Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Identitas Sang Hakim


__ADS_3

Zhang Yan mendengus kesal, lagi-lagi Xiuhuan nampak tak serius. Zhang Yan beranjak dari tempat duduknya dan membuatkan dua gelas teh untuk mereka.


"Sekarang lansung saja ke intinya!" seru Zhang Yan sudah tak bersemangat lagi.


"Hehehe jangan gitu dong!" Xiuhuan mengelus rambut Zhang Yan.


Zhang Yan menatap wajah Xiuhuan, ia ingin menerkamnya, namun ia tahu itu pasti akan gagal lagi seperti sebelumnya.


Xiuhuan yang menyadari apa yang ada dalam pikiran Zhang Yan. "Aku akan meminta informasi padamu, sebagai balasannya kau bisa memiliki aku malam ini. Bahkan jika informasi yang kau berikan itu memuaskan, aku akan menambah beberapa koin emas untuk biaya pernikahan kalian."


"Betulkah?" Zhang Yan bersemangat kembali, "tapi aku yakin pasti informasi yang sensitif yang kau inginkan!" Zhang Yan menyadari kalau Xiuhuan merupakan anggota sebuah Sekte.


"Aku hanya ingin informasi mengenai hakim, apalagi kalau kau tahu hakim mana yang akan menyelidiki kasus di kota Hua." Xiuhuan menyampaikan tujuannya.


"Ah, itu sih gampang ...."


Zhang Yan lansung menyambar bibir Xiuhuan, namun kali ini berhasil, Xiuhuan tak sempat menghindar.


"Betulkah ...." Xiuhuan mendorong muka Zhang Yan. "Tapi ini informasi yang sangat rahasia?" Xiuhuan masih tak percaya dengan ucapan Zhang Yan.


"Ayolah, aku minta upahku. Besok informasi yang kau minta akan kuserahkan."


Zhang Yan melepaskan baju Xiuhuan, namun Xiuhuan tetap menolak. Ia belum sepenuhnya yakin dengan ucapan Zhang Yan.


"Ayolah, Bang ... kau ingin informasi tidakkkkkkkk!" Zhang Yan lansung menerkam Xiuhuan yang tampak pasrah saja.


***


Ding ... dong ... Drone yang merekam adegan syuting mereka terbang ke langit. Karena Sang Sutradara masih terlalu polos untuk menggambarkan adegan ini🔞😁😁😁


*** ep momen leter🥴

__ADS_1


Kedua insan itu terlelap tidur, setelah melakukan olahraga ekstrim yang cukup membuat babi-babi di bawah rumah menjadi ribut. Bahkan beberapa tetangga juga keberatan, namun mereka tak bisa berbuat apa-apa. Mereka mengira pria bersama Zhang Yan adalah tunangannya sendiri yang merupakan seorang Pasukan Kerajaan Han.


Pagi-pagi, Xiuhuan kembali ke penginapan. Nampak Xiao Liu beranjak dari restoran penginapan, ia mau kembali ke kamarnya.


"Apa sudah selesai misimu?" Xiao Liu bertanya pada Xiuhuan yang berjalan serampangan.


"Belum ..." jawabnya singkat. Dia merasa kecapaian, Xiuhuan tak menyangka Zhang Yan begitu buas, hingga bernafaspun sulit bagi Xiuhuan.


"Sepertinya kau kelelahan, jangan terlalu dipaksakan ..." Xiao Liu mengikutinya dari belakang.


"Iya ... aku harus pilih-pilih misilah setelah ini," jawab Xiuhuan memasuki kamar penginapan. Dia lansung tidur terlelap.


Xiao Liu nampak kebingungan, misi apa yang telah dilalui oleh Xiuhuan hingga kelelahan begini. Dia kemudian membuka jendela penginapan dan memperhatikan pemukiman kumuh dipinggiran kota Tianwu ini. Pikirannya kini bercampur aduk, masalah silih berganti diterimanya, untung saja ada Xiuhuan yang dijuluki tetua mesum di sektenya karena sering meniduri janda-janda di kota Hua demi membayar hutangnya. Namun, ialah yang menjadi penyelamatnya.


Xiao Liu memandangi wajah tampan Xiuhuan, "jika saja kau seorang Pendekar Pedang yang baik dan dan tak mesum. Aku mungkin akan tergila-gila padamu," guman Xiao Liu. Ia kemudian ikut tidur di ranjang sebelahnya.


Xiao Liu sudah bangun berkali-kali hari ini, namun Xiuhuan tetap terlelap tidur. Xiao Liu grasak-grusuk di dalam kamar itu. Mau keluar ia tak berani, sebab kini ia trauma dengan kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini.


"Apa Liu'er takut keluar, ya?" Xiuhuan berpikir begitu sambil mandi.


Setelah selesai mandi, Xiuhuan mengajak Xiao Liu ke lantai bawah. Perutnya sudah keroncongan. Xiao Liu lansung mengangguk setuju.


Di restoran penginapan Zhang Yan senyum-senyum menatap Xiuhuan. Dia tak mengira akan menaklukkan Pemuda tampan itu sampai menyerah tak sanggup lagi bergerak.


Xiuhuan lansung tersenyum masam dan memesan makanan dengan lauk gulai daun singkong tumbuk dengan sambal tuk-tuk. Sedangkan Xiao Liu hanya memesan teh hangat saja.


Zhang Yan kemudian menghampiri mereka dan duduk disamping Xiuhuan. Xiao Liu merasa aneh dengan sikap yang ditunjukkan oleh Zhang Yan, namun ia diam saja.


Dengan senyum manis Zhang Yan memberikan secarik kertas. Ia kemudian mencium pipi Xiuhuan dan kembali ke mejanya. Sontak Xiao Liu melongo melihatnya.


"Tak usah dipikirkan, dia memberikan kita informasi mengenai hakim!" Xiuhuan menghilangkan kecurigaan Xiao Liu bahwa dia telah melakukan hal kotor.

__ADS_1


"Betulkah ...." Xiao Liu meliriknya dengan senyum mengejek. Ia tahu jika Xiuhuan sering melakukan hal mesum di kota Hua jika membutuhkan sesuatu. Seperti kejadian tempo hari, ketika ia membutuhkan Kitab tingkat tinggi untuk muridnya, Shuyan. Xiuhuan hampir melakukan hal mesum dengan tetua aula barat, Su Bimbing. Namun, gagal karena tetua Sumberdaya, Feng Xi ada disana.


"Sudahlah Liu'er, ini demi kota Hua juga." Xiuhuan merasa alasan apapun yang ia berikan Xiao Liu tak akan percaya.


Xiao Liu kemudian berhenti mengejaknya dan ikut melihat surat yang diberikan oleh Zhang Yan pada Xiuhuan.


"Bukannya itu adalah Hakim paling kejam di Kerajaan Han ini, ia tak akan segan-segan menghancurkan Clan atau Sekte yang tak disukainya. Juga ia adalah satu-satunya Hakim wanita di kerajaan Han ini. Si mata satu Jia Li." Xiao Liu membaca surat itu.


Mereka kaget mengetahui jika Jia Li yang akan menyelidiki kasus di kota Hua. Jia Li adalah Pendekar Pedang tahap 80 dengan tubuh berotot dan bermata satu. Matanya terluka melawan salah satu ketua Sekte tingkat menengah dulu. Ketua Sekte itu melawan ketika dinyatakan bersalah oleh Jia Li.


Tak ada yang berani macam-macam padanya, bahkan Raja sendiri sangat menghormati semua keputusan yang ia buat, walaupun tanpa sepengetahuannya.


Xiuhuan lansung terkulai lemas, entah mimpi apa dia tadi sehingga harus melewati kenyataan yang begitu berat ini.


"Hahaha, ayo gunakan rayuan mautmu padanya!" seru Xiao Liu mengejek Xiuhuan yang hanya tersenyum masam menanggapi ejekan Xiao Liu.


Xiuhuan beranjak dari tempat duduknya diikuti juga oleh Xiao Liu. Mereka menghampiri Zhang Yan. Xiuhuan belum yakin sepenuhnya atas informasi yang diberikan olehnya.


"Dari mana kau mendapatkan informasi ini?" Xiuhuan bertanya pada Zhang Yan yang senyum-senyum padanya.


"Tentu saja dari kakak iparku yang bekerja sebagai juru tulis di istana," jawab Zhang Yan. Ia tahu Xiuhuan tak meyakini informasi yang diberikan olehnya. Namun, ia tak peduli lagi akan hal itu, karena ia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Betulkah?" Xiuhuan masih ragu-ragu.


"Apa kau mau ronde kedua, aku akan pertemukan kau dengan kakak iparku?" Zhang Yan menggoda Xiuhuan.


Xiao Liu lansung yakin Xiuhuan telah menggadaikan tubuhnya pada wanita mesum dihadapannya itu. Dia hanya senyum-senyum saja, tak mengira Xiuhuan akan bekerja sejauh itu.


"Aku yakin ... aku menyerah untuk kedua kalinya!"


Xiuhuan lansung keluar dari penginapan, ia ingin mencari informasi mengenai Jia Li. Hakim wanita paling ditakuti di Kerajaan Han. Xiao Liu kini ikut, karena ia merasa bosan di dalam penginapan terus, walaupun masih was-was, jika ada nanti yang akan menggodanya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2