuhuan meloloskan satu ke sistem gugur dan satu sudah juara.


Secara kualitas, jelas Xiuhuan lebih unggul darinya. Walaupun ia memiliki banyak murid, secara tidak langsung juga, pernyataan Xiuhuan ada benarnya tentang pentingnya Kualitas dari pada kuantitas.


“Baiklah ... babak selanjutnya adalah level Pendekar Pedang tahap 11, semua peserta diharapkan naik ke arena,” kata wasit pertandingan itu.


Dou Yi dan Xinran lansung berdiri sejajar, bersiap menunggu aba-aba dari wasit untuk melempar sebanyak mungkin murid-murid tetua lain keluar arena.


“Mulaiiiiii!” seru wasit pertandingan.


“Pembelah Dimensi!” seru Dou Yi, sebuah lubang hitam muncul dihadapannya.


Para murid-murid tetua lain yang ingin berduel, lansung melirik kearah Dou Yi. “Apa itu?” kata mereka.


Bukan hanya murid-murid Sekte Teratai Biru yang keheranan, para tetua dan Kepala Clan juga ikut terkejut melihat jurus yang digunakan oleh Dou Yi.

__ADS_1


“Astaga ... kenapa Xiuhuan membiarkannya ikut pertandingan ini, apa ia tak takut mata-mata Paviliun Shadow akan melihat ini,” guman Tang Yin kesal, dengan kecerobohan yang dilakukan oleh Xiuhuan.


“Murid-murid tetua keenam walaupun sedikit, namun sangat bertalenta, ya Ketua Yin!” seru Ketua Clan Xiao.


“Betul Saudara,” jawab Tang Yin, kemudian berkata lagi, “Namun, saya berharap kemampuannya tak boleh bocor keluar. Ini semua demi keselamatan dan kedamaian kota Hua juga. Kuharap kalian paham konsekuensinya!”


Tang Yin tersenyum tipis, sambil mengelus-elus janggutnya. Namun, dibalik itu, tersirat nada ancaman pada para ketua Clan yang hadir menonton kompetisi ini.


“Ketua Yin jangan khawatir, kami selalu mengikuti perkataanmu dan selalu berada dibelakang Sekte Teratai Biru selamanya.”


Ketua Clan Wei meyakinkan Tang Yin, untuk tak terlalu mengkhawatirkan kecemasannya akan bocornya kemampuan unik Dou Yi keluar Sekte Teratai Biru.


Mereka tak mengetahui yang ditakutkan oleh Tang Yin bukanlah agar Dou Yi tak direkrut oleh Sekte besar. Namun, yang ditakutinya adalah keberadaan Dou Yi, terendus oleh Paviliun Shadow.


Jika mereka tahu Dou Yi berada di Sekte Teratai Biru, sudah dipastikan mereka tak akan segan-segan menghancurkan kota Hua, hanya untuk mendapatkan gadis itu. Itulah yang sangat ditakutkan oleh Tang Yin. Namun Xiuhuan malah melakukan tindakan ceroboh.


“Tetua keenam, aku akui kau memang memiliki murid berkualitas!” seru tetua ketiga. Kali ini, ia tak mengejek Xiuhuan lagi.


“Eh, kenapa?” sahut Xiuhuan kebingungan.


“Bukannya kau bilang, kemampuan Yi‘er tak boleh diketahui khalayak ramai,” kata Xiao Liu lagi.


“Astaga!” Xiuhuan menampar pipinya. “Kenapa aku bisa ceroboh begini,” katanya lagi.


“Memangnya kenapa kemampuannya tak boleh diketahui khalayak ramai!” sahut tetua ketiga yang menyimak pembicaraan mereka.


“Jika kemampuannya bocor ke pihak luar dan diketahui oleh Paviliun Shadow. Mereka pasti akan menyerbu kota Hua. Karena mereka membutuhkan Dou Yi untuk terhubung ke daratan utama!” seru Xiuhuan yang lansung tersenyum masam.


Ia melirik Ketua Sekte yang menyorotinya dengan tajam, membuat Xiuhuan berpaling ke arah lain. Xiuhuan yakin, nanti akan mendapat kata-kata mutiara dari Tang Yin setelah acara kompetisi selesai diadakan.


“Apaaaaa! Bodoh sekali kau tetua keenam!” sahut tetua ketiga lagi, mendengar nama Paviliun Shadow saja sudah membuat bulu kuduknya berdiri.

__ADS_1


Seluruh Pulau Niao pasti tahu, siapapun pihak yang bersengketa dengan mereka, akan dilenyapkan tanpa ada peradilan sama sekali.


“Hahaha ... sebenarnya aku sudah melarangnya. Namun, ia tetap ngotot untuk ikut. Kan, aku kasihan juga melihatnya. Padahal tadi kukatakan, agar tak menggunakan jurus Pembelah dimensi, eh ... malah dilakukannya.” Xiuhuan berbohong untuk menutupi kesalahannya.


“Aku tak percaya, kau pasti berbohong,” sahut Xiao Liu. “Ih, banyak sekali masalah yang kita hadapi nantinya.”


Xiao Liu tak tahu bahwa, Clan Yin yang mengancam keluarganya juga merupakan pendukung Paviliun Shadow juga.


Di arena kompetisi. Satu persatu murid-murid tetua lain lansung terhisap oleh lubang hitam yang muncul dari jurus Pembelah dimensi milik Dou Yi.


Setiap tebasan pedangnya, mengantarkan musuhnya ke tempat lain. Namun saat Dou Yi akan menebas salah satu murid andalan tetua ketiga. Tiba-tiba saja wasit datang menghentikannya.


“Eh, kenapa tetua?” tanya Dou Yi kebingungan. Karena ia merasa tak melakukan kesalahan apapun.


“Kau didiskualifikasi ...” kata wasit itu. Kemudian berbisik ke telinga Dou Yi, “Ketua Yin meminta jurusmu itu harus dirahasiakan, takutnya ada tikus yang bersarang di sini.”


Dou Yi lansung mengerti maksud dari wasit dan ia meninggalkan arena pertandingan, yang membuat heran para penonton. Padahal banyak yang mendukungnya tadi.


“Maaf semuanya, kami harus mendiskualifikasi peserta ini, karena jurusnya terlalu curang.”


Wasit itu memberikan keterangan singkat, tanpa menjelaskan lebih detail-nya lagi.


Xiuhuan hanya senyum-senyum masam saja, ia ceroboh tak mengingat Dou Yi sangat diincar oleh Paviliun Shadow.


“Saudari Yi‘er!” seru Xinran.


“Tak apa saudari Xinran! Kau lanjutkan perjuangan kita. Kamu pasti bisa!” sahut Dou Yi.


Xinran mau maju menyerang, namun wasit menghentikan pertandingan. Karena kuota sepuluh orang telah tercukupi.


Akhirnya Xinran lolos juga kebabak sistem gugur di pertandingan berikutnya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2