
Lou Yi mengeluarkan empat artefak sihir dan memerintahkan panitia kompetisi antar Sekte memasangnya ke empat penjuru arena. Setelah itu muncul cahaya terang yang membentuk kubah memenjarakan Xiuhuan dan Lou Yi.
Xiuhuan tercengang, lagi-lagi ia menemukan sesuatu yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“Itu adalah artefak level tinggi yang berfungsi sebagai perisai, jauh lebih kuat dari perisai yang melindungi Pulau Niao,” kata Lou Yi menjawab rasa penasaran Xiuhuan.
“Aku tidak perlu kagum, karena kalian memang lebih tinggi peradabannya dari kami,” sahut Xiuhuan mengeluarkan Pedang Roh Sidat Listrik.
Tubuh Xiuhuan mengeluarkan sengatan-sengatan listrik, membuat penonton makin riuh. Karena Xiuhuan menggunakan mode yang belum ia perlihatkan selama pertandingan tadi.
Lou Yi yang melayang di udara tersenyum, ia juga mengelus Pedang pusaka tingkat tinggi miliknya. Pedang Dewi Bulan berada di genggaman tangan Lou Yi.
“Pertandingan dimulai!” seru pembawa acara.
Xiuhuan lansung berinisiatif melakukan serangan pembuka. Xiuhuan menggunakan jurus tsunami untuk menutup pergerakan Lou Yi.
“Ayo cantik, bagaimana caramu melawanku. Aku adalah ikan dan ikan adalah aku di dalam air ini,” kata Xiuhuan sombong.
Immortal Lou Yi tampak tenang, ia memejamkan matanya dan membukanya lagi. Kedua bola matanya berubah menjadi putih, begitu juga dengan rambutnya.
“Tebasan Bulan Purnama!” seru Lou Yi.
Namun, saat Lou Yi menggerakkan tangannya, tiba-tiba Xiuhuan telah muncul di belakangnya dan melakukan tusukan pedang, tetapi cahaya putih mendorong tubuh Xiuhuan.
Lou Yi menebas kesegala arah dengan gerakan sangat cepat. Pendekar Pedang tahap 100 tak akan bisa melihat pergerakan itu. Mereka hanya melihat Lou Yi diam saja.
Sesaat setelah gerakan tebasan Pedang itu, cahaya putih seperti bola muncul, lama-lama bola itu makin besar dan besar kemudian meledakkan energi besar.
Perisai yang menutupi arena bergetar hebat menahan ledakan energi itu. Memunculkan gempa bumi di tribun penonton, sehingga menimbulkan kepanikan. Namun, panitia lansung bertindak cepat, dengan mengatakan arena tak akan runtuh.
Air yang menutupi arena seketika menghilang, Xiuhuan terlempar ke belakang menabrak dinding perisai. Xiuhuan merasakan tubuhnya seperti meledak saja saat menerima serangan itu. Untung saja ia mengenakan armor baju jirah emas.
“Sepertinya baju jirah emas ini juga senjata pusaka. Walaupun aku menerima sensasi tubuh—seakan meledak, tetapi aku melihat sekilas armor baju jirah emas ini menyerap energi yang datang itu,” gumam Xiuhuan tersenyum tipis.
Walaupun ia mengakui bukan tandingan Immortal Lou Yi, tetapi ia bisa melakukan perlawanan sengit berkat Armor baju jirah emas itu. Karena ia tidak perlu khawatir terluka berat, palingan merasakan sensasi-nya saja.
“Oo, ternyata kau juga mengambil armor baju jirah emas itu, ya.” Lou Yi melihat cahaya emas muncul dari tubuh Xiuhuan tadi. “Aku tak mengira akan memakainya, sungguh keputusan yang tepat. Kalau tidak dirimu sudah hancur berkeping-keping. Belum ada lawan yang bisa bertahan saat menerima serangan lansung energi Pedang Dewi Bulan.” Lou Yi menyeringai menatap Xiuhuan.
“Apa nenek-nenek cantik ini akan merebut armor baju jirah emas juga,” gerutu Xiuhuan pelan.
__ADS_1
Kali ini ia menggunakaan jurus seribu bayangan. Tak ada gerakan-gerakan aneh lagi, atau kata-kata “Kage Bunshin No Jutsu!”, karena level lawannya adalah yang terkuat di daratan utama.
“Kamu sungguh kejam Xiuhuan, teganya dirimu memanggilku nenek-nenek cantik,” sahut Lou Yi yang tiba-tiba dibelakangnya ada lingkaran aneh, sesaat kemudian berhamburan makhluk-makhluk aneh. Mulai Serigala besar berkepala tiga, manusia berkulit hitam dan besarnya tiga kali dari ukuran tubuh manusia biasa, ular bersayap dan sebagainya.
“Dirimu memang jauh lebih tua dariku kok, ngapain tersinggung,” balas Xiuhuan dengan wajah masam melihat makhluk-makhluk aneh yang memadati arena.
Lou Yi hanya menyeringai menatap Xiuhuan, seperti bibi-bibi mesum yang tak puas dengan layanan paman tak bisa tegang lagi.
Awan hitam muncul di langit, kilatan-kilatan petir menyambar didalam awan itu. Xiuhuan segera menggunakan jurus terkuatnya, karena yakin Kloning Manusia Air tak akan sanggup meladeni makhluk aneh itu.
Xiuhuan menekan pijakannya, ia bersiap melompat ke arah Lou Yi yang tak pernah berpindah dari posisinya.
“Tebasan Badai Petir!” teriak Xiuhuan melesat cepat ke arah Lou Yi. Petir-petir menyambar ke arena, menghancurkan makhluk aneh yang terus keluar dari lingkaran sihir dibelakang Lou Yi.
“Mengerikan sekali, ternyata murid Pedang Taiyang itu sangat kuat. Kenapa baru sekarang mereka memunculkannya? Apa jangan-jangan dia bukan berasal dari daratan utama juga.”
“Padahal aku berniat merampoknya, kalau begini mana berani lagi hahaha ....”
“Masih bisa, tetapi kita harus mengepungnya bersama-sama.”
“Lupakan saja! Dia telah mendapat jaminan keamanan dari Paviliun Shilin.”
Xiuhuan menebas Lou Yi, Siluet Sidat Listrik juga mengiringi tebasannya itu. Namun, Lou Yi tetap di posisinya dan menggerakkan Pedang Dewi Bulan.
“Tebasan Bulan Sabit!” seru Lou Yi.
Cahaya putih tipis memotong Siluet Sidat Listrik, Xiuhuan sudah mengantisipasi serangan itu. Dia langsung membuat perisai air berlapis-lapis, sembari menebas cahaya putih itu.
Sementara itu, sambaran petir beruntun menghanguskan makhluk dari lingkaran sihir yang dibuat oleh Lou Yi, tetapi Lou Yi tak tersentuh sedikitpun oleh sambaran petir itu.
Setiap sambaran petir yang melesat ke arahnya, tiba-tiba sambaran petir itu menghilang entah ke mana.
“Apa yang terjadi? Kenapa ketua Sekte tidak terkena sambaran petir itu?” Wei Fang Yin penasaran.
“Beliau memindahkan sambaran petir itu ke tempat lain. Beliau itu bisa menggunakan jurus Teleportasi. Sebuah jurus yang bisa berpindah tempat sesuka hati penggunanya,” sahut guru Wei Fang Yin menjawab rasa penasarannya.
“Gila! Ketua Sekte sudah seperti Dewi saja, serangannya begitu menakutkan. Begitu juga dengan Xiuhuan, ia lumayan tangguh juga,” kata Wei Fang Yin lagi dan gurunya membenarkan ucapannya.
***
__ADS_1
Cahaya putih itu memotong perisai air dengan mudah hingga lapisan terakhir. Xiuhuan pucat, ia merasakan energi besar dari cahaya putih itu. Ternyata perisai air tak cukup untuk melemahkan energinya.
“Tebasan Halilintar!” seru Xiuhuan menebas cahaya putih itu, tetapi tubuhnya tetap terkena cahaya putih dari tebasan bulan sabit Lou Yi.
Xiuhuan lagi-lagi terpental berguling-guling di arena, penonton bersorak gembira sambil menghitung beberapa kali ia berguling-guling.
“10”
“15”
“25”
“50”
“Hahaha ... mampus kau Xiuhuan!” umpat para penonton senang melihat Xiuhuan menderita.
Lou Yi menggerakkan Pedang Dewi Bulan, membuat Xiuhuan panik padahal ia belum sempurna berdiri. Karena merasakan tubuhnya mati rasa. Proses regenerasi lukanya berjalan lambat, terpaksa Xiuhuan menopang tubuhnya pada Pedang Rohnya.
“Tebasan Bulan Sabit, 15 Sudut!” seru Lou Yi.
Lima belas Cahaya Putih tipis melesat seketika ke arah Xiuhuan.
“Pusaran gelombang air!” seru Xiuhuan bertahan. Namun, cahaya putih itu menghancurkan pertahanan yang dibuat oleh Xiuhuan. Cahaya putih itu menyayat tubuh Xiuhuan hingga meninggalkan luka dalam.
“Hebat juga artefak pertahanan yang ia kenakan itu. Padahal tadi adalah salah satu jurus tingkat tinggi,” gumam Lou Yi memperhatikan Xiuhuan yang mencoba berdiri dengan bertumpu pada Pedang Rohnya.
“Babang tampan,” gumam Gu Ruyan sedih melihat kondisi Xiuhuan. Namun, ia menutup matanya, begitu juga dengan gadis-gadis yang lain, walaupun mereka tetap melonggarkan sedikit jarinya melihat itunya Xiuhuan yang berdiri begitu perkasa.
“Hei, Immortal mesum!” umpat Xiuhuan. “Kenapa kau hancurkan pakaianku,” keluhnya lagi, untung saja ia sudah membeli banyak pakaian di kota Shenlong ini saat jalan-jalan bersama Gu Ruyan.
“Ara ... Ara ... ternyata tubuhmu begitu menarik, tapi sayang sekali aku tidak tertarik. Aku telah memiliki kekasih Immortal,” sahut Lou Yi tersenyum lebar.
Melihat Xiuhuan masih sanggup berdiri, Lou Yi kini menyimpan Pedang Dewi Bulan dan menjentikkan jarinya. Tiba-tiba dari dalam tanah muncul rantai raksasa, sedangkan dari udara muncul ribuan anak panah berapi melesat dengan cepat ke arah Xiuhuan.
“Aku menyerah!” teriak Xiuhuan.
“Hei jangan begitu dong, aku masih ingin latih tanding denganmu. Aku tahu kamu menyimpan qi milikmu, mungkin kamu baru menggunakan 5% saja, makanya seranganmu terasa seperti gigitan semut saja,” keluh Lou Yi. Karena Xiuhuan tak mengerahkan seluruh kekuatannya.
“Capek tahu berkultivasi mengisi ulang qi dalam Rongqiku, belum lagi biayanya bisa bikin jatuh miskin. Kau kaya mah enak! Pokoknya aku menyerah, juara dua itu sudah lumayan. Walaupun tidak bisa enak-enakan denganmu,” sahut Xiuhuan yang sudah mengenakan pakaian bagus.
__ADS_1
...⚔️Bersambung ⚔️...