Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pelelangan Kota Lan Hu


__ADS_3

“Aku sudah membagikan mereka semua Kristal Kuning Xiuhuan gege!” seru Yu Qingyi begitu Xiuhuan muncul kembali bersama Ma Rou dan Liang Song.


Xiuhuan membelai rambutnya dan berkata, “Bagus Qingyi‘er.” Dia sengaja memujinya, karena anak-anak biasanya suka dipuji walaupun tubuhnya seperti wanita dewasa, tetapi pikirannya masih kekanak-kanakan. Kemudian Xiuhuan menatap para wanita dan anak-anak Clan Liang. “Kalian boleh pergi sekarang dan aku berharap kalian bisa memulai hidup baru dan tak perlu dendam padaku, karena aku akan meninggalkan kota Lan Hu juga. Jadi, kesempatan balas dendam atas kematian keluarga kalian tak akan pernah terwujud.”


Dengan wajah masam, mereka meninggalkan kediaman Clan Liang, sedangkan Xiuhuan segera menuju Paviliun Lelang kota Lan Hu.


Tak berselang lama, mereka akhirnya memasuki Paviliun Lelang kota Lan Hu dan disambut langsung oleh pemilik Paviliun Lelang itu, karena ia telah mengetahui kabar tentang Clan Liang yang telah dihancurkan oleh Kultivator misterius, sehingga ia tak boleh menyinggung Kultivator itu agar tidak bernasib sama seperti Clan Liang.


“Aku Gao Li, Pemilik Paviliun Lelang ini menyambut kedatangan Nona Rou, Tetua Song dan ....” Gao Li menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat dan ia menatap Xiuhuan—dia yakin Kultivator misterius itu adalah Iblis tampan ini, tetapi kenapa tingkat Kultivasi-nya hanya Ranah Dark Star Tingkat Sembilan saja, malah lebih kuat Yu Fen yang kini di Ranah Demon God tingkat Satu.


“Dia tuan muda Xiuhuan, pemilik Clan Liang saat ini,” sela Liang Song.


“Ah, aku bukanlah pemilik Clan Liang, bukannya tuan Song sudah kuangkat menjadi Ketua Clan,” kata Xiuhuan bersikap rendah hati.


Gao Li tersenyum masam, ternyata yang menghancurkan Clan Liang hanya Pemuda tampan, tetapi ia tetap bersikap hormat pada Xiuhuan. Karena ia tahu Xiuhuan mungkin saja sengaja menyamarkan tingkat Kultivasi-nya agar lawannya menganggap remeh dirinya, karena Ma Rou saja tampak tak berdaya, padahal ia berasal dari Clan besar, seharusnya Kultivator lain akan berpikir dua kali bila ingin mencari masalah dengannya.


“Baiklah tuan Xiuhuan, Nona Rou dan tamu terhormat kami, mari kita masuk ke dalam dulu," kata Gao Li.


“Aku tidak punya waktu yang lama di kota kecil ini. Langsung saja, aku akan melelang Kota Lan Hu pada Clan lain yang berminat membelinya. Apakah kamu bisa melakukannya?” Xiuhuan berkata dengan seringai tipis diwajahnya.


Gao Li mengerutkan keningnya, baru kali ini ia mendengar sebuah kota dilelang. Bukankah itu akan memancing reaksi dari Clan besar?

__ADS_1


“Bagaimana tuan Li? Anda tak perlu memikirkan konsekuensinya, kalau semua Clan besar berkumpul—mereka tak akan membuat keributan di kota kecil ini,” kata Xiuhuan membuyarkan lamunan Gao Li


“Baiklah tuan muda Xiuhuan, acara lelang akan diadakan sore nanti. Jadi, nikmatilah hidangan yang akan kami sediakan sembari menunggu acara lelang dimulai,” sahut Gao Li.


Dia tak menyangka Xiuhuan telah memikirkan konsekuensi atas hal ini dan tidak takut walaupun Clan besar ikut menghadiri acara lelang. Sekuat apakah sebenarnya dia itu? Gao Li tak bisa membayangkannya.


Gao Li langsung menyebar informasi Pelelangan kota Lan Hu ke seluruh wilayah Utara Benua Dayan itu dan yang boleh ikut adalah peserta yang memiliki kekayaan minimal setara Dua Kristal Merah.


***


Sekte Tengkorak tak menyangka ada yang menghabisi Liang Cheng dan melelang Clannya. Ketua Sekte Tengkorak langsung memerintahkan salah satu tetua untuk menghadiri acar pelelangan itu untuk melihat siapa pelakunya.


Tetua Yan Ri sebenarnya ingin melihat sendiri apakah Yu Fen terlibat dalam penghancuran Clan Liang itu, tetapi Yang Fei tidak menunjuknya dan malah memilih tetua lain yang pergi.


Di Kediaman Clan Ma, Ketua Clan sangat marah saat mengetahui Clan Liang telah dihancurkan. Karena istri Liang Cheng adalah Keponakannya, dia takut Ma Rou akan dijadikan budak atau telah dibunuh oleh Kultivator yang menghancurkan Clan Liang itu.


“Ma Huang! Saat kau berada di sana, apakah kau merasakan ada kekuatan besar di sana?” tanya Ketua Clan Ma.


“Aku tidak merasa ada kekuatan besar di sana. Namun, ada Kultivator misterius yang dapat menggunakan elemen unik dan belum pernah kulihat sebelumnya. Dia bisa mengendalikan Pedang qi berwarna emas, tetapi masalahnya Aku tidak bisa melacak di mana keberadaan Kultivator yang mengendalikan Pedang qi emas itu," sahut Ma Huang.


“Ketua! Biarkan aku pergi ke kota Lan Hu dan menghancurkan pihak yang telah membunuh putriku itu!” seru ayah Ma Rou—yang juga tetua Clan Ma tersebut.

__ADS_1


“Tenangkan dirimu adik! Aku pasti akan membuat perhitungan pada pihak yang telah menghancurkan Clan Liang. Namun, kita tidak boleh bertindak gegabah, bisa saja kabar ini tidak benar dan hanya memancing agar semua Clan besar berkumpul di kota Lan Hu.” Ketua Clan Ma menyela ucapannya. “Namun, aku tidak tahu, apa yang sebenarnya diinginkan oleh mereka? Yang jelas kau tidak boleh pergi!” katanya lagi.


Ayah Ma Rou mengepal tangannya, ia sangat kecewa dengan jawaban dari kakaknya itu. Namun, ia harus mengikuti perintahnya.


“Ma Jiang!” seru Ketua Clan Ma memanggil anak tertuanya.


“Ya, ayahanda!” sahut Ma Jiang menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.


“Bawa beberapa Kultivator Ranah Raja Iblis ke kota Lan Hu dan cari tahu apakah Ma Rou masih hidup, begitu juga dengan Liang Ya, sedangkan Liang Cheng kemungkinan besar telah mati, karena dia tak mengirimkan pesan darurat kemari,” kata Ketua Clan Ma. “Satu lagi bawa Sepuluh Kristal Merah ini dan ambil kembali kota Lan Hu—jangan sampai kota itu diambil alih oleh Clan besar lainnya. Bunuh pihak yang menghancurkan kota Lan Hu itu setelah mereka meninggalkan kota Lan Hu. Namun, bila mereka terlalu kuat menurutmu biara saja, yang penting dapatkan kota Lan Hu dulu.”


Ma Jiang mengangguk dan berjanji akan membuat perhitungan pada pihak yang telah menyakiti kakak sepupunya itu.


Diberbagai tempat di wilayah Utara Benua Dayan, baik Clan besar maupun Clan kecil segera mengirim utusan mereka untuk mengikuti acara lelang itu. Bahkan banyak Kultivator lepas yang sengaja datang ke kota Lan Hu untuk menonton pertunjukan itu, mereka yakin akan ada pertumpahan darah di sana dan mereka berharap mendapatkan salah satu cincin dimensi lawan yang mati—tentu itu adalah sebuah keberuntungan yang jarang sekali didapatkan.


“Halaman Paviliun Lelang sangat ramai Xiuhuan gege!” seru Yu Qingyi yang baru keluar berbelanja bersama Yu Fen.


“Benar, beberapa perwakilan Clan besar sudah muncul dan disambut oleh Gao Li,” kata Yu Fen dengan Hanfu merah yang baru dibelinya menggunakan Kristal milik Yu Qingyi.


Xiuhuan tersenyum mendengarnya, ia tahu kota Lan Hu akan ramai dikunjungi banyak Kultivator. Karena acara seperti ini sangat jarang terjadi dan di sinilah kesempatan mereka nantinya untuk kabur dengan berbaur dikerumunan pengunjung.


Ma Rou mengerutkan keningnya, ia menyadari tindakan Xiuhuan itu dan tak menyangka, ternyata Xiuhuan telah memperhitungkan cara kaburnya dengan matang begini.

__ADS_1


__ADS_2