Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kemesraan


__ADS_3

“Shuyan ... Huanran! Ayo kita berangkat!” seru Xiuhuan setelah keluar dari dalam aula utama. Keduanya menunggu di luar, karena pendaftaran untuk kompetisi Sekte dilakukan oleh guru masing-masing.


Shuyan menyadari sesuatu yang janggal. “Tetua kedua! Kau mau kemana? Kenapa mengikuti kami?” tanya Shuyan berhenti melangkah.


“Eh, aku—”


Belum selesai ia bicara, Xiuhuan langsung memotong perkataannya. “Jangan begitu pada istri guru,” sela Xiuhuan sambil tersenyum lebar, sedangkan Xiao Liu hanya menunduk saja sedari tadi.


“Eeeeeeee!” kedua murid Xiuhuan kaget bukan main. “Ka-kapan guru menikah?” Shuyan bertanya kembali, ia seakan tak percaya dengan yang didengarnya ini.


“Ah, guru kan, menghilang beberapa hari. Saat itulah kami melakukan pernikahan diam-diam,” jawab Xiuhuan dengan santainya.


“Aku tak percaya, kemarin saja tetua kedua datang ke aula timur mencari guru!” Shuyan membantah perkataan Xiuhuan.


“Itu karena tetua kedua sudah tak sabar ingin itu ... ah, kalian belum cukup umur untuk mengetahuinya. Ayo, tak usah dibahas lagi!” Xiuhuan membohongi kedua muridnya yang tampak belum yakin dengan perkataan Xiuhuan.


Keempat orang itu kemudian meninggalkan gerbang Sekte dan menuju pasar kota Hua untuk jalan-jalan, merayakan kenaikan Level Kultivasi Huanran.


“Apa kau yakin mereka sudah menikah?” bisik Shuyan pada Huanran.


“Entahlah, kan Aku masih baru di sini, jadi masih belum memahami perilaku guru,” jawab Huanran berbisik juga pada Shuyan.


Shuyan memperhatikan keduanya yang berjalan dengan melakukan protokol kesehatan didepan mereka.


Xiuhuan mendengar gosipan kedua muridnya juga menyadari, bahwa mereka tak kelihatan seperti suami istri dan ia berhenti melangkah. Xiao Liu yang menunduk saja sedari tadi menabrak punggung Xiuhuan.

__ADS_1


“Au ... maaf-maaf, Aku tak memperhatikan jalanku,” jawabnya malu-malu.


Setelah mereka melakukan ritual bersama, perubahan sikap Xiao Liu terhadap Xiuhuan sangat tampak jelas sekali. Dulu ia sering memarahi Xiuhuan, bahkan hal yang sepele saja dikomentarinya juga.


“Liu‘er sayang ... sini rangkul suamimu ini,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar.


“Hmm, kemesuman guru telah kambuh lagi,” guman Shuyan menatap tajam Xiuhuan.


“Apa harus dirangkul, ya?” kata Xiao Liu pelan sambil merangkul sebelah kiri tangan Xiuhuan.


“Lebih erat sayang!” seru Xiuhuan sambil tersenyum lebar tampak jelas dimukanya bahwa ia sengaja mengatakan itu.


“Begini!” sahut Xiao Liu makin membenamkan tangan Xiuhuan kelipatan gunung bulan dan mataharinya.


“Stopppp!” teriak Shuyan yang sudah tak tahan melihat kemesuman gurunya. “Rasakan ini guru mesummmm, tendangan bebas!” Shuyan melompat menendang kepala Xiuhuan hingga terjungkal ke tanah.


Shuyan kaget, Xiao Liu malah membela gurunya yang terkenal dengan sebutan tetua mesum itu.


“Mantap Liu‘er aktingmu hebat juga, dengan ini akan tersebar rumor kita telah menikah,” bisik Xiuhuan ketelinganya.


“Hmm,” sahut Xiao Liu tersenyum tipis.


Rencana keduanya untuk menyebarkan rumor bahwa mereka pasangan suami-isteri ke seantero kota Hua mulai membuahkan hasil. Karena tak lama lagi rombongan keluarga Clan Yin dari kota Yan Luo akan datang melakukan proses lamaran pada Xiao Liu yang dijodohkan oleh ayahnya saat ia masih bayi dengan putra Clan Yin, Yin Song.


Dengan rencana ini, dipastikan proses lamaran itu akan gagal. Dan yang untung adalah Xiuhuan, karena dapat rejeki nomplok.

__ADS_1


“Ja-jadi tetua kedua adalah istri guru?” tanya Shuyan kembali, karena masih belum yakin apa yang dilihatnya itu.


“Iya, Shuyan ... maafkan kami, ya. Kami sebenarnya ingin mengajak kalian ke pesta pernikahan kami. Namun, guru kalian ingin kalian tetap fokus berlatih,” jawab Xiao Liu yang sudah paham dengan rencana Xiuhuan. Awalnya tadi ia masih ragu-ragu, apa sebenarnya yang direncanakan oleh Xiuhuan.


“Apaaaa! Xiao Liu mau menikah dengan tetua mesum itu!”


“Apa Xiao Liu disantet oleh Xiuhuan!”


“Iya, bisa jadi. Tak mungkin Xiao Liu yang baik dan berbudi luhur itu mau dengan orang mesum macam Xiuhuan!”


Penduduk kota Hua yang melihat mereka mulai bergosip. Sebenarnya kuping Xiuhuan panas juga mendengarnya. Namun, apa boleh buat, demi membantu Xiao Liu terpaksa ia rela dipanggil tetua mesum lagi.


“Sekarang kalian yakin, kan.” Xiuhuan bertanya kembali pada Shuyan, “tak perlu lagi ditutup-tutupi, kami memang suami istri,” kata Xiuhuan lagi.


“Iya-iya,” jawab Shuyan lesu, karena telah berburuk sangka pada gurunya.


Huanran dari tadi hanya menjadi pendengar yang baik saja. Karena ia masih baru menjadi murid Xiuhuan dan belum begitu akrab seperti Shuyan yang blak-blakan saja.


“Sudah-sudah, sebagai perayaan berhasilnya Huanran naik level Pendekar Pedang, kalian bebas membeli apa saja!” seru Xiuhuan.


“Betulkah?” sahut keduanya dengan semangat ‘45.


“Apa saja!” seru Xiuhuan lagi


Keduanya lansung berlari di pasar itu mencari barang yang ingin mereka beli. Sedangkan Xiuhuan dan Xiao Liu masih berjalan dengan Xiao Liu merangkul tangan Xiuhuan untuk pamer kemesraan pada penduduk kota Hua.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2