
“Beraninya kau manusia mengambil telur-telurku!” gerutu Monster Ular Cobra emas dengan tatapan tajam dan penuh niat membunuh.
Xiuhuan terkejut mendengar kemarahan Monster Ular Cobra emas itu—yang mengetahui kalau dirinya adalah manusia yang sedang berkamuflase menjadi Iblis tampan.
Xiuhuan menyeringai menatap Monster Ular Cobra emas dan berkata, “Sepertinya kau harus mati ditanganku sekarang. Karena kau telah mengetahui identitasku hehehe ....”
Tongkat bambu yang kini berwarna emas langsung memanjang dan menyerang Ular Cobra emas yang langsung melibas tongkat bambu itu dengan ekornya.
Tongkat bambu itu terhempas menabrak dinding gua, sehingga menimbulkan getaran yang sangat kuat dan Yu Qingyi berserta Iblis wanita lainnya terkejut merasakan getaran seperti gempa bumi itu.
“Apakah Xiuhuan gege sedang bertarung?” Yu Qingyi merasa cemas dengan keadaan tuannya itu.
“Ini hanya penomena alam saja, lagi pula ia mengejar Rubah kecil itu—mereka pasti baik-baik saja, karena sesama monster pasti merasakan keberadaan monster lainnya dan Rubah kecil masih berlevel rendah—ia pasti takut mendekati monster berlevel tinggi,” sela Kong Youyou menepis dugaan Yu Qingyi yang takut Xiuhuan sedang bertarung melawan monster Level tinggi.
Yu Qingyi merasa lega, setelah mendengar penjelasan dari Kong Youyou dan melanjutkan memetik rumput musim dingin sebanyak-banyaknya, agar Xiuhuan merasa senang saat kembali nanti. Tentu saja ia berharap mendapatkan pujian dari Iblis tampan itu.
Xiuhuan tak menyangka ternyata Ular Cobra emas yang sedang mengerami telurnya itu masih memiliki tenaga dalam yang kuat, padahal Monster Ular membutuhkan waktu seratus tahun mengerami telurnya—tentu saja ia tak akan pernah meninggalkan sarangnya dan menggunakan energi spiritual-nya untuk bertahan hidup.
“Xiao Huli! Pegangan yang erat, onichan (kakak) akan memukul Ular sawah ini hingga gepeng dan kita akan memakan ular panggang nanti hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh sembari memendekkan tongkat bambu emasnya dan melompat ke arah Ular Cobra emas, sementara Rubah kecil tampak berteriak-teriak kesenangan melihat Xiuhuan melawan monster dihadapannya itu.
“Manusia laknat! Rasakan ini!” umpat Ular Cobra emas menyemburkan racun mematikan.
Namun, Xiuhuan mengeluarkan Pill penangkal racun dan meminumnya, begitu juga dengan Rubah kecil, sehingga mereka tak terpengaruh oleh racun yang disemburkan oleh Ular Cobra emas itu.
__ADS_1
Tongkat bambu emas Xiuhuan mendarat di kepala Monster Ular Cobra emas, sehingga ia merasa sedikit pusing tetapi langsung menggerakkan ekornya untuk melilit tubuh Xiuhuan.
Namun, itu tak bekerja sesuai keinginannya, karena Xiuhuan langsung berpindah tempat kebelakang Ular Cobra emas dengan menggunakan jurus Langkah Kilat.
Monster Ular Cobra emas yang merupakan monster terkuat di gua ini, merasa tubuhnya terlalu besar—sehingga kesulitan menghadapi Xiuhuan yang begitu lincah dan gesit.
Dia menghempaskan ekornya membabi buta agar dinding gua longsor dan menimbun mereka—ia berniat bunuh diri bersama Xiuhuan, karena telurnya sudah dicuri, maka keinginannya untuk hidup sudah tak ada lagi.
“Kau berniat menghancurkan gua ini? Namun, itu tak akan mudah ular sawah!” ejek Xiuhuan sembari mengeluarkan qi unsur air menggenangi gua dan memadatkannya dengan elemen emas menjadi tiang pancang menyangga gua agar tidak runtuh.
Monster Ular Cobra emas sangat murka dengan tindakan Xiuhuan itu, ia kebingungan—bagaimana cara mengalahkan manusia laknat itu. Kemudian ia berpikir mungkin dengan menelannya maka manusia itu akan mati didalam perutnya, sehingga ia melesat dengan kecepatan tinggi kearah Xiuhuan.
Saat Ular Cobra emas membuka mulutnya lebar-lebar, Xiuhuan segera memperbesar Tongkat Bambunya, sehingga masuk sangat dalam ke dalam perut Ular Cobra emas, sehingga ia tak bisa menutup mulutnya kembali.
Telur berwarna emas itu retak dan tampak bayi mungil Ular Cobra emas menguap menatap Xiuhuan, ia tampak imut sekali dan Xiuhuan langsung kasihan melihat induknya.
“A-anakku!” teriak Ular Cobra emas itu.
Xiuhuan menyeringai menatap induk Ular Cobra emas dan Xiuhuan mengambil anaknya serta berpura-pura akan memakannya.
“Tidakkkkkkk!” teriak induk Ular Cobra emas. “To-tolong jangan bunuh dia, hanya dialah satu-satunya keluargaku. Suamiku telah mati ratusan tahun yang lalu karena kami melakukan Kultivasi ganda dan mengorbankan jiwanya agar aku bisa menetaskan ketiga telurku, tetapi kau malah memakan mereka.
Rubah kecil geleng-geleng kepala dan berkata sesuatu yang tidak dimengerti oleh Xiuhuan, tetapi induk Ular Cobra emas itu mengetahui bahasa yang ia gunakan.
__ADS_1
“Jadi, kalian hanya memakan telur busuk saja dan hanya telur itu yang memiliki kehidupan," sahut induk Ular Cobra emas—senang mendengar penjelasan dari Xiao Huli. “Kalau begitu tarik kembali Tongkat Bambu ini dari mulutku manusia laknat, sampai kapan aku berada diposisi begini,” gerutunya.
Xiuhuan hampir muntah mendengar ucapannya, ia tak menyangka ternyata telah dijejali telur busuk oleh Rubah kecil itu. Namun, demikian—ia tetap menerima keuntungan besar, karena elemen Emasnya makin kuat setelah menelan telur itu.
“Tenang saja, aku akan merawat anakmu dengan baik seperti aku merawat Rubah kecil ini, tetapi sebagai kompensasinya aku akan memanggangmu dan tak perlu cemas, aku akan membiarkan Kristal-mu dimakan oleh anakmu, sehingga ia tumbuh menjadi monster yang sangat kuat di masa depan hehehehe ....” Xiuhuan menyeringai sembari menjulurkan lidahnya mengejek induk Ular Cobra emas.
Induk Ular Cobra emas terkejut mendengar ucapan Xiuhuan, ia tak menyangka manusia dihadapannya itu sangat serakah dan ia hanya bisa meneteskan air mata.
“Bi-bisakah aku mencium anakku dulu sebelum kau membunuhku?” Induk Ular Cobra emas tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena keselamatan anaknyalah yang paling penting daripada nyawanya sendiri.
Xiuhuan tersentuh mendengar ucapannya, ia tak menyangka induk Ular Cobra emas itu rela mati demi anaknya. Padahal bisa saja Xiuhuan berbohong dan membunuh keduanya, tetapi sang induk Ular Cobra emas memilih percaya dengan ucapannya itu.
“Hmm, kalau kau memberikan aku harta yang bagus, mungkin aku akan mempertimbangkan untuk membiarkanmu tetap hidup. Karena merawat bayi ular itu akan sedikit merepotkan, bisa saja aku berubah pikiran dan melahapnya saja," kata Xiuhuan acuh tak acuh sembari memicingkan mata melihat respon induk Ular Cobra emas itu.
“K-kau bisa pergi kebagian terdalam gua melalui lubang selatan, di sana ada cincin dimensi milik Iblis yang telah mati jutaan tahun yang lalu saat bertarung denganku dan suamiku. Aku tak tahu apakah sudah ada yang mengambilnya, tetapi menurut ingatanku—belum ada yang memasuki gua ini lebih dalam selain dirimu,” sahut induk Ular Cobra emas, senang mendengar ucapan Xiuhuan—ternyata masih ada harapan hidup untuknya.
Xiuhuan sangat senang mendengarnya, ia tak menyangka akan mendapatkan harta Karun. Ini adalah keuntungan besar, karena ia tak bersama dengan nona muda dari Clan Kong, sehingga semua harta milik Iblis itu akan menjadi miliknya.
“Sampai kapan kau akan membiarkan aku berada dalam posisi ini? Apakah kau ini masokis, manusia sialan!” gerutu induk Ular Cobra emas, karena Xiuhuan belum juga mencabut Tongkat bambu dari mulutnya.
“Ah, aku kira kau suka dengan posisi itu hehehe ...." Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh dan menarik kembali Tongkat Bambu. “Baiklah, maafkan atas ketidak sopanan kami monster cantik. Semoga kau dan anakmu menjadi pasangan yang serasi ribuan tahun kedepan, karena anakmu ini jantan dan kuberikan nama Xiuhuan saja agar kau selalu mengingatku hehehe ....” Xiuhuan langsung kabur, karena takut induk Ular Cobra emas itu akan marah karena telah dipermainkan olehnya.
“Aku tak sudi memberikan nama anakku dengan namamu, manusia sialan!" umpat induk Ular Cobra emas, tetapi punggung Xiuhuan sudah menghilang ditelan kegelapan gua tersebut. “Cih, aku harus pindah dari sini, takutnya dia datang lagi dan menangkapku,” gumam Ular Cobra emas sembari membawa bayinya.
__ADS_1