
“Tak perlu takut, selama tak ada keluarga Kerajaan lain yang memperhatikanmu, tak akan ada yang menyadari kau adalah manusia.” Serea mendekatinya lagi, “Siapakah namamu?” Dia mengelus wajah Xiuhuan.
Xiuhuan merasakan aroma wangi nan sejuk. Karena Serea seperti tidak menunjukkan permusuhan, ia merasa tak apa mengikutinya agar ia memiliki pihak yang menjaganya selama memasuki Charco de Sangue.
Xiuhuan kembali menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat. “Xiuhuan memberi hormat pada tuan Putri Serea dan bersedia menjadi pelayan Anda.” Xiuhuan menggunakan taktik penjilat—merendahkan dirinya agar tujuannya tercapai.
Bagi Xiuhuan harga diri tinggi itu tidaklah penting, saat dia menjadi yang terkuat suatu hari nanti. Kehormatan dan pujian akan datang dengan sendirinya.
“Hahahaha ... manusia memang memiliki akal yang banyak. Mereka penuh tipu daya dan menghalalkan segala cara agar tujuan tercapai.” Serea tertawa terkekeh-kekeh mendengar ucapannya.
Xiuhuan mengkerut kan keningnya dan tak menyangka Serea mampu membaca isi pikirannya. Mungkin Serea juga tahu ia sedang berfantasi liar saat menatap belahan bukit kembarnya itu.
“Tak perlu takut, karena aku suka dengan wajahmu yang tampan ini, ayo ikuti aku nanti cangkangnya tertutup!” Serea menarik tangan Xiuhuan ke dalam Charco de Sangue.
Xiuhuan merasa keadaan ini seperti saat ia pertama kali melakukan kontrak dengan Roh Pedang Sidat Listrik pertama kalinya. Di mana ia berada dalam ruangan gelap tanpa ada cahaya.
“Langsung saja berkultivasi, jangan masuk terlalu dalam. Nanti jiwamu tertelan oleh Charco de Sangue.” Serea mengirim suara telepati pada Xiuhuan.
“Aku mengerti tuan Putri Serea!” sahut Xiuhuan menangkupkan tinjunya walaupun tidak tahu di mana posisinya sekarang. “Semoga Anda berhasil berkultivasi dan naik tingkat!” Xiuhuan kembali memuji-muji Serea dengan teknik penjilatnya.
Serea tak menjawab dan Xiuhuan duduk bersila melakukan Kultivasi. Namun, ia tidak merasakan apapun dan tak ada qi yang terserap.
“Ini aneh?" Xiuhuan membuka matanya. “Apa aku masuk ke bagian terdalam saja? Percuma kalau tak di sini terus!” gumam Xiuhuan melesat ke bagian terdalam Charco de Sangue.
“Itu ‘kan inti kehidupan! Apa ada Siluman yang tertelan oleh Charco de Sangue!” Xiuhuan langsung mengambil bola putih bersinar terang itu dan menelannya. Kemudian ia merasakan sensasi hangat dalam tubuhnya. Roh Pedang Sidat Listrik seperti mendapatkan nutrisi dan terjadi gejolak Badai dalam Rongqinya.
Xiuhuan merasakan kekuatannya meningkat dan mencari lagi Inti Siluman yang lain. Namun, sangat sulit menemukannya, sehingga ia mondar-mandir dalam ruangan gelap dan hampa itu.
__ADS_1
Kalau ada Siluman yang sedang tidak berkultivasi, mungkin ia akan ditendang karena berkeliaran tak jelas.
Xiuhuan tidak mengindahkan peringatan dari Serea tadi dan tiba-tiba ia merasa tubuhnya seperti ditimpa oleh batu besar dan kesulitan bergerak.
“Aku harus kembali!”
Xiuhuan berusaha merangkak kembali, tetapi ia melihat Inti kehidupannya putih terang dan mengandung sengatan-sengatan listrik.
“Itu pasti Inti Kehidupan dari Siluman Sidat Listrik atau Naga berelemen Petir!" gumam Xiuhuan tergoda untuk mengambilnya, walaupun posisi Inti Kehidupan itu mengharuskannya masuk lebih dalam lagi.
Xiuhuan merangkak dan ia merasa pembuluh darahnya pecah dan darah mulai menyembur dari hidung, mulut dan gendang telinganya pecah.
“Aaaaaaaaa ... sakit!”
“Sakitttt!”
“Hahaha ... sensasi sakit ini seperti di neraka saja!” Xiuhuan menertawai nasib yang menimpanya dan tiba-tiba kedua bola matanya pecah. “Aaaaaaaaaaaaa!” Xiuhuan menjerit.
Dia tak bisa lagi melihat di mana posisi Inti Kehidupan itu, untungnya intuisinya tinggi dan terus memaksakan diri mendapatkan Inti Kehidupan itu.
Setelah perjuangan kerasnya, pembuluh darahnya pecah dan mengalami kebutaan, ia akhirnya mendapatkan Inti Siluman itu.
Xiuhuan merasa hidupnya sudah berakhir dan segera menelan Inti Kehidupan itu. Kemudian ia memejamkan matanya. “Ah, ternyata sampai di sini saja kehidupan belut tampan yang terkuat di alam semesta ini. Malah mati dengan jiwaku akan tertelan di Charco de Sangue ini seperti Roh Pedang Sidat Listrik,” gumam Xiuhuan meratapi nasibnya.
Kenangan-kenangan indah dengan istri-istrinya mulai muncul di benaknya, sehingga ia tak merasakan lagi penyiksaan yang tidak bisa diukur dengan teriakan-teriakan kerasnya.
***
__ADS_1
Xiuhuan membuka matanya dan melihat wanita cantik sedang berganti pakaian. “Ternyata aku sudah di surga, kenapa kamu malah memakai baju lagi. Sini peluk babang tampan,” goda Xiuhuan mengedipkan mata pada wanita cantik itu. “Eh, tunggu! Kamu ‘kan, tuan Putri Serea. Maaf aku tidak melihat tubuhmu yang mulus dan indah itu!” teriak Xiuhuan berbalik badan.
Serea mengkerut kan keningnya, ia merasa menyesal telah menyelamatkan manusia busuk ini. Apalagi dalam budaya Kerajaan Artick, tubuh wanita tak boleh dilihat oleh lawan jenis—kalau sudah terlihat, berarti mereka telah sah menjadi sepasang suami istri.
Serena menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan diri, bagaimana mungkin ia yang merupakan calon Ratu Kerajaan Artick akan menikahi manusia yang dalam Dunia Siluman itu mereka dianggap sebagai parasit.
“Aku naik ke tingkat Immortal Akhir!” Xiuhuan menyadari tubuhnya terasa makin kuat. “Hahaha ... Aku berhasil!” Xiuhuan mengepal tinjunya ke langit. Namun, tiba-tiba teknik penggabungannya dengan Roh Pedang Sidat Listrik berakhir dan ....
“Aaaaaaaa!” Serena menutup matanya dengan telapak tangannya. Namun, sela-sela jarinya dilonggarkan sedikit karena ia masih penasaran melihat belut tampan Xiuhuan. “Dasar manusia mesum! Tak beradab! Kamu hina sekali, apakah kamu ingin melakukan hal mesum denganku, Aku adalah Putri Mahkota sialan!” umpat Serena.
Xiuhuan menoleh ke bawah dan terkejut ia langsung membalut tubuhnya dengan selimut tebal.
“Mampus! Aku akan dipenggal, padahal baru saja naik tingkat Kultivasi,” keluh Xiuhuan hampir menangis. Di kemudian melompat ke arah Serea.
“Apa yang kamu lakukan manusia sialan!” seru Serea menyangka dirinya akan diterkam oleh Xiuhuan. “Tolong jangan lakukan itu!” teriaknya lagi tetapi ia merenggangkan kedua tangannya seolah-olah pasrah diterkam Xiuhuan yang datang seperti Harimau lapar itu.
“Maaf tuan Putri Serea!” Xiuhuan bersujud di kaki Serea yang kini berubah wujud seperti manusia. Karena mereka saat berada dalam ruangan atau rumah—pasti akan melakukan perubahan wujud agar tidak perlu membangun rumah yang besar kalau dalam wujud setengah Siluman. “Jangan penggal aku, tolong tuan Putri! Aku akan melakukan apa saja, asalkan jangan dipenggal.” Xiuhuan memohon dan mencium telapak kaki Serea.
“Eh, manusia sialan! Jangan dicium terus! Geli Kampret!” umpat Serea—ternyata ia tadi salah sangka, mengira Xiuhuan akan menerkamnya. Eh, ternyata cuma memohon ampunan seperti anak kecil yang dimarahi oleh ibunya.
Xiuhuan mundur beberapa langkah dan tersenyum masam menunggu jawaban dari Serea. Dia harus cepat-cepat kembali ke permukaan Danau Yu Xiao, karena merasa sudah lama berada di sini. Takutnya nanti Lou Xue meninggalkannya kembali ke Sekte Qingyun, atau kemungkinan terburuk ia akan menikah dengan Pangeran Qin Tianlong dan Wu Qinghou bersama murid yang lain memutuskan kembali tanpa dirinya.
Serea mimisan dan menyangka dirinya akan hamil. Karena ia masih polos dan menurut pelayan yang merawatnya di istana; apabila Siluman jantan menyentuh Siluman betina tanpa mengenakan pakaian, maka ia bisa hamil, sehingga ia sangat panik.
“Anu ... bisakah kamu memakai pakaian dulu, barulah kita bicara lagi," kata Serea malu-malu.
“Eh, aku lupa lagi, karena terlalu takut mati!” gerutu Xiuhuan segera mengenakan jubah baru dari cincin dimensinya.
__ADS_1