Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Permintaan Tetua Keenam & Tetua Kelima


__ADS_3

Tetua Kelima memasuki kediaman Xiuhuan yang sedang rebahan di ranjang, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya karena tiba-tiba tetua Kelima membuyarkan lamunannya dengan Lou Xue yang sedang bergulat di atas awan.


“Hei, apa para tetua di Sekte Pedang Awan ini tidak bisa mengetuk pintu lebih dulu? Bagaimana kalau aku sedang ... ah, lupakan! Kenapa kamu kemari?” Xiuhuan menatap tetua kelima dan ia sangat kesal sekali, kalau dia musuh yang menyerang secara tiba-tiba maka ia akan hancur berkeping-keping oleh jentikan jarinya.


Tetua Kelima langsung bersujud di hadapan Xiuhuan dan berkata, “Tuan Xiuhuan tolong bantu kami memperkuat Array pelindung selama setahun!” Dia rela melakukan hal memalukan ini, agar tetua keenam tidak menjual tubuhnya pada Xiuhuan.


“Setahun?” Xiuhuan mengerutkan keningnya, karena itu waktu yang sangat lama—padahal tujuannya ke sini adalah untuk mencari istrinya, bukan menjadi Pahlawan penegak keadilan. “Yang benar saja tetua kelima!” katanya lagi acuh tak acuh.


Tetua Kelima sudah yakin akan mendapatkan jawaban seperti ini, sehingga ia mengepal tangannya dan berniat membunuh Xiuhuan. Namun, bila ia melakukan itu, maka tetua keenam akan membencinya begitu juga semua orang yang ada di Sekte Pedang Awan ini.


“Aku bersedia melakukan apa saja, bahkan bila menjadi budakmu tetap akan kulakukan!” sahut tetua Kelima sembari membenturkan kepalanya ke lantai hingga berdarah, sehingga Xiuhuan tersenyum lebar—karena tidak menyangka tetua kelima akan melakukan hal ini dan ia curiga ini tidak sederhana, pasti ada pemicunya sehingga ia rela mempermalukan dirinya.


“Kenapa kamu melakukan ini? Apakah ada hubungannya dengan ....” Xiuhuan menekan suaranya, seolah-olah ia tahu apa yang ada dibenak tetua Kelima.


Helaan nafas panjang terdengar dari tetua kelima dan ia pun berkata, “Sekte Iblis Merah akan melakukan serangan besar dan Sekte Pedang Awan pasti tidak akan mampu menahannya. Kemudian tetua keenam berencana untuk menyerahkan tubuhnya pada tuan Xiuhuan agar mau memperkuat Array pelindung selama setahun.”


“Waw! Hadiah yang menarik!” canda Xiuhuan sehingga tetua kelima mengigit bibirnya hingga berdarah untuk menahan amarahnya agar tidak menyerang Xiuhuan. “Tetua keenam itu sangat cantik. Hmm, tapi kalau tetua mau menjadi budakku dan menuruti segala perintahku, mungkin aku akan mempertimbangkannya,” kata Xiuhuan lagi sembari menyeringai menatap tetua kelima.


“Aku setuju tuan Xiuhuan! Cepat katakan apa yang Anda inginkan!” sahutnya dengan senyum cerah.


“Benarkah? Bagaimana kalau aku memintamu untuk bertarung melawan Kultivator Sekte Iblis Merah itu?” Xiuhuan menguji kesetiaannya, apakah kata-katanya bisa dipercayai.


“Baiklah! Asalkan tuan Xiuhuan berjanji tidak akan menyentuh tetua keenam!” sahut tetua Kelima dengan sungguh-sungguh.


Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mendengar jawaban tetua kelima yang langsung kebingungan melihat reaksinya. “Aku hanya bercanda! Bagaimana aku memisahkan kalian!” canda Xiuhuan sehingga tetua kelima tersipu malu, karena Xiuhuan telah mengetahui bahwa ia sangat mencintai tetua keenam.

__ADS_1


“Karena kamu telah berjanji akan menuruti semua keinginanku, maka yang pertama yang kuminta adalah ceritakan tentang Dunia Biru padaku, termasuk mengenai Sekte, Clan-Clan, Kerajaan atau peristiwa besar yang terjadi di dunia ini!” kata Xiuhuan lagi, sehingga tetua kelima terkejut mendengarnya.


“Apakah Anda bukan berasal dari Dunia ini?” selidik tetua kelima yang tidak mengetahui bahwa di alam semesta lain ada kehidupan seperti di Dunia Biru.


“Ya, aku datang kemari untuk menjemput istriku yang pergi ke Clan Huo,” sahut Xiuhuan tanpa menjelaskan lebih detail kenapa istrinya ke sana.


Tetua kelima tidak bertanya lebih jauh tentang tujuan Xiuhuan dan ia pun menjelaskan garis besar tentang Dunia Biru, begitu juga jarak dari Sekte Pedang Awan ke Clan Huo adalah dari ujung Dunia ke ujung lainnya, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya—karena itu adalah perjalanan yang sangat jauh.


Satu batang dupa kemudian, tetua kelima telah menceritakan semua yang ia tahu tentang Dunia Biru pada Xiuhuan. “Apakah ada lagi yang tuan Xiuhuan butuhkan?”


“Aku akan menerima tawaran tetua keenam,” sahut Xiuhuan sehingga wajah tetua kelima berubah menjadi masam. “Namun, jangan khawatir. Aku tidak akan menyentuhnya, karena aku hanya memanfaatkannya untuk bersih-bersih rumahku dan memasak makanan ha-ha-ha! Anda jangan marah, karena dia saja tidak mengatakan apakah mencintaimu atau tidak. Secara teori aku masih bisa menjadi suaminya, apalagi aku sangat tampan!” canda Xiuhuan.


“Bukankah tuan Xiuhuan telah berjanji tidak akan—”


Xiuhuan melambaikan tangannya dan berkata, “Aku tidak akan menyentuhnya dan bila dia jatuh cinta padaku secara tulus, bagaimana dong?” Xiuhuan sengaja bermain-main dengan tetua kelima yang langsung mengerutkan keningnya.


“Ha-ha-ha! Kenapa aku jahat sekali? Tapi ini bagus untuknya, agar ia bisa berlapang dada dikemudian hari—bila tetua keenam malah menikah dengan orang lain, sehingga ia tidak jatuh ke Sekte sesat karena patah hati,” gumam Xiuhuan kembali rebahan untuk berkhayal lagi.


Tetua Keenam mendarat di halaman kediaman Xiuhuan, tetapi ia terkejut melihat pintu masih terbuka dan merasa ada Aura milik tetua kelima di sini.


“Tuan Xiuhuan!” sapa tetua keenam.


Xiuhuan tidak menyangka mangsanya langsung datang kemari, karena ia telah tahu tujuan tetua keenam, sehingga ia sangat senang akan memiliki dua budak tetua di Sekte Pedang Awan ini.


“Ya, ada apa?” sahut Xiuhuan menghampirinya sembari sengaja menguap dengan mulut terbuka lebar agar tetua keenam jijik menatapnya.

__ADS_1


Tetua keenam menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Ada permintaan yang ingin kusampaikan pada tuan Xiuhuan.”


“Katakan saja, kenapa nona tetua malah terlihat tegang begitu?” Xiuhuan mengerutkan keningnya.


Detak jantung tetua keenam berdebar-debar hebat, mulutnya terasa terkunci dan sulit mengungkapkan isi hatinya tersebut.


“Kalau untuk permintaan yang sulit, aku akan menolaknya. Cepat katakanlah!” kata Xiuhuan lagi, karena ia masih ragu-ragu untuk berbicara.


Tetua keenam mengerutkan keningnya mendengar ucapan Xiuhuan, yang mengatakan tidak mau melakukan permintaan yang sulit.


“Aku mewakili Sekte Pedang Awan memohon pada tuan Xiuhuan agar tinggal selama setahun di—”


“Aku menolak!” sela Xiuhuan memotong ucapannya. “Tetua Kelima juga mengatakan hal sama tadi!” Xiuhuan berkata acuh tak acuh dan langsung masuk ke dalam kediamannya.


Tetua keenam langsung mengikuti Xiuhuan dan menggenggam tangannya. “Tunggu tuan Xiuhuan! Aku akan melakukan apa saja yang diperintahkan oleh tuan Xiuhuan!” Tetua keenam membujuknya.


“Tetua Kelima juga mengatakan hal yang sama!” sahut Xiuhuan, sehingga tetua keenam mengerutkan keningnya.


“Apa saja, termasuk tubuhku!” teriak tetua keenam sudah tak tahan mendengar perkataannya yang selalu mengaitkannya dengan tetua kelima. Itu membuatnya sangat jengkel.


Xiuhuan tersenyum menatap tetua keenam dan berkata, “Anda memaksa atau memohon untuk dibantu? Kenapa Anda malah memarahiku?”


Tetua keenam mengerutkan keningnya dan mencoba memaksa untuk tersenyum. Dia kemudian berbaring di ranjang milik Xiuhuan dan mengedipkan mata menatap Xiuhuan. Ini adalah metode yang ia pelajari dari istri Ketua Sekte, setelah melakukan kursus singkat tadi.


Xiuhuan hampir tertawa terkekeh-kekeh, tetapi di tahannya dan berusaha tetap tenang. “Hmm, kebetulan sekali, sudah lama aku tidak melakukan pergulatan di atas ranjang, tetapi di sini sangat sempit, lebih baik kita ke kediaman tetua keenam saja dan tinggal bersama di sana,” kata Xiuhuan segera keluar dari kediamannya.

__ADS_1


Tetua keenam menghela nafas dalam-dalam dan segera menyusul Xiuhuan. Sebenarnya ia sangat takut tadi bila langsung diterkam oleh Xiuhuan, tetapi entah kenapa laki-laki tampan itu seperti sedang bermain-main saja dengannya. Dia sedikit kesal, tetapi demi Sekte Pedang Awan, segala cara harus ia tempuh.


__ADS_2