
Xiuhuan tidak berbaur dengan para Kultivator Clan Du setelah kebakaran yang melanda Dimensi Jinzi padam. Dia langsung menjelajahi Dimensi itu dan berburu banyak Monster Level Tian, hingga Altar teleportasi menarik mereka kembali ke halaman Kediaman Clan Du.
Du Jingtian bersama para tetua telah berkumpul di halaman Kediaman Clan Du untuk menantikan kabar—apakah Xiuhuan mampu membunuh Siluman Laba-Laba atau reputasinya sebagai Kultivator misterius telah lenyap terkubur di Dimensi Jinzi.
Du Jingtian mengerutkan keningnya saat melihat jumlah anggota Clan Du-nya yang keluar dari Dimensi Jinzi hanya tinggal setengahnya saja. Sehingga ia yakin pertarungan antara Xiuhuan dan Siluman Laba-Laba mungkin sangat mengerikan dan menyesal mengirim Xiuhuan ke sana.
Du Jingtian langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Kultivator terakhir yang muncul di halaman Kediaman Clan Du.
“Selamat tuan Xiuhuan telah berhasil mengalahkan Siluman Laba-Laba itu,” kata Du Jingtian tersenyum lebar.
“Namun, sayang sekali saat diakhir hidupnya dia malah melakukan ledakan bunuh diri—sehingga menewaskan banyak anggota Clan Du Ketua Jingtian,” sahut Xiuhuan memasang ekspresi wajah sedih, karena tidak bisa melakukan apa-apa saat itu—sebab dia juga menderita luka berat dan harus bertahan dari ledakan bunuh diri Siluman Laba-Laba tersebut.
“Tuan Xiuhuan sudah melakukan yang terbaik,” sahut Du Jingtian. “Lebih baik kita membahas langkah apa yang akan kita lakukan selanjutnya, karena Clan Du sudah secara resmi bergabung dengan aliansi bentukan tuan Xiuhuan,” katanya lagi sembari berjalan menuju Aula utama Kediaman Clan Du.
“Clan Huo telah musnah, Clan Ling dan Clan Du yang merupakan Clan besar sudah membentuk aliansi,” kata Xiuhuan dengan seutas senyum tipis diwajahnya. “Tentu kita akan bergerak menuju tempat para Sesepuh Aliansi Aliran Hitam untuk memaksa mereka pensiun dini, para tua bangka itu sudah terlalu lama memaksakan kehendak ideologi usang mereka itu—sudah saatnya para muda-muda seperti kita yang menentukan jalan takdir kita hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh tanpa berkaca, bahwa umurnya juga sudah lebih dari 10.000 tahun.
Du Jingtian hanya terseyum dan mengiyakan ucapan Xiuhuan, karena apapun yang ia katakan sebenarnya tak bisa dibantah oleh Clan Du.
Du Jingtian juga yakin para Sesepuh pasti akan menyerah, karena hanya ada Dua Clan besar lagi yang mendukung mereka dan sisanya cuma Clan kecil. Tentu kekuatan mereka itu hanya menggelitik saja bagi Xiuhuan, karena Siluman saja dengan mudah ia kalahkan—padahal Kultivator manusia lainnya ketakutan saat berhadapan dengan mereka.
__ADS_1
Du Jingtian menyuruh para anggota Clan yang ada di Aula utama Kediaman Clan Du tersebut untuk meninggalkan ia dan Xiuhuan saja, karena ia tak ingin percakapan mereka disadap oleh mata-mata Clan lain.
“Kapan kita akan menyerang markas Aliansi Aliran Hitam itu?” tanya Du Jingtian sembari menyeduh teh hangatnya.
“Besok pagi!” sahut Xiuhuan juga menyeduh teh hangat yang disediakan oleh Pelayanan Kediaman Clan Du tersebut.
“Be-besok!” Du Jingtian terkejut mendengarnya. “Apakah Clan Du saja yang akan ikut bersama tuan Xiuhuan? Bukankah kita butuh Kultivator dari Clan Ling dan yang lainnya?”
Walaupun Xiuhuan sangat kuat, tetapi ia tetap ragu kalau hanya mengandalkan kekuatannya saja—karena kekuatan para Sesepuh itu masih misterius dan belum pernah terungkap. Namun, desas-desusnya kekuatan mereka setara dengan Sesepuh di Aliansi Aliran Putih yang kini kekuatannya sudah melemah, karena disedot oleh Naga Lou Feng.
Xiuhuan tahu Du Jingtian khawatir anggota Clan-nya terbunuh lagi seperti yang terjadi di Dimensi Jinzi. Xiuhuan kemudian berkata, “Semua Kultivator Clan Ling dan Clan pendukung lainnya akan ikut. Apakah kamu pikir aku tidak bisa memindahkan mereka ke sini sekaligus?” Xiuhuan menatap Du Jingtian sembari memicingkan matanya, seperti menganggap sepele kekhawatiran Du Jingtian itu.
“Baiklah, sampai jumpa besok!” kata Xiuhuan sembari merobek dimensi—sehingga Du Jingtian akhirnya mengerti, kenapa Xiuhuan tampak santai saja, itu karena ia memiliki elemen kegelapan.
Hanya dalam sekejap saja tubuh Xiuhuan sudah menghilang dan Du Jingtian langsung menghela nafas panjang, karena ia sudah berkeringat dingin saat berbicara dengan Xiuhuan tadi.
Tetua Kelima kemudian menghampiri Du Jingtian dan menceritakan apa yang terjadi di Dimensi Jinzi, setelah ia mewawancarai beberapa murid yang melihat Xiuhuan. Namun, tak ada informasi yang didapatkan—kecuali informasi mengenai salah satu anggota wanita Clan Du yang diselamatkan oleh Xiuhuan dari sergapan Monster Serigala, di mana saat itu keluar cahaya berwarna emas dari tubuh gerombolan Serigala itu sebelum hancur berkeping-keping.
“Hmm, mengeluarkan cahaya emas. Itu sama dengan informasi yang beredar, kalau Kultivator yang menjadi andalan Clan Ling sama dengan yang diceritakan oleh Tetua Kelima. Tak salah lagi, dia pasti tuan Xiuhuan,” gumam Du Jingtian dengan seutas senyum diwajahnya—karena tak sabar menunggu perubahan besar yang akan terjadi di Benua Kun Lun dan Benua Resifel nanti, setelah Xiuhuan menyatukan semua kekuatan yang selama seratus ribu tahun ini terpecah belah menjadi dua kelompok besar.
__ADS_1
...***...
Xiuhuan langsung muncul di Kediaman Clan Ling, sehingga Ling Fei hampir melompat dari tempat duduknya karena terkejut dengan kemunculannya yang tiba-tiba itu. Dia ingin marah, tetapi ia teringat kalau Xiuhuan bisa membunuh Kultivator Ranah Absolute God tanpa menyentuhnya, sehingga ia hanya bisa menghela nafas dalam-dalam.
Xiuhuan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Ketua Clan Ling yang sekaligus ayah mertuanya itu, dan berkata, “Salam ayah mertua dan ibu mertua!” sapanya dengan senyum lebar.
Istri Ling Fei mengerutkan keningnya dan berkata, “Apakah betul kamu sudah menikah lagi dengan putri dari Nie Ranran? Kalau iya, apakah Ling Yue setuju?” Ibu mertua Xiuhuan menatapnya dengan tatapan tajam.
Xiuhuan merasa bulu kuduknya berdiri, dan tidak tahu harus menjawab apa—karena selama ini ia tidak pernah meminta ijin pada istri-istrinya yang lain, apabila menambah bunga dihatinya.
Ling Fei mengerutkan keningnya, dan terheran-heran dari mana datangnya keberanian istrinya itu. Padahal ia sendiri tidak berani memarahi Xiuhuan, walaupun Xiuhuan berstatus menantunya.
“Sudahlah jangan marah-marah begitu,” sela Ling Fei. “Kenapa kamu kembali ke sini, bukankah kamu menuju Clan lain sendirian untuk membujuk mereka?”
Xiuhuan sangat senang mendengar ucapan Ling Fei, karena telah mengalihkan pembicaraan—walaupun ibu mertuanya masih menatap tajam padanya. Kemudian ia berkata, “Aku sudah membujuk Ketua Clan Du untuk bergabung dengan Aliansi kita dan sudah waktunya kita menyerbu markas Aliansi aliran hitam besok pagi. Jadi, aku meminta ayah mertua menyuruh para tetua membawa Kultivator Ranah Absolute God dan Chaos Ancient God berkumpul di Kediaman Clan Nie. Ah, satu lagi, Du Jingtian telah setuju kalau Clan Ling yang akan mengelola wilayah Clan Huo yang kini terbengkalai.”
Ling Fei tersenyum lebar, karena wilayah Clan Huo itu membentang dari perbatasan Clan Hong hingga ke wilayah utara dan perbatasan barat Benua Resifel. “Baiklah, kalian satukan dulu Benua Resifel ini, nanti aku akan menyuruh Ling Wengtian yang akan mengelola wilayah bekas Clan Huo itu,” sahut Ling Fei.
Xiuhuan kemudian berpamitan pada mertuanya itu dan segera merobek dimensi menuju Clan Nie, karena istri mudanya sudah menunggu kedatangannya.
__ADS_1